Di
kepulauan Salomon yang berada di daerah Pasifik, ada cara unik yang
dilakukan oleh penduduk setempat jika tidak bisa memotong sebuah pohon
dengan kapak. Jika pohon terlalu besar untuk dipotong dengan kapak, para
penduduk setempat akan memaki-maki pohon tersebut.
Seseorang
yang memiliki kekuatan khusus akan memaki pohon itu dari pagi hingga
senja, selama tiga puluh hari. Maka akhirnya pohon itu akan mati dan
roboh dengan sendirinya. Menurut para penduduk, hal ini selalu berhasil.
Secara teori mereka membunuh roh pohon tersebut.
Dari
cerita di atas kita melihat bagaimana efek perkataan pada sebuah pohon?
Jika pohon saja bisa mati karena dikutuki, demikian juga manusia.
Banyak orang berteriak dan memaki pasangan hidupnya atau anaknya. Tidak
sedikit orang yang kehilangan kesabaran ketika dijalan dan memaki
pengendara lain.
Tapi
semua itu adalah pilihan, seperti firman Tuhan katakan bahwa dari mulut
kita bisa keluar berkat dan kutuk. Untuk itu pilihlah mengatakan
berkat, karena perkataan Anda berkuasa. Jangan sampai kita membunuh roh
orang-orang yang kita kasihi, atau malah orang yang tidak kita kenal
dengan perkataan-perkataan yang buruk.
Mari
kita ucapkan kata-kata yang membangun, yang menghidupkan dan memberkati
orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kitapun akan menuai
berkat.
Janganlah
ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang
baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya,
beroleh kasih karunia.
Efesus 4:29
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Kamis, 04 Juni 2015
Rabu, 03 Juni 2015
Waktu Digendong Ayahku
Jhon
Moorhouse, seorang pewarta Kabar Baik berkebangsaan Inggris pada abad
ke 19, merasakan beban yang sangat berat dalam pelayanannya. Kemudian
Tuhan mengingatkan Jhon akan perhatian-Nya.
Ketika suatu hari ia tiba di rumah, anak perempuannya, Minnie, yang kedua kakinya lumpuh, sedang duduk di kursi roda. Jhon akan membawakan sebuah bungkusan ke lantai atas untuk istrinya ketika anak itu menawarkan diri ikut membawakan. Kata Moorhouse, "Minnie sayang, bagaimana kamu bisa membawakan bungkusan ini? berjalan saja, kamu tidak bisa."
Dengan senyum mengembang di wajahnya, Minnie berkata, "Saya tahu, Ayah. Tetapi jika Ayah memberi saya bungkusan itu, saya akan memegangnya sementara Ayah menggendong saya."
Moorhouse melihat hal itu sebagai gambaran tentang hubungannya dengan Allah dan beban dalam pelayanannya yang sedang ia emban. Namun terpujilah Allah, ia dimampukan untuk terus maju dengan keyakinan karena mengetahui bahwa Tuhan sedang menggendongnya.
Allah yang maha kuasa yang menggendong bangsa Israel adalah Allah yang juga dapat menggendong kita. Sekalipun harus menyelesaikan tanggung jawab kita, kita mempunyai jaminan akan bantuan-Nya yang tidak akan pernah gagal. Kita tidak perlu tenggelam dalam beban yang berat.
Mintalah kepada sang Juruselamat untuk menggendong Anda. Dia akan membawakan beban Anda dan menggendong Anda..
Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 46:4 berkata, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai putih rambutmu. Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu
terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”
Ketika suatu hari ia tiba di rumah, anak perempuannya, Minnie, yang kedua kakinya lumpuh, sedang duduk di kursi roda. Jhon akan membawakan sebuah bungkusan ke lantai atas untuk istrinya ketika anak itu menawarkan diri ikut membawakan. Kata Moorhouse, "Minnie sayang, bagaimana kamu bisa membawakan bungkusan ini? berjalan saja, kamu tidak bisa."
Dengan senyum mengembang di wajahnya, Minnie berkata, "Saya tahu, Ayah. Tetapi jika Ayah memberi saya bungkusan itu, saya akan memegangnya sementara Ayah menggendong saya."
Moorhouse melihat hal itu sebagai gambaran tentang hubungannya dengan Allah dan beban dalam pelayanannya yang sedang ia emban. Namun terpujilah Allah, ia dimampukan untuk terus maju dengan keyakinan karena mengetahui bahwa Tuhan sedang menggendongnya.
