Selasa, 10 April 2018

Beata Kateri Tekakwitha: Kasih yang besar kepada sesama

Kateri adalah seorang putri Indian dari suku Mohwak. Ia dilahirkan pada tahun 1656, di sebuah dusun dekat Ossernenon (sekarang: Auriesville), di wilayah New York. Ayahnya adalah seorang Kepala Suku Mohwak dan ibunya seorang kristen dari suku Algonquin. Namun, kebahagiaannya bersama keluarganya tidak lama dirasakan Kateri. Wabah cacar menyerang dusun mereka ketika ia berusia empat tahun. Kedua orangtua beserta adik laki-lakinya meninggal karena wabah tersebut. Kateri sendiri berhasil diselamatkan, namun wajahnya menjadi bopeng karena luka-luka bekas cacar. Selain itu, penglihatannya menjadi terganggu sehingga ia sering menabrak barang-barang yang ada di sekitarnya, karena itu ia diberi julukan "Tekakwitha" (artinya: dia yang sering menabrak barang-barang). Kateri seringkali menderita depresi karena keadaannya ini.

Setelah musibah ini Kateri pindah ke sebuah dusun dekat Fonda (sekarang: Caughnawaga), di wilayah New York. Ia tinggal bersama dengan bibi dan pamannya, seorang Kepala Suku Kelompok Kura-Kura. Suatu saat ketika Kateri berusia sebelas tahun, tiga misionaris Jesuit yang berasal dari Perancis mengunjungi tempat tinggal mereka. Inilah perkenalan pertama Kateri dengan para misionaris. Kehadiran mereka sangat menyentuh hati Kateri sehingga ia ingin juga menjadi seorang kristen. Namun, peraturan yang berlaku saat itu di suku Mohwak menyatakan bahwa seseorang baru boleh memilih agama mereka pada usia sembilan belas tahun. Kateri menanggung banyak penghinaan dan kritikan selama delapan tahun karena kepercayaannya ini. Ia lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Pada tahun 1675 Kateri mengungkapkan keinginannya untuk dibaptis meskipun ditentang keras oleh pamannya. Akhirnya pada Hari Minggu Paskah tahun 1675, ketika berumur dua puluh tahun, Kateri dibaptis oleh Romo Jacques de Lamberville, seorang imam Perancis.

Kateri berkaul untuk hidup murni bagi Tuhan, namun keluarga dan masyarakat di sekitarnya tidak bisa menerima hal ini. Ketika Kateri menolak lamaran seorang pria karena keinginannya untuk hidup murni, paman dan bibinya menjadi sangat marah. Mereka kemudian mengusir Kateri ke tengah hutan. Kateri tinggal sendiri di sebuah pondok di tengah hutan. Namun, justru di tempat itu, ia menjadi semakin rajin berdoa. Suku Indian dimana Kateri tinggal bukanlah orang kristen dan hanya Kateri satu-satunya orang kristen di sana. Oleh karena itu, mereka tidak mengerti dan tidak bisa menerima keputusan Kateri untuk hidup murni bagi Tuhan. Karena Kateri tetap berpegang pada imannya, mereka memperlakukan Kateri seperti seorang budak. Orang-orang Indian yang lain juga seringkali melakukan kekerasan dan berlaku jahat kepada Kateri karena agama kristen yang diimaninya. Kateri menerima semua perlakuan tersebut dengan semangat cintakasih. Ia tetap menaruh cintakasih terhadap mereka yang berbuat jahat kepadanya, bahkan berdoa rosario setiap hari bagi mereka.

Karena mengkuatirkan keselamatan Kateri, Romo Jacques menasihati Kateri untuk meninggalkan Kelompok Kura-Kura dan bergabung dengan Kelompok Indian Kristen di Dusun Caughnawaga, Kanada, yang disebut Kelompok Misi St. Fransiskus Xaverius. Kateri menempuh perjalanan sejauh 200 mil (± 322 km) melewati daerah-daerah liar untuk sampai di tempat ini.

