Tuhan
Yesus pernah berbicara tentang iman, “Sesungguhnya sekiranya kamu
mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung
ini: Pindah dari tempat ini ke sana, - maka gunung ini akan pindah…”Gunung seringkali dipakai sebagai gambaran permasalahan yang besar. Tuhan Yesus tidak berjanji bahwa jika kita mengikutNya, kita ada di jalan tol bebas hambatan. Tidak! Tapi satu hal yang Ia janjikan bahwa Ia senantiasa beserta dan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya dan memberikan jalan keluar.
Pada ayat di atas, Yesus berbicara tentang “iman minimal” – iman biji sesawi sanggup memindahkan gunung. Tapi pernahkah Saudara diperhadapkan kepada “gunung yang tidak bisa dipindahkan”? … sebab “gunung ini harus diduduki”!
Banyak anak Tuhan lebih senang meminta agar gunung permasalahan dipindahkan daripada harus bersusah-susah menaklukkannya. Tapi Kaleb, seorang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh hatinya, ketika diperhadapkan kepada gunung yang dipenuhi oleh bangsa Enak, orang-orang berukuran raksasa – ia tidak berpikir untuk meminta tanah pegunungan yang ‘lebih aman, lebih mudah’. Mengapa Kaleb begitu berani?
Yosua 14:12, “Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN..."
Kaleb tetap berpegang kepada janji yang Tuhan berikan kepadanya, meski janji itu membutuhkan 45 tahun sampai kepada penggenapannya. Dan sekalipun pegunungan Hebron adalah pegunungan yang penuh tantangan, tapi janji Tuhan membuat Kaleb dan suku yang dipimpinnya berani maju menghalau musuh, walau Kaleb sekarang berusia 85 tahun tapi kekuatan yang berasal dari janji Tuhan membuat semangat Kaleb tetap menyala.
Saudara, kemurnian hati kita mengikut Tuhan akan diuji lewat masalah yang seperti gunung yang tidak bisa dipindahkan, bahkan untuk menaklukkan gunung itu dibutuhkan bertahun-tahun mengikuti jalan yang berputar… tetapi milikilah iman yang bertumbuh dan keyakinan bahwa Tuhan yang berjanji, maka Tuhan jugalah yang pasti akan menggenapi. (DA)
DOA : TUHAN, jagailah hatiku agar tetap memandang kepada janjiMU yang tak akan pernah berubah dimakan oleh waktu. Hidupkanlah aku menurut kasih setiaMU. Amin.
Pernahkah
saudara membayangkan memiliki seorang teman yang mengetahui segala
sesuatu tentang diri saudara, apa yang saudara pikirkan, perkatakan,
lakukan bahkan apa yang belum pernah timbul dalam hati saudara? Bukankah
saudara akan merasa risih memiliki teman seperti itu karena ia
mengetahui segala rahasia dan masa lalu saudara, bahkan ia juga
mengetahui tentang masa depan saudara.
Hampir
semua gambar tentang Simson yang kita lihat melukiskan seorang yang
berbadan tegap berotot yang sedaang memukul orang Filistin dengan tulang
rahang keledai atau pun sedang mengangkat pintu gerbang yang berat.
Tetapi jika memang Simson berbadan besar berotot, mengapa musuhnya
berusaha mencari tahu rahasia kekuatannya? Simson sendiri tahu bahwa
kekuatannya berasal dari Tuhan.
Seorang
muda ateis sedang mengikuti pelatihan Olimpiade menyelam. Satu-satunya
“informasi tentang Tuhan” yang pernah ia dengar datang dari seorang
sahabat Kristennya. Pemuda ateis ini tidak pernah terlalu menanggapi
“khotbah” sahabatnya, meski setiap kali berjumpa pasti sahabatnya
berbicara tentang Yesus.