2 Korintus 1:6
Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 136; Yohanes 13; Ratapan 3
Mudah
untuk bersukacita saat keadaan baik-baik saja, tetapi bagaimana jika
sesuatu berjalan tidak sesuai dengan keinginan Anda? Dibutuhkan iman
yang besar untuk dapat tetap bersukacita dalam segala keadaan, bahkan
yang terburuk sekalipun. Anda dapat tetap bersukacita dalam segala
keadaan, jika Anda dapat melihat bahwa Allah tengah bekerja dalam segala
keadaan untuk mendatangkan kebaikan. Orang-orang ini akan bersabar
menghadapi badai, dan menantikan pelangi Tuhan setelah angin ribut
berlalu.
Hal
inilah yang dialami olah William Moon, seorang pria cemerlang dari
Inggris yang sedang menikmati masa jayanya. Baginya terbentang masa
depan yang cerah, hingga sebuah kecelakaan ia alami. William kehilangan
penglihatannya secara total, dia tidak bisa lagi melihat masa depannya.
Ia sempat merasa putus asa, “Apa gunanya segala kemampuanku saat ini
setelah aku tersekap dalam kamarku dan seluruh dunia seakan-akan
tertutup bagiku?”
Namun
saat ia terkurung di dalam kamarnya itu, ia mulai sadar bahwa Allah
pasti memulai maksud atas apa yang ia alami. Karena ia telah menjadi
buta, William mulai mengembangkan sistem unik untuk mengenali abjad
untuk menolong orang lain yang mengalami keadaan yang sama dengan
dirinya. Sistem ini dengan segera di terima di beberapa negara dalam
berbagai bahasa. Bahkan lebih dari empat juta orang buta dapat membaca
Alkitab karenanya. Tanpa di sadari William Moon sudah menjadi
“penginjil” dengan penemuannya itu. Karyanya telah membawa banyak orang
buta menemukan Yesus dalam hidup mereka. Apa yang terlihat sebagai
bencana, jika Anda mengijinkan Allah bekerja dalam hidup Anda maka hal
itu dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Bagaimana
respon Anda terhadap pencobaan yang Anda alami? Apakah Anda tenggelam
dalam kekecewaan dan mengasihani diri atau memilih bangkit dan
mengijinkan Tuhan mengubah tragedi yang Anda alami menjadi berkat? Semua
pilihan itu ada di tangan itu.
Tidak ada hal buruk dalam hidup ini jika Anda mengijinkan Tuhan berkarya dalam hidup Anda.
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Rabu, 05 Desember 2018
Selasa, 04 Desember 2018
Belum Seberapa
Mazmur
126:1-6 - Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan
kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh
dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu
berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara
besar kepada orang-orang ini!" TUHAN telah melakukan perkara besar
kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN,
seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang
menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti
pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Kalau sekarang banyak orang Afrika menjadi Kristen, banyak KKR digelar, gereja-gereja bertumbuh, dan kota-kota mengalami transformasi, hal itu bisa terjadi karena dulu ada seorang penabur benih Injil yang melayani dengan mencucurkan air mata. Setelah 16 tahun melayani di Afrika, berjalan 11 ribu mil untuk menjangkau jiwa, David Livingstone kembali ke Inggris dengan banyak derita. Lengan kirinya tergantung lemah disisi tubuhnya, terkoyak oleh serangan singa besar. Kulit wajahnya coklat karena terik matahari. Telinganya tuli akibat demam dan matanya setengah buta akibat cabang pohon yang menampar matanya dihutan. Demi tersebarnya berita Injil, secara fisik hidupnya telah hancur!
