Yonadab
bin Rekhab adalah seorang yang tidak terlalu terkenal. Ia pernah
menjadi partner kerja dari seorang raja baru yang bernama Yehu. Yehu
adalah raja Israel yang awalnya begitu berapi-api, giat dalam pekerjaan
Tuhan dan ingin memperlihatkan semangatnya dalam pelayanan (2 Raj
10:15,16). Namun jika kita membaca kisah yang terjadi di hari-hari
kemudian, ada perbedaan yang tajam pada nasib keturunan mereka
masing-masing. Keturunan raja Yehu memerintah kerajaan Israel hanya
sampai di keturunan keempat (2 Raj 10:30), bahkan keturunannya yang
keempat terbunuh dalam sebuah serangan kudeta (2 Raj 15:8-12). Sedangkan
keturunan Yonadab dipilih Tuhan menjadi pelayan dalam rumah Tuhan
sepanjang masa (Yer 35:19).Mengapa? Bukankah Yehu begitu giat sedang Yonadab hanyalah seorang "embantu dalam tim sukses raja Yehu?
Ternyata Yehu hanya giat sesaat (panas-panas tahi ayam) dalam menjalankan kehendak Tuhan. Meskipun ia mempunyai wibawa seorang raja namun ia gagal menjadi pemimpin yang teguh memegang prinsip Firman Tuhan dalam pemerintahan maupun keluarga, sehingga ia dan keturunannya tidak menjadi berkat. Sedang Yonadab, ia hanya pemimpin dalam lingkup kecil, dalam keluarga. Tapi ia sukses membuat nasehatnya tetap diingat dan dilaksanakan oleh keturunannya (Yer 35:1-11), sehingga keturunannya begitu istimewa di mata Tuhan dan diangkat untuk mendapat kedudukan mulia; melayani Tuhan sepanjang masa. Betapa bangga dan bersyukurnya jika Yonadab masih hidup saat itu.
Sebagai apakah kita, pemimpin organisasi, perusahaan, sekolah, wadah, guru atau hanya pemimpin keluarga? Kita ingin berhasil dan menjadi berkat bukan? Pegang teguh, tunjukkan dan wariskan sifat dan sikap sesuai prinsip Firman Tuhan pada anggota keluarga atau bawahan dan rekan kerja kita, tanpa banyak propaganda, maka Tuhan akan mengangkat kita dalam kemuliaanNya. Amin. (wbp)
Doa: Tuhan Yesus, aku mau senantiasa hidup berpegang pada perintah-Mu. Aku mau mewariskan sikap hidup benar kepada orang sekitarku dan keturunanku. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar