Bacaan Hari ini:
Lukas 1:68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,"
____________________________________
Silsilah Yesus dalam Matius 1 dan Lukas 3 mengajarkan kita bahwa ada harapan bagi masa depan dan masa depan keluarga kita.
Tidak
seperti Yesus, kebanyakan dari kita mungkin tidak memiliki pembunuh
atau pelacur di dalam pohon keluarga kita, tetapi mungkin diantaranya
kita memiliki beberapa penzina, pendusta, dan penipu.
Namun terlepas dari itu semua, Allah dapat campur tangan dalam hidup Anda.
Bagaimana situasi dalam keluarga Anda saat ini?
Para pria, apakah Anda telah menjadi pemimpin rohani dalam keluarga Anda seperti apa yang Allah minta?
Allah
telah memanggil Anda untuk menjadi pemimpin bagi istri Anda, yaitu
untuk mencintainya sama seperti Kristus mengasihi gereja (Efesus 5:25).
Dia telah memanggil Anda untuk menjadi wakil dari diri-Nya di dunia bagi anak-anak Anda.
Andalah model dan panutan bagi mereka.
Kewajiban seorang istri adalah mengasihi (Titus 2:4) dan menghormati suaminya (Efesus 5:33).
Kapan terakhir kali Anda berkata kepada suami Anda bahwa Anda mencintainya?
Suami Anda membutuhkan suatu dorongan.
Dia butuh suatu penegasan.
Dia perlu tahu bahwa Anda menghargai dan memperhatikan semua hal yang ia lakukan untuk Anda.
Anda perlu memberitahu suami Anda bahwa Anda mencintainya.
Para orangtua, apakah Anda sedang memberikan contoh bagi anak Anda untuk diikuti?
Sangatlah
tragis ketika kita melihat perilaku buruk yang dipraktekkan para orang
tua ternyata dipraktekkan juga oleh anak-anak mereka, bahkan cucu-cucu
mereka.
Namun Allah dapat campur tangan dan mengubah keadaan itu.
Tidak peduli bagaimana situasi keluarga kita saat ini, kita harus tetap setia kepada Allah.
Dan jika Anda telah membuat kekacauan dalam hidup Anda, kabar baiknya adalah bahwa Yesus dapat membersihkan kekacauan itu.
Dia bisa melepaskan jerat masalah.
Dia bisa menyelesaikan masalah.
Tidak
peduli apa yang telah Anda lakukan sampai pada titik ini, jika Anda mau
menyerahkan seluruh hidup Anda kepada-Nya, Dia akan mengampuni dan
mengubah Anda.
Tetapi Anda harus meminta bantuan-Nya.
GBU ALL.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Minggu, 05 Agustus 2012
Sabtu, 04 Agustus 2012
Iman Yang Memindahkan Gunung
Ia berkata kepada mereka: ….
Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu
dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka
gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. Matius 17:
20
Gunung
dalam arti rohani adalah sesuatu hal yang membuat kesulitan hidup
seperti sakit penyakit, kekhawatiran, dll. Dalam Yak 2:14 dikatakan,
“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia
mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu
menyelamatkan dia?”
Jika kita berbicara tentang iman berarti kita percaya bahwa Allah sanggup mencukupi segala keperluan kita. Bagi seorang yang beriman, tahun 2010 adalah tahun berkat, tahun kemenangan, dan tahun mujizat Tuhan, walaupun kondisi dunia semakin hari semakin memprihatinkan, tetapi hal itu tidak menjadi masalah sebab Firman Tuhan berkata: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Jadi selama kita berjalan dengan iman, maka kita akan melihat dan mengalami mujizat-mujizat yang dikerjakan Tuhan.
Berjalan dengan iman berbeda dengan berkhayal atau berhalusinasi, karena iman itu harus diikuti dengan perbuatan nyata. Ingat seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan? Ia beriman dan kemudian dilanjutkan dengan tindakan yaitu mendekati Yesus serta menjamah ujung jubahNya. (Mar 5: 28) Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Haleluyah!
