Selasa, 03 Januari 2012

PERBUATAN TUHAN YANG BESAR

PERBUATAN TUHAN YANG BESAR
Ketika kita menerima sesuatu dari seseorang, kita akan mengucapkan terima kasih dan tidak mudah melupakan perbuatan baiknya kepada kita, apalagi sesuatu yang kita terima itu adalah hal yang sangat berarti. Setiap saat kita menerima perbuatan kasih Tuhan yang besar dalam hidup kita. Apakah kualitas ucapan terima kasih kita kepada sesama itu sama atau melebihi kualitas ucapan terima kasih kita kepada Tuhan?

Pe-mazmur mengingatkan kita melalui pembacaan ini untuk bersorak-sorai memuji perbuatan kasih Tuhan bagi kita. Kualitas pujian yang dinaikkan itu perlu disertai dengan hati yang penuh dengan sukacita, karena sorak-sorai atau pujian kepada Tuhan bukan hanya menunjuk pada perbuatan Tuhan di masa lampau namun juga menunjuk pada perbuatan Tuhan yang sementara Dia lakukan bagi kita saat ini dan yang akan Ia lakukan pada masa mendatang. Bagiamana perasaan kita ketika kita menerima sesuatu yang berharga dan berharap akan menerimanya? Tentu kita akan bersukacita. Perasaan inilah yang perlu mewarnai setiap pujian kita kepada Tuhan.

Perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar juga dapat kita rasakan bukan hanya ketika kita mengalami hal yang menyenangkan namun sebaliknya dalam pergumulan kita, kita dapat merasakan dan melihat perbuatan Tuhan yang besar itu. Dengan demikian ketika kita mengalami pergumulan berat, kita diingatkan untuk merasakan dan menantikan perbuatan tangan Tuhan bagi kita. Pertolongan-Nya tepat pada waktunya, itulah juga yang dialami bangsa Israel dalam pengembaraan mereka.

Kita diingatkan juga pada panggilan sebagai umat Tuhan yang telah merasakan perbuatan Tuhan yang besar yang besar itu, untuk memperkenalkan perbuatan dan kasih Tuhan bagi sesama di mana saja kita berada.

Mazmur 66 : 1-4

Senin, 02 Januari 2012

ORANG PERCAYA MILIK YESUS

  • ORANG PERCAYA MILIK YESUS
    Ciri kehidupan kristiani adalah selalu mewujud nyatakan kasih Allah, dimanapun dan dalam segala situasi. Yesus mengungkapkan kebenaran tentang hidup kristiani yaitu percaya kepada-Nya. Percaya berarti ada penyerahan diri total kepada Yesus. Inilah hal utama yang harus dipahami karena setelah mengenal Yesus, setiap orang akan mengenal Allah. Dengan demikian orang percaya dapat memahami pekerjaan Allah melalui Yesus.

    Memahami pekerjaan Yesus yang adalah pekerjaan Allah, orang percaya diingatkan tentang hubungan khusus dengan Kristus, sebagaimana hubungan Bapa dan Yesus. Yesus mengatakan suatu kepastian kepemilikan bahwa orang percaya diberikan Bapa kepada-Nya dan yang diberikan itu mendapat jaminan bahwa mereka tidak akan hilang, inilah kehendak Allah yang telah mengutus Yesus, milik kepunyaan-Nya tidak akan ada yang hilang seorang pun tetapi supaya mereka dibangkitkan pada akhir zaman dan memperoleh hidup kekal. Yesus menawarkan kehidupan saat ini dalam perlindungan-Nya bahkan hidup yang kekal bersama-Nya. Inilah hubungan yang sangat dalam, yang diberikan secara langsung oleh Yesus kepada mereka yang percaya kepada-Nya.

    Banyak orang sudah melihat secara nyata perbuatan Allah melalui Yesus tetapi mereka tetap tidak percaya. Yesus menunjukkan kasih Allah di dalam diri-Nya bahwa yang datang kepada-Nya tidak akan Ia buang, tidak akan hilang. Allah menghargai ciptaan-Nya dan menghendaki kebaikan semata. Karena kebaikan-Nya, Allah berinisiatif datang menjumpai manusia dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Kasih Allah yang luar biasa itu telah mengalahkan apapun sehingga pekerjaan utama-Nya di dalam Anak-Nya adalah supaya jangan ada seorangpun yang hilang tetapi memperoleh kehidupan yang kekal.

