Jumat, 13 Oktober 2017

BELAJAR MENGHARGAI ORANG LAIN

”Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.” Kolose 4:1

Salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia adalah penghargaan. Entah itu orang kaya, miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, tinggal di kota , desa, bahkan yang di daerah terpencil sekali pun, semuanya ingin dihargai. Hubungan antar individu akan berjalan dengan baik dan harmonis apabila masing-masing pribadi saling menghargai: ada pihak yang memberi penghargaan dan ada yang menerima penghargaan.

Semua orang pasti berusaha memperoleh penghargaan dari orang lain; apa pun caranya pasti akan ditempuh. Namun dalam hal memberikan penghargaan kepada orang lain, tidak semua orang mau melakukannya. Contoh nyata adalah hubungan antara tuan dengan hamba, atasan terhadap bawahan. Seorang tuan/atasan selalu ingin dihargai dan dihormati, tetapi belum tentu mau memberikan penghargaan kepada bawahan atau hambanya meskipun mereka sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik. Bukankah ini seringkali terjadi di sekitar kita? Seorang tuan/atasan bertindak semena-mena terhadap bawahannya, bahkan cenderung memandang rendah. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, ”Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu;” (ayat 1a), jangan hanya menuntut penghargaan dari bawahan.

Belajarlah untuk memberi penghargaan dan pujian untuk setiap jerih lelah bawahan kita! Memberi penghargaan kepada bawahan akan memacu mereka untuk lebih bersemangat mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Sebaliknya bila tuan/atasan hanya mencerca, memaki, merendahkan dan menekan bawahannya, hal itu akan menurunkan semangat dan motivasi kerja. Apalagi para tuan/atasan yang notabene adalah seorang percaya (Kristen), haruslah memberi teladan yang baik dan menjadi kesaksian bagi bawahan kita, bukan malah jadi batu sandungan! Tuhan Yesus sendiri yang adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan ”...datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28).

Tuhan menghendaki agar kita saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat (baca Roma 12:10). 


Gbu all...

Kamis, 12 Oktober 2017

Keuntungan Pendengar yang baik

(Amsal 18:15) Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Edgar Watson Howe berkata, “Tak seorang pun mau mendengarkan Anda bicara kalau ia tidak tahu bahwa selanjutnya adalah gilirannya untuk berbicara” Artinya, dimana saja kita akan menemukan banyak orang yang lebih senang berbicara daripada menjadi pendengar yang baik.

Firman Tuhan mengajarkan kita tentang hukum membangun hubungan, bahwasanya adalah lebih baik banyak mendengar dari pada berkata-kata. “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” (Ams 10:19). Jika kita mau mencermati, maka kita akan menemukan kebenaran bahwa kita tidak akan belajar apapun jika kita terus menerus berbicara, tanpa memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara. Setidaknya ada lima manfaat yang kita dapatkan jika kita mau mengembangkan seni mendengarkan dengan baik.

Pertama, dengan mendengar kita sedang mengembangkan kemampuan untuk menghormati sesama. Sikap yang menghormati tercermin ketika kita dengan baik mendengarkan orang yang sedang berbicara kepada kita. Bayangkan, jika kita sedang berbicara dan lawan bicara kita sibuk memainkan handphone, membuka buku, memperbaiki make up-nya, bersiul-siul, atau pandangannya kosong karena pikirannya melayang-layang. Apakah semua itu menunjukan bahwa ia menghargai kita? Orang yang tahu menghargai sesamanya akan memberi perhatian pada orang yang sedang berbicara kapadanya.

Kedua, dengan mendengarkan kita sedang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Jika kita menjadi pendengar yang baik maka kita akan mampu membangun hubungan yang akrab dengan banyak orang. Orang akan membuka diri karena ia menemukan orang yang dibutuhkannya, yaitu kita yang siap dan mau dengan baik mendengarkannya.

Ketiga, dengan mendengar kita sedang meningkatkan pengetahuan dan berpeluang mendapatkan ide ide. Ketika kita mendengar dengan baik, kita mendapatkan kesempatan untuk menyimak dan mengingat point-point yang bisa dijadikan pelajaran dari apa yang diungkapkan orang lain kepada kita. Jika kita memberi kesempatan kepada sesama untuk mengemukakan pemikiran-pemikiran nya dan kita mendengarkan dengan pikiran yang terbuka, maka di pikiran kita akan mengalir ide-ide baru.

