Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia. Amsal 31 : 28
Kata tersebut mungkin tidak asing lagi buat kita, karena kerap terdengar dalam komentar iklan televesi tentang produk ‘Gery Chocolatos’. Bahkan kata yang dalam bahasa Italia ini berarti “Goodness”, juga menjadi judul acara realty show yang pernah ditayangkan Indosiar, yang menyajikan performance atas bakat-bakat anak yang dioptimalkan oleh orang tuanya (dalam hal ini mama), sebagai figure yang berpengaruh besar atas kemajuan penampilan sang buah hati. Selain diberi waktu untuk unjuk kebolehan, mama juga harus mempromosikan anaknya, agar mendapat simpati pemirsa, sehingga polling suara dapat diraih maksimal.
Gambaran di atas menunjukkan bahwa peran mama tidak bisa dianggap remeh. Figure yang identik dengan kerja keras dan kerja kasar ini, seolah tidak pernah kehabisan tenaga untuk melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya, bahkan ia seperti memiliki waktu kerja lebih dari 24 jam sehari. Peran yang secara kodrati ini dipercayakan Allah kepada “Mama”, melahirkan filosofi bangsa China. Dalam caligrafinya huruf “MA” pada Mama, ditulis dengan huruf yang sama yang digunakan untuk menulis kata “Kuda”. Dalam filosofinya bangsa China mengakui bahwa “Mama” adalah sosok yang memiliki tenaga dua kali lebih banyak dari kuda. Luar biasa!!
Kebaikan yang telah dilakukan “Mama” ini, mau tidak mau mempengaruhi kebahagiaan keluarga, sekalipun ukuran kebahagiaan tidak hanya itu. Aristoteles, seorang filsuf terkemuka pernah berucap bahwa sumber kebahagiaan (eidomonia - Eng: eudemon: good supernatural being) adalah aktualisasi diri yang dinyatakan dalam menjalankan aktifitas spesifik, dengan mengembangkan pemikiran dan spiritualitas. Dengan kata lain peran yang membuat orang lain maju, bersemangat, percaya diri dan berhasil, adalah inti kebahagiaan.
Jadi agar keluarga kita bahagia, marilah tiap-tiap anggota keluarga memikirkan dan melakukan aktifitas-aktifitas yang berguna & membangun, baik untuk diri sendiri maupun untuk kepentingan sesama anggota keluarga, bahkan juga keluar kepada sesama manusia. Peran ini tidak harus dimonopoli oleh ibu rumah tangga (mama), tetapi semua anggota dengan kesadaran “Being love” yaitu membuka kesempatan orang untuk berkembang dan memberi perhatian bukan ingin diperhatikan. Pujian bukan hanya datang dari manusia, tetapi Tuhan juga.(HJVDK)
Doa: Tuhan aku berterima kasih kepadaMu telah memberikanku seorang ibu yg mengasihiku dengan tulus, yang selalu ada untukku apapun situasi yang menimpaku. amin.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Sabtu, 30 April 2011
Jumat, 29 April 2011
Menjadi Harta Kesayangan Tuhan
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firmanKu dan berpegang pada perjanjianKu, maka kamu akan menjadi harta kesayanganKu sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.” (Keluaran 19:5)
Pada umumnya setiap orang memiliki sesuatu harta benda yang paling disayanginya. Apakah itu berupa rumah, mobil, perhiasan emas berlian, pakaian, binatang peliharaan, buku, mainan atau apapun juga yang biasanya diperlakukan lebih istimewa dibandingkan dengan yang lainnya. Mereka yang tidak memiliki harta benda yang sebagus itu, barangkali tetap masih memiliki sesuatu yang dianggapnya berharga seperti rumah reyot atau sepeda bututnya sekalipun. Memiliki harta benda yang disayangi merupakan sebuah hal yang biasa, tetapi memiliki Tuhan dalam