    Yohanes 6 : 37-40

    Salam sejahtera di dalam Tuhan kita "Yesus Kristus"

Minggu, 01 Januari 2012

Orang Benar Hidupnya Dijamin Tuhan

  • Orang Benar Hidupnya Dijamin Tuhan
    "Tuhan mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;" Mazmur 37:18

    Seiring berjalannya waktu keadaan dunia semakin hari semakin berubah secara drastis. Teknologi semakin mutakhir sehingga persaingan antar individu kian ketat. Oleh karena itu tiap orang harus bisa meng-upgrade dirinya begitu rupa bila tidak ingin tertinggal. Karena tingginya tingkat persaingan yang ada, timbullah ketegangan-ketegangan yang mengakibatkan manusia mulai kehilangan jati dirinya. Banyak orang tidak lagi mengindahkan norma-norma yang ada, yang penting bisa survive! Bahkan tidak sedikit anak Tuhan yang akhirnya terbawa oleh arus dunia ini. Mereka beranggapan apabila tidak mengikuti arus yang ada mereka tidak akan berhasil. Padahal Tuhan menghendaki agar kita berani hidup melawan arus dunia, artinya tidak terbawa arus. Alkitab mengatakan, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:..." (Roma 12:2). Jadi kita harus bisa cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

    Ada yang perlu digarisbawahi, yaitu bahwa kehidupan orang benar ada dalam jaminan Tuhan, sebab "Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;" (Mazmur 37:23). Ini berarti hidup mereka diberkati oleh Tuhan. Ingin berbahagia dan diberkati Tuhan? Andalkan Tuhan dalam segala hal dan berharaplah hanya kepada-Nya (baca Yeremia 17:7). Oleh karena itu kita tidak perlu takut atau gelisah akan hari esok dan masa depan kita sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan (baca Yeremia 29:11). Bagi orang benar Salomo menegaskan, "...masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18). Bukan hanya masa depan kita yang dijamin, Dia juga akan menyertai setiap langkah hidup kita. Dikatakan, "apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya." (Mazmur 37:24).

    Jadi wujud penyertaan Tuhan tidak hanya berupa pertolongan pada waktu kita menghadapi persoalan, tetapi Dia juga akan meluputkan kita dari marabahaya. Jangan sekali-sekali berharap dan bergantung pada kekayaan yang kita miliki, karena harta di dunia ini hanya bersifat sementara dan dapat lenyap dalam sekejap.

    Asal kita hidup benar, berkat dan penyertaan Tuhan pasti nyata.

    Baca: Mazmur 37:12-26

    HAPPY NEW YEAR 2012. GOD BLESS US FOREVER.


Sabtu, 31 Desember 2011

Melupakan yang di Belakang

Seorang pemain biola desa lolos ke final kompetisi nasional. Di malam final, permainannya mengundang decak kagum hingga semua menduga dialah yang bakal menang. Tiba-tiba, di bagian akhir permainannya, satu senar biolanya putus. Penonton menahan napas. Ada yang spontan berdiri. Bahkan pemimpin orkestra pengiring sempat berhenti. Namun, si pemain biola tetap tenang dan terus bermain, walau suara biolanya tak seindah semula. Ia tahu, tak ada gunanya memikirkan senar yang putus. Itu takkan menyambungnya lagi. Hanya membuang waktu dan energi. Lebih baik ia konsentrasi memainkan senar yang masih bisa dimainkan. Meski kalah lomba, ia menang atas kekhawatiran dan pemborosan energi.

Pemborosan energi terbesar bisa berwujud kekhawatiran dan pikiran negatif yang dihabiskan untuk memikirkan hal yang tak dapat diubah. Paulus sadar hal ini. Jika ia menghabiskan energi untuk memikirkan kesalahannya pada masa lalu, ia takkan dapat melayani dengan baik. Ia terlibat dalam pembunuhan Stefanus. Ia penganiaya jemaat. Sampai tua ia masih sadar akan dosa-dosanya (1 Timotius 1:16). Namun Paulus tahu, ia tak mungkin mengubah masa lalu. Maka, ia melupakan masa lalu dan mengarahkan diri ke masa depan.

Pernahkah kita menyesalkan kesalahan pada masa lalu, menghabiskan energi dengan pemikiran “sekitainya ini” atau “itu”? kita tak perlu terus memikirkan “senar putus”. Seribu “sekitainya” bisa dibuat dalam situasi-situasi demikian. Namun, pemborosan energi ini tak akan mengubah apa pun. Masa lalu tidak mungkin diubah. Jadi, jangan boroskan energi, lebih baik kita pakai kekuatan dan waktu yang masih ada untuk memainkan senar yang masih utuh.


JANGAN HIDUP PADA MASA LALU
ARAHKAN HIDUP DAN WAKTU PADA APA YANG MASIH BISA DIUBAH

HAPPY NEW YEAR 2012...TUHAN MEMBERKATI

Jumat, 30 Desember 2011

"Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya."

RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.

Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.

Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.

Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.

Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.

Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."

Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.

Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.

Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. (Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)

Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda.(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... " (Pengkotbah 3:11)

Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri. Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu....