Minggu, 30 Juni 2013

Tinta "Ajaib" dan Sebatang Pensil

Bertahun-tahun yang lalu, Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat dalam perlombaan untuk menguasai ekspedisi ke luar angkasa (space race).

Ilmuwan dan insinyur dari kedua negara tersebut terus-menerus berada di dalam kompetisi yang sangat ketat untuk menemukan terobosan teknolologi yang akan membuat negara mereka selangkah lebih mau dari negara saingannya.

Salah satu bidang yang membuat pusing para ilmuwan NASA (lembaga antariksa AS) adalah: menemukan tinta yang bisa digunakan di ruang tanpa bobot di dalam pesawat luar angkasa. Puluhan bahkan ratusan ribu dollar dihabiskan untuk menemukan formula tinta "ajaib" tersebut. Ratusan bahkan ribuan jam dihabiskan untuk melakukan riset dan eksperimen.

Anda tahu apa yang dilakukan oleh Uni Soviet? Mereka menulis memakai pensil!

Seringkali, kita sibuk mencari-cari apa yang tidak ada; padahal apa yang kita butuhkan sebenarnya telah tersedia di depan mata.

Banyak orang percaya yang tidak pernah berani melangkah untuk melakukan sesuatu oleh karena mereka terus-menerus merasa kurang, belum dewasa, tidak punya karunia, minim talenta, dan segudang alasan yang lain.

Terlalu banyak orang yang menunggu agar ia lebih dulu "sempurna" sebelum mulai bekerja. Beberapa orang menghabiskan jam-jam doanya untuk meminta karunia-karunia Roh yang adi kodrati (supranatural), karena berpikir bahwa tanpanya ia tidak akan pernah berguna.

Kadang, kita begitu sibuk memikirkan hal-hal yang terlalu besar atau tinggi tentang diri kita. Apalagi, ketika kita mulai membandingkan diri dengan orang lain, yang di mata kita memiliki puluhan kelebihan yang tidak kita miliki.

Kita ingin seperti dia, dan kita berpikir bahwa kita hanya akan berguna kalau kita pun memiliki semua kelebihan itu. Kita lupa untuk menilai diri kita "menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing" (Roma 12:3).

Dalam perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30), sang Tuan menunjukkan penghargaan yang persis sama kepada hamba yang memiliki 5 talenta maupun 2 talenta. Ia menghargai mereka bukan berdasar berapa talenta yang mula-mula mereka miliki, namun berdasar apa yang mereka lakukan dengan talenta itu.

Kalau saja hamba dengan 1 talenta itu mau bekerja mengembangkan talentanya, pastilah ia akan mendapat penghargaan yang sama dari sang Tuan.

Kita tidak perlu menunggu lagi. Kita bisa mulai bergerak sekarang, dengan apa yang kita punya, dengan apa yang kita bisa. Keluar dari kotak egoisme, lepas dari belengu rasa rendah diri. Memperhatikan orang lain, melakukan sesuatu; sekalipun sederhana dan kelihatannya tidak berarti apa-apa.

Kita tidak pernah tahu berkat macam apa yang diterima orang lain dari tindakan kita yang paling sederhana. Tapi Tuhan tahu.

Saya meyakini prinsip "siapa mempunyai, ia akan diberi" (Matius 25:29). Kalau kita berani mulai melakukan sesuatu, dengan hati tulus dan nurani yang murni, maka Tuhan yang akan menambahkan kemampuan, talenta, karunia, dan entah apa lagi namanya, untuk makin melengkapi kita.

Dan jangan kaget, kalau kita setia melakukannya, kita akan mendapati bahwa Tuhan mulai mempertajam kepekaan hati kita kepada keadaan orang lain; sampai-sampai kita seolah-olah bisa "meramalkan" kebutuhan orang. Sehingga ketika kita melakukan atau mengatakan sesuatu, sesuatu itu begitu "tepat" memenuhi kebutuhan orang lain.

Jangan menghabiskan waktu untuk menemukan tinta ajaib. Ambillah pensil yang sekarang tergeletak di atas meja.

Gbu all..

Sabtu, 29 Juni 2013

Menaklukan Kehidupan Dengan Satu Kaki

Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Namanya adalah Roger Crawford dan bekerja sebagai konsultan dan pembicara motivator bagi banyak perusahaan fortune 500 di penjuru Amerika. Ketika masih di universitas, ia adalah pemain tennis untuk Marymount Layola University dan menjadi pemain tennis professional. Apakah hal itu tidak membuat Anda terkesan? Tunggu dulu, jika saya katakan bahwa dia tidak punya tangan dan hanya punya satu kaki, bagaimana?