Tiada kemuliaan tanpa penderitaan, tiada pelangi tanpa salib yang mendahuluinya. Habis gelap barulah terbit terang. Itu merupakan rumusan rohani yang berlaku bagi anak-anak Tuhan yang mau hidup menurut cara Tuhan. Sampai saat inipun, rumusan ini tetap berlaku. Untuk sebuah hasil maksimal, termasuk dalam hal-hal rohani, diperlukan kerja keras dan bayar harga yang tidak murah serta tidak mudah. Banyak orang menganggap kasih karunia Allah berarti hilangnya kewajiban untuk berusaha dan membayar harga untuk sebuah keberhasilan. Banyak orang ingin sesuatu yang cepat, instant dan mudah, tanpa mau menderita atau bekerja keras, maunya langsung menikmati. Didalam pekerjaan atau pelayanan, dukacita mendahului sukacita. Seperti seorang ibu yang melahirkan, pertama-tama melewati penderitaan dan kemudian sukacita tak terperi sesudah bayinya lahir. Prinsip ini membuat kita tidak putus asa mana kala hari ini kita melewati masa-masa sulit. Semua ratapan, tangisan, dan derita hari ini adalah jalan pembuka bagi masa-masa sukses dan keemasan dihari esok.
Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang (menikmati hasilnya) kemudian. Bagaimana dengan kita, apakah prinsip ini tetap kita pegang teguh dalam kehidupan sehari-hari? Ingatlah bahwa Allah tidak pernah meniadakan prinsip tabur-tuai. Jadi kalau kita ingin menikmati sesuatu yang baik, mari menaburlah.
Orang yang ingin menuai tanpa mau menabur sama dengan mengharapkan kesia-siaan
Gbu all...
Kalau sekarang banyak orang Afrika menjadi Kristen, banyak KKR digelar, gereja-gereja bertumbuh, dan kota-kota mengalami transformasi, hal itu bisa terjadi karena dulu ada seorang penabur benih Injil yang melayani dengan mencucurkan air mata. Setelah 16 tahun melayani di Afrika, berjalan 11 ribu mil untuk menjangkau jiwa, David Livingstone kembali ke Inggris dengan banyak derita. Lengan kirinya tergantung lemah disisi tubuhnya, terkoyak oleh serangan singa besar. Kulit wajahnya coklat karena terik matahari. Telinganya tuli akibat demam dan matanya setengah buta akibat cabang pohon yang menampar matanya dihutan. Demi tersebarnya berita Injil, secara fisik hidupnya telah hancur!
Tiada kemuliaan tanpa penderitaan, tiada pelangi tanpa salib yang mendahuluinya. Habis gelap barulah terbit terang. Itu merupakan rumusan rohani yang berlaku bagi anak-anak Tuhan yang mau hidup menurut cara Tuhan. Sampai saat inipun, rumusan ini tetap berlaku. Untuk sebuah hasil maksimal, termasuk dalam hal-hal rohani, diperlukan kerja keras dan bayar harga yang tidak murah serta tidak mudah. Banyak orang menganggap kasih karunia Allah berarti hilangnya kewajiban untuk berusaha dan membayar harga untuk sebuah keberhasilan. Banyak orang ingin sesuatu yang cepat, instant dan mudah, tanpa mau menderita atau bekerja keras, maunya langsung menikmati. Didalam pekerjaan atau pelayanan, dukacita mendahului sukacita. Seperti seorang ibu yang melahirkan, pertama-tama melewati penderitaan dan kemudian sukacita tak terperi sesudah bayinya lahir. Prinsip ini membuat kita tidak putus asa mana kala hari ini kita melewati masa-masa sulit. Semua ratapan, tangisan, dan derita hari ini adalah jalan pembuka bagi masa-masa sukses dan keemasan dihari esok.
Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang (menikmati hasilnya) kemudian. Bagaimana dengan kita, apakah prinsip ini tetap kita pegang teguh dalam kehidupan sehari-hari? Ingatlah bahwa Allah tidak pernah meniadakan prinsip tabur-tuai. Jadi kalau kita ingin menikmati sesuatu yang baik, mari menaburlah.
Orang yang ingin menuai tanpa mau menabur sama dengan mengharapkan kesia-siaan
Gbu all...
Senin, 03 Desember 2018
Bukan Roti Biasa
Matius 26:26
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “mbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 135; Yohanes 12; Ratapan 1-2
Ada persamaan yang sangat jelas antara orang banyak yang mengikuti Yesus pada 2000 tahun lalu dan saat ini, mereka mengejar berkat jasmani! Hal ini dapat kita ketahui dengan jelas karena Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yohanes 6:26).
