Kamis, 28 Februari 2013

Terus berusaha

Kebanyakan hal penting didunia dicapai oleh mereka yang terus berusaha meski kelihatannya tidak ada harapan. »Dale Carnegie«

Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.

Banyak hal yang terjadi didunia ini, yang tidak sesuai dengan harapan kita seperti sakit penyakit, belum memiliki jodoh atau keturunan, masalah dan kemiskinan.

Sekalipun kita mengaku sebagai orang percaya, tetap saja tanpa sadar kita sering patah iman dan pengharapan.

Padahal didalam Tuhan kita harus tetap percaya sekalipun pengharapan itu kelihatannya tidak ada.


Ingatlah! Tuhan itu ada dan Dia terlalu tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, dan Dia selalu memberikan yang terbaik untuk kita dalam saat dan waktu yang tepat.

Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan sekalipun terlihat tanpa harapan, maka Dia akan memperhitungkan hal ini sebagai iman & kebenaran.

Selamat pagi, maju terus dengan iman percaya dan pengharapan, satu saat kelak pengharapan kita pasti menjadi kenyataan.

Gbu all..

Rabu, 27 Februari 2013

Everyday is miracle

Everyday is miracle
------------------------
Setelah customer selesai berbelanja dan akan meninggalkan toko, biasanya saya mengucapkan salam "have a nice day" dan itu saya ucapkan juga kepada nenek, seorang berusia 65 tahun. Waktu itu saya bekerja sebagai pelayan gift-shop di hotel. tersebut sehabis ia membayar di kasir.

Tetapi ia berhenti dan berpaling ke arah saya sambil berkata, "Anakku, setiap hari adalah miracle day, bukan nice day!"

Lalu ia bercerita bahwa ia telah operasi jantung dua kali. Yang pertama ia menerima donor jantung anak usia 14 tahun tetapi tidak kompartibel dan sempat koma selama tiga hari. Lalu kedua kali ia menerima jantung pria berusia 35 tahun dan ternyata cocok hingga saat itu.

Nenek itu menambahkan sejak peristiwa tersebut ia merasakan hidup yang kedua kalinya. Baginya setiap saat adalah "miracle"; setiap tarikan dan hembusan nafas adalah keajaiban. Jadi hidup bukan hanya "nice day" tetapi hidup adalah "miracle every second".

Pertemuan singkat dengan nenek tersebut telah membuat saya lebih menghargai arti hidup, dan nenek itu datang sebagai guru bagi saya agar lebih menghargai hidup. Hidup akan jauh lebih berarti bila kita bisa memanfaatkannya dengan baik daripada sekadar menghitung hari.

Mengutip kata Tom Hanks dalam film Forrest Gump: "Life is like a box of chocolate, we never know what we gonna get". Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan tetapi dengan mempersiapkan diri dan attitude every day is miracle seperti nenek tersebut mungkin akan membuat hidup kita lebih hidup dan lebih berwarna baik bagi diri kita maupun bagi lingkungan sekitar kita.


Gbu all...

Selasa, 26 Februari 2013

KEHIDUPAN BARU

KEHIDUPAN BARU
Oleh: Pdt. Simon Kustoro, Malang
Ayat Pokok: 2 Korintus 5:17

Dunia bisa memberikan harta dan kekayaan melimpah, tetapi bukan keselamatan!  Keselamatan hanya ada di dalam Yesus.  Hanya Dia yang dapat memberikan kehidupan baru, bahkan kehidupan kekal di surga.  Haleluya!
Di dalam Tuhan, saudara dan saya menjadi ciptaan baru yang memiliki kehidupan baru setiap hari.  “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  Puji Tuhan!

Kehidupan Baru
Kehidupan baru yang kita miliki sebagai ciptaan baru di dalam Kristus adalah kehidupan yang penuh dengan:
1. Damai Sejahtera
   Dalam bahasa Mandarin, kata ‘kebenaran’ merupakan perpaduan dua karakter
   yang artinya: ‘domba’ dan ‘saya’. Apabila Tuhan Yesus, Anak Domba Allah,
   menutup saudara dan saya, maka kita menjadi orang yang benar.
   DarahNya menyucikan segala dosa kita.

   Dia memulihkan hubungan dengan Allah yang sebelumnya putus akibat dosa!
   Yesaya 32:17 berkata, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai
   sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk
   selama-lamanya.” Haleluya! Saat dibenarkan oleh Tuhan, kita memiliki
   damai sejahtera yang sama sekali tidak seperti yang ditawarkan oleh
   dunia – Yohanes 14:27.

