Senin, 05 September 2022

Pemeriksaan Rohani

Mazmur 26:2

Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

Jika boleh memilih, kemungkinan besar anda akan merasa berat jika disarankan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan fisik. Anda cenderung menganggap bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak mau merepotkan dokter anda tentang itu. Namun, karena saran dokter, seringkali anda tidak punya pilihan lain. Anda harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara teratur.

Jika boleh memilih, kebanyakan dari kita juga takut dengan pemeriksaan kesehatan rohani. Lagi pula, jika memeriksa roh kita dengan sangat cermat, kita mungkin perlu mengubah satu atau dua kebiasaan. Kita mungkin membutuhkan semacam ‘pemotongan perilaku'.

Saya menyarankan agar kita mengatasi keengganan. Dengan tuntunan Allah, marilah kita menjalani pemeriksaan kesehatan rohani. Pakailah Amsal 4:20-27 sebagai daftar pemeriksaan.

1 Telinga: Apakah kita mendengar firman Allah dengan jelas dan memahaminya? Apakah kita menjalankan apa yang dikatakan di dalamnya?

2 Mata: Apakah kita senantiasa memperhatikan ajaran yang akan menuntun kita menuju kebenaran?

3 Hati: Apakah kita menjaga hati dari yang jahat?

4 Lidah: Apakah mulut kita jujur dan murni?

5 Kaki: Apakah kita sedang berjalan lurus menuju kebenaran Allah tanpa ragu?

Bagaimanakah hasil pemeriksaan rohani Anda? Apakah dari pemeriksaan itu Anda melihat ada bagian-bagian yang perlu dibenahi? Pemeriksaan rohani yang teratur akan membantu memulihkan vitalitas rohani Anda.

PEMERIKSAAN KESEHATAN ROHANI MERUPAKAN KUNCI MENUJU KESEHATAN ROHANI

1 Amsal 4:20 - Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
2 Amsal 4:21,25 - janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.
3 Amsal 4:23 - Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
4 Amsal 4:24 - Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.
5 Amsal 4:26 - Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.

Gbu all....

Minggu, 04 September 2022

Jangan Mengabaikan Berkat

II Korintus 4:17

"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 43; 2 Timotius 1; Yesaya 39-40

Suatu hari saya pernah mengalami suatu masalah yang menurut saya berat. Ketika berada dalam situasi tersebut, iman saya goyah dan mulai mempertanyakan Tuhan di dalam hidup saya. Seingat saya, tidak pernah ada kata-kata berkat yang keluar dari mulut saya ketika itu.

Fokus saya terhadap masalah yang sedang dihadapi membiaskan kasih karunia yang sebenarnya telah Dia berikan dalam kehidupan saya. Begitu halnya yang mungkin saat ini sedang terjadi dalam hidup Anda. Anda tidak dapat melihat segala hal yang baik dari peristiwa yang menurut Anda ‘buruk" tersebut.

Tuhan yang Anda dan saya sembah adalah Allah yang hidup. Dia tahu kondisi dan kekuatan kita terhadap masalah/penderitaan tersebut. Dia adalah Tuhan setia dan tidak perlu diragukan lagi janji-janjiNya.

Ketika Roh Kudus memberikan pengertian di dalam diri Paulus mengenai penderitaan yang harus dialami orang-orang percaya, ia tahu bahwa yang akan dialami itu adalah  perkara ringan. Tidak satu pun kegentaran menghinggap dalam diri Paulus. Mengapa ia bisa seperti itu? Jawabannya ialah karena Paulus tidak berfokus kepada masalah/ penderitaan yang dialaminya, tetapi kepada firman Tuhan yakni berkat yang melimpah ketika kita setia mengikuti-Nya.

Jika Anda telah menderita dalam masa yang sulit belakangan ini, sadarlah akan berkat-berkat di sekeliling Anda. Anda akan jauh lebih berhasil mengatasi masalah-masalah jika Anda memuliakan Tuhan untuk pemecahan yang telah disediakan-Nya. Oleh karena itu, palingkan mata Anda dari kesukaran dan arahkan pandangan ke sekitar Anda maka Anda pun dengan segera meneriakkan kemenangan.

Masalah dan berkat adalah satu paket yang Tuhan berikan dalam kehidupan orang-orang percaya. Keduanya tidak dapat terpisahkan!!

Gbu all...

Sabtu, 03 September 2022

Jika Tidak Hancur..

Kejadian 32:24-25

"Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 41; 1 Timotius 5; Yesaya 35-36

Karakter dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan apabila seseorang ingin menjadi pemimpin. Kepemimpinan bukan hanya berbicara hal-hal di luar diri Anda, tetapi juga hal-hal yang ada di dalam diri Anda.

Yakub adalah tokoh nyata di dalam Alkitab yang diajar Tuhan dalam soal karakter. Dari semula Yakub mempunyai pengaruh yang besar. Tidak peduli apa yang dilakukannya atau ke mana ia pergi, ia menggugah segala sesuatu.

Ia adalah orang yang kaya, kuat, berpengaruh, dan diberkati dengan keluarga besar sehingga mengira bahwa dirinya mempunyai segala sesuatu. Tetapi, seorang pemimpin yang mencari jalan dan keuntungannya sendiri tidak dapat menjadi sebuah alat yang efektif  dalam tangan Allah. Allah harus menghancurkan Yakub untuk membuatnya berguna.

Dalam proses penghancuran, Yakub yang arti namanya adalah "si penipu" diubah Allah menjadi Israel yang berarti "pahlawan Allah". Dia ingin Yakub memusatkan pelayanan-Nya kepada Allah bukan diri sendiri.

Para pemimpin alami sering perlu dihancurkan. Anggaplah kemampuan alami Anda untuk memimpin sebagai karunia dari Allah, tetapi karakter Anda adalah suatu pemberian kepada Allah. Ingatlah: Setiap kali Anda ditekan kesukaran, Anda sedang dipersiapkan, seperti Yakub, untuk melayani Allah dan memimpin orang lain dengan lebih baik lagi.

Ujian kepemimpinan yang sejati adalah ketika karakter Anda dibentuk dan diubahkan Tuhan. Tidak ada yang lain !

Gbu all...

Jumat, 02 September 2022

Kasih Mengadakan Perubahan

I Korintus 13:7-8

"Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 39; 1 Timotius 3; Yesaya 31-32

Kasih tidak akan pernah gagal. Tiada yang berhasil tanpa itu dan tiada kegagalan yang dapat terjadi dengan itu. Bila Anda hidup oleh kasih, Anda tidak dapat gagal.

Dibutuhkan iman untuk percaya bahwa kasih takkan gagal. Pikiran duniawi tidak dapat memahami itu karena manusia duniawi dan lingkungannya diperintah oleh keserakahan.

Tetapi bila Anda menerapkan kasih oleh iman dan menolak untuk mencari kepentingan diri sendiri, maka Anda membiarkan Bapa bertindak untuk kepentingan Anda. Selama Anda tinggal dalam kasih, Allah Bapa akan mengusahakan kepentingan Anda, Dia memastikan Bahwa Anda berhasil. Berjalan dalam kasih adalah keuntungan besar bagi Anda!

Kasih Agape ialah jenis kuasa yang baru. Itu menjadikan Anda penguasa dari setiap keadaan. Tiada senjata yang akan berhasil melawan Anda. Bahkan tiada seorang pun mempunyai kuasa untuk menyakiti perasaan Anda karena Anda tidak diperintah oleh perasaan, melainkan oleh kasih Tuhan. Anda mengasihi seperti Dia mengasihi.

Kasih sanggup mengadakan perubahan menyeluruh dan mendasar. Jika Anda sepenuhnya memahami kasih Tuhan, Anda mungkin akan saling bersaing, Anda masing-masing berusaha semakin mengasihi sesama. Dan pastilah setiap orang akan muncul dari persaingan itu sebagai pemenang! Karena kasih itu sesungguhnya adalah satu-satunya rahasia pasti yang mengantar pada keberhasilan Anda.

Kasih sejati bukanlah hanya menguasai perasaan, tetapi juga kehidupan yang Anda jalani hari demi hari di dunia ini

Gbu all...

Kamis, 01 September 2022

Ketakutan Bukanlah Sebuah Pilihan

Kolose 3:15

"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 33; 1 Tesalonika 5; Yesaya 19-20

Dalam kehidupan kita di dunia ini pasti pernah merasakan yang namanya ketakutan. Ketakutan tidak mempunyai pasangan hidup, ketakutan dalam hal keuangan, ketakutan akan kegelapan, ketakutan tidak bisa menjadi orang tua yang baik, dan ketakutan-ketakutan hidup lainnya. Pernahkah kita secara sungguh-sungguh mencari jawaban, ‘mengapa saya menjadi takut?'

Paulus adalah salah seorang rasul yang dikenang sampai sekarang ini sebagai rasul yang menulis banyak kitab di dalam perjanjian baru. Dalam satu tulisannya kepada jemaat Kolose, ia mengingatkan jemaat di kota tersebut untuk memelihara damai sejahtera Kristus yang tinggal di dalam hidup mereka.

Paulus sadar bahwa bila damai sejahtera itu hilang maka iman jemaat Kolose akan gampang digoyahkan oleh Iblis. Mereka akan mudah menjadi takut. Begitupun sebenarnya dengan hidup orang-orang Kristen saat ini.

Orang-orang Kristen yang hidup di bumi ini sebenarnya tidak perlu takut akan hal apapun apabila damai sejahtera itu tinggal dalam hidup mereka. Damai sejahtera berbicara mengenai Tuhan tinggal dan berbicara dalam hidup kita. Namun, mengapa kita masih takut? Jawabannya adalah karena kita membiarkan Iblis berbicara dalam hidup kita.

Iblis itu licik dan tahu kelemahan manusia. Ia menggunakan hal-hal nyata untuk menakut-nakuti manusia hingga kehilangan damai sejahtera. Ketika kehilangan damai sejahtera, ketakutan itulah yang tinggal dan menyelimuti hidup manusia.

Oleh karena itu, mulailah Anda menutup telinga atas bisikan-bisikan si jahat dan mulai mendengar suara Tuhan yang memberi kekuatan untuk menjalani hari-hari ke depan di bumi ini.

Ketakutan adalah ciri orang yang menomor duakan suara Tuhan, dan lebih mendengarkan suara si jahat

Gbu all...