Sabtu, 07 Januari 2023

Mengisi Kehampaan

Mazmur 62:11

Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat kepadanya.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 3; Matius 3; Kejadian 5-6

"Tak ada sesuatu pun yang dapat diambil dari rumah ini," kata seorang pencuri yang merasa membuang waktu di suatu tempat yang dimasukinya. Laporan berita menyatakan bahwa pencuri itu menyusup ke sebuah rumah dan mengancam penghuninya dengan pisau sambil mencari-cari uang. Ia menggeledah rumah itu, tetapi ia hanya menemukan uang 3 dolar di suatu tempat, 5 dolar di dompet, dan perhiasan murahan.

Pencuri itu menyimpulkan bahwa pemilik rumah itu ternyata tidak lebih dari dirinya, lalu ia mengembalikan uang 8 dolar yang tadi akan diambilnya. "Saya pikir ia merasa jijik," kata korban yang berusia 32 tahun itu. "Ia tidak percaya bahwa hanya itu uang yang saya miliki." Mungkin kita akan tersenyum geli mendengar kisah pencuri yang malang itu. Namun ternyata kita sering mengalami hal serupa, ketika kita mencoba mengambil sesuatu yang tak pernah diberikan Allah kepada kita. Menuruti dorongan untuk iri hati, berzinah, mencuri (Mazmur 62:11), atau hanya sekadar bersikap keras kepala, akan lebih banyak mendatangkan masalah ketimbang keuntungan.

Daud, sang pemazmur, banyak belajar dari pengalamannya yang berat mengenai hal ini. Ketika ia berzinah dengan istri Uria, ia mendapatkan lebih banyak masalah dari-pada kesenangan yang didambakannya (2 Samuel 11-12). Bapa, tolong kami untuk melihat bahwa tak ada gunanya mengambil sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada kami. Tolong kami untuk tidak menyia-nyiakan hidup kami dengan mengejar hal-hal yang membuat kami jauh dari Engkau dan menjadikan hidup ini hampa.

Dosa selalu mendatangkan masalah.

Gbu all...

Jumat, 06 Januari 2023

Mengapa Kita Tidak Bahagia?

Roma 14:17

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 89; Lukas 10; 2 Raja-raja 22-23

Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-75, majalah Forbes mengundang para ilmuwan dari berbagai bidang dan dari berbagai penjuru dunia untuk menjawab satu pertanyaan utama: "Mengapa kita begitu tidak bahagia?" Menarik sekali karena para ilmuwan ini semuanya setuju pada satu alasan utama: "Kita menjadi orang-orang yang bermasalah karena kita tidak punya pegangan dalam bidang moral dan spiritual."

Dalam bukunya "Can Man Live Without God?" apologet Ravi Zacharia mengatakan bahwa isu tentang rasa sakit dan penderitan menjadi sangat populer dan menjadi hal besar karena orang-orang telah kehilangan pegangan moral dan spiritual. Rasa sakit kita diperkuat oleh harapan naif bahwa semuanya itu akan bisa dihilangkan atau dibereskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Ahli matematika Blaise Pascal mengatakan di dalam hidup manusia ada satu lubang yang hanya bisa diisi oleh ukuran Allah saja. Tidak ada hal lain yang bisa mengisinya, termasuk ilmu pengetahuan, materi yang berlimpah, kesempatan karir, atau keluarga yang luar biasa. Manusia memang diciptakan untuk sebuah hubungan dengan Allah. Ketika relasi dengan Allah menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka segala penderitaan akan menjadi tertanggungkan karena ada makna dan harapan di baliknya.

Apakah beban dan penderitaan Anda hari-hari ini? Berfokuslah pada Allah, maka Anda akan mengalami kebahagiaan (sukacita) yang sejati dan seperti janjiNya, "...semuanya itu (yang Anda butuhkan) akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Bersediakah menjadikan Allah sebagai fokus utama kita pada hari ini?

Gbu all....

Kamis, 05 Januari 2023

Berhenti bermain-main dengan dosa

Galatia 5:13

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24

Bull riding atau mengendarai banteng merupakan salah satu dari tujuh pertandingan utama dalam acara rodeo profesional. Bull riding adalah cabang yang paling terkenal dan berbahaya dalam pertandingan rodeo.

Tujuan dari pertandingan bull riding adalah bertahan menunggangi seekor banteng liar selama 8 detik dengan satu tangan untuk mencapai kemenangan. Para cowboy yang menunggang banteng hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk memegang tali yang melingkari banteng. Gagal bertahan selama 8 detik ataupun menggunakan tangan yang bebas untuk memegang banteng maupun anggota tubuh sendiri berakibat diskualifikasi.

Namun demikian, usaha 8 detik menunggangi banteng seberat 2000 pon ini merupakan usaha yang sangat berbahaya. Tidak sedikit cowboy yang terjatuh dan terluka karena ditanduk banteng. Sebuah perkataan yang sering dikutip mengenai bull riding adalah, "It is not if you get hurt, it is when!"

