Minggu, 13 Oktober 2024

Berjalan Dalam Ketaatan

Keluaran 3:4

Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 89; Lukas 10; Yeremia 23-24

Tim Dreamworks di Hollywood telah menemukan bintang baru. Bintang baru itu diorbitkan sebagai “the Prince of Egyp”, tapi kita sudah mengenalnya sejak lama sebagai Musa. Ceritanya penuh dengan drama, aksi dan konflik, dan telah menjadi subjek lebih dari satu film. Tetapi pada intinya, itu adalah cerita yang sangat mendasar dari satu orang yang belajar untuk mengikuti, percaya dan mentaati Allah.

Musa mengawali hidupnya dengan jalan yang berbatu. Dia hampir terbunuh pada saat lahir, tetapi diadopsi ke dalam rumah tangga keluarga Firaun. Ia dibesarkan seorang pangeran Mesir, tapi ia benar-benar anak seorang budak Ibrani. Dia tinggal di dua dunia sampai ia empat puluh tahun, kemudian memutuskan untuk member lebih banyak waktu bagi teman-teman sebangsanya... tapi yang malah menjadi bumerang. Niat Musa baik - tetapi Musa berusaha untuk melakukan apa yang dia yakini sebagai pekerjaan Tuhan dengan caranya sendiri. Apakah hal ini terdengar akrab ditelinga Anda? Dia membunuh seorang Mesir yang telah memukuli seorang Ibrani, kemudian tubuhnya dikubur dengan pasir. Dia pikir tidak ada yang melihat, tapi kejadian itu ternyata terungkap. Mungkin dia tidak menggali cukup dalam, dan angin gurun mungkin bertiup keras sehingga jari kaki korban-nya segera mencuat keluar dari pasir!

Ketika kita mencoba untuk mengubur dosa kita dengan cara kita sendiri, hal tersebut tidak akan pernah berhasil. Dosa itu akan terus datang kembali. Kita akhirnya akan terus berbohong, terus menipu, jika kita ingin menutupi dosa-dosa kita. Kemudian takut untuk menampakkan diri kita dihadapan orang lain. Ketika dosa datang ke dalam hidup Anda maka ketakutan akan dengan cepat mengikuti. Seorang pria pernah berkata kepadaku, "Aku tidak pernah rasanya dicekat ketakutan, dilumpuhkan oleh ketakutan, sampai aku mulai selingkuh. Dikemudian hari aku hidup dalam terror dan ketakutan bahwa istriku akan mengetahui rahasia tersebut.”

Ketika Musa memukul dan membunuh orang Mesir, ia melihat ke timur dan barat ... tapi ia tidak melihat ke atas. Dia kuatir tentang apa yang manusia bisa melihat, tetapi tidak ingat bahwa mata Allah melihat. Dihadapkan dengan dosa dan ditolak oleh rakyatnya, dia melakukan satu-satunya hal yang ia tahu, ia lari. Hingga akhirnya Musa bertemu dengan Tuhan di padang gurun, dimana dia siap untuk percaya, mentaati dan mengikuti Tuhan, saat itulah ia mulai dipakai Tuhan untuk mengubah bangsanya.

Ingatlah hal ini, jika kita belum siap untuk percaya, menaati dan mengikuti Tuhan, kita belum siap untuk digunakan oleh Tuhan, tidak peduli seberapa besar niat baik kita!

Gbu all...

Sabtu, 12 Oktober 2024

Pembeli Istimewa

Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. 

Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik toko berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.Rata Penuh

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli”.

Si pemilik toko itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain.”

“Mengapa lain,” tanya pelayan.

“Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan sang pemilik toko.

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.


(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought)

Gbu all...

Jumat, 11 Oktober 2024

Mikroskop dan Teleskop Kehidupan

Lukas 6:41

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 108; Yakobus 5; Yehezkiel 19-20

Apakah Anda pernah menggunakan mikroskop? Mungkin Anda meilihat selembar daun atau mikroorganisme, tapi tujuan menggunakan mikroskop adalah untuk memperlihat hal-hal kecil menjadi terlihat lebih besar.

Lalu apakah Anda pernah memandang bintang menggunakan teleskop? Tampaknya sesuatu yang besar menjadi dekat, dan kecil bukan?

Apakah Anda menyadari bahwa setiap hari Anda menggunakan cara pandang teleskop dan mikroskop ini? Mari kita lihat Lukas 6:41-42, “Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Kita seringkali cepat menggunakan mikroskop untuk memperbesar kesalahan dan kelemahan orang lain, sementara kita memandang dengan teleskop ketika melihat kesalahan kita sendiri.
Yesus dengan keras menegur murid-murid-Nya tentang hal ini dan menyebut mereka “munafik” karena hal ini. Kata munafik dalam bahasa Yunani menggunakan kata hypocrite yang diartikan dalam bahasa Inggris sebagai kepura-puraan, aktor, dan munafik.

Seharusnya kita menggunakan mikroskop dan teleskop secara benar, yaitu melihat kesalahan orang lain dengan teleskop sehingga kecil dan melihat kesalahan kita sendiri dengan mikroskop sehingga kita bisa membenahi diri. Dengan cara demikian kita dapat hidup sebagai mana yang dituntut Allah, “berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah.” (Mikha 6:8).

Gunakan teleskop untuk kesalahan orang lain dan mikroskop untuk kesalahan diri sendiri, dengan demikian Anda mengeluarkan balok dari mata Anda.

Gbu all....

Kamis, 10 Oktober 2024

Menaklukan Kehidupan Dengan Satu Kaki

Filipi 4:13

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Namanya adalah Roger Crawford dan bekerja sebagai konsultan dan pembicara motivator bagi banyak perusahaan fortune 500 di penjuru Amerika. Ketika masih di universitas, ia adalah pemain tennis untuk Marymount Layola University dan menjadi pemain tennis professional. Apakah hal itu tidak membuat Anda terkesan? Tunggu dulu, jika saya katakan bahwa dia tidak punya tangan dan hanya punya satu kaki, bagaimana?

Roger dilahirkan dengan kondisi yang disebut ectrodactylism. Ketika masih dalam kandungan, dokter hanya melihat seperti ada jari jempol keluar dari lengan kanannya dan jari-jari tumbuh di lengan kirinya, namun ia tidak memiliki telapak tangan. Kaki kirinya terus menyusut hanya memiliki tiga jari, kaki ini diamputasi saat ia berumur lima tahun. Orangtuanya diberitahu bahwa Roger tidak akan pernah memiliki kehidupan yang normal

Namun orangtua Roger tidak menyerah, mereka membentuk Roger menjadi manusia normal dan mengajarinya hidup mandiri. Ketika Roger telah siap, ia disekolahkan di sekolah umum. Mereka mengajarinya berpikir positif, dan jadilah Roger menjadi pribadi yang positif.

Roger tidak membiarkan kekurangannya menghambatnya untuk berhasil dan menikmati kehidupan yang telah Tuhan karuniakan. Ia menjalani hidupnya dengan maksimal, karena ia mempercayai bahwa Allah memberikan kelebihan unik dalam dirinya dibalik semua kekurangan yang ada dalam dirinya.

Hari ini apa yang menjadi penghalang bagi Anda untuk maju? Datanglah kepada Allah dan mintalah kekuatan dari-Nya untuk menaklukan kelemahan itu. Karena setiap orang, Allah telah karuniakan sebuah berkat yang unik dimana Anda bisa nikmati secara maksimal di dalam Yesus Kristus.

Kekurangan Anda bukanlah kelemahan, itu hanyalah berkat tersembunyi dari Allah dalam bungkus yang lusuh.

Gbu all...

Rabu, 09 Oktober 2024

Panik? Sudah Bertanya Pada Tuhan Belum

1 Samuel 30:8

Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 90; Lukas 11; 2 Raja-raja 22-23

Dalam 1 Samuel 30, dikisahkan bahwa orang Amalek menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag, dan perempuan-perempuan serta semua orang dikota itu ditawan oleh orang Amalek, termasuk anak dan istri Daud.

Ketika Daud dan pasukannya sampai di kota itu dan tahu bahwa anak dan istri mereka telah ditawan Amalek, mereka sangat sedih dan marah. Bahkan dalam kemarahan mereka, rakyat Israel hendak melempari Daud dengan batu. Namun dalam keadaan terjepit seperti ini, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

Daud kemudian berdoa, “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Sebelum bertindak, Daud bertanya apakah yang ia lakukan adalah rencana Tuhan. Dia menunggu jawaban Tuhan, baru kemudian bertindak.

Daud tidak bertindak gegabah dalam usahanya untuk menyelamatkan mereka yang tertawan dan menenangkan rakyat yang bersama dia. Yang pertama kali ia lakukan adalah menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, dan meminta petunjuk dari Tuhan tentang apa yang harus ia lakukan.

Seberapa sering kita berdoa seperti Daud? Ketika keadaan menekan hidup kita, apakah kita lari dari Tuhan atau kita lari kepada Tuhan?

Mari belajar kepada Daud, kita lari kepada Tuhan memohon petunjuk dari-Nya atas segala permasalahan kita. Tuhan adalah solusi kehidupan Anda, Dia dapat Anda percaya.

Saat masalah menerpa hidup Anda, jangan lari menjauh dari Tuhan namun larilah kepada Tuhan.

Gbu all...