Ada beberapa hal menarik yang dapat kita pelajari tentang arti “berjalan didalam iman”, agar kita dapat mengalami berkat, mujizat dan kemenangan atas segala kesulitan. Tanpa kita sadari, hati kita adalah tempat peperangan antara iman dan pikiran kita, tetapi dalam 2 Kor 10:3-5 dikatakan bahwa iman akan menaklukkan pikiran kita agar sejalan dengan Firman Allah sehingga iman membuat Firman Tuhan itu menjadi berkuasa dan menghasilkan mujizat.
Hasil yang terindah dari iman adalah bersyukur atas berkat Tuhan yang turun atas kita, sehingga roh kita akan berkobar-kobar untuk melayani Tuhan, sebab tanpa iman mustahil kita rindu dan bersemangat untuk melayani Tuhan. (WB)
Doa: Kuatkan imanku ya Tuhan, agar aku mengalami kemenangan dalam setiap persoalan hidupku. Ajarku bertindak sesuai dengan imanku. Amin.
Gunung
dalam arti rohani adalah sesuatu hal yang membuat kesulitan hidup
seperti sakit penyakit, kekhawatiran, dll. Dalam Yak 2:14 dikatakan,
“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia
mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu
menyelamatkan dia?”
Jika kita berbicara tentang iman berarti kita percaya bahwa Allah sanggup mencukupi segala keperluan kita. Bagi seorang yang beriman, tahun 2010 adalah tahun berkat, tahun kemenangan, dan tahun mujizat Tuhan, walaupun kondisi dunia semakin hari semakin memprihatinkan, tetapi hal itu tidak menjadi masalah sebab Firman Tuhan berkata: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Jadi selama kita berjalan dengan iman, maka kita akan melihat dan mengalami mujizat-mujizat yang dikerjakan Tuhan.
Berjalan dengan iman berbeda dengan berkhayal atau berhalusinasi, karena iman itu harus diikuti dengan perbuatan nyata. Ingat seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan? Ia beriman dan kemudian dilanjutkan dengan tindakan yaitu mendekati Yesus serta menjamah ujung jubahNya. (Mar 5: 28) Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Haleluyah!
Ada beberapa hal menarik yang dapat kita pelajari tentang arti “berjalan didalam iman”, agar kita dapat mengalami berkat, mujizat dan kemenangan atas segala kesulitan. Tanpa kita sadari, hati kita adalah tempat peperangan antara iman dan pikiran kita, tetapi dalam 2 Kor 10:3-5 dikatakan bahwa iman akan menaklukkan pikiran kita agar sejalan dengan Firman Allah sehingga iman membuat Firman Tuhan itu menjadi berkuasa dan menghasilkan mujizat.
Hasil yang terindah dari iman adalah bersyukur atas berkat Tuhan yang turun atas kita, sehingga roh kita akan berkobar-kobar untuk melayani Tuhan, sebab tanpa iman mustahil kita rindu dan bersemangat untuk melayani Tuhan. (WB)
Doa: Kuatkan imanku ya Tuhan, agar aku mengalami kemenangan dalam setiap persoalan hidupku. Ajarku bertindak sesuai dengan imanku. Amin.
Jumat, 03 Agustus 2012
Perintah Yesus
“Pergilah dan beritakanlah Kerajaan
Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;
tahirkanlah orang kusta; usirlahsetan-setan. Kamu telah memperolehnya
dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Matius
10: 7-8)
Ayat
di atas merupakan sebuah kalimat imperative atau kalimat perintah yang
diberikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Kalau saudara membaca
mulai dari ayat 1, dikatakan dengan jelas bahwa Yesus melengkapi mereka
untuk melakukan tugas itu dengan memberikan kuasa kepada mereka. Kuasa
apakah yang Yesus berikan kepada mereka? Apakah kuasa itu sama dengan
kuasa yang diberikan oleh Roh Kudus? Tentu saja, kuasa itu pasti sama
hebat dan dahsyatnya karena sama-sama diberikan oleh oknum Allah yang
Esa.
Perintah yang Yesus berikan kepada murid-muridNya adalah perintah yang sangat berguna untuk kehidupan orang banyak pada waktu itu. Perintah yang sama juga Yesus berikan kepada saudara dan saya, murid-murid Yesus yang hidup di akhir zaman ini. Karena Yesus sudah naik ke sorga, maka kuasa itu diberikan kepada saudara dan saya oleh Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita.
