Kamis, 28 Februari 2019

Kubu Pertahanan Yang Kuat

Mazmur 91:2
"Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 61; Markus 5; Bilangan 5-6

Tempat perlindungan adalah tempat yang aman jauh dari bahaya. Kubu pertahanan adalah bangunan kokoh yang nyaris tidak dapat ditembus oleh senjata konvensional.

Marthin Luther menulis sebuah lagu yang indah yang berbunyi, "Kubu pertahanan yang kuat adalah Allah kita; tembok yang kokoh tidak pernah gagal. Penolong kita berada di tengah banjir; penyakit mematikan dikalahkan." Sungguh pernyataan yang luar biasa tentang perlindungan dan kuasa yang dahsyat dari Allah!

Apakah Allah peduli dengan Anda dan saya? Dapatkah kita datang kepada-Nya hanya dengan kepercayaan dan iman saat kesulitan dan percobaan mengancam akan melanda kita? Ya, seribu kali! Dan Yesus Kristus adalah bukti terbesar bagi setiap kita bahwa Allah sangat mengasihi kita.

Sebesar apapun badai yang sedang menghantam Anda, Allah adalah tempat terbaik untuk berlindung.
 
Gbu all...

Rabu, 27 Februari 2019

Stop Mempermalukan Allah

Lukas 23:35
"Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.""

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 57; Markus 1; Imamat 24-25

Dua hari yang lalu, pada saat saya sedang mencari berita di Internet, saya menemukan satu judul berita yang cukup menarik, "Kontroversi Musisi Lecehkan Yesus". Sang penulis berita mengangkat kasus-kasus dimana musisi dunia yang begitu terkenal di dunia, seperti John Lennon, Madonna, Jay-Z, Elton John mengolok-olok Tuhan Yesus dan ajaran-Nya.

Masing-masing selebritas ternama tersebut mengungkapkan ejekkan dalam wujud yang berbeda-beda. John Lennon sebelum kematian tragis yang dialaminya menyatakan The Beatles lebih terkenal dari Tuhan; Madonna dalam salah satu video klipnya menampilkan sosok Tuhan Yesus serba hitam yang disalib. Rapper Jay-z menggunakan ikon seperti Yesus di video klikpnya. Terakhir dan masih menjadi berita hangat, Elton John dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah internasional mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah seorang penyayang, sosok gay yang sangat cerdas dan orang yang mengerti masalah manusia.

Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga sudah terjadi ribuan tahun yang lalu, tetapi penghinaan demi penghinaan terhadap diri-Nya terus terjadi sampai sekarang. Apa yang dilakukan orang-orang yang tidak mengenal-Nya ini sebenarnya juga dilakukan orang-orang percaya. Dengan kelakuan mereka yang munafik, muka Tuhan Yesus kembali diludah. Dia tidak marah, melainkan sedih melihat umat-Nya hidup dalam kebohongan demi kebohongan.

Sikap bermuka dua yang seorang Kristiani tunjukkan dalam kehidupan sehari-harinya tanpa dia sadari juga merupakan bentuk pelecehan kepada Raja di atas segala raja. Ia telah menghina anugerah keselamatan yang diberikan kepadanya. Di hari minggu, ia hidup seperti orang kudus, tetapi senin sampai sabtu hidupnya begitu berantakkan.

Kita tidak bisa hidup dalam dua dunia dimana Firman Allah dan dosa dijalankan bersama-sama. Alkitab mencatat bahwa hati yang mendua tidak akan tenang dalam hidupnya (Yakobus 1:8). Jika Anda ingin hidup benar di hadapan Tuhan maka hiduplah sungguh-sungguh dalam firman-Nya dan jauhi dosa. Ketika Anda melakukan ini maka ketahuilah Anda sedang mempermuliakan nama-Nya, bukan lagi mempermalukan nama-Nya Yang Ajaib itu.

Seberapa besar kasih Anda kepada Allah, sebesar itu pula usaha Anda membuat nama-Nya semakin terkenal di bumi ini.


Gbu all...

Selasa, 26 Februari 2019

Penglihatan Yang Mengubah

II Korintus 3:18
"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 56; Kisah Para Rasul 28; Imamat 22-23

Di zaman dahulu kala, ada seorang raja muda yang sedang bersembunyi di atas sebuah pohon. Ia terlihat gelisah karena sedang menunggu tunangannya. Tanpa sadar, ia pun jatuh dari pohon tersebut dan ketika mukanya sedang menghadap ke tanah, tampaklah sebuah sepatu yang ia kenal. Benar, ketika mukanya melihat ke atas, terlihatlah wajah sang putri, kekasih yang sudah lama ditunggunya. Entah mengapa, ia pun memberanikan diri untuk mengungkapkan siapa dirinya kepada si pujaan hati.

