Senin, 08 Januari 2024

MENYEBERANG BERSAMA TUHAN

"Tuhan, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu" ( Ulangan 31 : 3 )


Ulangan 31 : 1 - 8

Zebra cross awalnya berwana biru kuning diperkenalkan di Inggris pada 1949. Tujuannya untuk membantu orang menyeberang jalan. Namun, karena kecelakaan penyeberang jalan tetap tinggi, di beberapa negara setiap zebra cross yang berada di depan sekolah biasanya ada penjaganya. Mereka biasa disebut School Patrol atau Lollipop Men (karena biasanya membawa sebuah papan berbentuk seperti permen loli), tugasnya menyeberangkan anak- anak sekolah sampai di seberang jalan.

Empat puluh tahun berlalu sejak bangsa Israel meninggalkan Mesir, berkelana di padang gurun menuju tanah perjanjian. Saat tujuan sudah di depan mata, kegentaran melanda hati mereka. Dapat dipahami, mereka akan memasuki suatu kehidupan baru setelah sebelumnya melalui banyak rintangan. Lagipula Musa, pemimpin mereka sejak dari awal, ternyata tidak akan ikut serta menyeberang ke tanah perjanjian. Namun, Musa tahu kegelisahan mereka, ia membangkitkan semangat mereka dengan mengingatkan, bahwa Tuhan akan menyeberang di depan mereka (ayat 3).

Memasuki tahun baru wajar juga jika ada kegentaran. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok lusa. Apakah langit akan cerah ataukah hujan turun mengguyur? Tetapi satu yang pasti, kita akan menyeberang menuju tahun yang baru dengan Tuhan berjalan di depan kita. Tantangan pasti akan ada, tetapi seperti kata Musa, "Sebab
Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati" (ayat 8). Selamat menyeberang menuju tahun yang baru! --AYA

SEBERAT APA PUN JALAN DI HADAPAN KITA KELAK, BERSAMA TUHAN KITA AKAN AMAN SAMPAI KE SEBERANG

Gbu all....

Minggu, 07 Januari 2024

Hidup Bebas Dari Ketakutan

Mazmur 91:1-3
"Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 19; Matius 19; Kejadian 37-38

Seorang teman pernah berkata kepada saya, "hidup dalam ketakutan adalah wajar karena kita ini manusia yang tidak dapat melihat ke masa depan". Jujur, awalnya saya percaya akan apa yang ia sampaikan tersebut, tetapi itu mulai berubah ketika saya membaca Alkitab dan menemukan bahwa sebenarnya manusia dapat keluar dari ketakutan-ketakutan mereka.

Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa perlindungan Allah adalah satu-satunya jalan bagi manusia untuk keluar dari rasa takut. Tidak ada satu pun yang dapat melakukannya. Hanya Dia-lah yang mampu membuat hidup kita menjadi tenang di dalam keadaan yang penuh dengan ketidakpastian. Namun, janji ini tidak dapat dinikmati oleh semua orang.

Hanya orang-orang yang tinggal di dalam Tuhan saja yang dapat menerimanya. Tinggal berarti menghuni dan terus menetap. Bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa ialah hidup dalam persatuan yang berkesinambungan dengan Dia, memelihara firman-Nya dan mematuhi suara-Nya. Mereka yang tinggal di dalam Tuhan dapat hidup tanpa rasa takut terhadap tindakan yang akan dilakukan iblis.

Janji perlindungan Tuhan tidak menjamin bahwa iblis takkan mengganggu Anda, tetapi itu akan memberi Anda jalan keluar setiap iblis muncul di hadapan Anda.

Jika hari-hari ini Anda merasa takut akan bahaya di sekitar, luangkanlah lebih banyak waktu membaca firman dan berdoa sampai iman Anda kepada Tuhan mengatasi ketakutan Anda. Ingatlah bahwa betapa pun berbahaya dunia ini ke depannya, Dia pasti akan membebaskan Anda!

Hidup yang kita jalani di dunia ini akan terasa nyaman bila bersama dengan Yesus.

Gbu all...

Sabtu, 06 Januari 2024

Pengaruh yang Positif

Roma 12:2
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 18; Matius 18; Kejadian 35-36

Pernahkah Anda menemui orang-orang yang berlabel pengikut Kristus, tetapi tidak memberikan dampak positif kepada sekelilingnya? Di kantor, ia suka memanipulasi data atau berkata yang tidak benar mengenai rekan kerjanya demi mendapatkan posisi. Kompromi demi kompromi yang ia lakukan dalam kejujuran, integritas dan moralitas membuatnya tidak bisa menjadi saksi Tuhan yang efektif.