Allah yang maha kuasa yang menggendong bangsa Israel adalah Allah yang juga dapat menggendong kita. Sekalipun harus menyelesaikan tanggung jawab kita, kita mempunyai jaminan akan bantuan-Nya yang tidak akan pernah gagal. Kita tidak perlu tenggelam dalam beban yang berat.
Mintalah kepada sang Juruselamat untuk menggendong Anda. Dia akan membawakan beban Anda dan menggendong Anda..
Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 46:4 berkata, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai putih rambutmu. Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu
terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”
Gbu all...
Selasa, 02 Juni 2015
Kesetiaan Membawa Anda Pada Promosinya Tuhan
Sebelum
Joel Osteen menjadi gembala di Lakewood Church, dia bekerja kepada
ayahnya selama 17 tahun dan bertanggung jawab pada bagian pelayanan
televisi. Dan inilah ceritanya tentang apa artinya kesetiaan.
Dulu kami membuat acara khusus televisi yang besar, konser, dan semua hal menyenangkan lainnya. Tetapi menjelang akhir hidup ayah saya, dia tidak ingin melakukannya lagi. Suatu hari, saya mendapatkan jam tayang di banyak stasiun radio untuk memancarkan acara ayah saya. Saya telah begitu bekerja keras, dan merupakan suatu kesepakatan yang besar. Saya meminta ayah saya untuk turun ke studio hanya selama satu jam saja setiap minggunya, tetapi katanya, “Joel, saya tidak ingin melakukan itu. Saya telah berumur 75 tahun. Saya hanya ingin rileks dan menggembalakan gereja.”
Saya merasa sangat kecewa. Saya pikir, “Tuhan, saya masih muda. Saya tidak ingin melakukan hal kecil. Saya memiliki mimpi yang besar. Saya ingin melakukan lebih lagi.”
“Mungkin ini saatnya untuk saya pergi. Mungkin ini saatnya bagi saya untuk mencari beberapa peluang lainnya,” demikian pikir saya.
Namun ketika saya bertanya pada hati kecil saya, saya tahu harus berada bersama ayah saya. Saya tidak tahu pasti kapan keputusan itu saya buat, tapi selanjutnya saya hanya melakukan yang terbaik hari demi hari.
Dua tahun kemudian, Ayah saya kembali kerumah Bapa. Saya menyadari sekarang mengapa Tuhan menaruh dalam hati saya sebuah mimpi yang besar, yaitu untuk membangun pelayanan saya sendiri. Tapi saya harus menunggu waktu yang tepat dari Tuhan. Jika saja saya tidak setia dimana saya ditempatkan, dan saya tidak menghormati dan tunduk pada otoritas saya dan memilih yang benar saya percaya, saya tidak akan berdiri dimana saya sekarang berada.
Teman, mungkin Anda melihat sepertinya pintu tertutup bagi mimpi Anda. Mungkin otoritas Anda memiliki pemikiran yang berbeda dari Anda. Tetapi begitu Anda memutuskan untuk berbunga, ditempat Anda ditanam, dan menjaga sikap Anda; Ketika Anda memutuskan untuk tidak kecewa ketika otoritas diatas Anda tidak setuju dengan Anda, maka Anda akan menuai benih yang Anda tabur, dan Tuhan akan membawa Anda ketempat dimana Dia mau Anda berada. Jadi tetaplah berdiri, tetaplah percaya, dan tetap lakukan yang terbaik karena Tuhan akan membawa Anda ke tempat dimana Anda belum pernah memimpikannya.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25:23
Dulu kami membuat acara khusus televisi yang besar, konser, dan semua hal menyenangkan lainnya. Tetapi menjelang akhir hidup ayah saya, dia tidak ingin melakukannya lagi. Suatu hari, saya mendapatkan jam tayang di banyak stasiun radio untuk memancarkan acara ayah saya. Saya telah begitu bekerja keras, dan merupakan suatu kesepakatan yang besar. Saya meminta ayah saya untuk turun ke studio hanya selama satu jam saja setiap minggunya, tetapi katanya, “Joel, saya tidak ingin melakukan itu. Saya telah berumur 75 tahun. Saya hanya ingin rileks dan menggembalakan gereja.”
Saya merasa sangat kecewa. Saya pikir, “Tuhan, saya masih muda. Saya tidak ingin melakukan hal kecil. Saya memiliki mimpi yang besar. Saya ingin melakukan lebih lagi.”
“Mungkin ini saatnya untuk saya pergi. Mungkin ini saatnya bagi saya untuk mencari beberapa peluang lainnya,” demikian pikir saya.
