Kamis, 10 April 2025

Taat Pada Perintah-Nya

Mazmur 56:12

"kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 96; Lukas 8; Yosua 3-4

Seorang karyawan sebuah perusahaan ditahan oleh pihak kepolisian setelah dirinya terbukti melakukan kebohongan - menulis keterangan keuangan pada dua buku yang berbeda. Dalam pemeriksaan, wanita ini mengaku bahwa ia melakukannya karena diperintah oleh atasan. Ia takut bila ia menolak permintaan pimpinannya, karirnya di perusahaan tersebut akan berakhir atau parahnya lagi ia bisa dikeluarkan. Namun, alasan tinggallah alasan, pihak berwajib melihatnya wanita ini sebagai pelanggar hukum dan harus mendapatkan ganjaran yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seberapa banyak dari Anda yang menggantungkan kehidupan di dunia ini kepada kekuatan manusia dibanding kepada Allah yang Maha Besar? Kita menganggap bahwa orang yang memiliki kuasa diatas kita ini adalah orang yang menentukan masa depan kita, sedangkan Allah hanyalah Tuhan yang disembah saat beribadah minggu di gereja. Kita lebih takut apabila tidak menuruti kemauan atasan daripada perintah Allah.

Di dalam Alkitab sendiri ada anak-anak Tuhan yang menghadapi kondisi yang mirip dengan kondisi yang Anda dan saya hadapi saat ini. Mereka adalah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Ketiga orang ini adalah para birokrat di Babel. Suatu hari, raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas dan menyuruh seluruh rakyat untuk menyembah patung tersebut. Barang siapa tidak melakukannya, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak mau menuruti perintah raja Nebukadnezar. Mereka sudah rela apabila disantap habis oleh api perapian karena keputusan untuk memegang perintah Allah. Dan di akhir kisah ini, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap hidup. Bahkan, raja Babel memberikan kepada mereka kedudukan tinggi di negeri tersebut.

Jadi, apakah yang harus Anda takutkan bila Allah di pihak Anda? Dia adalah tempat perlindungan dan Bala Keselamatan yang hidup. Tak pernah Dia membiarkan anak-anak-Nya dalam keterpurukkan dan ketidakadillan terus menerus. Suatu saat, Allah pasti menunjukkkan keperkasaan-Nya dan membawa mereka ke posisi yang lebih tinggi. Maukah Anda mengalaminya hal ini dalam hidup Anda? Tetap pegang perintah-perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari Anda dan setialah melayani-Nya.

Pertolongan dan berkat Allah selalu nyata pada orang-orang yang setia memegang Firman-Nya.

Gbu all...

Rabu, 09 April 2025

Look Busy

I Yohanes 2:28

"Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 94; Lukas 6; Ulangan 33-34

Pada saat saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, sebuah stiker yang ditempelkan di belakang mobil sedan yang berada di depan saya menarik perhatian saya. Stiker itu tertulis dengan kata ‘Look Busy'.

Ketika saya menyerap kata-kata di stiker tersebut di dalam pikiran, saya jadi melihat segala kesibukan orang-orang di sekitar baik yang saya kenal atau tidak. Sadar atau tidak, kita sering merasa bahwa kegiatan kita begitu banyak sedangkan waktu itu terasa sedikit. 24 Jam seolah tidak cukup untuk "menampung" segala kegiatan kita di dunia ini.

Tidak heran bila ada orang di dunia yang hidup dari satu kegiatan dan melakukan kegiatan lain. Tidur dianggap prioritas kesekian untuk dikerjakan. Waktu-waktunya pun habis untuk mengejar uang, prestise, dan segala hal yang semu.

Namun, ada kesibukan yang begitu baik untuk kita kerjakan, yakni sibuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. I Yohanes 2:28 menulis bahwa kita sebagai murid-murid harus tetap tinggal di dalam Kristus supaya ketika Ia menyatakan diri-Nya kali kedua, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadapnya.

Kata ‘tinggal' disini tidak hanya mengenai mempertahankan iman Kristiani kita, tetapi juga melakukan amanat agung-Nya, yakni memberitakan injil ke segala makhluk di dunia dan menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya serta membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Kini, di hadapan Anda terdapat dua pilihan: apakah Anda mau terlihat sibuk dengan mengejar segala harta dan kemewahan dunia atau justru yang kedua, Anda mau terlihat sibuk dengan menceritakan kebaikan Tuhan Yesus kepada orang-orang disekitar dan membawa mereka kepada Sang Juruselamat? Pilihan yang tidak sulit jika Anda benar-benar mengasihi-Nya.

Tuhan Yesus akan segera datang dan ini adalah tanda agar kita terus bekerja mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya kelak.

Sumber: Saduran Artikel Devotional "Look Busy" dari Ellen Prohaska

Gbu all...

Selasa, 08 April 2025

Tempat Dimana Anda Menang

Matius 26:36

"Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 93; Lukas 5; Ulangan 31-32

Taman Getsemani di Bukit Zaitun adalah salah satu tempat favorit Tuhan Yesus untuk berdoa sepanjang pelayanan-Nya di dunia (Lukas 22:39). Tapi orang-orang beriman melihatnya sebagai tempat terbaik pertempuran rohani yang besar. Kisah Yesus memohon kepada Bapa-Nya sangat berarti bagi orang Kristen, dan inilah salah satu alasan adalah bahwa Tuhan Yesus tampak begitu manusia.

Dari kitab Injil, kita dapat melihat bahwa Yesus mengalami rasa takut, kecemasan, dan ketakutan sebagaimana dalam doa-doaNya yang bisa kita baca hari-hari ini. Dengan kata lain, Dia pun memiliki perasaan seperti kita ketika cobaan datang ke dalam hidup-Nya.

