Kamis, 03 Februari 2022

Kuatir

Matius 6:27

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 34; Kisah Para Rasul 6; Keluaran 17-18

Bagi Anda yang suka pergi ke tempat fitness pasti tahu bahkan pernah memakai alat yang saya sebut "sepeda diam di tempat". Pembuat alat tersebut merancang sedemikian rupa supaya para pemakai seakan-akan merasakan sedang mengayuh sepeda di jalan yang menurun maupun menanjak. Pada intinya, setiap orang yang memakai sepeda tersebut bisa berolah raga supaya sehat. Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya kalau kita kuatir kita seperti seorang yang sedang mengendarai "sepeda diam di tempat" tersebut, tapi dalam arti yang negatif?

Ketika dihimpit oleh berbagai masalah, kita kuatir, takut dan kondisi negatif itu mendorong kita berjuang sedemikian rupa supaya bisa keluar dari himpitan tersebut. Kita terus mengayuh "sepeda kehidupan kita" sampai keluar semua kekuatan, tapi tidak sadar bahwa kia sedang diam di tempat. Tuhan Yesus mengajarkan pada orang banyak pada waktu itu ada di bukit juga bahwa tidak perlu kuatir. Demikian juga hal itu diajarkan pada kita sekarang.

Kuatir tidak memberikan sedikitpun jalan keluar bagi kita ketika menghadapi masalah. Kuatir justru menambahkan banyak penyakit dalam diri kita karena jiwa yang tertekan. Mari kita minta kekuatan dari Allah, supaya tetap percaya kepada-Nya dengan segenap keberadaan kita!

Dalam kekuatiran tidak ada jalan keluar!

Gbu all...

Rabu, 02 Februari 2022

Menderita, Perlukah?

2 Korintus 11:30

Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 33; Kisah Para Rasul 5; Keluaran 15-16

Penderitaan adalah topik yang rumit dalam ke-Kristenan. Pada satu sisi kita sering mendengar bahwa hidup ke-Kristenan adalah hidup penuh kemuliaan laksana anak Raja, penuh kemakmuran dan berkat berlipat-lipat. Di satu sisi, kita bahkan mendengar orang-orang yang sengaja menyiksa diri atau hidup dalam kemiskinan ekstrim sebagai bagian dari ibadah.

Alkitab sendiri dengan jelas menyatakan bahwa penderitaan adalah bagian dari hidup kita. Setiap kita tidak menyukai hidup menderita, tapi Allah melihatnya berbeda. Ia justru menghadirkan penderitaan untuk mengajar, mendidik dan mendisiplinkan kita. Ada beberapa penyebab mengapa kita menderita adalah:

•Kita menderita karena dosa. Konsekuensi dosa adalah kesukaran hidup dan penderitaan.

•Kita menderita agar kita belajar untuk taat.

•Kita menderita untuk Kristus. Kita diejek karena iman kita. Kita dikucilkan karena Firman Tuhan yang hendak kita taati. Kita dianiaya pada saat kita hendak menyatakan iman kita. Saat ini kita hidup di dunia, di mana aniaya karena iman, bukanlah hal yang asing lagi.

Penderitaan bukanlah selalu berarti hal yang buruk. Penderitaan jika dilihat dengan perspektif yang benar adalah bagian dari kehidupan kita dalam tuntunan Allah.

Kelemahan dan penderitaan merupakan tenunan tangan Allah untuk menguatkan kita.

Gbu all....

Selasa, 01 Februari 2022

Inspirasi Hidup

1 Korintus 15:33

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 32; Kisah Para Rrasul 4; Keluaran 13-14

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan jenuh dengan rutinitas harian Anda? Bahkan ide-ide kreatif sepertinya sudah mulai tersendat alirannya. Seolah-olah segala hal yang Anda lakukan hanya seperti rekaman film yang diulang berkali-kali. Hari demi hari itu-itu saja yang terjadi. Saya juga pernah mengalami hal seperti itu. Namun kalau kita mau menata ulang kehidupan kita, ada banyak hal dapat dilakukan untuk menambah inspirasi, kegairahan dan kebahagiaan kita.

Misalnya, untuk pencapaian target, kita bisa menyusun kembali rencana perbaikan untuk tiga bulan ke depan. Untuk keseimbangan kehidupan sosial, kita bisa mendonasikan beberapa barang bekas kepada yang memerlukan. Carilah buku atau DVD favorit dan nikmatilah dengan sepenuh hati. Setelah menjelang akhir pekan, kita bisa pergi makan bersama orang-orang terdekat sambil bercengkerama dengan santai tanpa perlu membahas hal-hal yang berat dan monoton. Keesokan paginya, bangun lebih pagi dan berjalan menelusuri jalan-jalan di sekitar rumah sambil menyapa tetangga-tetangga. Atau bila ada sport center di dekat rumah, Anda bisa mengunjuginya untuk menjaga kebugaran tubuh. Setelah itu habiskan waktu berdua bersama seseorang yang kita cintai. Entah itu sekedar pergi ke mall atau bertamasya.