Orang Kristen yang biasa-biasa dipersiapkan untuk bersikap seperti dunia dan melakukan hal-hal yang tidak jujur karena merasa takut dengan ketidaksenangan dunia terhadapnya. Ia mengabaikan perintah yang jelas dari Alkitab: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini."

Hanya melalui hidup yang taat pada suara Roh, kematian setiap hari atas diri sendiri, dan dedikasi yang total kepada Kristus serta persekutuan yang terus terjaga bersama Dia, kita dimampukan untuk hidup saleh dan memiliki pengaruh yang positif terhadap dunia yang rusak ini. Apakah dunia sedang mengubah Anda atau Anda yang mengubah dunia?

Persekutuan yang intim dengan Allah adalah kunci agar Anda dapat memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitar Anda.

Gbu all...

Jumat, 05 Januari 2024

Melakukan Bagian Kita

II Raja-raja 20:5
"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 17; Matius 17; Kejadian 33-34

Suatu waktu ada sebuah perlombaan lari yang berlangsung dengan sangat meriahnya. Setiap peserta berusaha untuk mendahului lawan yang ada di samping kanan maupun kirinya. Namun, ada sebuah pemandangan yang tidak lazim dimana ada seorang pelari yang mulutnya sedang komat-kamit sesaat sebelum ia melewati garis akhir.

Ketika ia sedang beristirahat sejenak karena baru saja menyelesaikan pertandingan, datanglah salah seorang penonton pertandingan. Pria itu pun menanyakan mengenai apa yang dilihatnya. "saya berdoa," jawab pelari tersebut. Sambil menunjuk ke arah kakinya, ia pun berkata, "Saya katakan, ‘Angkatlah kaki ini Tuhan, dan aku akan menurunkannya." Rupanya pelari itu berdoa memohon bantuan Allah, tetapi ia juga melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menjawab doanya itu.

Apabila kita memohon pertolongan kepada Allah, janganlah hal itu menjadikan kita diam dan tidak berbuat apa-apa. Justru, adanya bantuan dari Yang Maha Tinggi, kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Ketika Hizkia mendengar bahwa ia akan mati, ia kemudian berdoa memohon mukjizat, dan Allah berjanji untuk memperpanjang hidupnya lima belas tahun lagi. Kemudian Yesaya memerintahkan untuk menaruh kue ara pada barah (II Raja-raja 20:5-7). Allah memberikan kesembuhan, tetapi menggunakan usaha manusia dan sarana-sarana alami.

Suatu pagi, ada dua rekan kerja pergi ke kantor. Tiba-tiba mereka sadar bahwa apabila mereka tidak bergegas, maka mereka akan terlambat. Salah satu dari mereka mengajak berhenti sejenak dan berdoa supaya mereka tidak terlambat masuk kantor. "Tidak," jawab yang satunya. "Mari kita berdoa sambil berjalan menuju halte".

Jadi, camkanlah hal ini, yakni apabila kita memohon kepada Allah agar Dia mengerjakan sesuatu yang besar bagi kita, maka kita pun harus siap untuk melakukan bagian kita.

Formula cara kerja mukjizat adalah campur tangan Allah ditambah sedikit usaha manusia. Mudah bukan?

Gbu all...

Kamis, 04 Januari 2024

Kepahitan...

Ibrani 12:15

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Setiap dari kita harus bersiap untuk menghadapi kekecewaan dalam hidup kita. Kita akan kecewa pada manusia. Kita akan kecewa pada keadaan. Bahkan kita, orang Kristen, juga akan kecewa pada pendeta dan gereja kita.

Tanpa mengetahui bagaimana kita menghadapi masalah ini, maka hidup kita akan penuh dengan kepahitan. Kepahitan akan datang saat kita gagal menghargai kasih karunia Allah yang mengampuni kita. Kita melupakan kasih karunia dan gagal mengampuni orang lain.

Bagaimana cara kita menghindari kepahitan? Jawabannya ada pada salib. Salib adalah lambang penyangkalan diri, pengampunan, dan meninggalkan apa yang di belakang kita.

Dengan menyangkal diri, kita membuang ‘hak' kita untuk membalas. Dengan mengampuni, kita melepaskan energi positif. Dan dengan menghapuskan masa lalu, kita memandang masa depan yang dipenuhi berkat Allah, dalam hidup yang manis dan bebas dari kepahitan.

Jadi tinggalkanlah kepahitan, dan biarkan kasih karunia-Nya yang berlimpah menggantikannya.

Ketika kepahitan meninggalkan Anda, maka sukacita akan menjadi milik Anda seutuhnya.

Gbu all...