Setelah kejadian Yesus memberi makan lima ribu orang laki-laki saja, belum termasuk anak-anak dan wanita dengan hanya lima roti dan dua ikan, maka makin bertambah banyak orang yang mengikut Yesus, namun dengan motivasi hanya untuk di kenyangkan secara jasmani. Bukankah kita menemukan hal yang sama di jaman sekarang?
Banyak orang ke gereja, berdoa bahkan berpuasa demi memuaskan keinginan dagingnya. Bukan berarti meminta kebutuhan jasmani itu salah, namun jika hal itu yang menjadi motivasi utama mencari Yesus itulah yang salah. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35).
Yesus adalah menu utama yang akan membawa kehidupan kita. Jangan Anda datang untuk mencari makanan ringannya, atau menu penutupnya. Jika Anda tidak makan “Roti Kehidupan” itu, sekalipun Anda mendapatkan kebutuhan jasmani, maka semua yang Anda dapatkan sia-sia. Mulai hari ini, pastikan bahwa menu utama yang dihidangkan bagi Anda selalu Anda santap, baru mintalah hidangan selanjutnya.
Yesus adalah roti hidup, itulah yang seharusnya menjadi santapan utama kita setiap hari.
Gbu all...
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “mbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 135; Yohanes 12; Ratapan 1-2
Ada persamaan yang sangat jelas antara orang banyak yang mengikuti Yesus pada 2000 tahun lalu dan saat ini, mereka mengejar berkat jasmani! Hal ini dapat kita ketahui dengan jelas karena Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yohanes 6:26).
Setelah kejadian Yesus memberi makan lima ribu orang laki-laki saja, belum termasuk anak-anak dan wanita dengan hanya lima roti dan dua ikan, maka makin bertambah banyak orang yang mengikut Yesus, namun dengan motivasi hanya untuk di kenyangkan secara jasmani. Bukankah kita menemukan hal yang sama di jaman sekarang?
Banyak orang ke gereja, berdoa bahkan berpuasa demi memuaskan keinginan dagingnya. Bukan berarti meminta kebutuhan jasmani itu salah, namun jika hal itu yang menjadi motivasi utama mencari Yesus itulah yang salah. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35).
Yesus adalah menu utama yang akan membawa kehidupan kita. Jangan Anda datang untuk mencari makanan ringannya, atau menu penutupnya. Jika Anda tidak makan “Roti Kehidupan” itu, sekalipun Anda mendapatkan kebutuhan jasmani, maka semua yang Anda dapatkan sia-sia. Mulai hari ini, pastikan bahwa menu utama yang dihidangkan bagi Anda selalu Anda santap, baru mintalah hidangan selanjutnya.
Yesus adalah roti hidup, itulah yang seharusnya menjadi santapan utama kita setiap hari.
Gbu all...
Minggu, 02 Desember 2018
Jika Anda Percaya Pada Tuhan...
Mazmur 119:67-68
Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 134; Yohanes 11; Yeremia 43-44
Saat itu di tahun 1968 saya dalam perjalanan dengan pesawat terbang menuju New York – penerbangan rutin dan normal yang membosankan. Tetapi kali ini sepertinya tidak. Saat pesawat bersiap untuk mendarat, pilotnya menyadari bahwa roda tidak bisa diturunkan. Penumpang akhirnya diberitahu untuk menundukkan kepala dan menempatkannya di antara kedua kaki mereka sambil memegang pergelangan kaki untuk mengurangi dampak kecelakaan.
Kemudian, hanya beberapa menit sebelum mendarat, pilot membuat pengumuman melalui pengeras suara: “Kita akan mulai pendaratan. Pada saat ini, sesuai dengan peraturan penerbangan internasional di Jenewa, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memberitahu bagi Anda yang percaya kepada Tuhan untuk memanjatkan doa.”
Saya senang dapat memberitahu bahwa pendaratan dapat dilakukan dengan baik. Tidak ada yang terluka, selain kerusakan besar pada pesawat, dan maskapai penerbangan akan mengingat hal itu dalam waktu yang lama.