Dalam diri manusia terdapat sifat dosa yang sulit dikendalikan bagaikan banteng liar. Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Bukan soal apakah kita akan terluka karena bermain-main "mengendarai" dosa, tapi soal kapan waktunya!

Seringkali hanya dibutuhkan waktu kurang dari 8 detik bagi iblis untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Mari berhenti bermain dengan dosa! Ijinkan tangan Yesus yang berlubang mengambil alih tali yang melingkari banteng itu. Hanya kasih karunia yang membuat kita bertahan hingga keluar sebagai pemenang.

Berhentilah bermain-main dengan dosa.

Gbu all...

Rabu, 04 Januari 2023

Dear Mom and Dad

Amsal 17:6

Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 86; Lukas 7; Yeremia 35-36

Seorang anak pernah mengomentari ayahnya seperti ini, "Ayahku memang tidak sempurna, tapi aku juga tidak sempurna. Kalau main basket, tembakannya yang bergaya khas itu jarang sekali membuat bolanya masuk. Tetapi yang penting ia main basket bersamaku. Banyak anak-anak lain yang tidak pernah main basket bersama ayahnya."

Fenomena "keluarga tanpa ayah" menjadi suatu pemandangan umum di keluarga modern, bahkan kadang "tanpa ayah dan ibu", keluarga yang anak-anaknya menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya bersama baby sitter atau pembantu. Padahal riset para ahli telah membuktikan, jika tidak ada pemimpin dalam keluarga, maka anak-anaknya cenderung akan:
• 5 kali lebih mungkin bunuh diri
• 32 kali lebih mungkin minggat dari rumah
• 20 kali lebih mungkin menderita kelainan perilaku (homo, waria, antisosial)
• 14 kali lebih mungkin melakukan tindakan pemerkosaan (aktif lebih dini secara seksual dan yang wanita lebih mungkin terjerat seks bebas)
• 9 kali lebih mungkin putus sekolah dan hidup dalam kemiskinan
• 10 kali lebih mungkin terjerat narkoba atau obat-obatan
• 10 kali lebih mungkin dipenjara (70% anak yang dipenjara adalah anak yang ayahnya absen)
• 9 kali lebih mungkin mengalami gangguan kejiwaan.

Bukan tanpa alasan mengapa Allah menciptakan bentuk keluarga dengan ayah dan ibu. Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Akan tetapi sejarah masih terus berulang, fakta bahwa tidak hadirnya dan tidak berfungsinya orang tua dalam keluarga masih terus bergulir di seputar kita. Saya kira kini saatnya para orang tua untuk lebih banyak hadir dan kembali kepada keluarga. Dengarlah suara lirih anak-anak yang berkata, "Papa (atau mama)... pulanglah ke rumah..."

Anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya untuk bisa berkembang dengan baik.

Gbu all...

Selasa, 03 Januari 2023

Mintalah, Mintalah, dan Mintalah

Lukas 11:9

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 84; Lukas 5; Yeremia 16-17

Katakanlah ada seorang teman yang tengah malam datang mau meminjam beberapa bungkus mie instant. Sudah jelas kita punya 1000 alasan untuk menendang dia keluar.

Ya ampunnn, besok aku harus kerja, dan dia membangunkan aku malam-malam?
Cuma soal mie instant? Salah sendiri dia tidak menyimpan sedikit makanan!
Ngomong-ngomong, apa kita kenal dekat yah?
...dan sejuta alasan lainnya.

Mungkin kita akan mencoba pura-pura tidur dan berharap dia akan segera angkat kaki. Tapi ketika kita mendapati bahwa orang tebal muka ini tetap mengetuk pintu, mau tidak mau kita pun bangun dan memberikan apa yang dia minta. Bukan karena kita baik, tapi agar dia segera angkat kaki sebelum seisi rumah kita dan tetangga terbangun.

Jelas-jelas Allah Bapa kita tidak seperti itu. Dia bukan pemalas, Dia bukan orang lain, melainkan Bapa kita sendiri, Dia tidak kekurangan makanan dan segala harta lainnya. Jadi jika orang pelit di ataspun terpaksa bangun, betapa lebih lagi Bapa kita di Surga memberikan apa yang kita perlukan.

Terkadang kebenaran yang sederhana terlupakan di dalam hidup setelah kita dewasa, sementara kita semakin mandiri dan dunia semakin keras. Kitapun jarang meminta tolong kepada Tuhan. Tetapi biarlah hari ini kita ingat satu hal: mintalah pada Bapa. Mintalah dan mintalah, dengan iman...

Mintalah kepada Tuhan. Mungkin itulah sikap paling sederhana yang kita lupakan saat kita tumbuh dewasa.

Gbu all...