Di tempat pengungsiannya ini, pada Hari Raya Natal tahun 1677, Kateri menyambut komuni yang pertama. Ini merupakan hari yang membahagiakan dalam hidupnya, yang memberinya kekuatan dan penghiburan. Kemudian, Pater Pierre Cholonec (seorang pater Jesuit) membimbing hidup rohani Kateri. Di tempat ini pula Kateri membaktikan seluruh hidupnya bagi Allah dengan merawat orang-orang tua dan orang miskin. Ia hidup bersama dengan Anastasia (seorang wanita Iroquois) sebagai orang kristen yang penuh sukacita dan pelayanan kepada sesama. Kateri juga seringkali berpuasa dan bermatiraga. Penyerahan diri Kateri secara total membuat banyak orang di sekitarnya tersentuh dan menjadi kristen. Mereka menyebut Kateri sebagai "bunga bakung dari Mohwak" (bunga bakung merupakan lambang kemurnian). Ia sangat disenangi oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya dan terkenal karena kelembutan, keramahan, dan kebaikan hatinya. Pada tanggal 25 Maret 1679, Kateri mengucapkan kaul keperawanannya.

Di tempat yang baru ini Kateri memang tidak lagi diperlakukan dengan buruk dan jahat, namun ternyata penderitaannya masih berlanjut. Kesehatannya kian hari kian memburuk. Ia seringkali menderita sakit kepala dan sakit perut yang hebat. Akhirnya Kateri meninggal pada tanggal 17 April 1680, satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-25. Ketika Kateri meninggal dunia, imam dan semua yang hadir menyaksikan suatu keajaiban. Saat jiwanya yang suci itu meninggalkan dunia, wajahnya yang dulu bopeng berubah menjadi bersih dan memancarkan kecantikan jiwanya.

Kateri kemudian dimakamkan di Quebec, Kanada. Beberapa saat setelah kematiannya, terjadi beberapa mujizat karena perantaraan doanya. Orang-orang Indian kristen dan orang-orang Perancis yang ada di sekitarnya seringkali mengunjungi makam Kateri. Pada tahun 1932, Gereja mulai mengadakan penyelidikan untuk proses kanonisasi Kateri. Tepat tiga ratus tahun kemudian, pada tahun 1980, Kateri dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II. Kateri adalah orang Indian Amerika yang pertama kali digelari kudus di dalam Gereja. Pestanya dirayakan pada tanggal 14 Juli. Beata Kateri menjadi pelindung bagi mereka yang diolok-olok karena cacat atau kekurangan mereka.


TELADAN HIDUP BEATA KATERI

Kasih yang besar kepada sesama
Sejak masa kecilnya Beata Kateri hidup dalam keluarga yang penuh dengan kasih karena didikan ibunya yang seorang Indian Kristen. Hal ini membuat Kateri juga menjadi pribadi yang penuh kasih terhadap orang lain. Bahkan, ketika ia mendapat perlakuan buruk dari keluarganya sendiri, ia tetap mencintai mereka. Begitupun ketika orang-orang Indian di sekitarnya berlaku jahat kepadanya, ia tetap menerima semua perlakuan mereka dengan penuh cintakasih. Inilah keistimewaan Beata Kateri. Banyak orang yang terkesan dan menjadi kristen karena melihat sikapnya yang penuh kasih kepada orang lain.

Semangat pelayanan dan berkurban
Kasih yang ada dalam diri Kateri juga terlihat dari pelayanannya kepada sesama. Kateri yang telah bertekad untuk hidup murni, membaktikan seluruh hidupnya untuk merawat orang-orang tua dan orang miskin. Ia juga senantiasa berpuasa dan bermatiraga. Ia rindu untuk selalu menyenangkan hati Allah melalui segala pelayanan dan kurbannya.
Iman yang teguh akan Kristus
Iman yang ada dalam diri Kateri sangat kuat dan teguh. Segala penghinaan dan tantangan yang ia terima tidak menggoyahkannya. Meskipun seluruh keluarga paman dan bibinya tidak setuju dan mengucilkan dia, namun Kateri dengan berani tetap bertahan. Baginya Kristus adalah segala-segalanya. Kristus adalah tujuan hidupnya dan kerinduan hatinya. Sehingga apa pun yang ia hadapi, Kateri tetap berpegang teguh pada imannya akan Kristus.

Tegar dan tabah
Meskipun Kateri seorang perempuan, namun ia adalah seorang yang sangat tegar dan tabah. Ini terlihat ketika ia harus menghadapi sikap dari orang-orang Indian yang lain ketika Kateri memutuskan untuk menjadi seorang kristen. Iman dan kepercayaannya akan Allah membuat Kateri tetap tegar dan tabah menghadapi segala kesulitan yang ia hadapi.

Gbu all...

