Selasa, 08 Agustus 2023

Mengapa Kita Menderita?

Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 44; 2 Timotius 2; Yesaya 41-42

Salah satu pertanyaan klasik manusia adalah, "Mengapa manusia harus menderita?" Sekiranya bukan kita yang menderita, tentu pertanyaan ini rasanya lebih ringan, tapi jika kita yang dirundung derita, maka pertanyaan ini lebih dari sekedar diskusi filsafat.

Seorang ayah menyaksikan anaknya lahir dengan kelainan. Kakinya bengkok ke dalam, sehingga telapak kakinya tidak membentuk sudut 90 derajat. Untuk memulihkannya, dokter menyarankan agar begitu lahir, kakinya diurut dan dipaksa diputar ke posisi normal.

Ketika sang ayah melakukannya, tentu saja si bayi menangis keras-keras, karena rasa sakit yang luar biasa. Tapi tidak ada pilihan lain, karena jika tidak dilakukan dia akan tumbuh menjadi anak cacat dan pincang. Sang ayah menangis saat memaksakan tangannya melengkungkan telapak kaki si bayi, sementara dia meronta-ronta dan menangis kesakitan. Yang lebih menyakitkan adalah terapi itu dilakukan 3 kali sehari untuk waktu yang lama, sampai telapak kakinya lurus.

Kebanyakan dari kita tidak akan mengerti mengapa kesakitan begitu menusuk hidup sampai kita menggelepar-gelepar. Mungkin bukan hanya sesaat, tapi untuk waktu yang lama. Hanya Tuhan yang tahu, yang merancangkan segala sesuatu untuk kebaikan kita, menahan air mataNya, demi masa depan kita. Dia membiarkan kesakitan sementara, agar kita memperoleh sukacita abadi dan hidup yang penuh arti. Seperti sang bayi itu yang tidak mengerti, kita juga seringkali tidak mengerti bahwa kesakitan kita yang disertai air mata Bapa adalah demi kebaikan kita.

Bapa kadang merancangkan "kepedihan" kita untuk kebaikan kita.

Gbu all....

Senin, 07 Agustus 2023

Adaptasi

Yoel 3:10

"Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak..."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 42; 1 Timotius 6; Yesaya 37-38

Bunglon merupakan salah satu binatang yang unik, karena ia memiliki kemampuan untuk dapat merubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat di mana ia berada. Hal ini mengingatkan kita pula bahwa salah satu kemampuan yang dibutuhkan oleh para pengusaha dan para profesional untuk bertahan dan bahkan menang dalam dunia usaha adalah kemampuan beradaptasi.

Dalam hal ini, konteks adaptasi bukan berarti kita tidak memiliki prinsip maupun arah sehingga mudah mengikuti tren maupun perkataan orang lain. Adaptasi tidak hanya sekedar berbicara mengenai kemampuan interpersonal dan intrapersonal seseorang terhadap lingkungan yang baru, namun adaptasi juga berbicara mengenai kemampuan untuk dapat mengetahui situasi dan kondisi saat itu.

Siklus bisnis membuat setiap pengusaha harus jeli dalam melihat prospek industri. Ketika memasuki kurva penurunan, tidak sedikit perusahaan yang harus gulung tikar karena kekurangan modal. Pada situasi seperti ini beberapa pengusaha mulai beradaptasi dan berani berpindah haluan untuk memasuki industri yang baru, namun menjanjikan keuntungan lebih baik. Perusahaan yang tidak beradaptasi dengan selera dan kebutuhan konsumen yang terus-menerus berubah dan meningkat dapat dipastikan akan tertinggal dan mati.

Hari ini mari evaluasi diri Anda dan lihatlah apakah masih ada kebiasaan dan karakter Anda yang perlu diperbaiki. Sadari bahwa sebagai warga negara kerajaan Allah, Anda harus dapat mengubah gaya hidup Anda dan itu harus dimulai dari sekarang.

Berubahlah karena perubahan menandakan adanya kelangsungan hidup.

Gbu all...

Minggu, 06 Agustus 2023

Perlunya Hidup Sehat

Yohanes 4:35

Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 41; 1 Timotius 5; Yesaya 35-36

Ray D. Stand, dalam bukunya "What Your Doctor Doesn't Know About Nutritional Medicine May Be Killing You" mengatakan dokter biasanya mendiagnosa kanker pada pasien di tahap yang sudah ganas dan di tahap akhir perkembangannya. Biasanya kanker tersebut sudah menahun, sudah terlihat dalam sinar X, dan sudah terasa sekali gangguannya. Tindakan untuk mengatasinya biasanya bersifat agresif dari operasi, kemoterapi, sampai radiasi yang akhirnya hanya sedikit membantu daripada tindakan pencegahan dari awal.

