THE STRENGTH OF A MAN (KEKUATAN SEORANG PRIA)
--------------------------------------------------------
Sahabatku,
Jacqueline M. Griffiths, psikolog modern dari Inggris pada tahun 1999 menulis Buku yang Best seller berjudul "The Strength Of A Man". Ia menulis:
Kekuatan seorang pria tidak tercermin pada lebar bahunya, Tapi dalam lebar lengan yang merangkul keluarganya.
Kekuatan seorang pria tidak dalam nada keras suaranya, Tapi dalam kata-kata lembut yang diucapkannya.
Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak teman2nya, Tapi bagaimana cara baik ia memperlakukan istri dan anak-anaknya.
Kekuatan seorang pria bukan bagaimana ia dihormati di tempat kerja, Tapi dalam bagaimana ia dihormati di rumahnya.
Kekuatan seorang pria tidak diukur dari keras tidak pukulannya, Tapi ada dalam sentuhan lembutnya.
Kekuatan seorang pria bukan pada bidang dadanya, Tapi ada dalam hatinya, yang terletak di dalam dada.
Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak wanita yang ia cintai, Tapi dalam kesetiaannya kepada hanya seorang wanita.
Kekuatan seorang pria bukan dari seberapa kuat ia bisa mengangkat, Tapi seberapa dalam beban yang ditanggungnya.
Kekuatan seorang pria bukan hanya mengandalkan IQ nya saja tapi juga EQ, pengelolaan emosi secara positif.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Senin, 26 Desember 2011
Minggu, 25 Desember 2011
MAKNA SEBUAH NATAL
- MAKNA SEBUAH NATALNats Alkitab : Yes.9:1 ; Yoh. 3:16
Yes. 9:1 >>
Bangsa yang berjalan didalam kegelapan telah melihat terang yang besar ; mereka yang diam dinegri kekelaman, atasnya telah bersinar.
Yoh. 3:16 >>
Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Mungkin banyak yang sudah tahu cerita dibawah ini,
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di perutnya. Salah seorang suster di RS menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, dan sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Suster tersebut merasa kasihan. Dan saat sedang luang, suster jaga menyempatkan diri untuk memeriksa pak tua yang lukanya nampaknya sudah kering dan cukup membaik, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru saja.
Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, dan atas persetujuan dokter, sang suster memutuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, suster itu bertanya kepada pria tua itu, apakah dia punya janji dengan orang lain ? kok nampaknya gelisah dan tampak tergesa-gesa. Dan dengan santainya pria tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dan pria tua itu menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di RS sana sejak beberapa tahun yang lalu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer (Penyakit Lupa Ingatan). Lalu suster itu bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak ingat dia lagi dan tidak dapat mengenali dia lagi sejak 5 tahun terakhir ini. Sisuster sangat terkejut dan bingung, lalu suster tersebut bertanya lagi kepada pria tua itu : "Apakah bapak masih tetap pergi ke istri bapak setiap hari, walaupun istri bapak sudah tak kenal lagi dengan bapak ?" lalu pria tua itu menarik napas panjang dan tersenyum sambil tangannya menepuk tangan suster itu lalu katanya , "Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masihtetap mengenali dia, 'kan?"
Saudara yang di Kasihi Tuhan, mari kita belajar untuk merenungkan cerita diatas ini. Bukankah Allah juga demikian terhadap kita?
Walaupun dunia berdosa, karena dunia sudah tidak mau mengenali Dia lagi.
Walaupun dunia berdosa, karena dunia sudah tidak hidup didalam Dia lagi.
Walaupun dunia berdosa, karena dunia sudah tidak mau percaya Dia lagi.
Walaupun dunia berdosa, karena dunia sudah meninggalkan Dia.
Walaupun dunia berdosa, karena dunia sudah mengucilkan Dia.
Walaupun dunia berdosa, karena dunia sudah membenci Dia.
Walaupun dunia berdosa, karena dunia sudah menolak Dia.