Roger dilahirkan dengan kondisi yang disebut ectrodactylism. Ketika masih dalam kandungan, dokter hanya melihat seperti ada jari jempol keluar dari lengan kanannya dan jari-jari tumbuh di lengan kirinya, namun ia tidak memiliki telapak tangan. Kaki kirinya terus menyusut hanya memiliki tiga jari, kaki ini diamputasi saat ia berumur lima tahun. Orangtuanya diberitahu bahwa Roger tidak akan pernah memiliki kehidupan yang normal

Namun orangtua Roger tidak menyerah, mereka membentuk Roger menjadi manusia normal dan mengajarinya hidup mandiri. Ketika Roger telah siap, ia disekolahkan di sekolah umum. Mereka mengajarinya berpikir positif, dan jadilah Roger menjadi pribadi yang positif.

Roger tidak membiarkan kekurangannya menghambatnya untuk berhasil dan menikmati kehidupan yang telah Tuhan karuniakan. Ia menjalani hidupnya dengan maksimal, karena ia mempercayai bahwa Allah memberikan kelebihan unik dalam dirinya dibalik semua kekurangan yang ada dalam dirinya.

Hari ini apa yang menjadi penghalang bagi Anda untuk maju? Datanglah kepada Allah dan mintalah kekuatan dari-Nya untuk menaklukan kelemahan itu. Karena setiap orang, Allah telah karuniakan sebuah berkat yang unik dimana Anda bisa nikmati secara maksimal di dalam Yesus Kristus.

Kekurangan Anda bukanlah kelemahan, itu hanyalah berkat tersembunyi dari Allah dalam bungkus yang lusuh. 

Gbu all...

Jumat, 28 Juni 2013

Kata Tepat Dalam Waktu Yang Tepat

Yeremia 1:9
“Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7; 1 Samuel 1-2

Pada tahun 1975 seorang petani Indiana, Amerika Serikat (AS) bernama Frosty Hofmann didiagnosis dokter mengalami sakit ginjal yang parah. Usinya ketika itu baru 35 tahun, tetapi karena penyakitnya begitu parah ia pun harus merelakan diri menjalani perawatan dialysis. Dengan dibantu istrinya, Jane, ia melakukan perawatan dialysis di rumah mereka selama 2 ½ tahun.

Pada tahun 1978, saudara laki-laki dari Frosty memberinya karunia hidup, yakni sumbangan sebuah ginjal. Ia pun akhirnya bisa tinggal di dunia ini selama kurang lebih 25 tahun dan menjadi pasien transplantasi ginjal yang hidup terpanjang di AS. Ia wafat pada tahun 2002.

Selama 15 tahun terakhir, Frosty menjalani profesi baru yakni sebagai artis panggung. Bersama sang istri, mereka berdua berkeliling negeri menghibur lebih dari 1400 penonton. Dan dalam cerita yang mereka mainkan selalu berisi pesan-pesan mengenai patriotisme.

Jane dan Frosty memiliki aturan tidak tertulis selama di panggung, yakni mereka tidak boleh mengatakan masalah kesehatan yang mereka alami kepada para penonton. "Kami tidak ingin memanfaatkan atau membuat orang merasa kasihan pada kami," kata Jane. "Tapi hanya satu kali saya melanggar aturan, yakni saat membuat komentar tentang transplantasi ginjal yang dilakukan Frosty. Itu benar-benar bukan sesuatu yang saya rencanakan sebelumnya."

Pada akhir aksi panggung mereka, seorang wanita tua berjalan ke bagian depan panggung. Ia berkata, "cucu saya mengalami masalah ginjal dan mungkin harus memiliki transplantasi ginjal. Saya harus tahu semua detail tentang pengalaman Anda."

Jane mengungkapkan bahwa wanita tua tersebut terlihat sangat ingin mendengar apa yang suaminya Frosty alami. Tanpa berpikir dua kali, ia pun menceritakannya.

"Ini sangat jelas," tambahnya, "bahwa Tuhan membimbing saya untuk mengucapkan kata-kata tepat kepada wanita tua itu sehingga kami bisa menjadi sumber informasi, kenyamanan, dan semangat kepadanya."

Bukankah menakjubkan bagaimana Tuhan menggunakan seseorang berbicara persis seperti yang Dia ingin katakan kepada orang lain dalam waktu yang tepat juga? Alkitab mengkonfirmasi hal ini lewat perkataan Allah kepada Nabi Yeremia: “Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (29:7).

Ketika Anda hendak menjalani hari ini, berdoalah sebelumnya kepada Allah. Mintalah kepada-Nya untuk meletakkan kata-kataNya ke dalam mulut Anda. Anda mungkin tidak akan pernah tahu kapan Dia akan memakai kata-kataNya tersebut, tetapi yakinlah Dia memiliki waktu yang tepat untuk menggunakannya dalam kehidupan Anda.

Kata-kata membangun bisa berubah menjadi negatif di telinga seseorang bila Anda mengucapkannya pada waktu yang tidak pas.

