Minggu, 06 Juli 2025

Panggilan Tertinggi

Lukas 14:33

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 8; Matius 8; 2 Raja-Raja 5-6

Ketika perusahaan minyak Standard Oil Company mencari perwakilan di Timur Tengah, mereka mendekati seorang misionaris dan menawarkan 10.000 dolar kepadanya. Ia menolak tawaran itu. Mereka menaikkannya menjadi 25.000 dolar, dan sekali lagi ia menolaknya.

“Apa yang kurang?” tanya mereka.

Ia menjawab, “Harganya sudah bagus, tetapi pekerjaan Anda terlalu kecil.” Allah telah memanggilnya menjadi misionaris, dan segala sesuatu tidak dapat menyamai panggilan itu.

Kita menjadi apa bagi Kristus? Kebanyakan orang Kristen tidak dipanggil untuk menjadi misionaris atau Pengkhotbah, tetapi mereka dipanggil untuk mengikut Kristus. Mereka dipanggil untuk setia di mana pun Dia menempatkan mereka – di sekolah, di rumah, di pabrik atau kantor, di tengah masyarakat dan bangsa. Mereka dipanggil untuk dikendalikan oleh Roh dan menghasilkan buah Roh. Mereka dipanggil untuk menjadi duta-duta Kristus di mana pun Allah menempatkan mereka.

Tidak ada yang sungguh-sungguh layak kita perhatikan lebih daripada panggilan Allah.

Memenuhi panggilan Raja di atas segala raja adalah sebuah kehormatan yang nilainya tidak dapat digantikan oleh apa pun juga yang ada di muka bumi ini.

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia

Gbu all...

Sabtu, 05 Juli 2025

Jadilah Bijak

Yeremia 2:30

“Sia-sia Aku telah memukuli anak-anakmu, hajaran tidaklah mereka terima”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 7; Matius 7; 2 Raja-Raja 3-4

Bangsa Israel berkali-kali mengabaikan didikan Allah (Yeremia 2:30). Tuhan merasa sedih karena bangsa Israel tidak mau mengakui kesalahan dan mengubah cara hidup mereka.

Saya pernah bertemu dengan para orangtua yang patah hati melihat perilaku anak-anak mereka. Karena itu, sungguh melegakan ketika mendengar seorang pendeta muda yang pada upacara pemakaman ayahnya mengungkapkan ucapan syukur dan hormat atas koreksi-koreksi kesalahan yang pernah dilakukan orangtuanya.

Pendeta muda itu menceritakan bahwa ketika masih remaja, ia pernah ditangkap polisi karena melempar batu ke sebuah tempat yang dapat mencelakakan dirinya sendiri. Polisi itu memberitahu ayahnya jika ia mampu mendisiplinkan anaknya, maka anak itu tidak perlu dimasukkan ke lembaga pengawasan anak nakal.

Pendeta muda itu masih ingat, dari wajah sang ayah tersirat bahwa sebenarnya ayahnya lebih suka menyerahkannya ke lembaga tersebut. Namun, hal itu tidaklah menyakiti hatinya karena ia tahu bahwa ayahnya sungguh-sungguh mencintainya. Ketika semakin dewasa, pendeta muda itu mulai menunjukkan perubahan ke arah yang baik. Bahkan, ia mengaku kini telah menjadi orang yang bertanggung jawab dan perubahan yang terjadi dalam hidupnya semua berkat didikan sang ayah yang dikasihinya.

Tidak jadi masalah apakah koreksi itu berasal dari Tuhan, orangtua, atau dari pihak lain, karena hasilnya nanti ditentukan oleh respon kita. Ingatlah, “Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi” (Amsal 15:32).

Terimalah koreksi dari orang-orang di sekitar Anda karena lambat laun koreksi untuk Anda akan terus berkurang.

Gbu all...

Jumat, 04 Juli 2025

Terkenal dan Dihormati

Kisah Para Rasul 14:12

“Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena dialah yang berbicara”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 6; Matius 6; 2 Raja-Raja 1-2

Menjadi terkenal dan dihormati adalah impian hampir sebagian besar manusia di bumi. Tidak hanya mereka yang bergelut di dunia keartisan, para pejabat, pemimpin perusahaan, atau pun tokoh masyarakat sekalipun pasti sangat senang ketika orang banyak menyanjung nama mereka dan memberikan penghormatan.

Paulus dan Barnabas adalah dua tokoh di Alkitab yang dicatat pernah begitu terkenal dan dihormati semasa mereka hidup. Mereka mendapat kedua hal itu karena mukjizat yang Tuhan adakan melalui mereka (Kisah Para Rasul (KPR) 14:8-10). Kedua rasul Tuhan tersebut bahkan begitu dipuja layaknya dewa (ayat 11-13). Bisa dibayangkan prospek kenikmatan yang bisa mereka nikmati jika mereka menerima pemujaan itu. Namun, Paulus dan Barnabas tidak tergoda dan tidak lupa diri (ayat 14-15a). Mereka ingat siapakah mereka dan apa tugas mereka. Oleh karena itu, mereka segera memakai kesempatan tersebut untuk menunaikan tugas memberitakan injil (ayat 15b-17).

Adalah manusiawi kalau kita ingin terkenal dan dihormati. Adalah alami juga kalau kita menjadi tenar dan dihormati karena keberanian dan kesuksesan kita. Akan tetapi, janganlah sampai ketenaran dan penghormatan itu membuat kita lupa diri. Ingatlah, segala keberhasilan kita adalah anugerah Tuhan sehingga sudah seharusnya kita menggunakannya untuk memuliakan Dia dan memberkati orang lain.

