Senin, 09 November 2020

Sikap Orang Sukses

Efesus 4:2

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Pernah melihat seseorang dengan sikap yang sangat berpengaruh? Saat mereka masuk ruangan, suasana berubah. Dengarkanlah orang-orang ini berbicara di telepon. Perhatikanlah keanggunan mereka saat berhadapan dengan orang-orang bermasalah. Amati cara mereka berdiri, duduk, dan sedikit membungkuk ke depan saat mereka mendengarkan Anda, sambil mengangguk setuju. Mereka duduk lebih tegak, dan senyuman mereka lebih tulus. Perhatikanlah, ada sesuatu yang berbeda dengan bahasa tubuh mereka.

Sikap kita dalah hasil pekerjaan Yesus Kristus dalam kehidupan kita, dari waktu ke waktu, dan kepatuhan kita pada petunjuk-Nya. Masa depan kita cerah jika sikap kita benar, dan sikap tersebut membuat masa sekarang lebih menyenangkan. Sikap bukan perasaan, bukan juga hasil dari suatu kejadian, baik atau buruk. Namun sikap kita adalah keputusan. Sikap baru tidak terbentuk dengan sendirinya, tapi harus dibangun. Buatlah keputusan hari ini untuk berubah jika Anda merasa belum memiliki sikap yang baik. Dunia membenci perubahan, tapi itu yang menyebabkan kemajuan.

Sikap yang baik menyebabkan Tuhan leluasa untuk melakukan kehendak-Nya, adalah permulaan dari prestasi yang luar biasa. Bentuklah sikap yang baik dan lihatlah pintu menuju ke tempat orang-orang sukses berada terbuka lebar di hadapan Anda.

Raihlah masa depan yang cerah dengan sikap hati yang benar, karena akan banyak pintu yang terbuka untuk Anda.

GBU ALL...

Minggu, 08 November 2020

Dosa Mengaburkan Visi

Yeremia 5:25

Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.

Masih ingat perumpamaan anak yang hilang? Saat di kandang babi ia hanya terpikir untuk bisa jadi kacung ayahnya. Itu keadaan terbaik yang berani ia pikirkan. Padahal dia ahli waris seorang kaya raya. Kenapa itu bisa terjadi? Awalnya dari dosa, ia tidak merasa layak mendapat yang lebih baik. Semua harta atau kelebihan dalam diri kita tidak dapat terlihat karena tertutup dosa. You can't see the treasure's within you because of sins. Inilah cara pandang kita terhadap dosa. Dosa menyebabkan degradasi nilai kita secara luar biasa.

Banyak orang iri melihat orang sukses dan para penyanyi ternama dipuja. Menurut saya mereka memang layak dipuja, itu extra reward hasil kerja keras mereka. Dan untuk orang-orang yang iri, di mana mereka saat orang-orang yang berhasil tadi sedang mempersiapkan diri meraih sukses? Jelas iri hati tidak membawa kita pada kesuksesan. Kunci mendapatkan yang kita inginkan terletak pada cara berpikir positif.

Tanyakan pada diri Anda: "Apa yang dapat saya lakukan untuk membuat diri lebih berharga dari sekarang?" Visualisasikan diri bukan sebagaimana Anda sekarang, tapi sebagaimana Anda menjadi nantinya. Ingatkan diri secara teratur bahwa Anda lebih baik daripada yang Anda kira.

Lakukan sesuatu yang dapat membuat Anda menjadi lebih berharga dari diri Anda yang sekarang.

GBU ALL...

Sabtu, 07 November 2020

Kunci Hidup Menjadi Pemenang

1 Korintus 9:24
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Firman Tuhan mengatakan bahwa hidup ini seperti gelanggang pertandingan. Kalau kita ingin menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut, maka ada tiga hal yang harus kira taklukkan.

1. Jarak.

Secepat apapun seorang pelari berlari, tetapi jika tidak menyelesaikan jarak yang ditentukan, maka ia tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Itu berarti dalam kehidupan, kita harus konsisten berjuang sampai garis finish.

2. Waktu.

Apabila jarak yang ditentukan dapat diselesaikan, tetapi dengan waktu yang lebih lambat dari pelari yang lain, ia juga tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Demikian juga dengan kehidupan kita. Kita harus dapat menggunakan waktu seefisien mungkin, dengan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia.