Sumber: Artikel Devotional cbn.com ‘God Can Give You the Right Words’ oleh Diane Persons

Kamis, 27 Juni 2013

Iman Yang Menyelamatkan Keluarga

Ibrani  11:7 Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Saya pernah berkenalan dengan sepasang suami istri yang membawa anaknya untuk didoakan. Masih bayi kira-kira baru berumur 4-5 bulan. Kondisi bayi mereka sangat memilukan hati. Bayi cantik berkulit putih itu hampir 40% tubuhnya tumbuh daging seperti borok. Bahkan matanya menjadi buta karena borok itu pun tumbuh di mata. Seorang rekan hamba Tuhan Senior memberitahukan saya, sesuai pengakuan mereka, itu akibat sang ayah pernah pergi ke Gunung Kawi dan menjadikan anaknya tumbal bagi kesuksesan bisnis mereka.  Sekarang mereka bertobat dengan penyesalan yang dalam.
Sangat berbeda dengan Nuh. Alkitab mencatat Nuh dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya karena iman. Ibrani 11:7 berbicara banyak untuk saya. Anda yang memiliki kekayaan melimpah bisa saja mempersiapkan hari depan dengan membeli asuransi pensiun, asuransi pendidikan untuk anak-anak, asuransi kesehatan, semua property juga diasuransikan. Salahkah itu? Sama sekali tidak! kalau Anda mampu itu juga baik. Pertanyaannya: apakah semua asuransi itu dapat menjamin 100% hidup hari tua dan masa depan anak-anak Anda akan baik-baik saja? Saya ingin lebih detail lagi. Apakah asuransi kesehatan yang unlimited Anda mampu membuat Anda sembuh dari kanker hati misalnya? Apakah asuransi pendidikan mampu menjadikan anak-anak Anda sukses dalam studynya? Saya belum memasukkan resiko gagal bayar perusahaan asuransi dalam deretan pertanyaan saya. Sekali lagi saya tidak menentang asuransi karena kalau mampu saya pun pasti membelinya.

Saya hanya ingin kita semua sadar dibalik semua persiapan kita yang kelihatannya perfect untuk hari tua dan masa depan anak-anak kita banyak faktor yang tak bisa diprediksi dapat menggagalkan semua rencana kita. Saran saya tambahkanlah dan utamakanlah iman untuk semua persiapan Anda. Dengan tekun beriman untuk hari tua dan masa depan anak-anak kita, dan bila punya kemampuan financial membeli asuransi, menyekolahkan anak-anak kita di sekolah yang baik, dan berbagai usaha baik lainnya. Saya percaya masa depan di tangan Anda. Bagi Anda yang tidak memiliki kemampuan secara financial jangan marah kepada Tuhan. Berimanlah dan lakukan yang baik sesuai kemampuan Anda. Usaha-usaha jasmani Anda tersebut bagi saya seumpama Nuh yang mempersiapkan bahtera. Selebihnya Tuhan-lah yang akan membuat Anda sampai di ‘daratan baru’ yaitu masa depan yang indah.(tw)

Doa: Tuhan Yesus, aku mau tekun beriman untuk masa depan yang indah untuk hidupku dan istri juga anak-anakku kelak. Amin.

Rabu, 26 Juni 2013

Merasa Lebih Hebat

Yakobus 2:4 “Bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?"

Yesus pernah mengutus murid-muridNya berdua-dua, dan memberi mereka kuasa sehingga mereka melakukan banyak mujizat, mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang sakit demi Nama-Nya (Mrk. 6:7-13). Pengalaman ini membuat para murid merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang istimewa. Mereka adalah sekelompok orang yang luar biasa yang dapat melakukan perkara-perkara yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain di luar kelompok mereka.

Tetapi betapa terkejutnya mereka ketika menjumpai kenyataan bahwa ternyata ada orang lain yang bukan dari kelompok mereka yang juga bisa melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Mereka kemudian mencegah orang itu dan melaporkannya kepada Yesus dengan alasan ‘karena ia bukan pengikut kita’ (Mrk. 9:38). Namun ternyata reaksi Yesus lebih mengejutkan lagi; Yesus memerintahkan mereka untuk tidak mencegah orang itu.

Sekalipun begitu, eksklusifitas murid-murid itu tidak berubah. Hanya beberapa saat kemudian kejadian yang hampir sama terulang lagi, yaitu ketika mereka memarahi para orang tua yang membawa anak-anak mereka kepada Yesus dan meminta supaya Yesus memberkati anak-anak itu. Yesus menunjukkan reaksi yang berbeda; Ia memarahi murid-muridNya atas sikap mereka, tetapi memeluk dan memberkati anak-anak itu (Mrk. 10:13-16).

Bukankah kita juga sering bersikap seperti murid-murid Yesus? Banyak kali kita beranggapan bahwa kita adalah pribadi yang memiliki kelebihan dibanding orang lain. Itu tidak salah. Tetapi ketika kita berpikir bahwa kitalah yang paling benar, orang lain selalu salah; kelompok kitalah yang paling hebat, kelompok lain tidak ada apa-apanya, maka kita akan terjebak dalam keangkuhan yang menyebabkan rusaknya hubungan dengan orang lain.

Ingatlah bahwa sekalipun kita berbeda dalam banyak hal, tetapi kita semua adalah satu tubuh, tubuh Kristus. Janganlah kita menjadi orang yang merasa lebih hebat dari saudara kita yang lain.

Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang rendah hati. Amin.