Sabtu, 10 Februari 2024

Hope

Roma 4:18

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 38; Kisah Para Rasul 10; Keluaran 25-26

Seorang ibu mengisahkan pengalaman hidup anaknya. "Waktu itu, anakku berusia lima tahun ketika ia mengalami luka bakar yang cukup parah di bagian tungkainya. Dokter mengatakan bahwa ia tidak akan bisa berjalan lagi seumur hidupnya. Anakku tahu tentang vonis dokter itu, tetapi ia tidak pernah menyerah pada apa yang mereka katakan.

Setiap hari aku menyaksikan bagaimana ia berusaha sekuat tenaga untuk belajar berjalan. Tekad dan harapan yang membara di hati anakku, membuat ia terus melatih kakinya meskipun ia harus menahan rasa sakit di setiap langkahnya. Beberapa waktu berlalu, ketekunannya tidak sia-sia. Ia sudah bisa berlari meski awalnya sangat lamban tetapi makin lama ia bisa berlari dengan cepat. ‘Sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa aku pasti bisa berjalan lagi, bahkan akan akan berlari lebih cepat dari siapapun' katanya. Pada tahun 1936 ia meraih prestasi lari untuk jarak satu mil dalam waktu 4:06 dan untuk saat itu merupakan rekor dunia."

Tekad dan harapan adalah dua ‘sahabat' yang akan mendampingi kita mencapai sukses. Harapan akan membuat kita tersenyum, saat semua orang menangis. Harapan membuat kepala kita tetap tegak menatap jauh ke depan, saat begitu banyak tantangan yang menghadang. Harapan merupakan kekuatan yang diberikan Tuhan agar kita dapat terus berjuang. Harapan akan menunjukkan arah, ketika kita mulai kehilangan tujuan.

Hidup akan terasa lebih hidup jika kita masih menyimpan sejuta harapan dan tekad di hati. Banyak hal yang dapat kita raih dan wujudkan dengan sebuah harapan, karena itu jangan pernah kehilangan harapan dan tekad di dalam hidup Anda.

Tidak ada yang dapat dicapai sebelum Anda memulainya. Kesuksesan akan lebih cepat diperoleh saat Anda mengharapkannya.

Gbu all....

Jumat, 09 Februari 2024

Masih Adakah Harapan?

Pengkhotbah 9:4

Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 36; Kisah Para Rasul 8; Keluaran 21-22

Menjalani hidup akhir-akhir ini memang butuh perjuangan ekstra. Tantangannya yang semakin berat memaksa kita berpikir keras serta memutar otak untuk menyiasatinya. Tidak sedikit yang sudah berguguran di tengah jalan dengan memilih ‘berani mati' daripada dengan kepala tegak berani menantang hidup ini.

Sekilas jika membaca tulisan Salomo dalam Pengkhotbah, segala sesuatu dalam hidup tidak ada gunanya. Jika tidak berhati-hati pernyataannya bisa disalah mengerti. Ia seakan sampai pada kesimpulan bahwa hidup itu sia-sia. Segala sesuatu yang ada di bawah matahari tidak ada gunanya. Nasib semua orang sama: berakhir di liang kubur. Sampai di sini orang bisa putus asa.

Tetapi ayat 4 dari pembacaan nats di atas menawarkan sebuah harapan. Orang yang hidup mempunyai harapan. Harapan seperti apakah yang ditawarkan? Jika menilik frasa ‘makanlah rotimu' dan ‘minumlah anggurmu' (Pengkhotbah 9:7), ternyata Tuhan mengaruniakan hidup yang bisa dinikmati. Hasil usaha yang kita kerjakan adalah karunia-Nya untuk dinikmati.

Meski demikian ada batas yang digariskan Allah agar hal menikmati hidup ini tidak meluncur ke jurang hedonisme (hidup untuk bersenang-senang). Itu sebabnya Tuhan membatasinya dengan sebuah tanggung jawab: mengerjakan segala yang dijumpai tangan kita dengan penuh tanggung jawab. Sekeras dan sesulit apapun hidup, harapan senantiasa muncul seperti fajar merekah.

Manusia tanpa pengharapan sama dengan orang yang hidup dalam kematian.

Gbu all...

Kamis, 08 Februari 2024

Hari Yang Baik

Mazmur 5:4

TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 35; Kisah Para Rasul 7; Keluaran 19-20

Hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan, karena itu marilah kita bersukacita di dalamnya. Setiap hari Tuhan memberikan berkat, kesempatan dan pengalaman baru. Bagaimana kita dapat menjadikan hari ini menjadi ‘baik'?