Setan mengejek orang-orang beriman dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan dapat menjadi seperti Yesus karena Dia adalah Tuhan. Tetapi, perlu diingat ketika di dunia Yesus adalah manusia seratus persen, yang berarti bahwa Dia mengalami hal-hal di dunia seperti kita juga. Namun, Dia memenangkan setiap peperangan rohani dan kehidupan yang Dia hadapi.

Rahasia kesuksesan-Nya adalah apa yang Dia lakukan di taman Getsemani. Dia mengundurkan sendiri sejak dan berdoa sampai kehendak-Nya diserahkan penuh kepada Bapa. Pertempuran itu dimenangkan di lutut-Nya.

Yesus meninggalkan taman tawanan, tetapi pada saat yang sama Dia berjalan keluar menjadi pemenang. Dia menerima kehendak Tuhan untuk hidup-Nya, meskipun ia harus menanggung rasa sakit nantinya. Juruselamat kita telah dipanggil untuk mati, dan Dia tahu bahwa berkat-berkat potensial dan konsekuensi semua berada di tangan Bapa.

Orang-orang beriman pun menghadapi cobaan. Tuhan menggunakan kesulitan-kesulitan ini agar kita semakin serupa dengan gambar Anak-Nya(Rm. 8:29). Jika kita mau menjadi seperti Yesus, kita harus belajar dari tindakan-Nya. Dalam menghadapi kesulitan, kita harus mencari kehendak Tuhan, berkomitmen untuk mengikutinya, dan meninggalkan konsekuensi di tangan-Nya yang Maha Kuasa.

Ketika badai datang menyerang, jangan mencari pertolongan lain. Datanglah kepada Allah karena Dia adalah sumber kemenangan sejati.

Sumber: Saduran Artikel Devotional crosswalk.com "Where the Battle Is Won" - Dr. Charles Stanley

Gbu all...

Senin, 07 April 2025

Penaklukan Diri

Kolose 3:5-6

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 127; 1 Korintus 16; 1 Samuel 20-21

"Ibu, saya ingin ke luar kota untuk mencari uang dan akan pulang dengan uang yang banyak agar kehidupan kita jauh lebih baik," kata Norman Vincent Peale kepada ibunya. Namun, sang ibu yang bijaksana menjawab, "Norman, aku tidak membesarkanmu untuk itu. Aku tidak ingin engkau menjadikan uang sebagai tujuan utama hidupmu." Norman pun menanggapi jawaban sang ibu dan ingin menjadi gubernur Ohio.

"Norman, ambisi itu memang baik kalau Tuhan mengendalikannya dan kita mau dikendalikan-Nya," jawab sang ibu yang tidak mendukung ambisi anaknya. Wanita itu menginginkan agar Norman menjadi seorang Kristen yang bersih, jujur, terhormat dan lurus dengan cinta di dalam hati, melayani Tuhan dan anak-anak Tuhan. Akhirnya Norman menjadi seorang hamba Tuhan yang taat kepada Tuhan dan melayani Tuhan dengan setia.

Allah menghendaki kita untuk membunuh ambisi hidup kita yang jauh dari kehendak Tuhan. Mempunyai uang itu tidak salah, tetapi menjadi salah ketika kita menjadikan uang sebagai tujuan hidup kita. Bekerja keras tidak berdosa, tetapi kalau karena bekerja keras kita meninggalkan Tuhan, sia-sialah kerja keras kita. Rasul Paulus memberi nasehat "Matikan dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi!"

Uang adalah hamba yang baik tetapi sekaligus bisa menjadi tuan yang jahat. Sikap hati Anda terhadap uanglah yang akan menentukan hasil akhirnya.

Gbu all...

Memberi Dan Memiutangi Tuhan

Amsal 19:17

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 77; Roma 5; Ulangan 1-2

Berapa banyak dari kita yang dalam pekerjaannya pernah atau bahkan sering berhubungan dengan orang baru (karyawan yunior yang baru masuk di tempat kerja kita), atau bahkan orang lama dengan kinerja pas-pasan. Saya yakin kita semua pernah berhadapan dengan orang-orang ini, mereka yang seringkali meminta bantuan untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, kadang sekedar bertanya atau bahkan sampai meminta tolong kita untuk mengerjakannya. Seringkali kita begitu merasa terganggu dengan situasi ini, terutama ketika kita sendiri sedang sibuk dan sekarang malah dibebani oleh ketidakcakapan sang rekan. Kebanyakan dari kita akan menghidari dan mulai memasang motto "Masalahmu, ya masalahmu, saya juga punya masalah sendiri."

Mudah sekali masuk dalam suatu kecenderungan untuk tidak mau berbagi ilmu dengan orang lain dan atau kecenderungan ingin menjadi individu yang menonjol. Kita paling-paling membantu menyelesaikan masalah mereka dengan menolong mengerjakannya cepat-cepat agar tidak lagi terganggu. Tetapi jika kita tidak mengembangkan orang itu, di lain kesempatan sangat mungkin ia akan kembali lagi, dan kita akan kembali terganggu.

Mengajari orang lain seperti membantu orang lemah, ini akan memiutangi Tuhan yang akan membalaskannya (memberi kemampuan lebih lagi) pada kita. Jadi apakah kita masih pelit untuk membagi kemampuan dengan orang lain? Lakukan kepada orang lain sama seperti apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda.

Hanya orang kaya yang bisa berbagi, orang miskin menahan miliknya yang sedikit.

Gbu all...