2. Pengharapan
   Hidup tanpa pengharapan adalah hidup yang sia-sia! Yesus adalah
   satu-satunya pengharapan kita! Dia tak pernah memberi pengharapan kosong.
   Dan percayalah, Dia takkan pernah mengecewakan kita. “Dan pengharapan
   tidak mengecewakan...” – Roma 5:5a.

3. Sukacita
   “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia... Kamu bergembira karena sukacita
   yang mulia dan yang tidak terkatakan” – 1 Petrus 1:8. Dunia bisa juga
   memberikan sukacita, namun sukacita yang ditawarkan dunia semu, palsu,
   dan sementara saja sifatnya! Hanya Yesus yang dapat memberikan sukacita
   yang sesungguhnya! Di dalam kehidupan baru, saudara dan saya tidak akan
   kekurangan sukacita. Haleluya! Matius 16:11 – “... di hadapan-Mu ada
   sukacita berlimpah-limpah...”

4. Berkat
   Alkitab mencatat, pada saat Adam jatuh dalam dosa, Tuhan mengutuk bumi,
   sehingga untuk mendapatkan makanan, manusia harus bekerja keras.
   Tetapi, Tuhan Yesus turun ke dunia, disalibkan untuk menanggung beban
   kutuk, sehingga kutuk berubah menjadi berkat.  Kita tidak lagi ada di bawah
   kutuk, melainkan berkat. Haleluya!

   Ulangan 28:3-14 memuat daftar berkat yang akan dan bisa menjadi bagian
   saudara dan saya. Dalam terjemahan bahasa Mandarin, disebutkan, bahwa segala
   berkat itu, akan mengejar kita. Jadi, setelah menerima Yesus sebagai
   Juruselamat, kita tidak lagi hidup untuk mengejar berkat. Sebaliknya,
   berkatlah yang akan mengejar kita.  Puji Tuhan! 

   Yesus disalibkan agar segala berkat Abraham menjadi milik saudara dan saya.
   Abraham adalah seorang yang sangat diberkati dalam segala hal: tubuh, jiwa
   dan roh – Kejadian 24:1.

5. Tujuan Yang Baik
   Banyak orang tidak mengerti tujuan hidupnya. Sejak muda, mereka mengejar
   uang sebagai tujuan. Terus mengejar uang sampai tak tahu lagi harus berbuat
   apa. Meski memiliki segalanya, namun hidup terasa sangat hampa dan kosong.
   Sebaliknya, di dalam Tuhan Yesus, saudara dan saya mempunyai satu tujuan hidup,
   yaitu untuk menghasilkan banyak buah! Inilah tujuan hidup kita yang
   sesungguhnya: memuliakan Tuhan dan memberkati sesama.

Puji Tuhan! Kehidupan yang paling menyenangkan adalah pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat!  Saudara dan saya menjadi ciptaan yang baru, untuk menerima hidup yang penuh dengan damai sejahtera, pengharapan, sukacita dan tujuan yang baik.
Tuhan Yesus memberkati saudara!

Senin, 25 Februari 2013

Kebodohan Pilatus


Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.(Amsal 18:24)


Pengamatan Raja Salomo itu benar. Dari pengalaman kita masing-masing tentu banyak di antara kita yang pernah dikecewakan oleh teman, tetapi tentunya kita pun pernah merasakan kasih sayang yang besar dari teman kita. Mungkin anda mempunyai banyak kawan dalam pergaulan. Tetapi apakah semua kawan anda baik? Seorang mahasiswa psikologi, suatu kali mengatakan: “Kawan yang baik itu sulit dicari. Mencari pacar lebih mudah dari pada mencari seorang kawan yang sejati.” Anda bisa memutuskan hubungan dengan pacar anda hari ini, mungkin dua hari lagi anda bisa mendapatkan pacar yang baru. Tetapi bila hari ini anda memutuskan tali silaturahmi yang erat, belum tentu lima tahun lagi anda menemukan seorang teman yang baik. “ …, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.” (Amsal 16:28).
Dalam sejarah Perancis, Madame de Pompadour tercatat sebagai permaisuri raja yang lebih mengutamakan kawan-kawannya daripada rakyatnya. Wanita yang sebelum diperistri Sang Raja, bernama: Jeanne Antoinette Poisson, lahir di Paris tahun 1721. Tatkala berumur 24 tahun, Raja Louis XV melihatnya dalam pesta dansa, tergiur kecantikannya, langsung jatuh cinta dan mengawininya. Selama 20 tahun Madame de Pompadour banyak ikut campur dalam kebijakan pemerintah Perancis. Ia bersikeras agar kawan-kawannya diberikan kedudukan penting dalam pemerintahan, walaupun mereka tidak cocok dengan bidang pekerjaan yang harus dijalankan. Madame de Pompadour tidak disukai rakyatnya karena telah mengorbankan kepentingan banyak orang demi kawan-kawannya. Kita memang perlu memperhatikan kawan-kawan kita, tetapi sangatlah tidak bijaksana kalau demi kawan-kawan kita itu, lalu mengabaikan kepentingan banyak orang.