Ketenaran dan penghormatan diberikan Tuhan bagi kita untuk memuliakan Dia dan mendatangkan berkat bagi sesama.

Gbu all...

Kamis, 03 Juli 2025

Orang yang Tak Pernah Keliru

Pengkhotbah 9:18

“Hikmat lebih baik daripada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 5; Matius 5; 2 Tawarikh 20-21

Suatu kali seorang teman saya pernah mengingatkan saya tentang kekeliruan. Menurut dia, saat ini banyak orang yang kebablasan menanggapi kekeliruan. Kekeliruan dianggap sebuah hal yang biasa dilakukan oleh semua manusia dan itu sah-sah saja bila terjadi dalam kehidupan mereka. Padahal seorang manusia sebenarnya bisa saja tidak pernah melakukan kekeliruan sedikit pun sepanjang hidupnya.

Waktu saya mendengar hal ini, awalnya saya tidak saya tidak setuju dengan apa yang ia ungkapkan. Namun, ketika saya merenungkan kembali kata-kata teman saya itu dalam hati dan pikiran saya, saya menjadi mengerti bahwa apa yang dikatakannya adalah benar.

Harus diakui, kita kerap memberikan porsi yang lebih kepada kekeliruan. Ini terlihat pada saat kita melakukan suatu kekeliruan. Ketika kita telah melakukan satu kekeliruan di dalam kehidupan kita pada hari ini, kita bukannya belajar dari kekeliruan yang pernah kita perbuat tersebut dan memperbaikinya, malah kita justru cenderung melakukan kekeliruan demi kekeliruan yang sama lagi di kemudian hari.

Tuhan mengetahui “kelemahan” kita ini. Terbukti pada waktu Dia menciptakan kita ke bumi, Dia memperlengkapi kita dengan hikmat. Hikmat inilah yang mampu menjauhkan kita dari kekeliruan yang akan kita perbuat. Akan tetapi, hikmat manusia belum lah cukup. Kita perlu sesuatu yang lebih kuat menopang diri kita agar tidak terus masuk ke dalam lubang kekeliruan dan itu hanya dapat diberikan oleh Tuhan sendiri.

Hanya hikmat Tuhan yang sanggup membuat Anda tidak berlaku keliru di dunia ini. Bukan hanya itu, dengan hikmat-Nya, Anda juga akan semakin bijaksana ketika menjalani hidup. Setiap perbuatan dan perkataan Anda akan semakin serupa dengan-Nya.

Apakah Anda mau memiliki hikmat Tuhan ini di dalam kehidupan Anda? Cara mendapatkannya sangatlah mudah: Bangunlah kehidupan pribadi dengan-Nya setiap waktu dan bacalah firman-Nya setiap hari. Hanya lewat dua hal inilah Anda bisa menjadi orang yang tidak pernah keliru.

Bersama Allah, Anda tidak akan pernah melakukan kekeliruan.

Gbu all...

Rabu, 02 Juli 2025

Pengampunan yang Melimpah

Mazmur 32:1

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 3; Matius 3; 1 Raja-Raja 19-20

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sensitif di abad ke delapan belas yang bergabung dalam ketentaraan Inggris. Ia terlihat begitu semangat ketika menjalani latihan pertama kali. Setiap instruksi pelatih, ia lakukan dengan penuh semangat. Hingga tibalah waktu latihan dengan menggunakan senjata api.

Ia mulai gelisah begitu melihat satu per satu rekannya mulai menembakkan senjata ke target yang telah ditentukan oleh atasannya. Belum sampai waktunya untuk maju, anak laki-laki ini kabur dari kesatuan tanpa ada pemberitahuan kepada atasannya.

Bertahun-tahun kemudian ia menjadi seorang astronom besar, bahkan menemukan sebuah planet. Tanpa disangka-sangka, Raja George mengirimkan surat undangan datang ke Istana kepada anak laki-laki yang telah bertumbuh menjadi seorang pria gagah ini. Ia pun memenuhi undangan raja dengan perasaan takut mengingat ia pernah kabur dari kemiliteran.

Dalam pikiran pria ini adalah ia akan mendapat hukuman dari raja karena perbuatannya di masa lalu. Namun, perkiraannya salah. Saat Raja George tiba dan bertemu dengannya, ia diperlakukan dengan sangat hangat. Tak ada kesan bahwa raja marah kepadanya. Bahkan, sebelum raja berpisah dengannya, ia diberikan sebuah amplop dimana di dalamnya berisi mengenai pengampunan kerajaan kepadanya dan pengangkatan dirinya sebagai anggota rumah tangga kerajaan.

Inilah yang Allah janjikan juga pada setiap manusia di bumi bahwa Dia memberikan pengampunan kepada kita yang mau mengakui dosa-dosa kita di hadapan-Nya. Dia melakukannya bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, tetapi karena Dia sangatlah mengasihi kita.

Maukah Anda menerima anugerah pengampunan-Nya yang melimpah ini? Anugerah yang tidak akan dapat dinikmati apabila Tuhan Yesus telah datang kembali ke muka bumi. Oleh karenanya, sebelum semua terlambat, ambillah kesempatan ini sekarang juga !

Sebesar apapun dosa yang Anda perbuat, ketika Anda mau mengakuinya dan mau bertobat maka pengampunan Allah tersedia bagi Anda.

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia

Gbu all...