3. Sikap diri.

Selain jarak dan waktu, seorang pelari yang ingin menang harus mampu menaklukkan diri sendiri, khususnya sikap cepat puas diri dan tidak mau untuk menanggung kesulitan dalam dirinya. Tidak ada kemajuan tanpa kesulitan.

Menjadi seorang pemenang, berarti dapat menaklukkan tantangan sesulit apapun dalam hidup Anda.

GBU ALL....

Jumat, 06 November 2020

Maaf, Saya Tidak Punya Waktu!!

Efesus 5:16

Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Kalimat di atas bukan hal yang asing, tapi pasti kita sering mendengarnya. Mungkin baru beberapa menit yang lalu ada seseorang yang mengatakannya. Tapi kalimat itu kontra produktif dengan karakter Allah yang selalu punya waktu untuk beraktivitas. Mungkin sedikit dari kita yang menganalisa, betapa destruktifnya makna dibalik kalimat tersebut. Ketika Rasul Paulus mengatakan agar kita menggunakan waktu yang ada, ia ingin menekankan kita harus bekerja lebih keras dari iblis. Ini lebih berupa perintah daripada sekedar himbauan. 2 Petrus 5:8 mengingatkan kita untuk sadar dan berjaga-jaga, sebab lawan kita, si iblis sedang berkeliling mencari siapa saja yang dapat ditelannya alias ia sedang bekerja keras. Jika Anda tidak punya waktu untuk berjaga-jaga, Anda akan ditelannya.

Pernahkah Anda renungkan bagaimana perasaan Allah ketika kita berkata, "Maaf, saya tidak punya waktu!" Untuk Dia?? Ia juga berkata, "Engkau menyebut Aku Bapa, tapi tidak menghormati Aku. Engkau menyebut Aku Tuhan, tapi tidak melayani Aku. Engkau menyebut Aku sahabat, tapi tidak meyembah Aku. Maaf bila suatu saat engkau bertanya apakah namamu tercantum dalam kitab Kehidupan-Ku, saat itulah Aku akan berkata, ‘Maaf, Aku tidak punya waktu untuk menuliskannya.'" Jelas penyesalan tidak berguna, karena itu selagi masih ada waktu mari kita sediakan waktu untuk Dia.

Milikilah waktu bersama dengan Dia, sebagai bukti Anda sungguh mengasihi-Nya.

GBU ALL...

Kamis, 05 November 2020

Dia Tahu Kekuatanmu

Markus 6:48

Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

"Tuhan, bulan ini saya harus melunasi hutang buku-buku anak saya di sekolah", gumam seorang ibu beranak dua sambil menyapu di teras rumah kontrakannya. Ia lalu duduk di kursi, menangis. Ia juga menahan sakit kepala yang sudah dua minggu dia alami. Ibu ini begitu tertekan dengan hal yang menimpa keluarganya. Suaminya sudah 1 tahun terkena PHK karena tempat dia bekerja bangkrut dan belum mendapat pekerjaan pengganti. Mau usaha sendiri tidak punya modal, uang tabungan mereka yang tidak banyak semakin menipis dipakai untuk kehidupan sehari-hari. Padahal mereka keluarga yang setia pada Tuhan.

Kalau kita ada pada posisi ibu tersebut, kita bisa saja berkata bahwa Allah tidak sayang. Kita mungin bertanya, "Kok Tuhan Yesus tega membiarkan anak-anak-Nya susah padahal kita sudah setia pada-Nya?"

Tapi apa memang begitu? Saya kira tidak! Allah sangat sayang pada kita. Seperti Tuhan Yesus yang melihat murid-murid-Nya mendayung perahu di tengah angin sakal. Ketika mereka terlihat kepayahan, Yesus tidak tinggal diam membiarkan mereka tenggelam, tapi Dia menghampiri mereka dan akhirnya angin sakal reda. Mari tanamkan dalam hati kita bahwa Yesus Kristus berdaulat dalam hidup kita. Dia tahu kekuatan kita dalam menghadapi masalah-masalah. Kita tidak akan dibiarkan berjuang sendiri.

Pejamkan mata Anda sejenak dan lihatlah betapa Ia berkuasa dalam hidup Anda.

GBU ALL...