Keluaran 3:1
“Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 118; 1 Korintus 6; Rut 3-4
Setiap kali Allah melakukan pekerjaan dalam sebuah generasi, Dia membangkitkan seseorang yang kepadanya diberikan hikmat, iman, dan Roh Kudus. Kitab Keluaran mencatat salah seorang nabi sekaligus pemimpin terbesar sepanjang sejarah, yakni Musa. Ia memimpin generasinya keluar dari ikatan Mesir menuju warisan mereka, Kanaan – tanah yang telah Allah janjikan untuk Abraham dan keturunannya.
Hidup Musa bisa dibagi menjadi tiga bagian: (1) 40 tahun pertama di Mesir, ketika ia berpikir bahwa dia adalah seseorang; (2) 40 tahun berikutnya di padang gurun, ketika ia menyadari bahwa ia bukanlah siapa-siapa, dan (3) 40 tahun terakhir sebagai seorang pembebas, ketika ia belajar bahwa Allah dapat mengubah seorang yang bukan siapa-siapa menjadi seseorang.
Untuk menjadi seorang yang dipakai Allah, Anda harus rela melewati proses-Nya. Ketika Anda belajar untuk merendahkan diri, izinkan kesombongan Anda dihancurkan oleh Allah dan biarkan Dia membentuk Anda menjadi “Musa” bagi generasi Anda.
“Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” (Matius 22:14). Merupakan suatu hal untuk dipanggil oleh Allah, tetapi beda halnya dengan dipilih oleh Allah. Seperti Wahyu 17:14 berkata, “Mereka yang bersama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” Musa tidak hanya dipanggil dan dipilih oleh Allah, tetapi ia didapati setia dalam setiap hal yang ia lakukan untuk Tuhan dalam rumah-Nya (Ibrani 3:2).
Sama halnya dengan Anda, akan ada tiga pembagian dalam hidup Anda sebagai orang-orang percaya. Pertama, akan mempunyai masa dimana Anda dipanggil oleh Allah. Kemudian akan ada masa persiapan. Jika Anda melewati masa persiapan ini maka yang terakhir, akan ada waktu ketika Dia memilih dan menempatkan Anda di sebuah pelayanan. Supaya pelayanan tersebut dapat berkembang dan berbuah lebat, Anda harus didapati setia dalam melayani-Nya.
Pelayanan Anda akan sangat luar biasa bila Anda senantiasa setia melayani Allah.
Sumber: Renungan Harian ‘Memperbaharui Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari’
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Rabu, 09 Mei 2018
Selasa, 08 Mei 2018
Roh Menghakimi
Matius 7:1
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 117; 1 Korintus 5; Rut 1-2
Seorang pria muda yang sudah menikah mulai kembali kepada kebiasaan lamanya yaitu suka dengan hal-hal yang berbau pornografi, ia pun pergi ke sebuah tempat dimana hal-hal seperti itu dapat ia temukan. Ketika orangtuanya mengetahui hal ini, mereka menegurnya dengan lembut dan bijak.
Mendapat nasihat dari ayah dan ibunya, sang anak bukannya menerima tetapi malah marah-marah kepada mereka. Ia menilai orangtuanya suka menghakimi. Dengan hati yang remuk mereka hanya bisa diam. Mereka menangis karena buah hati mereka tidak mendengarkan apa yang mereka katakan. Dan benar, tidak dalam hitungan satu tahun, hidup putranya akhirnya hancur – ia dan sang istri bercerai, lalu dirinya terkena PHK, usaha yang dibangun selama ini pun harus gulung tikar karena selalu mengalami kerugian.
Banyak orang pada masa sekarang akan mengatakan bahwa orangtua, kakak, pembimbing rohani, bahkan gembala sidang tidak berhak untuk menegur bahwa mereka salah. Mereka bahkan dengan berani mengutip kata-kata Yesus, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” (Matius 7:1).
Namun, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa setiap kita bertanggung jawab dengan rendah hati menegur sesama orang percaya ketika kita melihatnya berbuat dosa (Galatia 6:1,2). Jadi, Orangtua, kakak, pembimbing rohani, gembala sidang sebenarnya sedang melakukan tanggung jawabnya ketika menasihati kita.
