Senin, 10 Maret 2014

Hari ini indah, namun...

Seorang anak laki-laki buta duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terbalik di kakinya untuk menampung sumbangan dari orang-orang lewat. Ia menaruh sebuah karton putih dengan tulisan: "Saya buta, tolonglah saya."

Di topi itu terlihat sedikit koin. Seseorang berjalan mendekat. Ia mengambil beberapa koin dari kantungnya dan menjatuhkannya di topi itu. Ia kemudian mengambil karton putih itu, membaliknya dan menuliskan beberapa kata. Ia menaruh kembali karton putih itu sehingga setiap orang yang berjalan melewati anak buta itu dapat membaca kata-kata barunya.

Dengan segera topi itu mulai dipenuhi koin. Banyak orang mau memberi uang kepada anak buta itu. Sore harinya lelaki yang telah mengganti perkataan di karton putih itu datang lagi untuk melihat bagaimana hasilnya. Anak laki-laki buta itu mengenali lelaki itu dari langkah-langkah kakinya, sehingga ia bertanya, "Apakah bapak adalah orang yang mengganti tulisan di karton putih tadi pagi? Apa sih yang bapak tulis?"


"Saya hanya menuliskan kebenaran. Saya menuliskan apa yang engkau tulis tapi dengan cara berbeda." Apa yang ia tulis adalah: "Hari ini hari yang indah, namun saya tak dapat melihatnya."


Apakah karton dengan tulisan pertama dan kedua sama? Tentu saja kedua tulisan itu mengatakan kepada orang-orang lewat bahwa anak itu buta. Karton dengan tulisan kedua mengatakan bahwa mereka sangat beruntung dapat melihat hari yang indah karena mereka tidak buta. Janganlah heran kalau karton kedua lebih efektif mengajak orang bersyukur dan mendorong orang-orang untuk memberi uang kepada anak buta itu.


Bersyukurlah atas setiap yang ada pada kita ataupun yang tidak ada pada kita.

Gbu all...

Minggu, 09 Maret 2014

MELEPASKAN UNTUK MENDAPATKAN

Bacaan : Matius 13:44-46
Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu (Matius 13:46)

Banyak orangtua sangat berharap dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai ke bangku kuliah. Meski biaya yang dibutuhkan sangat banyak, itu tidak menyurutkan keinginan mereka. Oleh sebab itu, tidak sedikit orangtua yang siap menjual harta bendanya, termasuk barang-barang yang sangat mereka sayangi. Mereka sadar ada yang harus dilepaskan demi mendapat apa yang mereka impikan.

Bacaan hari ini mengingatkan kita tentang bagaimana seharusnya memandang Kerajaan Surga. Yakni memandangnya seperti harta terpendam dan mutiara yang indah. Saat kita melihatnya sebagai "mutiara" yang jauh lebih berharga dari segala harta, kita akan rela melepas segala milik kita demi mendapatkan yang paling berharga. Sayang, pada zaman ini manusia kerap bersikap sebaliknya. Berbagai keindahan semu menutupi pandangan manusia bahwa Surga itu yang paling berharga.


Membuat mereka-sebaliknya- rela melepaskan Kerajaan Surga demi mendapatkan yang semu dan sementara itu. Harta atau posisi bisa membuat seseorang menghalalkan cara-yang tak berkenan bagi Tuhan-demi menggapainya. Cinta kepada lawan jenis dapat membuat seseorang rela mengompromikan iman. Kesibukan di pekerjaan sangat mungkin membuat seseorang membiarkan kehidupan rohaninya tak bertumbuh.


Apakah yang paling bernilai dalam hidup Anda saat ini? Apakah itu harta, karier, status, kekasih, keluarga, atau yang lain? Biarlah hari ini mata rohani kita dibukakan untuk melihat bahwa semuanya itu sesungguhnya tidak sebanding dengan Kerajaan Surga, yang akan kita miliki sampai kekekalan. Sebab itu, semua yang lain mesti siap untuk kita lepaskan, agar kita tak kehilangan yang kekal -ALS

KERAJAAN SURGA JAUH LEBIH BERHARGA DARIPADA APA PUN 


Gbu all...

Sabtu, 08 Maret 2014

First things first

Dalam menjalani hari-hari, kita selalu diperhadapkan pada banyak janji dan komitmen yang harus dipenuhi. Padahal, waktu dan daya kita terbatas. Dan, kerap kali kita sulit memilih, sebab semua aktivitas tampak penting. Namun ini harus dilakukan, karena jika gagal,kita akan menjadi stress dan merasa bersalah.