Tetapi karena Kasih-Nya yg sangat besar akan dunia ini, sekalipun dunia tidak lagi mengenaliNya, tidak lagi hidup didalamNya, tidak lagi mempercayaiNya, bahkan sekalipun dunia sudah membenci, menolak dan meninggalkan Dia,
Tetapi Dia masih menunjukkan KasihNya yang sangat besar kepada dunia. Dan Dia masih mau mengenal kita dan Dia bahkan rela memberikan, mengaruniakan AnakNya yg Tunggal yang di KasihiNya, supaya dunia bisa selamat dari kebinasaan kekal, Dia tidak ingin dunia yg sangat diKasihiNya binasa dan lenyap begitu saja karena akibat dosa, tetapi Dia mau setiap orang yg di kasihiNya, hidup didalam bentangan KasihNya. asalkan dunia mau percaya dan menerima Dia yang mengasihi kita. (Yoh.3:16)
Keselamatan hanya karena Kasih Karunia semata, karena Anugerah dari Allah saja, bukan karena usaha atau perbuatan baik manusia (Ef.2:8-9) untuk itu Dia datang kedunia, dan kita yg tidak layak menerima, tetapi oleh Dia, kita dijadikan layak menerima Anugerah itu. Inilah bukti Kasih Allah akan dunia ini.
Dan Keselamatan tidak ada didalam siapa pun juga selain didalam Dia, sebab dibawah kolong langit ini, tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita diselamatkan. ( Kis.4:12 )
Ayat ini cukup tegas dan merupakan satu bukti bahwa hanya Dia, Yesus Kristus yg datang kedunia ini, yang bisa menyelamatkan kita dari kebinasaan kekal.
Marilah Sudara saudara yg dikasihi oleh Tuhan, mari kita sama sama belajar dan merenungkan apa arti sebuah Natal yg sesungguhnya didalam setiap kehidupan kita. agar apa yg telah Tuhan berikan kepada kita, tidak menjadi sia sia didalam kehidupan kita.
Coba renungkan…., pernahkah kita memikirkan, bagaimana perasaan Tuhan saat Dia memutuskan untuk turun kedunia yang kotor dan hina oleh dosa ini, Dia Raja diatas segala raja, Dia yang Maha Kudus, Dia yang Maha Suci, Dia yang Maha kuasa, bahkan Dia sangat alergi dgn dosa, tetapi karena Kasih-NYA akan dunia ini, maka Dia rela melakukan apa yang sesungguhnya Dia tidak suka.
Dia tidak memerlukan pesta Natal yg sangat meriah, Dia tidak memerlukan sambutan Natal yang berhura hura yang sampai harus habiskan uang ratusan juta rupiah bahkan ada yang sampai mencapai milyaran rupiah, menyewa gedung mewah , mengundang para artis supaya bisa menarik pengunjung yg banyak. Coba bayangkan…, hanya ingin supaya acara natal yang diadakan itu banyak yang hadir, harus menggunakan artis top ibu kota untuk menyedot minat pengunjung, dgn dalih untuk ikut meramaikan saja, tetapi sesungguhnya mereka tdk sadar, dengan melakukan cara seperti ini, mereka telah meremehkan nama Tuhan, seakan akan nama Tuhan Yesus kalah dgn para artis, sehingga kalau tidak menggunakan artis maka takut tidak ada pengunjungnya, kalau begini kan amsiong namanya? Kalau kita mau berpikir sejenak, Untuk apa semua itu bagi Dia, kalau didalam hati kita hanya ada kemewahan, kesemarakan tapi sama sekali tidak ada sedikitpun memiliki arti dan makna sebuah Natal itu sendiri.
Banyak gereja gereja kecil dan miskin, yang ingin merayakan Natal, tetapi mereka tidak mampu, karena tidak ada biaya, sedangkan di kota, gereja berlomba lomba mengundang para artis dan mengadakan pesta Natal yang wah. Apakah Tuhan bahagia dgn kemewahan yang diberikan? Apakah Tuhan Yesus bangga dengan pola yang serba mewah yang disuguhkan? Saya rasa tidak !!! Ingat dgn kisah persembahan janda miskin dgn persembahan orang farisi, Tuhan Yesus justru melihat kemurnian dihati sijanda miskin itu, walau persembahan yang diberikannya jauh dibawah persembahan orang farisi.