Namun ketika saya bertanya pada hati kecil saya, saya tahu harus berada bersama ayah saya. Saya tidak tahu pasti kapan keputusan itu saya buat, tapi selanjutnya saya hanya melakukan yang terbaik hari demi hari.
Dua tahun kemudian, Ayah saya kembali kerumah Bapa. Saya menyadari sekarang mengapa Tuhan menaruh dalam hati saya sebuah mimpi yang besar, yaitu untuk membangun pelayanan saya sendiri. Tapi saya harus menunggu waktu yang tepat dari Tuhan. Jika saja saya tidak setia dimana saya ditempatkan, dan saya tidak menghormati dan tunduk pada otoritas saya dan memilih yang benar saya percaya, saya tidak akan berdiri dimana saya sekarang berada.
Teman, mungkin Anda melihat sepertinya pintu tertutup bagi mimpi Anda. Mungkin otoritas Anda memiliki pemikiran yang berbeda dari Anda. Tetapi begitu Anda memutuskan untuk berbunga, ditempat Anda ditanam, dan menjaga sikap Anda; Ketika Anda memutuskan untuk tidak kecewa ketika otoritas diatas Anda tidak setuju dengan Anda, maka Anda akan menuai benih yang Anda tabur, dan Tuhan akan membawa Anda ketempat dimana Dia mau Anda berada. Jadi tetaplah berdiri, tetaplah percaya, dan tetap lakukan yang terbaik karena Tuhan akan membawa Anda ke tempat dimana Anda belum pernah memimpikannya.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25:23
Gbu all...
Senin, 01 Juni 2015
Awan-awan Kehidupan
Keluaran 13:21
“Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 121; 1 Korintus 10; 1 Samuel 8-9
Awan-awan akan datang. Mereka adalah bagian dari kehidupan. Sama seperti awan dapat melindungi kita dari sinar matahari yang menyilaukan, awan-awan kehidupan dapat menyatakan kemuliaan Allah, dan melalui ketinggiannya Allah berbicara pada kita.
Seperti bangsa Israel, kita adalah musafir yang berjalan menuju Tanah Perjanjian. Ketika mereka berjalan melewati padang gurun, Alkitab berkata, “Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan.”
Mungkin Anda sedang melewati padang gurun saat ini. Mungkin itu adalah padang gurun pernikahan yang hancur, atau kemunduran finansial, atau sebuah kekecewaan yang besar, atau penyakit yang mengancam. Bahkan, itu mungkin adalah padang gurun keraguan atau dosa.
Namun, Allah berjalan di depan Anda untuk memberikan semangat dan menuntun Anda. Dia membawa bangsa Israel melewati padang gurun – dan Dia pun akan memimpin Anda keluar dari sana, bila Anda memandang dengan iman kepada-Nya. Jangan pernah lupa: “Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya” (Daniel 6:27).
Allah selalu selangkah lebih maju dari Anda agar Dia dapat memberi tahu jalan keluar ketika Anda menghadapi pergumulan dan permasalahan hidup.
Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia
“Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 121; 1 Korintus 10; 1 Samuel 8-9
Awan-awan akan datang. Mereka adalah bagian dari kehidupan. Sama seperti awan dapat melindungi kita dari sinar matahari yang menyilaukan, awan-awan kehidupan dapat menyatakan kemuliaan Allah, dan melalui ketinggiannya Allah berbicara pada kita.
Seperti bangsa Israel, kita adalah musafir yang berjalan menuju Tanah Perjanjian. Ketika mereka berjalan melewati padang gurun, Alkitab berkata, “Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan.”
Mungkin Anda sedang melewati padang gurun saat ini. Mungkin itu adalah padang gurun pernikahan yang hancur, atau kemunduran finansial, atau sebuah kekecewaan yang besar, atau penyakit yang mengancam. Bahkan, itu mungkin adalah padang gurun keraguan atau dosa.
Namun, Allah berjalan di depan Anda untuk memberikan semangat dan menuntun Anda. Dia membawa bangsa Israel melewati padang gurun – dan Dia pun akan memimpin Anda keluar dari sana, bila Anda memandang dengan iman kepada-Nya. Jangan pernah lupa: “Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya” (Daniel 6:27).
Allah selalu selangkah lebih maju dari Anda agar Dia dapat memberi tahu jalan keluar ketika Anda menghadapi pergumulan dan permasalahan hidup.
Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia
Gbu all...