Keempat, dengan mendengar kita sedang membangun loyalitas. Jika kita tidak dengan baik mendengarkan pasangan, anak-anak, karyawan, atau kolega kita, maka mereka akan menjauhi kita dan mencari orang yang mau mendengarkan mereka. Tapi jika kita memberi hati dan perhatian, maka mereka akan mencari dan mempercayai kita.

Kelima, dengan mendengar kita sedang membantu sesama. Setidaknya, jika kita belum memperoleh manfaat untuk diri sendiri, kita sudah membantu sesama.

DOA: Bapa, aku menyadari bahwa tidak mudah memberikan hati dan telinga untuk mendengarkan sesamaku, tapi aku berdoa agar Engkau memampukanku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.


Gbu all...

Rabu, 11 Oktober 2017

My Business Loss

Bertahun-tahun yang lalu, aku kehilangan banyak uang dalam bisnis.
Itu merupakan kerugian besar bagi saya. Pada saat itu, aku kehilangan hampir seluruh harta.
Aku tergoda untuk bermuram, untuk merajuk, dan membawa beban berat untuk waktu yang lama.
Sebenarnya aku membiarkan diriku berduka untuk sesaat, yang menurutku cukup sehat.
Tapi aku memutuskan untuk tidak bersedih terlalu lama, atau aku akan terjebak selamanya.

Setelah beberapa waktu, aku menyatakan, "Allah mempunyai sesuatu yang lebih baik untukku."
Aku memilih untuk tersenyum. Aku memilih untuk melihat sisi terang. Aku memilih untuk percaya bahwa bisnis yang lebih baik akan datang. Bahkan, aku mulai menyatakan sesuatu yang luar biasa. Aku berkata, "Aku akan mendapatkan sepuluh kali lipat dari apa yang telah hilang!"

Kemudian minggu itu, seorang teman bertanya padaku, "Apakah benar bahwa Anda kehilangan banyak uang dalam bisnis?"
Aku berkata, "Ya, benar."
"Itu terjadi pada Anda juga, ya? Saya pikir orang-orang seperti Anda dibebaskan dari hal-hal ini. Jadi kenapa kamu tersenyum? "
"Karena aku percaya Tuhan sedang mengarahkan saya untuk bisnis yang lebih baik. Dan aku tahu bahwa aku akan mendapatkan sepuluh kali lipat dari apa yang hilang. "
Ini adalah klaim besar dan beberapa temannya tidak bisa mengerti mengapa aku begitu santai.

Tetapi beberapa tahun kemudian, apa yang aku nyatakan terjadi.
Aku mulai bisnis baru dan mulai mendapatkan sepuluh kali dari apa yang pernah hilang. Apa yang telah hilang, tabunganku selama bertahun-tahun, aku dapatkan kembali hanya dalam beberapa bulan. Hari ini, bisnis yang baru berkembang biak. Kadang-kadang aku bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana jika aku tidak gagal dalam bisnis itu? Aku akan tetap terjebak dalam bisnis yang lama! Aku tidak akan punya bisnis baru yang aku miliki sekarang. "
Dan bayangkan jika terus bermuram durja dan merajuk, apakah aku akan melihat peluang-peluang baru di sekitarku? Bayangkan jika aku terus berduka kehilangan, akankah aku memiliki energi untuk mengusahakan sesuatu yang baru?

Teman, jangan fokus pada masalah-masalah dalam hidup Anda.
Jangan berfokus pada apa yang hilang.
Sebaliknya, fokus pada dua hal: lihatlah pada apa yang kau punya dan lihatlah hal-hal baru yang akan diberikan Allah padamu.
Dan bersyukurlah.

Bo Sanchez

Gbu all...