Seringkali kita baru sadar akan pentingnya sehat pada saat sakit berat. Salah seorang sahabat saya harus dipotong ibu jari kakinya karena jaringan mati akibat diabetes. Karena penyakit ini pula ia harus mengandalkan istrinya untuk membacakan sms dan alkitab, padahal umurnya di bawah 40 tahun. Salah satu teman menderita stroke saat sedang bersemangat untuk pelayanan dan membangun bisnis garmennya. Orang yang sering kita sebut "Giant" (raksasa) ini akhirnya harus berjalan tertatih-tatih seperi orang tua. Anaknya masih kecil dan kegiatan pelayanannya tersendat karena halangan fisiknya saat ini.

Penyebab utama masalah teman-teman saya ini umumnya karena tidak menjaga makanan dan merasa tidak mungkin ditimpa penyakit-penyakit ini di usia muda. Kita tahu tubuh ita adalah baitnya Tuhan dan saat ini dibutuhkan orang-orang yang aktif untuk melayani sesama. Yesus berkata bahwa akhir jaman ini adalah masa penuaian jiwa-jiwa, yang membutuhkan para pekerja yang sehat. Jadi jalanilah pola hidup sehat karena dunia membutuhkan kontribusi yang lebih banyak lagi dari kita.

Kesehatan Anda adalah suatu anugrah dari Tuhan. Hargai dan peliharalah dengan penuh kesadaran.

Gbu all....

Sabtu, 05 Agustus 2023

Kebebasan Memilih

1 Yohanes 4:18

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 39; 1 Timotius 3; Yesaya 31-32

Ada kalanya Tuhan memperhatikan untuk mengetahui apakah kita mau memberiNya ungkapan cinta berupa kehidupan yang berserah. Kadangkala, kita berusaha sedemikian rupa agar hidup kita tampak baik di hadapan Tuhan. Akibatnya, fokus kita beralih bukan lagi kepada Dia tapi kepada diri sendiri. Kita jadi disibukkan dengan pikiran "apakah saya sudah memenuhi kewajiban untuk hidup kudus dan baik di hadapan Tuhan?"

Kekristenan sebenarnya adalah tentang hubungan cinta. Kita melakukan sesuatu bukan karena itu adalah kewajiban yang membuat kita ketakutan kalau kita tidak memenuhinya, tapi karena itu merupakan respon cinta kita kepadaNya.

Cinta itu juga yang membebaskan kita untuk melakukan berbagai hal dengan penuh kebebasan dan sukacita. Keintiman hubungan cinta kita denganNya akan membuat semua keputusan kita sehari-hari menjadi kehendakNya. Roh Kudus yang telah masuk ke dalam diri kita saat kita lahir baru akan memperingatkan roh kita, ketika kita berbuat sesuatu yang menyimpang dari jalanNya.

Dengan kata lain, kasihNya membebaskan Anda untuk memilih, misalnya apakah akan berbisnis dengan si A atau si B, atau apakah akan memilih membeli produk X atau produk Y, bahkan hal-hal besar lainnya. Selama Anda punya kepekaan terhadap Tuhan, hikmatNya akan memampukan Anda untuk memilih yang terbaik.

KasihNya membebaskan Anda untuk memilih.

Gbu all...

Jumat, 04 Agustus 2023

Blak-blakan

Amsal 27:5

Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 37; 1 Timotius 1; Yesaya 27-28

Di kantor saya dulu, kami selalu diajak untuk bicara blak-blakan tentang banyak hal. Tujuannya tidak hanya supaya setiap staff mampu bicara terbuka, tapi juga demi menciptakan ilim keterbukaan. Dan bagi saya, hal ini adalah hal yang sangat positif.

Namun, seringkali ketika kita bersikap blak-blakan saat menegur seseorang, kebanyakan orang tidak bisa menerimanya. Mungkin kita juga termasuk yang tidak bisa menerima hal ini. Padahal sikap blak-blakan bukan berarti hendak menjatuhkan kredibilitas pribadi tertentu.

Yesus merupakan teladan yang sangat baik dalam keterbukaan. Ia selalu blak-blakan dalam menegur setiap orang termasuk murid-muridNya. Perhatikan bagaimana Ia menegur Petrus dengan keras tatkala Petrus dipakai iblis untuk mencegah Yesus menderita. Dan saya kira teguran Yesus ini didengar oleh murid-muridNya yang lain. Dan kalau mental Petrus lemah, tentulah ia sudah menarik diri dari bilangan dua belas orang tersebut. Pui Tuhan, ia tidak mundur dari mengikut Yesus. Sebaliknya, ia mengambil bagian penting dalam pekerjaan penginjilan pada tahun-tahun kemudian.

Kita tidak perlu sakit hati kalau ditegur keras dan sceara blak-blakan, apalagi kalau memang kita telah melakukan kesalahan. Itu merupakan sarana agar kita memperbaiki kinerja kita. Jadi, berbesar hatilah kalau orang di sekitar Anda menegur secara blak-blakan.

Teguran keras lebih baik daripada tidak ada input untuk memperbaiki kesalahan.

Gbu all...