Jumat, 08 November 2024

Waspadai Isi Dompet Anda

Lukas 12:15

Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 119:89-150; 1 Yohanes 4; Yehezkiel 44-45

Cinta akan uang seringkali menguasi hati manusia sehingga mengorbankan hati nuraninya dan mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Allah memberi peringatan keras tentang hal ini, karena mamon atau harta seringkali menggeser posisi Allah dalam kehidupan kita, padahal semua itu sifatnya sementara.

Dalam sebuah renungan harian, saya membaca sebuah kisah yang sangat mengesankan. Suatu saat dua orang pemain bola professional terjebak oleh badai salju di Rocky Mountain. Mereka terpaksa meninggalkan kendaraan yang mereka pakai untuk mencari tempat perlindungan. Setelah bersusah payah, mereka menemukan sebuah tempat dan untungnya disana ada beberapa potong kayu dimana bisa menghangatkan tubuh mereka. Namun sayangnya mereka tidak memiliki apapun untuk menyalakan api. Mereka hampir saja putus asa, untung salah satu dari mereka menemukan sebuah ide, mereka masih memiliki uang kertas di dompet mereka.

Segera saja lembaran-lembaran uang kertas itu dibakar diantara potongan-potongan kayu itu. Akhirnya api bisa menyala dan mereka bisa menghangatkan tubuh, hal ini menolong mereka bertahan melawan suhu yang membeku hingga pertolongan datang.

Terkadang Tuhan mengijinkan keadaan yang membuat kita bisa menempatkan harta kita sebagaimana seharusnya, sama seperti dua orang pemain sepak bola itu. Mereka sadar bahwa uang ribuan dolar yang ada dikantong mereka tidak sepadan dengan kehilangan nyawa. Demikian juga seharusnya kita sebagai orang percaya, harta dan uang yang kita bisa miliki di dunia ini, sebanyak apapun tidak sebanding dengan kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus. Jadi jangan Anda tukarkan harta yang kekal itu dengan sesuatu yang fana. Tentukan prioritas Anda.

Uang adalah fasilitas yang Tuhan beri agar Anda bisa efektif melayani Dia. Jangan sampai Anda menjadikan uang Tuhan atas hidup Anda.

Gbu all...

Kamis, 07 November 2024

PeDe Aja Lagi

Yosua 1:7

“Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 120; Yehezkiel 48; Yehezkiel 46-47

Beberapa tahun yang lalu, seorang alumni dari kampus dimana saya berada pernah berkata kepada saya, “Jika kamu sudah memasuki dunia kerja maka kamu tidak akan bisa seperti sekarang. Kamu tidak akan bisa menjadi orang yang 100% Kristen”. Mendengar hal itu, saya pun bertanya, “Kok bisa?” Kakak Alumni saya pun memberikan jawabannya, “Karena sekali kamu menunjukkan kekristenan kamu, maka perusahaan-perusahaan akan memusuhi kamu”.

Sejujurnya, saya tidak pernah mempercayai ucapan senior saya tersebut. Hal ini bukanlah karena saya merasa bahwa tingkat rohani saya sudah tinggi atau sangatlah baik, tetapi karena saya beriman bahwa Allah ada bersama dengan hidup saya sehingga saya tidak perlu takut untuk menujukkan siapakah diri saya sebenarnya. Terbukti, ketika saya sudah lulus dari bangku kuliah dan tetap memegang apa yang saya imani, saya tetap bisa bekerja dan bahkan mendapatkan penghasilan yang bagus.

Menjadi pengikut Kristus di tengah-tengah dunia memang bukan perkara yang mudah, tetapi jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk mengambil sikap “abu-abu”. Jadilah orang Kristen yang sejati ! Hiduplah seperti yang dikatakan Allah kepada Anda. Janganlah takut dengan omongan miring orang lain terhadap Anda, percaya dirilah dengan nilai-nilai kebenaran yang Anda pegang karena sesungguhnya ketika Anda melakukan ini Bapa di Surga sedang tersenyum kepada Anda.

Pengikut Kristus sejati tidak perlu malu untuk menunjukkan iman-Nya kepada dunia.

Gbu all...

Rabu, 06 November 2024

Menikmati Proses

Yakobus 1:2-3

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 119:1-88; 1 Yohanes 3; Yehezkiel 42-43

Kita saat ini hidup dalam sebuah budaya instant. Mulai dari makanan hingga keberhasilan atau kesuksesan, kita inginkan yang instant, itu sebabnya tayangan-tayangan pencarian bakat banyak diminati.

Namun Allah tidak bekerja dengan cara instant ini. Dia membuat kita mencapai keberhasilan dengan menjalani proses. Tuhan ingin kita memiliki kesabaran dan stabilitas dalam diri kita sehingga kita “menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” (Yakobus 1:4).