Berikut beberapa hal yang mesti kita perhatikan dalam menata prioritas:

God Is our number one priority!
Mari kita mengingat poin ini lewat ilustrasi 2 toples. Ada 2 toples yang persis sama. Satu berisi pasir lembut, satu lagiberisi batu-batu sebesar kepalan tangan. Pasir memnyimbolkan banyaknya akltivitas kita setiap hari. Ya, kegiatan kita sering tampak begitu banyak hingga sepertyi pasir. Adapun batu mewakili apa yang Allah ingin kita lakukan bersama-Nya; saat teduh, baca firman, dan berdoa. Apabila kita mengisi pasir itu kedalam toples yang berisi batu-batu besar, secara natural pasir itu akan mengisi ruang yang ada sedemikian rupa, hingga batu dan pasir bisa mengisi penuh toples tersebut. Namun coba lakukan hal sebaliknya. Pindahkan bebatuan ke toples berisi pasir. Bahkan mesti kita sudah menekannya, tak semua batu itu dapat masuk ke toples pasir. Berikan tempat yang terutama kepada Allah, maka kita akan memiliki kekuatan untuk melakukan semua aktivitas yang telah terencana.

Tuliskan semua aktivitas yang akan kita lakukan
Kita perlu menuliskan semua aktivitas dan memilih mana yang bisa dibuang, mana yang tidak. Salah satu metodenya adalah dengan menuliskan apa saja yang akan kita lakukan dalam satu bulan mendatang. Lalu diperinci setiap minggu, dan lebih detail lagi diperinci dalam aktivitas setiap hari. Dengan melihat daftar aktivitas ini, kita dapat memisahkan antara hal-hal yang HARUS kita lakukan dengan hal-hal yang INGIN kita kerjakan. Selain itu, kita juga dapat menilai apakah kegiatan kita sudha seimbang; antara studi atau pekerjaan, dengan kehidupan sosial kita (kegiatan bermasyarakat, istirahat, rekreasi).

Berani berkata tidak tanpa rasa bersalah
Tanpa disadari, kita kerap terjebak pada keinginan untuk melakukan lebih. Baik itu berupa kegiatan sosial, maupun pelayanan. Namun terkadang kita lupa bahwa untuk setiap komitmen, kita harus sedia memberikan diri, hati, tenaga, dan pikiran, yang mesti dibagi dengan komitmen-komitmen yang telah ada sebelumnya. Jadi, sebelum membuat komitmen baru atau janji, berpikirlah sekali lagi agar tak membuat orang lain kecewa, atau membuat diri sendiri kepayahan.


Gbu all...

Jumat, 07 Maret 2014

Melayani lebih sungguh

Melayani itu bukan sekadar aktif dalam kegiatan gereja, atau mau berkorban untuk melakukan tindakan-tindakan sosial. Melayani juga menyangkut hati.

Kalau kita aktif digereja supaya semua keinginan dan ide kita dipenuhi; itu bukan pelayan, melainkan juragan. Kalau kita mau mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan materi untuk membantu orang-orang miskin supaya kita populer dan mendapat pujian; itu buka pelayan, tetapi politikus. Pendek kata, melayani bukan sekedar soal aksi, tetapi juga motivasi.

Lalu, semangat seorang pelayan seperti apa yang sepatutnya dimiliki?

Pertama, semangat tampah pamrih. Entah dihargai atau tidak, disenangi atau tidak, mendapat apa-apa atau tidak; yang penting kita melakukan tugas itu dengan baik.

Ada sebuah cerita. Suatu ketika disebuah departement store masuklah seorang wanita gelandangan. Pakaiannya kotor, compang-camping. Ia berkeliling melihat-lihat seperti layaknya orang yang hendak membeli sesuatu. Di depan sebuah baju yang dipajang ia berhenti.

Seorang gadis pelayan mendekatinya, "Bisa saya bantu, Bu?" tanyanya ramah.

"Saya ingin mencoba baju ini," kata si wanita gelandangan.

"Baik, Bu. Ruang gantinya ada disebelah sana. Silahkan Ibu kesana. Saya akan bawakan bajunya."

Wanita gelandangan itu lalu mencoba baju yang dipajang. Tidak hanya satu, ia mencoba baju yang lainnya. Kemudian satu lagi. Sampai lima baju. Si gadis pelayan tetap melayaninya dengan ramah. Senyumnya mengembang. Ia tidak kesal atau jengkel. Begitu juga ketika wanita gelandangan itu ngeloyor pergi tanpa membeli satu pun baju-baju yang telah dicobanya. Si gadis pelayan mengantarnya sampai pintu keluar. Bahkan dengan sopan mengucapkan terima kasih atas kunjungan wanita gelandangan itu.

