The greatest test of our integrity and character is how we treat other people »Peter Drucker«
Ujian terbesar dari ketulusan dan karakter adalah bagaimana kita memperlakukan orang lain. »Peter Drucker«
Matius
7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,
perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat
dan kitab para nabi."
Keegoisan membuat kita ingin orang lain
berbuat duluan ketimbang kita, semakin egois semakin buruk karakter
kita, orang yang egois terlihat dari pergaulannya!.
Buah dari karakter terpampang dari pergaulannya, semakin baik karakter semakin luas pergaulannya.
Jadi
jangan pernah menyalahkan orang lain, bila hidup kita ditinggalkan
banyak orang, bila demikian alangkah sepi dan kerdilnya hidup kita.
Tata
ulang gaya hidup kita lalu bangun karakter sesuai Firman Tuhan yang
kita baca setiap hari, percayalah! Sekarang juga hidup kita berubah!
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Rabu, 31 Juli 2013
Selasa, 30 Juli 2013
Permulaan yang baru
"You have seeds of greatness on the inside. Today can be your new
beginning. Today could be the start of something amazing." »Joel Osteen«
"Anda memiliki benih kejayaan dalam diri anda. Hari ini bisa menjadi permulaan yang baru. Hari ini bisa menjadi permulaan sesuatu yang luar biasa." » Joel Osteen«
Yohanes 12 : 24 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah."
Sebagai mana biji gandum yang memiliki benih pelipat gandaan begitu juga diri kita memiliki benih kejayaan.
Masalahnya potensi pelipat gandaan dari sebuah biji gandum baru terbukti setelah biji tersebut mati dan dikuburkan.
Mati dari sifat malas, kemalasan adalah momok yang menjadi penyebab utama benih kejayaan kita tidak berkembang.
Mati dari tinggi hati, sombong membuat kita tidak memiliki teman atau relasi yang siap mendukung agar benih kejayaan kita bertumbuh dengan baik.
Mati dari irihati dan benci, perasaan ini membatasi ruang lingkup hidup kita menjadi sangat sempit dan terbatas.
Mati dari egois, dunia bisnis dikenal dengan win win solution, apakah kita mau bisnis sendirian, itu sih...sama saja menipu diri sendiri.
Kalau mau benih kejayaan kita berkembang, baik dipelayanan maupun sekuler mari matikan sifat sifat diatas, percayalah benih kejayaan kita pasti berkembang dengan sangat baik
Gbu all..
"Anda memiliki benih kejayaan dalam diri anda. Hari ini bisa menjadi permulaan yang baru. Hari ini bisa menjadi permulaan sesuatu yang luar biasa." » Joel Osteen«
Yohanes 12 : 24 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah."
Sebagai mana biji gandum yang memiliki benih pelipat gandaan begitu juga diri kita memiliki benih kejayaan.
Masalahnya potensi pelipat gandaan dari sebuah biji gandum baru terbukti setelah biji tersebut mati dan dikuburkan.
Mati dari sifat malas, kemalasan adalah momok yang menjadi penyebab utama benih kejayaan kita tidak berkembang.
Mati dari tinggi hati, sombong membuat kita tidak memiliki teman atau relasi yang siap mendukung agar benih kejayaan kita bertumbuh dengan baik.
Mati dari irihati dan benci, perasaan ini membatasi ruang lingkup hidup kita menjadi sangat sempit dan terbatas.
Mati dari egois, dunia bisnis dikenal dengan win win solution, apakah kita mau bisnis sendirian, itu sih...sama saja menipu diri sendiri.
Kalau mau benih kejayaan kita berkembang, baik dipelayanan maupun sekuler mari matikan sifat sifat diatas, percayalah benih kejayaan kita pasti berkembang dengan sangat baik
Gbu all..
Senin, 29 Juli 2013
Berubahlah sekarang juga!
"See less of your spouse's mistake and more of God's grace, and with time, healing will come." »Max Lucado«
"Lihatlah kesalahan pasangan anda dengan lebih sedikit, dan lebih banyak kasih karunia Tuhan, dan seiring waktu, kesembuhan akan datang."»Max Lucado«
Yohanes 9 : 2-3 "Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta? Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia."
Kenapa kita sering membuat keputusan yang keliru ? Karena keputusan lahirnya dari penilaian! Sebab kita terlalu mudah membuat sebuah penilaian.
Penilaian yang tidak obyektif melahirkan kesalahan dan bila terlalu sering akan berakibat fatal.
Berubahlah sekarang juga!, jangan terlalu pandai menilai orang lain, apalagi hanya dari sudut pandang pribadi kita.
Bila ada kekeliruan tanamkan dalam hati kita, kalau Tuhan saja melalui kasih karuniaNya senantiasa mengampuni dan tidak pernah mengingat ingat kesalahan kita, demikian pula kita seharusnya terhadap orang lain, teristimewa pasangan dan keluarga kita sendiri
Percayalah! pemulihan demi pemulihan akan kita alami, hidup jadi lebih berarti karena penuh dengan damai sejahtera dan sukacita.
Gbu all...
"Lihatlah kesalahan pasangan anda dengan lebih sedikit, dan lebih banyak kasih karunia Tuhan, dan seiring waktu, kesembuhan akan datang."»Max Lucado«
Yohanes 9 : 2-3 "Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta? Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia."