F.B Mayer seorang pendeta Babtis asal Inggris pernah memberikan sebuah ilustrasi tentang proses yang menghasilkan kualitas ini seperti berikut: Sepotong besi seharga $2.50, kalau di tempa menjadi tapal kuda akan menjadi seharga $5. Jika ditempa menjadi jarum, harganya naik menjadi $175. Kalau ditempa dan dibentuk menjadi pisau silat harganya akan berlipatganda menjadi $1.625. Kalau dibentuk menjadi jarum penunjuk arloji, harganya melonjak lagi menjadi $125.000.

Setiap tempan dan pembentukan terhadap besi tersebut akan meningkatkan nilai jualnya. Lebih banyak di tempa, dipukul, dibakar, maka nilainya semakin tinggi. Demikian juga dengan manusia. Jika Anda mengalami banyak pembentukan, tempan, dan ujian, maka karakter mulia yang ada di dalam diri Anda semakin terbentuk.

Ingatlah bahwa Anda tidak perlu menjalani kehidupan ini dengan tergesa-gesa, nikmatilah prosesnya dan “Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,”

Gbu all....

Selasa, 05 November 2024

Istana Pasir

Matius 7:24

Setiap orang yag mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orangnyang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 117; 1 Yohanes 1; Yehezkiel 38-39

Dalam sebuah kamp pemuda, mereka membuat permainan membangun istana pasir di pantai. Beberapa kelompok di buat dan mereka ditantang untuk membuat istana pasir setinggi mungkin. Ketika mereka sedang membangun istana-istana pasir itu, deburan ombak yang menyapu pantai terus saja menggempur bangunan yang mereka buat. Dengan menggunakan apapun yang mereka temukan, anak-anak muda itu berusaha membangun istana pasir mereka setinggi dan sekuat mungkin sehingga dapat bertahan dari gempuran air laut. Setelah istana itu terbangun mereka menaruh sebuah bendera kecil diatasnya. Air pasang naik, dan anak-anak muda itu kembali ke villa mereka.

Ketika air pasang itu telah surut, beberapa anak muda itu kembali ke pantai dan mendapati beberapa istana pasir mereka telah hilang, dan yang masih bertahan pun bentuknya sudah tidak karuan. Hasil kerja keras yang mereka banggakan kini sudah lenyap.

Kehidupan ini layaknya istana pasir tadi, Yesus berkata, jika kita membangun kehidupan kita di atas pasir, unsur-unsur dunia akan dengan mudah menghancurkan bangunan kehidupan kita. Namun jika kita membangun kehidupan kita di atas dasar yang kuat dan baik, yaitu batu karang yang teguh, maka bangunan kehidupan kita tahan terhadap segala yang melanda kehidupan kita.

Yesus meminta kita agar membangun kehidupan kita di atas firman-Nya dan menjadi pelaku-pelaku atas apa yang Ia telah ajarkan. Dasar kehidupan yang dibangun diatas kebenaran firman Tuhan inilah yang akan membuat bangunan kehidupan kita menjadi kuat, sehingga kita dapat tetap teguh berdiri ketika badai melanda.

Krisis hanyalah sebuah ujian atas bangunan kehidupan yang telah Anda bangun. Jika Anda membangun dasarnya dengan benar, maka Anda tidak perlu kuatir ketika badai melanda.

Gbu all...

Senin, 04 November 2024

Hati-Hati Bahaya Mengancam Anda

Yesaya 40:11

Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 118; 1 Yohanes 2; Yehezkiel 40-41

Jika Anda tinggal di daerah pedesaan, mungkin Anda pernah mendengar tentang hewan ternak yang diganggu oleh hewan liar. Musang adalah salah satu contoh predator yang sering kali membunuh hewan ternak para petani. Musang dikenal licik dan buas, bahkan kandang yang telah dibuat para petani pun seringkali tidak dapat menghalangi mereka.

Dalam kehidupan ini, tanpa sadar kehidupan kita juga terancam oleh pemangsa yang siap mencuri, merampok dan membunuh kehidupan spiritual kita. Yohanes 10:10a berkata, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;.” Pencuri itu adalah iblis yang berkeliling mencari kesempatan di mana kita lengah dan siap diterkamnya. Dia dapat menyelinap kapan saja saat kewaspadaan kita turun dan siap membinasakan kehidupan kita. Ancaman ini serius, namun sedikit dari kita yang menyadarinya.

Jalan keluarnya untuk masalah ini sangat mudah, datanglah pada Yesus, Gembala Agung kita yang siap untuk membela dan melindungi kita dari bahaya. Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;” (Yohanes 10:11). Pastikan Anda terhubung terus dengan Yesus. Jadilah seperti seekor domba yang mengenal suara gembalanya. Karena selama Anda berada di dekat dengan gembala itu, maka bahaya seperti apapun yang mengancam Anda dipastikan aman karena gada-Nya dan tongkat-Nya itu akan melindungi Anda.

Tanpa Yesus, hidup Anda dalam bahaya. Namun di dalam Yesus, Anda dijamin aman hingga ke kekalan.

Gbu all....