Oleh karena itu, jika saudara merasa telah dipenuhkan dengan Roh Kudus, izinkanlah Roh Kudus berkarya dan menyatakan kuasaNya bekerja dalam hidup saudara yaitu untuk menolong mereka yang masih hidup dalam dosa dan belum mengenal keselamatan, mereka yang sakit, mereka yang mati rohani, yang dikuasai oleh setan-setan.
Perintah ini tidak ditujukan secara khusus kepada para Pendeta dan Hamba Tuhan, tetapi perintah ini ditujukan kepada semua murid-murid Yesus. Saudara juga memiliki kuasa untuk dapat melakukan semua yang Yesus perintahkan. Ia mau memakai saudara dan saya untuk melakukan perbuatan yang heran dan ajaib.
Yesus mengatakan bahwa Allah memberikan kuasa itu secara cuma-cuma, kita tidak perlu membayar kuasa itu dengan uang atau usaha lainnya. Maksud Yesus di sini adalah bukan kita yang hebat sehingga dapat melakukan hal itu, tetapi kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita. Karena itu jangan meminta imbalan atau balas budi dari orang-orang yang telah kita tolong. Jangan mencuri kemuliaan yang sepatutnya diberikan hanya kepada Allah saja. (PHM)
Doa: Pakailah hidupku untuk menjadi alatMu. Kemuliaan, pujian dan hormat hanya bagiMu saja. Amin.
Ayat
di atas merupakan sebuah kalimat imperative atau kalimat perintah yang
diberikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Kalau saudara membaca
mulai dari ayat 1, dikatakan dengan jelas bahwa Yesus melengkapi mereka
untuk melakukan tugas itu dengan memberikan kuasa kepada mereka. Kuasa
apakah yang Yesus berikan kepada mereka? Apakah kuasa itu sama dengan
kuasa yang diberikan oleh Roh Kudus? Tentu saja, kuasa itu pasti sama
hebat dan dahsyatnya karena sama-sama diberikan oleh oknum Allah yang
Esa.
Perintah yang Yesus berikan kepada murid-muridNya adalah perintah yang sangat berguna untuk kehidupan orang banyak pada waktu itu. Perintah yang sama juga Yesus berikan kepada saudara dan saya, murid-murid Yesus yang hidup di akhir zaman ini. Karena Yesus sudah naik ke sorga, maka kuasa itu diberikan kepada saudara dan saya oleh Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita.
Oleh karena itu, jika saudara merasa telah dipenuhkan dengan Roh Kudus, izinkanlah Roh Kudus berkarya dan menyatakan kuasaNya bekerja dalam hidup saudara yaitu untuk menolong mereka yang masih hidup dalam dosa dan belum mengenal keselamatan, mereka yang sakit, mereka yang mati rohani, yang dikuasai oleh setan-setan.
Perintah ini tidak ditujukan secara khusus kepada para Pendeta dan Hamba Tuhan, tetapi perintah ini ditujukan kepada semua murid-murid Yesus. Saudara juga memiliki kuasa untuk dapat melakukan semua yang Yesus perintahkan. Ia mau memakai saudara dan saya untuk melakukan perbuatan yang heran dan ajaib.
Yesus mengatakan bahwa Allah memberikan kuasa itu secara cuma-cuma, kita tidak perlu membayar kuasa itu dengan uang atau usaha lainnya. Maksud Yesus di sini adalah bukan kita yang hebat sehingga dapat melakukan hal itu, tetapi kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita. Karena itu jangan meminta imbalan atau balas budi dari orang-orang yang telah kita tolong. Jangan mencuri kemuliaan yang sepatutnya diberikan hanya kepada Allah saja. (PHM)
Doa: Pakailah hidupku untuk menjadi alatMu. Kemuliaan, pujian dan hormat hanya bagiMu saja. Amin.
Kamis, 02 Agustus 2012
Kebaikan dari Dalam Keburukan
Bacaan Hari ini:
Matius 1:1 "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham."