Tuhan Yesus tidak mengatakan kita tidak boleh menentang dosa. Dia mengatakan kita harus hati-hati dalam menghakimi. Paulus menulis bahwa kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain (I Korintus 13:5). Kita harus menerapkan prinsip praduga tak bersalah dan mengenali keterbatasan diri kita sendiri. Dan kita harus menolak perasaan superioritas rohani apapun. Kalau tidak, kita juga akan jatuh ke dalam dosa.
Menegur orang lain merupakan tanggung jawab yang serius. Oleh karenanya,lakukan dengan hati-hati dan waspadalah selalu agar jangan apa yang Anda lakukan berubah menjadi penghakiman.
Menyadari bahwa kita memiliki banyak kelemahan dapat mengerem perkataan-perkataan kita ke orang lain yang sifatnya menghakimi.
Sumber: Kingdom Magazine November 2009
Gbu all...
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 117; 1 Korintus 5; Rut 1-2
Seorang pria muda yang sudah menikah mulai kembali kepada kebiasaan lamanya yaitu suka dengan hal-hal yang berbau pornografi, ia pun pergi ke sebuah tempat dimana hal-hal seperti itu dapat ia temukan. Ketika orangtuanya mengetahui hal ini, mereka menegurnya dengan lembut dan bijak.
Mendapat nasihat dari ayah dan ibunya, sang anak bukannya menerima tetapi malah marah-marah kepada mereka. Ia menilai orangtuanya suka menghakimi. Dengan hati yang remuk mereka hanya bisa diam. Mereka menangis karena buah hati mereka tidak mendengarkan apa yang mereka katakan. Dan benar, tidak dalam hitungan satu tahun, hidup putranya akhirnya hancur – ia dan sang istri bercerai, lalu dirinya terkena PHK, usaha yang dibangun selama ini pun harus gulung tikar karena selalu mengalami kerugian.
Banyak orang pada masa sekarang akan mengatakan bahwa orangtua, kakak, pembimbing rohani, bahkan gembala sidang tidak berhak untuk menegur bahwa mereka salah. Mereka bahkan dengan berani mengutip kata-kata Yesus, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” (Matius 7:1).
Namun, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa setiap kita bertanggung jawab dengan rendah hati menegur sesama orang percaya ketika kita melihatnya berbuat dosa (Galatia 6:1,2). Jadi, Orangtua, kakak, pembimbing rohani, gembala sidang sebenarnya sedang melakukan tanggung jawabnya ketika menasihati kita.
Tuhan Yesus tidak mengatakan kita tidak boleh menentang dosa. Dia mengatakan kita harus hati-hati dalam menghakimi. Paulus menulis bahwa kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain (I Korintus 13:5). Kita harus menerapkan prinsip praduga tak bersalah dan mengenali keterbatasan diri kita sendiri. Dan kita harus menolak perasaan superioritas rohani apapun. Kalau tidak, kita juga akan jatuh ke dalam dosa.
Menegur orang lain merupakan tanggung jawab yang serius. Oleh karenanya,lakukan dengan hati-hati dan waspadalah selalu agar jangan apa yang Anda lakukan berubah menjadi penghakiman.
Menyadari bahwa kita memiliki banyak kelemahan dapat mengerem perkataan-perkataan kita ke orang lain yang sifatnya menghakimi.
Sumber: Kingdom Magazine November 2009
Gbu all...
Senin, 07 Mei 2018
Kehendak Diri yang Keras
Kisah Para Rasul 3:19
"Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan"
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 85; Roma 13; Ulangan 17-18
Menjadi orang Kristen adalah peristiwa sekali untuk selamanya; kita bertobat dari dosa-dosa dan menyertakan hidup hanya kepada Kristus saja untuk keselamatan kita. Ketika kita bertobat, Allah membawa kita "keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib" (I Petrus 2:9).
Menjadi orang Kristen juga adalah pengalaman setiap setiap hari yang berlangsung terus menerus, proses seumur hidup dalam pertobatan dan iman setiap hari. Dari sanalah kehendak-kehendak kita masuk. Walaupun kita sudah bertobat dan Allah telah datang untuk hidup di dalam kita, sifat lama kita masih "hidup dan bergolak". Kehendak-kehendak kita yang keras masih menuntut untuk menempatkan diri terlebih dahulu melebihi Kristus.