Luar biasa. Satu-satunya yang memunculkan aturan “rahasia” penerbangan tadi adlah krisis. Ketika menghadapi tepi jurang, menemui jalan buntu, menghadapi kawat berduri, tidak menemukan jalan keluar… maka saat itulah masyarakat kita membuat sebuah pengakuan untuk Tuhan – “Jika Anda percaya… maka Anda harus berdoa.”
Inilah yang terjadi dalam kehidupan, ketika kita menghadapi krisis baru kita ingat bahwa dengan iman percaya kepada Tuhan dan sebuah doa sederhana, pertolonganTuhan mungkin datang. Penderitaan mengingatkan kita pada Tuhan. Bahwa di atas kondisi kita yang paling buruk sekalipun, ada satu pribadi yang berdaulat yang dapat mengubah situasi dan kondisi tersebut dalam sekejab. Pribadi itu adalah Yesus Kristus. Dan bagi Anda yang percaya kepada-Nya… dalam kondisi apapun, tidak perlu menunggu krisis terjadi dalam hidup Anda, panjatkanlah doa kepada-Nya dengan disertai ucapan syukur. Percayalah bahwa Dia mendengarkan Anda, bahkan Dia bersama Anda. (Day by day; Charles Swindoll)
Ketika krisis datang, undanglah Tuhan dan Dia akan menolong dan mengajar Anda untuk melaluinya.
Gbu all...
Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 134; Yohanes 11; Yeremia 43-44
Saat itu di tahun 1968 saya dalam perjalanan dengan pesawat terbang menuju New York – penerbangan rutin dan normal yang membosankan. Tetapi kali ini sepertinya tidak. Saat pesawat bersiap untuk mendarat, pilotnya menyadari bahwa roda tidak bisa diturunkan. Penumpang akhirnya diberitahu untuk menundukkan kepala dan menempatkannya di antara kedua kaki mereka sambil memegang pergelangan kaki untuk mengurangi dampak kecelakaan.
Kemudian, hanya beberapa menit sebelum mendarat, pilot membuat pengumuman melalui pengeras suara: “Kita akan mulai pendaratan. Pada saat ini, sesuai dengan peraturan penerbangan internasional di Jenewa, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memberitahu bagi Anda yang percaya kepada Tuhan untuk memanjatkan doa.”
Saya senang dapat memberitahu bahwa pendaratan dapat dilakukan dengan baik. Tidak ada yang terluka, selain kerusakan besar pada pesawat, dan maskapai penerbangan akan mengingat hal itu dalam waktu yang lama.
Luar biasa. Satu-satunya yang memunculkan aturan “rahasia” penerbangan tadi adlah krisis. Ketika menghadapi tepi jurang, menemui jalan buntu, menghadapi kawat berduri, tidak menemukan jalan keluar… maka saat itulah masyarakat kita membuat sebuah pengakuan untuk Tuhan – “Jika Anda percaya… maka Anda harus berdoa.”
Inilah yang terjadi dalam kehidupan, ketika kita menghadapi krisis baru kita ingat bahwa dengan iman percaya kepada Tuhan dan sebuah doa sederhana, pertolonganTuhan mungkin datang. Penderitaan mengingatkan kita pada Tuhan. Bahwa di atas kondisi kita yang paling buruk sekalipun, ada satu pribadi yang berdaulat yang dapat mengubah situasi dan kondisi tersebut dalam sekejab. Pribadi itu adalah Yesus Kristus. Dan bagi Anda yang percaya kepada-Nya… dalam kondisi apapun, tidak perlu menunggu krisis terjadi dalam hidup Anda, panjatkanlah doa kepada-Nya dengan disertai ucapan syukur. Percayalah bahwa Dia mendengarkan Anda, bahkan Dia bersama Anda. (Day by day; Charles Swindoll)
Ketika krisis datang, undanglah Tuhan dan Dia akan menolong dan mengajar Anda untuk melaluinya.
Gbu all...
Sabtu, 01 Desember 2018
Pencuri Keakraban
I Yohanes 1:8-9
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 133; Yohanes 10; Yeremia 40-42
Seorang laki-laki tua bersahabat dengan seorang anak laki-laki remaja yang bekerja bersamanya di sebuah toko kerajinan kayu. Mereka sering bekerja bersama untuk memasang bagian-bagian rumit dari kerajinan kayu untuk di jual di toko-toko cinderamata lokal.