Minggu, 31 Mei 2015
Mengalahkan Kekuatiran Dengan Iman
Kuatir
adalah dosa! Ini adalah sebuah kebenaran yang nyata, oleh sebab itu
Alkitab berkali-kali memerintahkan, "Jangan kuatir!" Kekuatiran tidak
mengerjakan kebaikan sedikitpun, namun telah terbukti bahwa hal tersebut
sangat merugikan.
Pada suatu saat Yesus menegur para pengikut-Nya dengan keras: "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? hai orang yang kurang percaya?" (Matius 6:25, 27, 30).
Untuk menggambarkan hal tersebut, Yesus berkata, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga." (Matius 6:26).
Apakah Anda pernah melihat burung mengalami nervous breakdown atau kekuatiran? Tentu saja tidak, burung-burung tidak pernah merasa kuatir karena mereka tahu bahwa Allah akan memberi mereka makanan bagi mereka. Yang perlu Anda ingat, "Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" (Matius 6:26). Benar, Anda jauh lebih berharga dari banyak burung.
Kekuatiran seringkali berasal dari keinginan duniawi kita. Iklan televisi telah menciptakan keinginan yang tidak terpuaskan kepada hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Nafsu adalah menginginkan sesuatu sekarang, sedangkan Iman adalah bergantung pada penyediaan Tuhan.
Yesus berkata: “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."(Matius 6:32-33).
Ketika kita berjalan dekat dengan Yesus hari demi hari, kita menemukan istirahat dan ketenangan. Tapi ketenangan batin tidak Anda dapatkan ketika Anda berjalan ke sana-kemari, menghabiskan waktu untuk mengejar hal-hal duniawi. Sebaliknya, dunia justru dapat menghancurkan Anda dengan banyak masalah dan membuat Anda takut. Surat-surat kabar tidak memberi Anda kabar baik! Iblis ingin Anda tetap berjalan dalam kekuatiran, Anda mulai mencemaskan semua hal. Tapi Tuhan berkata, "Jangan takut!"
Ketika Anda menghadapi hari Anda, jangan pernah melewatkan sumber berkat Anda yaitu Tuhan. Tuhan sangat mengasihi Anda dan tahu kebutuhan Anda yang sebenarnya, apakah itu kebutuhan fisik, sosial atau keuangan. Jadi datang kepada Tuhan dalam iman, berikanlah beban Anda kepada-Nya, mencari wajah-Nya, pujilah nama-Nya dan Dia akan menyediakan segala sesuatu yang Anda butuhkan!
Pada suatu saat Yesus menegur para pengikut-Nya dengan keras: "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? hai orang yang kurang percaya?" (Matius 6:25, 27, 30).
Untuk menggambarkan hal tersebut, Yesus berkata, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga." (Matius 6:26).
Apakah Anda pernah melihat burung mengalami nervous breakdown atau kekuatiran? Tentu saja tidak, burung-burung tidak pernah merasa kuatir karena mereka tahu bahwa Allah akan memberi mereka makanan bagi mereka. Yang perlu Anda ingat, "Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" (Matius 6:26). Benar, Anda jauh lebih berharga dari banyak burung.
Kekuatiran seringkali berasal dari keinginan duniawi kita. Iklan televisi telah menciptakan keinginan yang tidak terpuaskan kepada hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Nafsu adalah menginginkan sesuatu sekarang, sedangkan Iman adalah bergantung pada penyediaan Tuhan.
Yesus berkata: “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."(Matius 6:32-33).
Ketika kita berjalan dekat dengan Yesus hari demi hari, kita menemukan istirahat dan ketenangan. Tapi ketenangan batin tidak Anda dapatkan ketika Anda berjalan ke sana-kemari, menghabiskan waktu untuk mengejar hal-hal duniawi. Sebaliknya, dunia justru dapat menghancurkan Anda dengan banyak masalah dan membuat Anda takut. Surat-surat kabar tidak memberi Anda kabar baik! Iblis ingin Anda tetap berjalan dalam kekuatiran, Anda mulai mencemaskan semua hal. Tapi Tuhan berkata, "Jangan takut!"
Ketika Anda menghadapi hari Anda, jangan pernah melewatkan sumber berkat Anda yaitu Tuhan. Tuhan sangat mengasihi Anda dan tahu kebutuhan Anda yang sebenarnya, apakah itu kebutuhan fisik, sosial atau keuangan. Jadi datang kepada Tuhan dalam iman, berikanlah beban Anda kepada-Nya, mencari wajah-Nya, pujilah nama-Nya dan Dia akan menyediakan segala sesuatu yang Anda butuhkan!
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)