Rupanya ada seorang pria yang sejak tadi memperhatikan. Ia mendekati gadis pelayan tadi, "Wanita gelandangan itu sudah jelas tidak bermaksud membeli," katanya mencela, "kenapa kamu melayaninya, bahkan mengijinkannya mencoba baju-baju itu? Bukankah badan dan baju yang dikenakannya sangat kotor dan dekil?" tanyanya pula.

"Saya adalah pelayan disini. Tugas saya melayani siapa pun yang datang kesini sebaik-baiknya; entah orang itu datang untuk membeli atau tidak," jawab pelayan itu tenang.

Begitulah seorang pelayan yang baik. Ia tidak akan terpengaruh oleh reaksi orang-orang disekitarnya; entah dipuji atau dicaci. Ia tetap akan berkonsentrasi pada tugasnya; melakukan yang terbaik dari yang bisa ia lakukan semampu dia, bukan semau dia.

Kedua, semangat tidak memilih-milih. Jadi, terlepas sebuah kegiatan pelayanan itu kita sukai atau tidak, kita minati atau tidak; kita tetap bisa mengerjakannya dengan senang hati.

Ketiga, semangat memberi. Artinya, kita melayani bukan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi karena kita ingin memberikan sesuatu. Mengapa demikian? Karena kita sadar sesadar-sadarnya betapa dalamnya, besarnya, dan luasnya kasih Tuhan dalam hidup kita.

Dan sebagai ungkapan syuklur, kita ingin berbagi dengan orang lain melalui pelayanan kita. Supaya orang lain pun merasakan sapaan kasih Tuhan, dan memuliakan Tuhan. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dia-lah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)

Disarikan dari buku Bila Cinta Menyapa - Gloria Graffa
 
Gbu all...

Kamis, 06 Maret 2014

Menemukan Cinta sejati

Bila saatnya tiba, kita tidak lagi mencari teman kencan, tapi teman sejiwa. Tahukah anda, perbedaan antara pria yang bisa di ajak kencan dan pria yang bisa di ajak menikah??

Pria yang bisa di ajak kencan, memberikan saat-saat indah, tapi pria yang bisa
di ajak menikah akan memberikan kehidupan yang indah untuk kita.

Pria yang bisa di ajak menikah, biasanya pemalu di awal proses kencan, bahkan kadang tidak menarik. Tapi individu yang justru mengawali dengan tidak terburu-buru akan menjalani dengan proses dengan baik dan berakhir dengan bahagia.

Dalam mencari jodoh yang harus dilakukan pertama kali dan paling mendasar, bangun persahabatan terlebih dahulu. Untuk menemukan CINTA SEJATI, anda tinggal mencari sahabat terbaik, bukan pecinta ulung.

Pasangan yang telah menikah lama biasanya mengatakan,
" Pasangan saya merupakan sahabat terbaik ".

Sahabat yang akan di jadikan pasangan anda, seseorang yang secara fisik maupun psikologis menarik hati anda. Maksudnya pasangan hidup anda harus yang nyambung.....githu.....!!!

Jadikan Sahabat Lebih Dulu jangan silau dengan penampilan fisik (misal, macho, tampan, punya mobil bagus, bla..bla..) Kencan adalah suatu proses mencari tahu apa yang benar-benar diinginkan.

Cari Pasangan Buat Menikah Bukan Untuk Pacaran
Ingat perbedaan mendasar pria yang bisa di ajak menikah dan yang bisa diajak kencan.

Biasanya pria yang bisa di ajak kencan pandai merayu, tapi tidak mampu mempertahankan hubungan. Jangan terjebak dengan ilusi ROMANTIS. Hati-hati dengan pria yang biasanya hanya bersenang-senang: memberikan bunga,permen ato perhatian tetapi tidak bisa memberikan dukungan saat anda melalui saat-saat berat.

Pria yang mau di ajak menikah mencintai anda secara keseluruhan, tidak hanya yang baik-baik saja.

Carilah pria yang bisa memberikan rasa aman secara emosional.

Tentukan Batas Dalam Berhubungan
Ada beberapa pria yang tidak bisa di ajak serius. Mereka mempunyai kecenderungan tidak setia dan selalu mencari yang "lebih" lagi, seperti ungkapan "rumput tetangga lebih hijau"

Jika pria yang pergi dengan anda selalu melirik wanita lain (alias ganjen), jangan coba-coba menjalin hubungan dengannya. Kecuali disaat-saat tertentu dia ingin membuat anda jealous...(anda pasti tahu dimana dia becanda atau serius saat melirik wanita lain).