1. Mulailah hari ini bersama Tuhan. Bila kita mengawali hari ini dengan doa, maka hidup dan tindakan kita akan berbeda. Doa ini akan membuat kita berfokus pada hal-hal yang penting dan bernilai kekekalan. Kita menyerahkan hari ini ke dalam pimpinan Tuhan sehingga apa yang kita kerjakan hari ini akan mendatangkan kebaikan.

2. Rencanakan apa yang akan kita kerjakan hari ini. Pikirkan dengan spesifik apa yang akan kita lakukan hari ini. Pikiran dan sikap kita dalam menghadapi hari ini dengan pesimis dan perasaan segan, maka besar kemungkinan bahwa kita tidak akan ‘produktif' hari ini. Plan your work and your plan.

3. Hadapi hari ini dengan antusias. Kata antusias berasal dari kata "entheos" yang berarti di dalam Tuhan. Bila kita di dalam Tuhan atau bila hidup kita dipenuhi oleh kuasa dan kasih Tuhan, maka kita dapat menghadapi hari ini dengan optimis dan mantap.

Kecaplah kebaikan Tuhan dan bersukacitalah atas hari ini.

Gbu all...

Rabu, 07 Februari 2024

Kuatir

Matius 6:27

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 34; Kisah Para Rasul 6; Keluaran 17-18

Bagi Anda yang suka pergi ke tempat fitness pasti tahu bahkan pernah memakai alat yang saya sebut "sepeda diam di tempat". Pembuat alat tersebut merancang sedemikian rupa supaya para pemakai seakan-akan merasakan sedang mengayuh sepeda di jalan yang menurun maupun menanjak. Pada intinya, setiap orang yang memakai sepeda tersebut bisa berolah raga supaya sehat. Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya kalau kita kuatir kita seperti seorang yang sedang mengendarai "sepeda diam di tempat" tersebut, tapi dalam arti yang negatif?

Ketika dihimpit oleh berbagai masalah, kita kuatir, takut dan kondisi negatif itu mendorong kita berjuang sedemikian rupa supaya bisa keluar dari himpitan tersebut. Kita terus mengayuh "sepeda kehidupan kita" sampai keluar semua kekuatan, tapi tidak sadar bahwa kia sedang diam di tempat. Tuhan Yesus mengajarkan pada orang banyak pada waktu itu ada di bukit juga bahwa tidak perlu kuatir. Demikian juga hal itu diajarkan pada kita sekarang.

Kuatir tidak memberikan sedikitpun jalan keluar bagi kita ketika menghadapi masalah. Kuatir justru menambahkan banyak penyakit dalam diri kita karena jiwa yang tertekan. Mari kita minta kekuatan dari Allah, supaya tetap percaya kepada-Nya dengan segenap keberadaan kita!

Dalam kekuatiran tidak ada jalan keluar!

Gbu all...

Selasa, 06 Februari 2024

Menderita, Perlukah?

2 Korintus 11:30

Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 33; Kisah Para Rasul 5; Keluaran 15-16

Penderitaan adalah topik yang rumit dalam ke-Kristenan. Pada satu sisi kita sering mendengar bahwa hidup ke-Kristenan adalah hidup penuh kemuliaan laksana anak Raja, penuh kemakmuran dan berkat berlipat-lipat. Di satu sisi, kita bahkan mendengar orang-orang yang sengaja menyiksa diri atau hidup dalam kemiskinan ekstrim sebagai bagian dari ibadah.

Alkitab sendiri dengan jelas menyatakan bahwa penderitaan adalah bagian dari hidup kita. Setiap kita tidak menyukai hidup menderita, tapi Allah melihatnya berbeda. Ia justru menghadirkan penderitaan untuk mengajar, mendidik dan mendisiplinkan kita. Ada beberapa penyebab mengapa kita menderita adalah:

•Kita menderita karena dosa. Konsekuensi dosa adalah kesukaran hidup dan penderitaan.

•Kita menderita agar kita belajar untuk taat.

•Kita menderita untuk Kristus. Kita diejek karena iman kita. Kita dikucilkan karena Firman Tuhan yang hendak kita taati. Kita dianiaya pada saat kita hendak menyatakan iman kita. Saat ini kita hidup di dunia, di mana aniaya karena iman, bukanlah hal yang asing lagi.

Penderitaan bukanlah selalu berarti hal yang buruk. Penderitaan jika dilihat dengan perspektif yang benar adalah bagian dari kehidupan kita dalam tuntunan Allah.

Kelemahan dan penderitaan merupakan tenunan tangan Allah untuk menguatkan kita.

Gbu all...