Sabtu, 07 Mei 2011

Gajah terbang

Pernah melihat gajah terbang? Gajah terbang tentu hanya ada dalam cerita dongeng, cerita-cerita jenaka yang pastinya untuk anak kecil. Namun ada sedikit pandangan yang berbeda dan mungkin akan menggelitik kita tentang gajah terbang, seorang teman saya berkata bahwa gajah tidak bisa terbang karena gajah terlalu banyak mendengar apa kata manusia. "Buktinya ukuran telinganya yang lebar banget!", lanjut teman saya.
Teman saya membandingkan fenomena ini dengan kepak sayap lebah. Selama ratusan tahun, lebah menjadi misteri. Tak seorang pun, bahkan saintis paling kaliber mampu menjelaskan fenomena kepakan sayap lebah.

Lebah tidak memiliki telinga. Lebah hanya memiliki sepasang sayap yang kecil, namun mampu mengangkut nektar yang beratnya kadang menyamai berat tubuhnya. Bahkan menariknya, jagankan mengangkut nektar menurut pengamatan ahli dengan hanya mengandalkan sayap sekecil itu Lebah seharusnya tidak bisa mengangkat dirinya sendiri.

Setiap manusia tentu memiliki impiannya masing-masing, semua harus berjuang untuk mencapainya. Selama proses pencapaian tersebut, kritikan atau sindiran dan diragukan oleh orang lain itu akan selalu ada. Namun orang yang bertahan dan berani berjuang serta taat sampai akhir walaupun dipandang sebelah mata oleh orang lain dan mengalami segala bentuk intimidasi baik dari orang lain maupun dari dirinya sendiri. Dia adalah orang yang hebat! Dia akan unggul sebagai juaranya.

Kritikan akan selalu ada, tapi seorang pemenang tahu kapan waktu dia membuka telinga dan kapan tidak.

Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya.

Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya...

Ketika kita sedang mengalami masa2 sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan,
banyak kegagalan dan kekecewaan,
jangan cepat menyalahkan diri atau orang lain
bahkan sampai berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh dan bernasib sial.
Ditangan Tuhan hidup kita berarti, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya.

Jika kita tidak bersabar ketika berada dimusim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi
dan musim panas yang menjanjikan harapan,
dan kita tidak akan memanen hasil dimusim gugur.

"Kegelapan malam tidak selamanya bertahan,
esok akan datang fajar yang akan mengusir kegelapan."

Hari akan terus berganti
dan Kasih Tuhan tidak pernah berhenti mengalir untuk memberkati.

Jumat, 06 Mei 2011

KASIH ALLAH SELALU MENYERTAI KITA

KASIH ALLAH SELALU MENYERTAI KITA
Sebagai orang beriman kita percaya bahwa kasih Allah tidak berkesudahan dalam kehidupan kita. Kasih itu dapat dinyatakan dalam berbagai cara. Namun dalam kehidupan kita sering muncul keraguan akan kasih Allah, ketika kita berhadapan dengan berbagai macam pencobaan. Dalam situasi tersebut, kita tidak pernah mencoba belajar dari pengalaman masa lalu ketika kita merasakan kasih dan penyertaan Allah.

Bacaan ini memperlihatkan kasih Tuhan yang selalu menyertai sepanjang bangsa Israel menuju tanah perjanjian. Penyebutan 'manna' pada ayat ke-12 mengingatkan kasih dan penyertaan Tuhan ketika umat Israel mengeluh tentang makanan di padang gurun Sin. Tuhan memberikan kepada mereka manna yang menjadi bahan makanan mereka selama kurang lebih 40 tahun (Keluaran 16:35) sampai dengan mereka tiba di tanah Kanaan. Karena setelah mereka tiba di tanah Kanaan mereka dapat memakan yang dihasilkan oleh tanah Kanaan. Namun sebelum mereka memakannya, mereka harus merayakan Paska terlebih dulu. Perayaan Paska tidak hanya sekedar dimaknai sebagai peringatan kasih Tuhan di masa lampau, tetapi juga menjadi bukti dari penyertaan Tuhan dalam perjalanan mereka dan juga sebagai awal dari sebuah kehidupan yang baru yang ditandai dengan berhentinya manna yang diganti dengan makanan dari hasil tanah di Kanaan. Dengan demikian Israel tidak perlu lagi merasa kuatir akan kekurangan bahan makanan.

Kisah ini mengingatkan kita juga untuk tidak perlu kuatir disepanjang perjalanan hidup yang kita jalani. Kasih dan berkat Tuhan selalu menyertai. Tuhan akan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan kita. Yang terpenting adalah kita tidak lupa bersyukur.

Bacaan Kitab Yosua 5 : 10-12

Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

Belajar Dari Laba-Laba & Ulat Sutra

Belajar Dari Laba-Laba & Ulat Sutra

Amsal 10:17 Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan,
tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.


Seekor laba-laba menyombongkan diri karna tenunan sarangnya yg banyak, ia menghina ulat sutra dgn membandingkan hasil tenunannya.

"hai, ulat sutra, lambat sekali kau bekerja !!
Pantas saja sarang yg kau buat tidak jadi-jadi, sedangkan aku dalam waktu singkat saja dapat menenun tenunan yg hampir tak terhitung banyaknya !!"

Dengan tenang ulat sutra menjawab, "memang benar, aku bekerja dgn lambat tapi lihatlah hasil akhirnya. Tenunanku sangat berkualitas, bahkan manusia menjualnya dgn harga yg tinggi, sedang kau hanya menenun sesuatu yg tidak berarti apa-apa, bagus ato tidaknya sesuatu tidak dilihat dari jangka waktunya, tapi dari mutunya."

Abraham Lincoln pernah mengatakan, "Karangan yg bernilai, bukan terletak pada berapa panjang atau pendeknya, melainkan pada isinya."

Demikian juga nilai hidup manusia, bukan terletak pd berapa panjang atau pendek umurnya, melainkan bagaimana ia mengisi kehidupannya di dunia ini.

Mungkin sebagian orang berpikir bahwa hidup ini hanya perlu dijalani saja.

Hidup ini akan menjadi lebih hidup jika mengisinya dgn hal-hal yg "Memberi Buah" berarti bagi orang lain, peduli dgn orang-orang sekeliling kita dimanapun kita berada.

TUHAN MEMBERKATI

Belajar menjadi pohon yang bermanfaat

  • Belajar menjadi pohon yang bermanfaat

    Tiga hal yang bisa kita pelajari dari pohon:
    1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri.
    Buah adalah hasil dari pohon.
    Dari mana pohon memperoleh makan? Pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya makin banyak nutrisi yang diserap.

    Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan.

    Mengapa buah kurma manis sekali. Pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter, kemudian ditutup dengan 4 lapisan.

    Sebelum pohon kurma itu tumbuh, dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir.

    Ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkn hasil yang luar biasa. Seperti juga pegas yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan.

    2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang.
    Kadang kita protes, kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain. Inilah prinsip memberi.

    Kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja untuk memberi buah.
    Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan.
    Jadi bukan untuk kenikmatan sendiri.

    Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita.

    3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi.
    Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi dampak positif terhadap orang lain.

    Pemimpin itu bukan masalah posisi/ jabatan, tapi mengenai pengaruh dan inspirasi yang diberikan kepada orang lain.

    Selamat belajar menjadi pohon yang bermanfaat..

    TUHAN MEMBERKATI