Kenapa kita sering membuat keputusan yang keliru ? Karena keputusan lahirnya dari penilaian! Sebab kita terlalu mudah membuat sebuah penilaian.
Penilaian yang tidak obyektif melahirkan kesalahan dan bila terlalu sering akan berakibat fatal.
Berubahlah sekarang juga!, jangan terlalu pandai menilai orang lain, apalagi hanya dari sudut pandang pribadi kita.
Bila ada kekeliruan tanamkan dalam hati kita, kalau Tuhan saja melalui kasih karuniaNya senantiasa mengampuni dan tidak pernah mengingat ingat kesalahan kita, demikian pula kita seharusnya terhadap orang lain, teristimewa pasangan dan keluarga kita sendiri
Percayalah! pemulihan demi pemulihan akan kita alami, hidup jadi lebih berarti karena penuh dengan damai sejahtera dan sukacita.
Gbu all...
Minggu, 28 Juli 2013
RAHMAT TUHAN
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat
yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, "
Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan
pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta,
sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan "terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak hikmat kepadamu' ".
Selamat menjalani hidup dengan penuh Rahmat Tuhan......!
Gbu all...
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta,
sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan "terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak hikmat kepadamu' ".
Selamat menjalani hidup dengan penuh Rahmat Tuhan......!
Gbu all...
Sabtu, 27 Juli 2013
YOUR PAST IS NOT YOUR FUTURE
Message:
Amsal 19:20
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
Saya pernah membaca sebuah tulisan yang menceritakan sebuah eksperimen yang dilakukan di Woods Hole Oceanographic Institute. Seekor ikan barracuda dimasukkan ke dalam sebuah akuarium berukuran sedang yang bagian tengahnya dipisahkan oleh sebuah kaca pembatas transparan. Di sisi lain, ada banyak ikan kecil yang merupakan makanan kesukaan si barracuda. Ketika lapar, berkali-kali ikan barracuda mencoba untuk memangsa ikan kecil tersebut, namun usahanya selalu sia-sia karena terbentur kaca pembatas transparan tadi.
Setelah berminggu-minggu mencoba dan tetap tidak berhasil, si barracuda menyerah dengan menerima
kenyataan bahwa perburuan ikan kecil tersebut hanya mengakibatkan kesakitan pada hidung dan mulutnya. Setelah itu kaca pembatas transparan tadi diangkat, dan apa yang terjadi? Si barracuda tetap pada sisinya, tidak bergerak ke arah ikan kecil. Rasa lapar mulai terasa hebat. Akan tetapi si barracuda sepertinya tidak berusaha sekali pun untuk memangsa ikan-ikan kecil tersebut. Akhirnya, ia pun mati kelaparan padahal makanan kesukaanya tepat berada di depan hidungnya.
Pelajaran penting yang saya temukan dan dapat kita ambil dari kisah barracuda ini adalah bahwa masa lalu kita tidak sama dengan masa yang akan datang. Hellen Keller pernah berkata ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tapi kita seringkali mengamati pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat satu pintu lain yang terbuka.
Jangan putus asa, jangan pernah putus asa! Sebab masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang. Impian pasti bisa menjadi kenyataan, jika kita yakin dan mau berusaha untuk mewujudkannya. Hiduplah sesuai dengan imajinasi Anda, bukan kenangan akan masa lalu.
sumber :http://www.jawaban.com
Amsal 19:20
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
Saya pernah membaca sebuah tulisan yang menceritakan sebuah eksperimen yang dilakukan di Woods Hole Oceanographic Institute. Seekor ikan barracuda dimasukkan ke dalam sebuah akuarium berukuran sedang yang bagian tengahnya dipisahkan oleh sebuah kaca pembatas transparan. Di sisi lain, ada banyak ikan kecil yang merupakan makanan kesukaan si barracuda. Ketika lapar, berkali-kali ikan barracuda mencoba untuk memangsa ikan kecil tersebut, namun usahanya selalu sia-sia karena terbentur kaca pembatas transparan tadi.
Setelah berminggu-minggu mencoba dan tetap tidak berhasil, si barracuda menyerah dengan menerima
kenyataan bahwa perburuan ikan kecil tersebut hanya mengakibatkan kesakitan pada hidung dan mulutnya. Setelah itu kaca pembatas transparan tadi diangkat, dan apa yang terjadi? Si barracuda tetap pada sisinya, tidak bergerak ke arah ikan kecil. Rasa lapar mulai terasa hebat. Akan tetapi si barracuda sepertinya tidak berusaha sekali pun untuk memangsa ikan-ikan kecil tersebut. Akhirnya, ia pun mati kelaparan padahal makanan kesukaanya tepat berada di depan hidungnya.
Pelajaran penting yang saya temukan dan dapat kita ambil dari kisah barracuda ini adalah bahwa masa lalu kita tidak sama dengan masa yang akan datang. Hellen Keller pernah berkata ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tapi kita seringkali mengamati pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat satu pintu lain yang terbuka.
Jangan putus asa, jangan pernah putus asa! Sebab masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang. Impian pasti bisa menjadi kenyataan, jika kita yakin dan mau berusaha untuk mewujudkannya. Hiduplah sesuai dengan imajinasi Anda, bukan kenangan akan masa lalu.
sumber :http://www.jawaban.com
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)