Minggu, 09 Mei 2021

Melibatkan Allah

Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 121; 1 Korintus 10; 1 Samuel 8-9

Ungkapan ‘melibatkan Allah' sudah tidak asing lagi bagi orang percaya. ‘Melibatkan Allah dalam segala perkara', ‘melibatkan Allah dalam rumah tangga', ‘melibatkan Allah dalam pekerjaan' dan masih banyak lagi kalimat serupa itu. Apakah artinya? Tentu kita berharap Allah ‘turut bekerja' dalam setiap aspek kehidupan kita bukan? Namun coba direnungkan sejenak, siapakah yang aktif (melibatkan) dan siapakah yang pasif (dilibatkan)?

Seringkali yang terjadi terbalik. Ada kesan bahwa Allah menjadi pihak yang pasif, menunggu giliran untuk bertindak. Itupun kalau kita mengizinkan Dia bertindak, padahal sesungguhnya Dia berdaulat atas hidup kita. Dia berkuasa melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Kalau bukan atas izin Allah, kita tidak dapat melakukan apapun. Kebebasan kita mengambil keputusan hanya ada karena Dia yang mengizinkan.

Ketika kita ingin ‘melibatkan Dia' dalam setiap langkah hidup kita adalah terbaik jika disertai dengan sikap berserah dan patuh. Memutuskan untuk patuh dan taat di bawah kendali Allah bergantung sepenuhnya kepada keputusan dan rencana-Nya, dan menantikan apa yang hendak dinyatakan-Nya kadang tidak semudah yang dibayangkan. Tapi mari belajar bahwa bukan lagi kita yang berhak menentukan apakah Dia boleh turut bekerja atau tidak, tapi menyerahkan semuanya kepada Allah.

Atas kehendak Allah sendiri, Ia selalu terlibat dan aktif bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya.

Gbu all...

Sabtu, 08 Mei 2021

Berapa Tinggi Anda?

1 Petrus 2:2-3

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 114; 1 Korintus 2; Hakim-Hakim 15-17

Berbicara soal tinggi badan, faktor keturunan cukup berperan dalam menentukan batas tinggi badan seseorang. Meskipun kita mengatur pola makan dan olahraga, pertumbuhan fisik akan terhenti jika telah mencapai titik puncak. Tak peduli seberapa keras kita berusaha, jika batas itu sudah tercapai, kita tidak dapat bertumbuh lagi (berhenti untuk bertumbuh lebih tinggi, meskipun kebanyakan kita cenderung mengembang ke samping).

Namun, potensi pertumbuhan rohani kita tidak terbatas. Seberapa "tinggi" kita, tergantung pada keinginan kita sendiri dan seberapa sering kita mendekatkan diri pada ketetapan-ketetapan Bapa surgawi. Kita tidak dibatasi gen keturunan yang diwarisi dari orang tua. Langitlah yang menjadi batas.

Kedewasaan Kristen bukanlah kebetulan. "Makanan" kita harus benar dan juga harus "melatih" iman secara teratur. Jika kita tidak menerapkan Firman Allah, tidak mungkin ada pertumbuhan. Jika kita tidak mentaati Firman-Nya, kita tidak mungkin menyadari potensi pertumbuhan iman kita seutuhnya.

Seberapa tinggi pertumbuhan dan kemantapan Anda di hadapan Allah saat ini? Seberapa banyak yang sudah Anda kembangkan tahun ini? Apapun jawaban Anda, Anda masih dapat terus bertumbuh lebih tinggi. Ingatlah rahasia pengendalian pertumbuhan penduduk (meski dihambat, tetap bertambah). Lalu, lakukanlah sesuatu. Alkitab menegaskan, "... bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus..." (2 Petrus 3:18).

Mendekatkan diri kepada Kristus menghasilkan pertumbuhan menjadi serupa dengan Kristus.

Gbu all...

Jumat, 07 Mei 2021

Protect Your Heart

Lukas 6:45

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 110; Lukas 22; Hakim-Hakim 7-8

Amsal 4:23, ‘Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.' Menurut ayat tersebut, kita dinasehati untuk menjaga hati dengan penuh kewaspadaan. Terkadang kita memang tidak dapat melindungi hati kita sepenuhnya, karena beberapa kejadian di luar kendali kita. Seperti perdebatan dengan rekan kantor, teguran kasar dari atasan dan sebagainya. Tapi kita sendirilah yang menentukan seberapa lama luka hati itu akan menetap.

Kalau kita mau melepaskan pengampunan dan kembali berpikir positif, luka hati kita pasti pulih dengan sendirinya. Namun ada juga luka hati yang sering sengaja kita buat sendiri. Seperti mengingat-ingat kesalahan orang lain atau menggali kenangan-kenangan buruk yang mengecilkan hati dan merendahkan diri dalam memori otak pikiran kita. Untuk kasus ini, kita sendiri yang menentukan seberapa banyak luka yang ingin ditaruh di hati kita.

Hanya Anda sendiri yang lebih tahu hal-hal apa saja yang pernah dan bisa melukai hati Anda. Dengan hati yang terluka, sulit untuk bisa hidup maksimal atau berprestasi di bidang apapun. Luka hati adalah beban untuk kita melompat meraih impian dan cita-cita. Semakin ringan beban itu, dengan penuh sukacita kita dapat berlari makin kencang menuju ke puncak kesuksesan yang Tuhan telah sediakan.

Lupakanlah kesalahan yang pernah Anda perbuat, tapi jangan lupakan pelajaran yang Anda terima.

Gbu all....

Kamis, 06 Mei 2021

Pimpinan Tuhan

Roma 5:10

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 109; Lukas 21; Hakim-Hakim 5-6

Sekitar 15 tahun yang lalu, ada seorang remaja ketika lulus SMA ia hanya mempunyai satu pilihan untuk kuliah yang menurutnya sesuai dengan minatnya, yaitu perhotelan. Ia berpikir tujuan hidupnya adalah untuk menjadi seorang peramu minuman. Tes demi tes dilewatinya, namun pada tes terakhir dia mengalami kegagalan. Hal itu membuatnya frustrasi. Namun pada saat membaca sebuah koran, ia menemukan sebuah pengumuman masuk perguruan tinggi negeri seni rupa. Dan ini untuk pertama kalinya ia mengetahui ada jurusan tersebut di sebuah perguruan tinggi. Belakangan ia diterima di perguruan tinggi tersebut, lulus dan bekerja.

Setelah bekerja dan mengalami lahir baru, ia menyadari bahwa Tuhan jauh-jauh hari sebelum ia lahir baru telah menolongnya masuk ke sebuah jurusan kuliah yang tepat dengan minat dan bakat yang dari dulu tidak disadarinya. Yang melindunginya dari kesesatan moral yang mengancam kalau ia memasuki dunia hiburan malam jika menjadi peramu minuman.

Nabi Yeremia telah dikenal, dikuduskan dan ditetapkan oleh Tuhan sebagai nabi bangsa-bangsa sebelum ia dilahirkan (Yeremia 1:5). Demikianlah setiap kita yang merupakan hasil pembenaran yang dipelihara oleh Tuhan dan tidak dibiarkan-Nya melangkah sendiri karena Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi setiap kita. Hiduplah sebagai anak-anak terang.

Setiap masa kehidupan kita dipelihara oleh Tuhan.

Gbu all....

Rabu, 05 Mei 2021

Urusan Kecil

Lukas 16:10

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 108; Lukas 20; Hakim-Hakim 3-4

Urusan uang adalah urusan besar, kata orang. Karena itu orang mau bersahabat atas nama segala macam hal, kecuali dalam hal uang. Begitu menyangkut soal keuntungan atau pembagian harta, orang tidak lagi mengenal teman atau saudara, sampai-sampai ada orang yang meminta Tuhan Yesus agar saudara-saudaranya membagi harta warisan. Sedemikian tingginya uang.

Namun, kita dapat melihat bagaimana bendahara yang tidak jujur memakai uang untuk menjamin masa depannya. Ternyata, bukan uang yang paling utama, melainkan persahabatan dan balas budi. Orang cerdik ini tahu bahwa uang tidak bisa menjamin masa depan, sedangkan ia sendiri tidak dapat setia dalam hal uang, sehingga ia memanipulasinya demi persahabatan.

Tentu saja, tidak ada kebenaran dalam korupsi. Jika dalam hal uang saja tidak setia, apalagi soal keselamatan hidup kekal di sorga. Tapi, kita pun diajari bahwa dalam bisnis ada persahabatan dan balas budi, yang lebih besar nilainya daripada uang.

Bisnis bukan semata-mata memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, melainkan juga harus membangun kepercayaan dan kerja sama dengan orang lain. Dalam jangka pendek hal ini kelihatannya tidak terlalu menguntungkan, namun memberikan peluang lebih baik dalam jangka panjang. Dan bagi kita pun lebih baik, karena kesetiaan kita dalam hal keuangan membuat kita dapat memberi hidup bagi masa depan orang-orang yang kita sayangi.

Bisnis bukan semata-mata tentang untung besar, tapi bagaimana membangun kepercayaan dan kerja sama.

Gbu all....