Tuhan Yesus tidak inginkan pesta Natal yang menghamburkan banyak uang, masih banyak pelayanan penginjilan atau gereja gereja didesa atau kota kecil yang sangat membutuhkan biaya penginjilan. Dia ingin kesederhanaan, yang Dia inginkan bukan kemewahan, tetapi hati kita yang sungguh sungguh yang mengerti Makna Natal itu sendiri.
Dia sendiri saja datang kedunia dengan kemiskinan, Dia lahir dikandang domba, bahkan Dia lahir didalam situasi yang mengerikan, ketika bayi Dia juga harus di bopong pindah kenegri Mesir yang cukup jauh dari kota kelahirannya dan Dia hidup didalam suasana yang penuh ketakutan dan penuh dengan jeritan isak tangis atas pembunuhan anak anak di Betlehem yg dilakukan oleh raja herodes.
Tetapi justru Dia sengaja datang kedunia dengan penuh kesederhanaan dan membawa satu tujuan yang sangat luar biasa. Dia tahu untuk apa tujuan Dia datang ke dunia, Dia tahu bahwa Dia datang kedunia ini, dengan membawa satu misi yang besar, misi yang sangat penting bahkan lebih penting dari misi apapun didunia ini dan kehadiranNya didunia sangat mempunyai arti yang tak ternilai bagi dunia, yaitu DIA DATANG UNTUK MENYELAMATKAN DUNIA.
Selamat Hari Natal
Tuhan Yesus memberkati
Sabtu, 24 Desember 2011
Natal bukan hanya sekedar sebuah moment
Natal bukan hanya sekedar sebuah moment
Natal bukan hanya sekedar sebuah moment, tetapi merupakan waktu yang khusus dipilih oleh Allah bagi Yesus untuk datang ke bumi: "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya" (Galatia 4:4)Natal adalah waktu pilihan Allah mengajarkan kita bahwa Natal adalah saatnya bagi kita untuk melepaskan ketakutan kita.
Apakah yang saat ini sedang Anda khawatirkan?
Ekonomi?
Kesehatan Anda?
Tagihan Anda?
Anak-anak Anda ?
Apakah Anda khawatir tentang masa depan?
Faktanya adalah memang selalu ada banyak alasan untuk takut di dunia sekarang ini, tapi pesan Tuhan di Natal adalah "Jangan takut!" (Lukas 2:10).
Lepaskan kecemasan Anda, lepaskan ketakutan Anda.
Sungguh menarik untuk dicatat bahwa ada 365 ayat-ayat dalam Alkitab yang mengatakan, "Jangan takut".
Tuhan telah memberi kita dengan satu pesan "jangan takut" untuk setiap hari sepanjang tahun!
Tuhan ingin mengingatkan Anda setiap hari dan ingin membuat Anda mengerti ini, "Jangan takut!"
Mengapa ia ingin kita mendapatkan pesan ini?
Karena banyak orang yang takut pada Tuhan dan takut akan banyak hal.
Namun bukan dalam artian yang benar.
Tuhan berkata kita tidak perlu takut.
Tuhan adalah untuk kita, Dia akan membela kita, bukan melawan kita.
Dan dengan kelahiran Yesus, Allah menunjukkan bahwa Dia ada bersama dengan kita.
Pada moment Natal ini, lepaskan segala ketakutan Anda dan percaya kepada Tuhan yang mengatakan kita tidak perlu menjadi takut lagi.
Jumat, 23 Desember 2011
HADIAH NATAL YANG MAHAL
HADIAH NATAL YANG MAHAL
Penulis cerpen Amerika terkemuka, O. Henry, menulis sebuah kisah Natal tersohor. Kisah itu tentang sepasang suami-istri muda yang sedemikian saling mencintai. Natal sudah dekat dan mereka ingin saling memberikan hadiah. Tetapi mereka sangat miskin dan tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah. Maka mereka masing-masing, tanpa saling memberi tahu, memutuskan untuk menjual miliknya yang paling berharga.
Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke sebuah salon dan menyuruh memotong rambutnya. Kemudian ia menjual potongan rambutnya itu untuk membeli sebuah rantai arloji yang indah untuk arloji suaminya. Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya untuk membeli dua potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.