Senin, 09 April 2018

IMAN DAN PENYEMBUHAN

Seorang ibu yang taat beragama, menderita sakit kangker rahim, awal mulanya dengan pengobatan tradisional. Namun setelah beberapa bulan, dia mengalami rasa capai karena tak kunjung sembuh. Akhirnya diputuskan untuk pengobatan medis. Ini bukan semata-mata kehendak ibu, tetapi atas kehendakNya. Operasi pengangkatan rahim berlangsung pada hari Kamis Putih, awal Tri Hari Suci, dalam perjamuan terakhir Yesus memberi teladan pelayanan berupa “Pembasuhan Kaki Para MuridNya” dan memberi perintah baru agar kita saling mengasihi. 

Operasi berjalan lancar, dan dalam proses pemulihan paska operasi sangat cepat. Ini adalah suatu mujijat Tuhan. Sehari sebelum dioperasi, ibu didoakan oleh hamba Tuhan untuk mendapatkan kekuatan. Di bagian akhir doa, ibu mohon pengampunan, dan menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Yesus. Dikala kecemasan menghimpit hatinya, ibu berseru kepada Tuhan agar diberi kekuatan. “Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikanNya kepadaku? Apabila Engkau memanggilku, janganlah aku diberi rasa sakit yang berkepanjangan. Dan apabila Engkau memberi kesembuhan, aku akan membayar nazarku kepada Tuhan untuk melayaniMu”.

Menurut pengamatan, banyak kesembuhan terjadi dalam komunitas-komunitas yang anggotanya dipenuhi dengan kasih, sehati, dan sejiwa. Sebaliknya, bila tidak ada kasih, tidak sehati, dan tidak sejiwa, sangat sedikit terjadi kesembuhan. Jadi, bukan hanya ada hubungan erat antara penyembuhan dan iman, tetapi juga terjadi hubungan erat antara penyembuhan dan kasih di dalam kelompok atau komunitas orang-orang beriman. 1

Ditengah-tengah pencobaan ibu akan berusaha melihat tangan ilahi yang mengasihi. O Yesus, ibu tidak akan membiarkan dirinya dikalahkan oleh siapapun dalam mengasihi Engkau.

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan -Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan- Nya! (Roma 11:33). 


Gbu all...

Minggu, 08 April 2018

KASIH YANG MENYATUHKAN

Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (1 Petrus 4:8)

Hidup dalam sebuah ikatan membutuhkan kasih. Ikatan suami istri, ikatan keluarga, ikatan rohani yaitu gereja kita membutuhkan kasih. Rasul Petrus memberi nasehat kepada jemaad di Asia kecil, penerima suratnya agar mereka saling mengasihi, sebab kasih menutupi banyak dosa. Membangun hubungan tidak akan selalu mulus, tidak akan berlangsung indah-indah saja. Dosa pasti muncul, sebab justru ketika orang percaya berkomitmen untuk saling mengasihi, Iblis tidak senang, ia akan berusaha menghancurkan. Dosa dapat menyebabkan gesekan, kesalahpahaman bahkan pertengkaran. Dalam kondisi seperti itulah dibutuhkan kasih. Nah dalam hal mengasihi, harus ada yang memulai. Jika masing masing bersikeras merasa diri benar, maka kasih tidak akan muncul. Harus ada seseorang yang sadar, bahwa mereka bersaudara, bahwa mereka terikat dalam suatu ikatan komitmen hidup bersama, tidak ada kata berpisah, dan harus sadar bahwa dalam setiap pertengkaran tidak ada yang 100% benar dan 100% salah, pasti kedua belah pihak mempunyai andil sekecil apapun.

Dalam suatu percekcokan yang paling saya ingat antara Bapak dan Ibu saya ialah ketika cekcok, bapak berdiri dari tempat duduk, mengambil dua lembar kertas dan berkata pada Ibu, “ayo daftarkan semua hal yang kita tidak saling sukai”. Ibu kemudian mulai menulis . Bapak memandang Ibu sejenak, dan kemudian menulis dikertasnya. Ibu menulis lagi, sejenak berhenti memandang Bapak, kemudian menulis lagi, demikian juga dengan Bapak. Akhirnya keduanya selesai. “ayo kita tukar kertas” kata Bapak, mereka saling memberikan daftar keluhan mereka, “kembalikan punyaku.” Kata Ibu ketika melihat kertas Bapak. Ternyata dari atas sampai kebawah kertas Bapak menulis, “aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu.”

MOTIVASI: Ketika saudara terlibat konflik, ingatlah bahwa saudara mempunyai andil dalam menyebabkannya, ingatlah komitmen saudara untuk hidup bersama. Ulurkan kasih. (T)

Gbu all...