Suatu hari, anak laki-laki itu mencuri beberapa pahatan kayu di tempat itu. Laki-laki tua yang menyaksikan kejadian itu dari dapur tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian itu. Namun beberapa hari kemudian anak itu tidak masuk kerja. Bahkan ketika mereka bertemu, anak itu mulai menjauh dan merasa malu. Persahabatan mereka yang dulunya begitu akrab, kini terputus. Keduanya seperti dua orang asing yang baru bertemu.
Hal yang sama terjadi ketika kita berbuat dosa. Akibat paling berbahaya bukanlah kerugian akibat tindakan kita yang salah, namun rusaknya hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita yang akrab dengan Bapa sorgawi terputus, bukan karena Tuhan tidak ingin bersekutu dengan kita, namun karena kita yang bersembunyi dan menjauhkan diri dari-Nya. Namun karena kasihnya yang begitu besar, Yesus hadir dalam hidup kita untuk menghapus semua rasa malu, rasa tertuduh dan juga menanggung semua dosa kita. Hal ini Yesus lakukan, agar hubungan kita dengan Allah Bapa dipulihkan kembali.
Jika hari ini Anda merasa ada yang menjadi penghalang hubungan Anda dengan Bapa, apakah itu rasa bersalah, kemarahan, kebencian atau dosa lainnya, datanglah kepada Yesus. Akuilah dengan kerendahan hati semua yang telah Anda lakukan dan alami. Mintalah Yesus untuk memulihkan Anda, dan mencairkan kebekuan yang ada dalam hubungan Anda dengan Bapa.
Allah sedang menantikan Anda, Dia ingin berbincang akrab dengan Anda kembali. Jangan biarkan dosa mencuri keakraban Anda dengan Bapa Sorgawi.
Gbu all...
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 133; Yohanes 10; Yeremia 40-42
Seorang laki-laki tua bersahabat dengan seorang anak laki-laki remaja yang bekerja bersamanya di sebuah toko kerajinan kayu. Mereka sering bekerja bersama untuk memasang bagian-bagian rumit dari kerajinan kayu untuk di jual di toko-toko cinderamata lokal.
Suatu hari, anak laki-laki itu mencuri beberapa pahatan kayu di tempat itu. Laki-laki tua yang menyaksikan kejadian itu dari dapur tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian itu. Namun beberapa hari kemudian anak itu tidak masuk kerja. Bahkan ketika mereka bertemu, anak itu mulai menjauh dan merasa malu. Persahabatan mereka yang dulunya begitu akrab, kini terputus. Keduanya seperti dua orang asing yang baru bertemu.
Hal yang sama terjadi ketika kita berbuat dosa. Akibat paling berbahaya bukanlah kerugian akibat tindakan kita yang salah, namun rusaknya hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita yang akrab dengan Bapa sorgawi terputus, bukan karena Tuhan tidak ingin bersekutu dengan kita, namun karena kita yang bersembunyi dan menjauhkan diri dari-Nya. Namun karena kasihnya yang begitu besar, Yesus hadir dalam hidup kita untuk menghapus semua rasa malu, rasa tertuduh dan juga menanggung semua dosa kita. Hal ini Yesus lakukan, agar hubungan kita dengan Allah Bapa dipulihkan kembali.
Jika hari ini Anda merasa ada yang menjadi penghalang hubungan Anda dengan Bapa, apakah itu rasa bersalah, kemarahan, kebencian atau dosa lainnya, datanglah kepada Yesus. Akuilah dengan kerendahan hati semua yang telah Anda lakukan dan alami. Mintalah Yesus untuk memulihkan Anda, dan mencairkan kebekuan yang ada dalam hubungan Anda dengan Bapa.
Allah sedang menantikan Anda, Dia ingin berbincang akrab dengan Anda kembali. Jangan biarkan dosa mencuri keakraban Anda dengan Bapa Sorgawi.
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)