Tentukan batasnya, jangan biarkan orang lain berulang-ulang menyakiti hati anda, Jika terjadi dan anda tidak mengatakan apa-apa, sama artinya dengan " dia dapat memperlakukan anda seenak perutnya".

Tulislah Kualitas Yang Di Butuhkan Dari Seorang Pria
Misalnya, jika anda membutuhkan seseorg yang benar-benar sensitif dan bisa diajak bicara, jangan terpaku pada pria yang tampan tapi pendiam. Jangan buang waktu berkencan dengan pria yang pada dasarnya tidak akan membuat anda bahagia.

Jika anda tahu apa yang di butuhkan (bukan hanya diinginkan) dan tahu apa yang bisa membuat anda bahagia, anda akan mampu mengenali si dia saat menampilkan kualitas dirinya, bukan hanya dari penampilan luarnya saja.

Jangan Takut Bertanya
Jika ada pria yang berjanji akan menghubungi anda tapi tidak melakukannya, anda berhak menanyakan alasannya. Sering kali wanita membuat kesimpulan keliru tentang hal ini. Pria dan wanita berbeda, mereka melakukan sesuatu dengan alasan dan motivasi yang berbeda pula.

Jangan terlalu berprasangka dan berpikiran terlalu jauh atau yang nggak-nggak. Sebaiknya minta klarifikasi atau penjelasan secara langsung dari dia...anggap saja dia montir bengkel mobil anda.

Pahami Terlebih Dahulu, Kencan, Seperti Juga Pernikahan, Merupakan Proses
Seperti juga persahabatan, kencan yang serius membutuhkan waktu. Dalam tahap ini mulailah mencari tahu seperti apa pria yang berkencan dengan anda.

Misalnya mencoba dengan mengatakan hal yang sederhana, katakan padanya anda mengalami yang yang tidah menyenangkan hari ini. Bila ia tidak bertanya MENGAPA dan malah mengalihkan pembicaraan ke topik lain, anda bisa tahu pria ini bukan orang yang enak di ajak "berbagi" perasaan.

Ingat: Kemampuan berbagi, kunci ikatan cinta sejati yang kuat. Suatu hubungan bukanlah suatu yang anda miliki atau tidak. Melainkan merupakan kerja sama dua belah pihak, satu kesatuan, dimana terdapat saling asuh, dukungan stimulasi, kejujuran, dan banyak lagi.

Memandang Hubungan Sebelumnya Sebagai Pelajaran, Bukan Kegagalan
Setiap orang yang terlibat dalam hidup anda, memberikan pelajaran berharga (termasuk mantan-mantan pacar anda).

Apapun yang menimpa anda, anda bisa mengambil hikmahnya. Hubungan sebelumnya bisa di jadikan pelajaran, apa yang membuat anda bahagia dan sebaliknya.

Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, tapi belajar dari kesalahan atau kegagalan sebelumnya.

Ingat, berbuat KHILAF itu manusiawi, tapi jika melakukannya terus menerus, itu suatu KEBODOHAN.

JANGAN TAKUT MENCOBA, SEKALIPUN TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN ANDA.

Wanita seringkali terpaku pada pola harapan yang lazim tentang cinta. Misalnya hanya menikah dengan pria yang berasal dari kota, gaul, terpelajar dan bekerja di kantor.

Jangan takut mencoba sesuatu yang tampak tidak bisa membuat anda bahagia.
Siapa tahu anda malah bisa senang tinggal di desa dengan tenang bersama suami (bisa gak yaa??)...hihihihiiii.. Jangan hanya berkencan dengan tipe anda.

Tipe hanyalah serangkaian sifat yang ada pada seseorang. Anda kan tidak berkencan dengan serangkaian tipe itu , melainkan secara keseluruhan.

Banyak pria dan wanita tidak memanfaatkan waktu secara keseluruhan, untuk menganalisa apa yang sebenarnya di inginkan. Mereka langusng memilih dengan gampang dan cepat, "berkencan dengan orang yang sesuai dengan tipenya".

Ini adalah suatu phobia (ketakutan) terhadap komitmen.

Jadilah Diri Anda Sendiri
Jangan "berpura-pura" dalam berhubungan, percuma dan tidak akan ada hasilnya.

Ada empat kualitas utama dari seseorang, entah itu pria atau wanita, yang bisa membuat orang lain tertarik:
1. autentik (asli)
2. dapat di percaya
3. genuine (tulen/rajin)
4. tidak plin-plan alias konsisten

Pria dan wanita yang bisa di percaya, selalu jujur dan menjadi dirinya sendiri, akan dapat menikmati kehidupan dan akhirnya menemukan CINTA SEJATINYA !
Gbu all....