Dengan nada yang sangat hati-hati, sang raja muda mencoba menjelaskan mengapa ia selama ini menyembunyikan identitasnya. "Aku tidak pernah bercita-cita jadi raja. Tapi sekarang aku sudah menjadi raja, dan aku tidak nyaman dengan mahkota yang kupakai, sampai aku jatuh dari pohon dan melihatmu. Mendadak, untuk pertama kalinya aku merasa bahwa aku menjadi raja. Aku senang menjadi raja. Dan yang paling mengherankan, aku ingin menjadi raja yang terbijak, paling berani, dan paling agung dari semua raja mana pun." Hanya dengan memandang orang yang dicintainya, karakter dan tujuan raja muda ini pun berubah.

Saat kita bercermin pada Pribadi yang kita kasihi, yaitu Tuhan Yesus, kita pun berubah. Paulus menulis, "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (II Korintus 3:18).

Dengan memandang Tuhan di halaman-halaman Kitab Suci, dan dengan berserah kepada Roh Kudus, kita akan menjadi pribadi yang berbeda. Kita ingin semakin mirip dengan Dia dan kerinduan terbesar kita adalah menyenangkan hati-Nya.

Kristuslah satu-satunya yang dapat mengubah total hidup Anda. 


Gbu all...

Senin, 25 Februari 2019

Menghadapi Penolakkan

Yesaya 53:3
"Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 55; Kisah Para Rasul 27; Imamat 20-21

Di sepanjang kehidupan-Nya di bumi, Yesus terus menerus mengalami kritikan dan penolakkan. Pada awal pelayanannya, orang-orang sekota-Nya di Nazareth berusaha untuk melemparkan-Nya dari atas tebing (Lukas 4:29). Para pemimpin agama dan politik terus berdebat dengan-Nya dan bersepakat untuk membunuh-Nya.

Akhirnya, Yesus pun ditangkap dan dibawa ke hadapan Pilatus dan Herodes. Meskipun Dia tidak bersalah atas tuduhan terhadap diri-Nya, Dia dinyatakan sebagai musuh Allah dan manusia. Oleh karena itu, Yesus pun dianggap tidak layak untuk hidup.

Bagaimana Dia dapat menanggapi semua kritikan dan penolakan itu? Pertama, dengan kesetiaan. Dia tidak mengurangi pesan-Nya atau berhenti untuk melakukan apa yang benar. Kedua, dengan kekuatan. Di hadapan-Nya terbentang salib, tetapi ia tidak keberanian atau takut dengan apa yang Dia tahu sebagai kehendak Allah. Ketiga, dengan penundukkan diri. Ketika Herodes memaksa Dia untuk membela diri-Nya, "Yesus tidak memberi jawaban apa pun" (Lukas 23:9). Hanya satu hal yang penting: menggenapi tujuan Allah atas hidup-Nya.

Bagaimana Anda menghadapi kritikan?

Respon yang benar terhadap kritikan orang lain akan berpengaruh kepada tindakan apa yang akan Anda ambil ketika kritikan itu datang. 


Gbu all...

Minggu, 24 Februari 2019

Otoritas Mutlak Hidup Anda

Maleakhi 3:6
"Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 54; Kisah Para Rasul 26; Imamat 18-19

Dunia yang kita hidupi sekarang ini lebih banyak menyuarakan ketidakpastian dan ketidakjelasan. Rumah tangga yang sudah dibangun 25 tahun, dalam sekejap bisa hancur oleh karena ketidaksetiaan salah satu atau kedua belah pihak. Perusahaan yang sedang berkembang cepat, hanya dalam waktu hitungan jam atau menit bisa langsung bangkrut karena dunia terkena krisis global.

Tetapi bersyukur kepada Tuhan, jika Anda adalah orang percaya maka Anda mempunyai sesuatu yang dapat diandalkan: Firman Tuhan yang tidak dapat berubah! Tuhan tidak mempunyai tolok ukur ganda. Dia tidak mengatakan satu hal hari ini dan bisa berubah keesokannya. Dia sama, kemarin, hari ini dan selama-lamanya.

Jika Anda mau menjadikan Firman sebagai otoritas mutlak dalam hidup Anda, maka itu akan memberi kemantapan ketika segala disekeliling Anda runtuh. Jika Anda membiarkan firman Tuhan menyelesaikan persoalan-persoalan hidup Anda, Anda akan yakin ketika orang lain bingung. Anda akan merasa damai ketika orang lain ada di bawah tekanan. Anda akan menang ketika orang lain dikalahkan!

Apa arti menjadikan firman Tuhan sebagai otoritas? Itu berarti mempercayai perkataan-Nya ketimbang mempercayai perkataan manusia. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukannya perkataan iblis. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukan keadaan sekitar.

Bulatkan tekad di hati Anda untuk melakukan itu hari ini. Ambillah keputusan untuk hidup dengan iman, bukan berdasarkan pandangan mata. Serahkanlah diri Anda pada otoritas firman Tuhan maka tidak akan ada apa pun di dunia ini yang dapat merampas ketentraman Anda.

Firman Allah berisi jalan keluar bagi seluruh persoalan di dunia ini, karena itu hiduplah di dalam-Nya.


Gbu all...