Kita tak perlu takut dan gentar dikecam semua teman-teman kita, asal apa yang kita buat itu benar. Ketika Pontius Pilatus berupaya membebaskan Yesus dari segala tuduhan, orang-orang Yahudi berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.” (Yohanes 19:12). Mendengar itu, Pilatus berubah pikiran. Demi kawan, yaitu Kaisar, ia membiarkan Yesus yang tidak bersalah itu disalibkan. Bukankah ini sebagai kebodohan Pilatus?(nvdk)

BEKERJA sama dengan orang lain memang sulit, tapi hal itu bukan tidak mungkin.   * Peter Drucker

Doa: Mampukanlah aku ya Tuhan, untuk menjadi teman yang baik tanpa harus mengorbankan kepentingan yang lebih besar. Amin.

Minggu, 24 Februari 2013

Melepaskan Apa Yang Digenggam


“Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.” Kejadian 22:9-10


Apa yang Abraham lakukan sangatlah sulit untuk diikuti. Anak yang diperoleh sebagai penggenapan janji Tuhan selama puluhan tahun, sekarang harus dipersembahkan kepada Tuhan! Tetapi ketika pisau di tangannya hampir menyembelih Ishak, Tuhan turun tangan! Saya percaya pada saat itu Ishak merasa sangat lega. Tetapi Abraham pasti merasa lebih lega.
Ketika Tuhan menghentikan tangan Abraham, sesungguhnya Ia berkata, “Engkau telah lulus ujian, sahabatKu. Engkau telah membuktikan bahwa imanmu telah mencapai kedewasaan penuh. Kerelaanmu untuk mengorbankan anak tunggalmu telah menunjukkan bahwa engkau lebih mengasihi Sang Pemberi, daripada pemberian-Nya.”
Saudara, hal apakah yang saat ini sedang engkau genggam dengan erat? Harta? Pekerjaan? Impian? Hubungan yang akrab? Tuhan mungkin sedang bekerja dalam dirimu untuk melepaskan semuanya itu. Mungkin pertama-tama Ia memberikan sentakan lembut untuk memberi engkau kesempatan untuk melepaskan genggamanmu.
Jika engkau menolak, Ia sendiri yang akan melepaskan jari-jari tanganmu yang menggenggam. Hal itu pasti akan menyakitkan, tetapi terimalah dengan sukarela. Percayalah bahwa Tuhan akan menyediakan. Ia memiliki domba di semak belukar. Mungkin sekarang engkau belum melihatnya, tetapi Ia telah menyediakannya. Engaku hanya akan menerimanya hanya setelah engkau meletakkan korbanmu di atas mezbah.
Ribuan tahun yang lalu Abraham mengajar anaknya tentang hal ini dengan sangat baik. Saya sering membayangkan, betapa berubahnya hubungan antara ayah dan anak setelah kejadian itu. Saya merasa yakin bahwa Abraham semakin menyayangi anaknya ketika mereka menuruni lereng gunung itu daripada ketika mereka mendakinya. Bukan karena ia hampir saja kehilangan anaknya, tetapi karena tindakannya rela melepaskan Ishak, Abraham mendapatkan kebebasan untuk semakin mengasihinya. Ishak pun pasti merasakan hal yang sama.
A.W. Tozer pernah menulis sebuah doa, kutipan isinya antara lain: “Bapa, aku ingin mengenalMu, namun hatiku yang pengecut ini takut untuk menyerahkan semua mainannya. Aku tidak bisa berpisah dengan semua itu tanpa melukai batinku…aku menjadi gemetar…tolong cabut dari dalam hatiku semua yang telah aku puja selama ini dan yang telah menjadi bagian dari diriku, sehingga Engkau bisa masuk dan berdiam di sana tanpa saingan. Dan bertahtalah di dalam hatiku dengan penuh kemuliaan…”
Bagaimana dengan saudara?(srs)
Doa: Tuhan Yesus, biarlah Engkau saja yang terutama dalam hidupku ini. Amin.