Kita hanya melewati dunia ini sekali saja. Maka, kebajikan apa pun yang dapat kita lakukan bagi siapapun, lakukanlah sekarang juga. Jangan menunda atau melalaikannya. Buatlah hidup Anda menjadi lebih efektif dan seimbang.

Sesuatu yang mengagumkan tanpa disadari terkadang ada di depan mata kita.

Gbu all...

Senin, 31 Januari 2022

KETEKUNAN YANG MENGAGUMKAN

Baca: Matius 15:21-28

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki”. —Matius 15:28

Pada tahun 1953, sebuah perusahaan yang belum berpengalaman, Rocket Chemical Company, dengan tiga pekerjanya mulai membuat bahan pelarut dan minyak pelumas pencegah karat yang bisa digunakan dalam industri pesawat luar angkasa. Dibutuhkan 40 kali percobaan untuk menyempurnakan ramuannya. Ramuan rahasia yang asli untuk WD-40—singkatan dari Water Displacement, 40th attempt—masih digunakan sampai sekarang. Sungguh suatu ketekunan yang mengagumkan!

Injil Matius mencatat cerita lain tentang ketekunan yang mengagumkan. Seorang perempuan Kanaan mempunyai seorang anak perempuan yang dirasuk setan. Ia tidak mempunyai harapan untuk anak perempuannya itu—sampai ia mendengar bahwa Yesus berada di daerahnya. Perempuan yang putus asa ini datang kepada Yesus dengan permasalahannya karena ia percaya bahwa Yesus dapat membantunya. Ia memohon kepada Yesus walaupun banyak hal dan orang tampaknya tidak memihak kepadanya—ras, latar belakang agama, jenis kelamin, para murid, Setan, dan bahkan Yesus tampaknya tidak memerhatikannya (Mat. 15:22 27). Walaupun ada banyak hambatan, perempuan itu tidak menyerah. Dengan ketekunan yang mengagumkan, ia memaksakan dirinya melalui lorong-lorong gelap dari kesulitan, keputusasaan, dan penolakan. Hasilnya? Yesus memuji imannya dan menyembuhkan anak perempuannya (ay.28).

Kita juga diajak untuk datang kepada Yesus dengan tekun. Ketika kita terus bertanya, mencari, dan mengetuk, kita akan menemukan anugerah dan belas kasih pada saat yang dibutuhkan.

Sesuatu terjadi ketika kita berdoa,
Sediakan tempat dan berdiamlah,
Bergumullah hingga fajar menjelang;
Marilah kita tekun berdoa. —NN.

Ketekunan dalam doa adalah hal yang menyenangkan Allah.

Gbu all...

Minggu, 30 Januari 2022

Kekuatan Kata-Kata

Sekelompok katak berjalan melewati hutan, dan dua di antaranya terperosok ke dalam sebuah sumur yang dalam. Katak yang lain berkumpul di sekitar sumur itu. Ketika mereka melihat betapa dalamnya sumur itu, mereka berkata pada kedua katak itu sebaiknya mereka mati saja.


Kedua katak itu tidak menghiraukan komentar kawan-kawannya itu dan berusaha melompat keluar dari sumur dengan segenap kekuatan mereka. Katak-katak yang lain berteriak agar mereka menyerah, sebaiknya mereka mati saja. Akhirnya salah satu katak mengikuti yang diteriakkan teman-temannya dan menyerah. Ia jatuh dan mati.

Katak yang lain terus meloncat sekuat ia bisa. Sekali lagi, kawan-kawannya berteriak agar katak itu menghentikan usahanya yang sia-sia dan mati saja. Tetapi katak itu berusaha makin kuat dan akhirnya berhasil keluar. Setelah berada di luar, katak-katak yang lain bertanya, “Kau dengarkah teriakan kami?” Katak itu menjelaskan pada kawan-kawannya bahwa ia tuli. Ia mengira bahwa kawan-kawannya itu menyemangati dia terus menerus.

Cerita ini mengajarkan kita dua hal:
1. Lidah kita memiliki kekuatan mati dan hidup. Kata-kata yang membangkitkan semangat pada seseorang yang sedang dalam kesulitan dapat mengangkat dia dan menolong dia melewati hari-harinya.
2. Kata-kata yang meruntuhkan semangat dapat membunuh orang itu. Hati-hatilah pada apa yang Anda ucapkan. Berbicaralah positif pada orang-orang yang Anda jumpai

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. (Yakobus 3:9-10)

Gbu all...