____________________________________
Kehidupan Daud, raja terbesar dalam sejarah Israel, bisa disimpulkan dalam dua nama: Goliat dan Batsyeba.
Kemenangan terbesar dalam hidup Daud, tentu saja, adalah ketika dia membunuh Goliat.
Tidak ada satu orang Israel pun yang mau berhadapan dengan dinding setinggi 9 kaki yang terbuat dari otot itu.
Tapi Daud memandanginya dari atas ke bawah dan mengatakan kepada Raja Saul: "Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." (1 Samuel 17:36)
Anda tahu kisah selanjutnya: Daud mengisi ketapelnya dengan batu halus, melontarkannya, dan Goliat pun tersungkur jatuh.
Namun ada kekalahannya yang terbesar.
Ia tidur dengan Batsyeba, istri Uria, dan Batsyeba pun mengandung.
Dia mencoba menutupinya dengan caranya, yang namun tidak berhasil, dengan membuat Uria tidur dengan Batsyeba sehingga ia akan berpikir jika anak yang dikandung istrinya itu adalah anaknya sendiri.
Maka pada akhirnya, Daud mengirim Uria pada peperangan yang sengit, karena itu adalah cara yang efektif untuk membunuh dia.
Terlepas dari dosa yang Daud lakukan, hal yang menakjubkan adalah ia berhasil masuk ke dalam pohon keluarga yang paling eksklusif dalam sejarah: garis keturunan mesianik.
Bukan hanya karena Daud adalah bagian dari silsilah itu, tapi dia mungkin anggota keluarga paling penting, selain Yesus sendiri.
Ketika malaikat Gabriel mengunjungi Maria, katanya tentang Yesus, "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya," (Lukas 1:32)
Ketika Yesus hidup di bumi ini, orang akan menyebut-Nya "Anak Daud".
Terlepas dari kekurangannya, nama Daud telah ditebus.
Meskipun Daud mengalami dampak dari dosanya, Allah masih membawa kebaikan dari keburukan yang ia lakukan.
Dan Dia bisa melakukan hal yang sama untuk kita.
Gbu all...
Matius 1:1 "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham."
____________________________________
Kehidupan Daud, raja terbesar dalam sejarah Israel, bisa disimpulkan dalam dua nama: Goliat dan Batsyeba.
Kemenangan terbesar dalam hidup Daud, tentu saja, adalah ketika dia membunuh Goliat.
Tidak ada satu orang Israel pun yang mau berhadapan dengan dinding setinggi 9 kaki yang terbuat dari otot itu.
Tapi Daud memandanginya dari atas ke bawah dan mengatakan kepada Raja Saul: "Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." (1 Samuel 17:36)
Anda tahu kisah selanjutnya: Daud mengisi ketapelnya dengan batu halus, melontarkannya, dan Goliat pun tersungkur jatuh.
Namun ada kekalahannya yang terbesar.
Ia tidur dengan Batsyeba, istri Uria, dan Batsyeba pun mengandung.
Dia mencoba menutupinya dengan caranya, yang namun tidak berhasil, dengan membuat Uria tidur dengan Batsyeba sehingga ia akan berpikir jika anak yang dikandung istrinya itu adalah anaknya sendiri.
Maka pada akhirnya, Daud mengirim Uria pada peperangan yang sengit, karena itu adalah cara yang efektif untuk membunuh dia.
Terlepas dari dosa yang Daud lakukan, hal yang menakjubkan adalah ia berhasil masuk ke dalam pohon keluarga yang paling eksklusif dalam sejarah: garis keturunan mesianik.
Bukan hanya karena Daud adalah bagian dari silsilah itu, tapi dia mungkin anggota keluarga paling penting, selain Yesus sendiri.
Ketika malaikat Gabriel mengunjungi Maria, katanya tentang Yesus, "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya," (Lukas 1:32)
Ketika Yesus hidup di bumi ini, orang akan menyebut-Nya "Anak Daud".
Terlepas dari kekurangannya, nama Daud telah ditebus.
Meskipun Daud mengalami dampak dari dosanya, Allah masih membawa kebaikan dari keburukan yang ia lakukan.
Dan Dia bisa melakukan hal yang sama untuk kita.
Gbu all...
Rabu, 01 Agustus 2012
Kesempatan Kedua
Bacaan Hari ini:
Galatia 4:4-5 "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak."
____________________________________
Beberapa orang sangat tertarik meneliti pohon keluarga mereka.
Seringkali mereka berharap jika mereka ada hubungannya dengan orang penting, atau mungkin dengan tokoh sejarah atau dengan anggota keluarga kerajaan.
Tapi terkadang mereka malah mengetahui hal yang tidak mereka harapkan.
Mereka menemukan beberapa tokoh jahat atau orang jahat di dalam pohon keluarga mereka.
Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui bahwa pohon keluarga Yesus Kristus adalah salah satu pohon keluarga yang paling kacau sepanjang masa.
Dicatat dalam Matius 1 dan Lukas 3, mereka termasuk pelacur, penipu, pezinah, pendusta, dan bahkan pembunuh.
Namun kita harus ingat bahwa semua Kitab Suci diilhami oleh Allah, dan itu termasuk juga silsilah.
Dan dalam silsilah Yesus, kasih karunia Allahlah yang terpancar.
Biasanya, silsilah Yahudi tidak memasukkan perempuan di dalamnya.
Tapi dalam kitab Matius, kita menemukan lima: Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba, dan tentu saja, Maria.
Apa yang menarik tentang wanita-wanita dalam silsilah keluarga yang paling eksklusif dalam sejarah ini, adalah bahwa beberapa dari mereka tidak bermoral.
Ini mengingatkan kita bahwa Yesus datang untuk menyembuhkan hidup yang rusak dan mengembalikan harapan yang hancur.
Dalam Galatia 4:4-5 dikatakan seperti ini: "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima sebagai anak."
Kata "menebus" yang digunakan di sini berarti membeli dari pasar budak.
Istilah ini pasti akan mudah dipahami oleh orang yang hidup pada abad pertama, karena praktek perbudakan masih dilakukan.
Yesus telah menebus kita, yang berarti Dia telah memberi kita pembebasan.
Itulah yang Yesus lakukan bagi kita.
Gbu all...
Galatia 4:4-5 "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak."
____________________________________
Beberapa orang sangat tertarik meneliti pohon keluarga mereka.
Seringkali mereka berharap jika mereka ada hubungannya dengan orang penting, atau mungkin dengan tokoh sejarah atau dengan anggota keluarga kerajaan.
Tapi terkadang mereka malah mengetahui hal yang tidak mereka harapkan.
Mereka menemukan beberapa tokoh jahat atau orang jahat di dalam pohon keluarga mereka.
Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui bahwa pohon keluarga Yesus Kristus adalah salah satu pohon keluarga yang paling kacau sepanjang masa.
Dicatat dalam Matius 1 dan Lukas 3, mereka termasuk pelacur, penipu, pezinah, pendusta, dan bahkan pembunuh.
Namun kita harus ingat bahwa semua Kitab Suci diilhami oleh Allah, dan itu termasuk juga silsilah.
Dan dalam silsilah Yesus, kasih karunia Allahlah yang terpancar.
Biasanya, silsilah Yahudi tidak memasukkan perempuan di dalamnya.
Tapi dalam kitab Matius, kita menemukan lima: Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba, dan tentu saja, Maria.
Apa yang menarik tentang wanita-wanita dalam silsilah keluarga yang paling eksklusif dalam sejarah ini, adalah bahwa beberapa dari mereka tidak bermoral.
Ini mengingatkan kita bahwa Yesus datang untuk menyembuhkan hidup yang rusak dan mengembalikan harapan yang hancur.
Dalam Galatia 4:4-5 dikatakan seperti ini: "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima sebagai anak."
Kata "menebus" yang digunakan di sini berarti membeli dari pasar budak.
Istilah ini pasti akan mudah dipahami oleh orang yang hidup pada abad pertama, karena praktek perbudakan masih dilakukan.
Yesus telah menebus kita, yang berarti Dia telah memberi kita pembebasan.
Itulah yang Yesus lakukan bagi kita.
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)