Tidaklah mudah membawa kehendak-kehendak kita yang keras dalam penundukkan kepada Kristus. Namun bila kita melakukannya, maka kita akan seperti siput yang dikembalikan ke dalam cangkangnya. Kita akan mengalami stres dan ketegangan hidup akibat tidak berdamai dengan Allah, sebaliknya kita akan menemukan ketentraman di dalam hadirat-Nya.
Siapakah yang mengendalikan kehendak Anda hari ini? Anda ataukah Kristus?
Serahkan kehendak pribadi Anda di bawa kaki Yesus maka Dia akan memimpin jalan hidup Anda senantiasa.
Gbu all...
"Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan"
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 85; Roma 13; Ulangan 17-18
Menjadi orang Kristen adalah peristiwa sekali untuk selamanya; kita bertobat dari dosa-dosa dan menyertakan hidup hanya kepada Kristus saja untuk keselamatan kita. Ketika kita bertobat, Allah membawa kita "keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib" (I Petrus 2:9).
Menjadi orang Kristen juga adalah pengalaman setiap setiap hari yang berlangsung terus menerus, proses seumur hidup dalam pertobatan dan iman setiap hari. Dari sanalah kehendak-kehendak kita masuk. Walaupun kita sudah bertobat dan Allah telah datang untuk hidup di dalam kita, sifat lama kita masih "hidup dan bergolak". Kehendak-kehendak kita yang keras masih menuntut untuk menempatkan diri terlebih dahulu melebihi Kristus.
Tidaklah mudah membawa kehendak-kehendak kita yang keras dalam penundukkan kepada Kristus. Namun bila kita melakukannya, maka kita akan seperti siput yang dikembalikan ke dalam cangkangnya. Kita akan mengalami stres dan ketegangan hidup akibat tidak berdamai dengan Allah, sebaliknya kita akan menemukan ketentraman di dalam hadirat-Nya.
Siapakah yang mengendalikan kehendak Anda hari ini? Anda ataukah Kristus?
Serahkan kehendak pribadi Anda di bawa kaki Yesus maka Dia akan memimpin jalan hidup Anda senantiasa.
Gbu all...
Minggu, 06 Mei 2018
Tuhan Selalu Punya Cara
Mazmur 105:40-41
“Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai;”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 114; 1 Korintus 2; Hakim-Hakim 15-17
Saya sampai sekarang masih terkagum-kagum dengan peristiwa dimana Tuhan memelihara bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun. Menurut saya, sehebat atau secerdas apapun orang di dunia saat itu sepertinya tidak akan bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Tuhan.
Alkitab mencatat bahwa selama masa berputar-putar, orang Israel tidak pernah kekurangan makan atau kehausan. Kebutuhan hidup mereka selalu terpenuhi. Bahkan tiang awan dan tiang api disediakan-Nya agar mereka tidak kepanasan ketika tengah hari atau kedinginan di malam hari. Dan menariknya, kisah dimana bagaiman Tuhan memelihara umat-Nya terus berlanjut di pasal-pasal selanjutnya bahkan hingga sekarang ini.
Tuhan tidak pernah kehabisan metode untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia bisa menggunakan sebuah peristiwa, sekitar kita, atau manusia sendiri untuk menjaga kita di bumi ini. Tetap terpelihara adalah janji-Nya bagi Anda dan saya dan Dia takkan membiarkan apapun atau siapapun menghalangi hal tersebut.
Jadi, bila saat ada diantara Anda yang merasa seorang diri atau sedang dalam permasalahan yang berat, mari berdoalah kepada Tuhan. Mintalah pertolongan-Nya dan jalan keluar kepada-Nya. Percayalah, Dia selalu punya cara untuk membuat Anda bersukacita dan terjaga di bumi ini.
Tuhan punya ribuan cara agar umat-Nya tetap terpelihara di bumi.
Gbu all...
“Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai;”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 114; 1 Korintus 2; Hakim-Hakim 15-17
Saya sampai sekarang masih terkagum-kagum dengan peristiwa dimana Tuhan memelihara bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun. Menurut saya, sehebat atau secerdas apapun orang di dunia saat itu sepertinya tidak akan bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Tuhan.