Selasa, 10 Oktober 2017

Tak Pernah Ada Kata Terlambat

Benarkah bahwa kita tak pernah terlalu tua untuk memulai karir baru atau membuat perubahan dramatis dalam kehidupan kita? Bagaimana jika kita berusia 72 atau bahkan 82 tahun? Apakah seusia itu kita terlambat untuk mempelajari bahasa baru? Ah, tidak juga. Dua ratus tahun lalu negarawan Roma, Cato, mempelajari bahasa Yunani pada usia 80 tahun. Bisakah kita lebih kreatif di usia itu? Bagaimana dengan Goethe? Mahakaryanya, ‘Faust’ belum sempurna hingga ia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahuh ketika ia melukis Kapel Sistine.

Butuh contoh lebih banyak? Luigi Cornaro, seorang terpelajar dari Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Risalah klasiknya ‘The Joys of Old Age’ ditulis [ada tahun 1562 ketika ia berusia 95 tahun! Di era modern, seorang filosof besar, ahli matematik, dan pecinta perdamaian, Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonsttasi anti nuklir ketika ia berusia 89 tahun. Dan tentu saja kita tak bisa melupakan Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80. Tahukan anda bahwa sekitar 25% lukisannya yaitu sebanyak 1,500 lukisan dibuatnya setelah ia berusia 100 tahun? Kemudian ada Henry Little, seorang Presiden Direktur dari The Institution for Savings di Newburyport, Massachusetts, memutuskan untuk pensiun sehingga orang yang lebih muda bisa mengambil alih. Tuan Little pensiun ketika ia berusia 102 tahun! Orang lebih muda yang ia maksud ternyata berusia 83 tahun.

Sedikit Pelajaran

Apa yang bisa kita pelajari dari contoh-contoh di atas? Mereka semua sangat berhasrat tinggi dalam melakukan apa yang meraka kerjakan. Hasrat atau passion adalah sumber energi dan membuat seseorang tetap awet muda, sebagaimana yang ditulis Benjamin Franklin,

“Mereka dengan cinta mendalam tak pernah tua, mungkin saja mereka meninggal karena usia tua, tapi sesungguhnya mereka mati muda.”

Mereka juga menyadari, bahwa lebih baik menjadi 70 tahun lebih muda daripada berusia 40 tahun, sehingga mereka tidak membiarkan usia menghambat mereka untuk mengejar mimpi. Mereka memahami bahwa tak ada kata terlambat untuk mulai mengerjakan sesuatu, dan saat ini lah waktu untuk bertindak. Tidak seperti King Richard II, mereka tidak pernah berkeluh kesah,

“Aku menyia-nyiakan waktu, dan sekarang waktu lah yang menyia-nyiakan aku”

Pelajaran lain yaitu ketika peluang muncul, mereka terjun ke dalamnya. Memang, pasti ada resiko di dalamnya, tapi mengapa kita takut akan kehidupan? Kematian, mungkin, tapi tidak dengan kehidupan. Rita Coolidge menyadari pentingnya hal ini ketika ia berkata,

“Terlalu sering peluang datang mengetuk, tapi saat kita melepas rantai, melepas gembok, membuka kunci dan mematikan alarm pencuri, saat itu sudah terlambat.”

Satu hal, bahwa obat mujarab untuk tetap awet muda adalah pengalaman dan pengetahuan baru yang kita dapat setiap hari. Rupanya Henry Ford merasakan hal serupa, ketika ia berkata,

“Siapapun yang berhenti belajar adalah kaum tua, tak peduli terjadi di usia 20 atau 80. Siapapun yang tetap belajar tidak cuma awet muda tapi tetap bernilai, tanpa memperhatikan kapasitas fisiknya.”

Pada akhirnya, ada pepatah yang patut dipertimbangkan,

“Ketika kau lihat orang tua yang ramah tamah, berwatak halus, mantap, berisi, dan mempunyai selera humor yang baik, yakinlah bahwa kemudaan, kemurah hatian, dan kesabaranlah yang mereka miliki. Pada akhirnya mereka tidak meratapi masa lalu, juga tidak takut pada masa depan; mereka seperti waktu malam di ujung hari yang menyenangkan.”


Gbu all...

Senin, 09 Oktober 2017

Letak Kekuatan

Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Di situlah letak dimana semua Kekuatan Sejati berada...

Sadarilah Anda juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala masalah Anda. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.


Gbu all...