Ketika hari Natal tiba, mereka saling menyerahkan hadiah. Mula-mula mereka menangis terharu, namun kemudian keduanya tertawa. Tidak ada lagi rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pembelian sang suami, dan tidak ada lagi, arloji yang memerlukan seutas rantai indah pembelian sang istri. Tetapi ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir dan rantai arloji, yaitu pesan dibalik hadiah- hadiah itu; Mereka masing - masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan
kepada pasangannya...
Suatu hadiah bukanlah hadiah jika tidak menimbulkan suatu pengorbanan dalam diri kita, dan jika tidak menjadi bagian dari diri kita sendiri. Yesus memberikan dari-Nya yang terbaik untuk kita. Ia memberikan nyawa-Nya, untuk menebus dosa - dosa kita, untuk menyelamatkan hidup kita, supaya bisa tetap bersama dengan Dia untuk selama-selamanya. Apa yang aku berikan kepada-Nya yang terbaik, dariku..?
"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat - sahabatnya. Kamu adalah sahabat-KU, jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu."(Yohanes 15 :13, 14)
Penulis cerpen Amerika terkemuka, O. Henry, menulis sebuah kisah Natal tersohor. Kisah itu tentang sepasang suami-istri muda yang sedemikian saling mencintai. Natal sudah dekat dan mereka ingin saling memberikan hadiah. Tetapi mereka sangat miskin dan tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah. Maka mereka masing-masing, tanpa saling memberi tahu, memutuskan untuk menjual miliknya yang paling berharga.
Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke sebuah salon dan menyuruh memotong rambutnya. Kemudian ia menjual potongan rambutnya itu untuk membeli sebuah rantai arloji yang indah untuk arloji suaminya. Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya untuk membeli dua potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.
Ketika hari Natal tiba, mereka saling menyerahkan hadiah. Mula-mula mereka menangis terharu, namun kemudian keduanya tertawa. Tidak ada lagi rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pembelian sang suami, dan tidak ada lagi, arloji yang memerlukan seutas rantai indah pembelian sang istri. Tetapi ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir dan rantai arloji, yaitu pesan dibalik hadiah- hadiah itu; Mereka masing - masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan
kepada pasangannya...
Suatu hadiah bukanlah hadiah jika tidak menimbulkan suatu pengorbanan dalam diri kita, dan jika tidak menjadi bagian dari diri kita sendiri. Yesus memberikan dari-Nya yang terbaik untuk kita. Ia memberikan nyawa-Nya, untuk menebus dosa - dosa kita, untuk menyelamatkan hidup kita, supaya bisa tetap bersama dengan Dia untuk selama-selamanya. Apa yang aku berikan kepada-Nya yang terbaik, dariku..?
"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat - sahabatnya. Kamu adalah sahabat-KU, jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu."(Yohanes 15 :13, 14)
Kamis, 22 Desember 2011
Kehidupan yang Tentram
- Kehidupan yang TentramKehidupan yang Tentram
Matius 25:23
"Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 30; Filipi 2; Ayub 40-41
Siapa di dunia ini yang tidak menginginkan kehidupan yang aman dan tentram? Bila itu ditanyakan kepada masing-masing pribadi, setiap orang berkata pasti menginginkan keadaan itu. Namun, apakah hal tersebut dapat ditemukan di dalam dunia yang sudah semakin jahat? Jawabannya tentu bisa, tetapi bila Anda tinggal di dalam Allah.
Dia memberikan ketenangan bagi Anda melalui setiap perkataan-perkataan yang disampaikan-Nya bagi Anda. Suara-Nya yang lembut namun memiliki kuasa memberikan rasa tentram di kala kita sedang dalam kesusahan, frustasi, dan kebimbangan. Bahkan dalam keadaan yang "biasa-biasa" saja dalam ukuran kita, penyertaan-Nya tetaplah nyata dan sempurna.
Bersama dengan Allah, tidak perlu ada lagi kekuatiran-kekuatiran. Kasih dan sukacita yang dicurahkan kepada setiap kita membuat hidup yang kita jalani pun terasa ringan. Ketentraman bukanlah menjadi sebuah angan-angan ketika Yesus tinggal di dalam hati kita. Apakah Anda hari-hari ini sudah melekat dengan-Nya?
Jika Anda hidup dalam penyertaan Allah maka ketentraman akan Anda nikmati hari demi hari.
Langganan:
Postingan (Atom)