Alkitab mencatat bahwa selama masa berputar-putar, orang Israel tidak pernah kekurangan makan atau kehausan. Kebutuhan hidup mereka selalu terpenuhi. Bahkan tiang awan dan tiang api disediakan-Nya agar mereka tidak kepanasan ketika tengah hari atau kedinginan di malam hari. Dan menariknya, kisah dimana bagaiman Tuhan memelihara umat-Nya terus berlanjut di pasal-pasal selanjutnya bahkan hingga sekarang ini.
Tuhan tidak pernah kehabisan metode untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia bisa menggunakan sebuah peristiwa, sekitar kita, atau manusia sendiri untuk menjaga kita di bumi ini. Tetap terpelihara adalah janji-Nya bagi Anda dan saya dan Dia takkan membiarkan apapun atau siapapun menghalangi hal tersebut.
Jadi, bila saat ada diantara Anda yang merasa seorang diri atau sedang dalam permasalahan yang berat, mari berdoalah kepada Tuhan. Mintalah pertolongan-Nya dan jalan keluar kepada-Nya. Percayalah, Dia selalu punya cara untuk membuat Anda bersukacita dan terjaga di bumi ini.
Tuhan punya ribuan cara agar umat-Nya tetap terpelihara di bumi.
Gbu all...
Sabtu, 05 Mei 2018
Pesan Paskah
Matius 16:6
Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 95; Lukas 7; Yosua 1-2
Hari ini adalah hari yang istimewa bagi dunia Kekristenan karena di hari ini sebuah pesan penting disampaikan Kristus kepada manusia. Pesan tersebut bukan Dia sampaikan melalui perkataan, tetapi perbuatan.
Kebangkitan-Nya pada hari ketiga memberitahu kepada kita bahwa Dialah Mesias Sejati, satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia. Semua perbuatan baik yang dilakukan manusia untuk sampai ke Sorga adalah sia-sia, apabila tidak ada Kristus di dalam hati orang tersebut.
Kebangkitan-Nya juga menyatakan kepada kita bahwa Dia telah mengalahkan maut. Segala sakit penyakit, kutuk-kutuk kini telah berada di bawah kaki-Nya. Kesembuhan dan kemerdekaan menjadi milik mereka yang beriman kepada-Nya.
Terakhir, kebangkitan Kristus memberi pesan bahwa ada harapan bagi manusia untuk hidup dalam kekekalan bersama dengan Allah. Kehidupan yang telah dicari manusia sejak zaman dahulu kala.
Apa makna Paskah bagi Anda? Seharusnya itu bermakna segalanya, karena Kristus telah melepaskan Anda dari segala belenggu dosa dan memberi kunci masuk ke kerajaan-Nya yang abadi.
Karena kebangkitan Kristus, kehidupan kita menjadi berubah dan tidak akan pernah sama lagi.
Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia
Gbu all...
Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 95; Lukas 7; Yosua 1-2
Hari ini adalah hari yang istimewa bagi dunia Kekristenan karena di hari ini sebuah pesan penting disampaikan Kristus kepada manusia. Pesan tersebut bukan Dia sampaikan melalui perkataan, tetapi perbuatan.
Kebangkitan-Nya pada hari ketiga memberitahu kepada kita bahwa Dialah Mesias Sejati, satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia. Semua perbuatan baik yang dilakukan manusia untuk sampai ke Sorga adalah sia-sia, apabila tidak ada Kristus di dalam hati orang tersebut.
Kebangkitan-Nya juga menyatakan kepada kita bahwa Dia telah mengalahkan maut. Segala sakit penyakit, kutuk-kutuk kini telah berada di bawah kaki-Nya. Kesembuhan dan kemerdekaan menjadi milik mereka yang beriman kepada-Nya.
Terakhir, kebangkitan Kristus memberi pesan bahwa ada harapan bagi manusia untuk hidup dalam kekekalan bersama dengan Allah. Kehidupan yang telah dicari manusia sejak zaman dahulu kala.
Apa makna Paskah bagi Anda? Seharusnya itu bermakna segalanya, karena Kristus telah melepaskan Anda dari segala belenggu dosa dan memberi kunci masuk ke kerajaan-Nya yang abadi.
Karena kebangkitan Kristus, kehidupan kita menjadi berubah dan tidak akan pernah sama lagi.
Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)