Sabtu, 07 April 2018

Cerita Kehidupan dari India

"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Tuhan, Bapa kita" (Kolose 3 : 17)

Saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja ! 'Kerja menyebalkan' , hidup tak berguna', dan nggak ada sesuatu yang beres!! Tapi semua itu telah berubah. Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita. Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk! Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, iamelihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!

Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang. Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu 'so naughty' atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat ..MENGEMIS.. .!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan !! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri !!

Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu... mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan). Terkejut engan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini! Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25!! 

Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi,punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!

Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan anda ? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!! Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??

"Life is Beautiful"
"for He as made it beautiful for us"

Mari bersyukur atas indahnya hidup. Karena kita tidak pernah tahu apa yang DIA rencanakan untuk kita hari ini dan esok hari…


Gbu all...

Jumat, 06 April 2018

Agar Kita Kembali Menjadi MilikNya

Roma 7:4 - Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

I Korintus 6:19-20 - Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Mengapa Yesus mau datang kedunia padahal Dia tahu bahwa Dia harus ditolak, disiksa, menderita dan mati sebagai pribadi yang terkutuk? Karena Dia ingin manusia yang adalah miliknya, namun telah ditipu, dicuri dan ingin dibinasakan oleh iblis, kembali ke pelukanNya untuk menikmati hidup yang berkelimpahan (Yoh 10:10). Kerinduan Allah untuk kembali memiliki kita tercermin didalam kisah dibawah ini.

Seorang gadis yang sangat dimanja oleh ayahnya terjerumus kedalam dunia narkoba. Ayahnya membesarkan gadis itu seorang diri, karena istrinya meninggal dunia ketika melahirkan puterinya tersebut. Karena semakin hari kebutuhannya akan narkoba semakin meningkat, gadis itu nekat mencuri uang tabungan ayahnya, kemudian melarikan diri ke Jakarta. Di Jakarta ia tinggal dirumah pamannya dan berusaha mencari pekerjaan. Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak membuat gadis itu terpaksa bekerja sebagai pramuria disebuah night club. Disana ia harus menjalani kehidupan dunia malam, ia harus menari dan tidur dengan pria yang berbeda setiap malamnya.

Setelah satu bulan di Jakarta, ia tinggal dirumah kost dan mendapat sepucuk surat dari ayahnya. Dalam satu minggu ia mendapat tiga pucuk surat, namun tak satupun yang dibacanya. Hari terus berganti dan ia mengumpulkan semua surat itu tanpa pernah dibaca. Menjelang hari Natal ia menerima sepucuk surat yang diantar ke night club tempat ia bekerja. Akhirnya dari salah seorang karyawan ia mengetahui bahwa yang mengantar surat itu adalah ayahnya sendiri. Kekerasan hati gadis itu akhirnya luluh, dengan tangan yang gemetar ia membuka dan membaca surat ayahnya, yang isinya sangat singkat, “Anakku saaing, ayah sudah lama tahu dimana engkau bekerja. Saat ini hanya satu yang ayah inginkan, maukah kau pulang kerumah kita?” Tiba-tiba gadis itu merasa sangat rindu pada ayahnya dan memutuskan untuk pulang. Singkat cerita ia pulang dan disambut oleh pelukan hangat sang ayah. Pertemuan mereka diwarnai oleh isak tangis yang panjang. Ternyata sejak ia pergi dari rumah, sang ayah sering begadang untuk menanti kepulangannya. Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata ayahnya kena kanker, hati gadis itu semakin hancur. “Ayah aku bukan puterimu yang sangat kau banggakan dulu. Aku hanyalah seorang pramuria yang kotor, bahkan tengah mengidap penyakit Aids. Ayah jangan dekat-dekat aku nanti ayah tertular,” katanya sambil menangis. Ayahnya diam dan tak berkata sepatah katapun, ia malah mempererat pelukannya, seolah tidak ingin melepaskan puteri yang telah kembali ke pangkuannya.

Allah tidak peduli pada kelamnya masa lalu kita, yang Dia inginkan adalah kita kembali ke pelukanNya dan menjadi milikNya melalui kematian Yesus di kayu salib. Saat menerima karya penebusan Yesus, kita sepenuhnya milik Yesus, bukan milik maut atau iblis.

DOA:
inilah keuntungan besar bagiku, Engkau mencariku ditengah kegelapan dunia, kemudian menebusku dengan darah Yesus yang sangat mahal. Dalam nama Yesus aku bersyukur. Amin.

KATA-KATA BIJAK:
Allah menemukan kita terpuruk di kubangan dosa, kemudian membersihkan dan membawa kita pulang ke rumahNya.


Gbu all...