hidup ini merupakan sebuah hal yang luar biasa. Apalagi kalau Tuhan mengakui memiliki kita dan menjadikan kita sebagai harta kesayanganNya sendiri. Kita tentu akan diperlakukan dengan sangat berbeda oleh Tuhan daripada orang lain yang bukan harta kesayanganNya. Kita akan dipelihara, dijaga, dibela dan tidak akan dilupakan oleh Tuhan. Kita akan selalu berada di hati dan di pikirannya Tuhan. Kalau Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Untuk memiliki keisitimewaan itu, ayat di atas telah menjelaskan bahwa ada sesuatu yang harus kita lakukan, yaitu sungguh-sungguh mendengarkan firmanNya dan berpegang kepada perjanjianNya. Di sinilah letak masalahnya yang membuat banyak orang tidak dapat menikmati keistimewaan tersebut. Banyak orang hanya mau menikmati haknya tetapi tidak mau melaksanakan kewajibannya. Istilah yang sedang populer sekarang adalah ada harga yang harus dibayar. Maukah saudara menjadi harta kesayangannya Tuhan? Kalau saudara mau, lakukanlah itu sekarang. Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Dia mau menjadikan hidupmu berbahagia. (PHM)
Doa: Ampuni aku Tuhan kalau aku lebih mengasihi harta kekayaanku daripada mengasihi Engkau. Jadikanlah aku harta kesayanganMu sendiri.
Pada umumnya setiap orang memiliki sesuatu harta benda yang paling disayanginya. Apakah itu berupa rumah, mobil, perhiasan emas berlian, pakaian, binatang peliharaan, buku, mainan atau apapun juga yang biasanya diperlakukan lebih istimewa dibandingkan dengan yang lainnya. Mereka yang tidak memiliki harta benda yang sebagus itu, barangkali tetap masih memiliki sesuatu yang dianggapnya berharga seperti rumah reyot atau sepeda bututnya sekalipun. Memiliki harta benda yang disayangi merupakan sebuah hal yang biasa, tetapi memiliki Tuhan dalam hidup ini merupakan sebuah hal yang luar biasa. Apalagi kalau Tuhan mengakui memiliki kita dan menjadikan kita sebagai harta kesayanganNya sendiri. Kita tentu akan diperlakukan dengan sangat berbeda oleh Tuhan daripada orang lain yang bukan harta kesayanganNya. Kita akan dipelihara, dijaga, dibela dan tidak akan dilupakan oleh Tuhan. Kita akan selalu berada di hati dan di pikirannya Tuhan. Kalau Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Untuk memiliki keisitimewaan itu, ayat di atas telah menjelaskan bahwa ada sesuatu yang harus kita lakukan, yaitu sungguh-sungguh mendengarkan firmanNya dan berpegang kepada perjanjianNya. Di sinilah letak masalahnya yang membuat banyak orang tidak dapat menikmati keistimewaan tersebut. Banyak orang hanya mau menikmati haknya tetapi tidak mau melaksanakan kewajibannya. Istilah yang sedang populer sekarang adalah ada harga yang harus dibayar. Maukah saudara menjadi harta kesayangannya Tuhan? Kalau saudara mau, lakukanlah itu sekarang. Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Dia mau menjadikan hidupmu berbahagia. (PHM)
Doa: Ampuni aku Tuhan kalau aku lebih mengasihi harta kekayaanku daripada mengasihi Engkau. Jadikanlah aku harta kesayanganMu sendiri.
Kamis, 28 April 2011
Bagaimana hubungan kita dengan sesama
“Tetapi yang terutama, kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." 1 Petrus 4:8
Telah dinubuatkan bahwa di hari-hari terakhir, kasih banyak orang akan menjadi dingin. Tetapi justru kita sebagai orang percaya, diingatkan supaya semakin bersungguh-sungguh dalam mengasihi, berbuat baik terhadap sesama, karena kasih menutupi segala pelanggaran. Siapakah sesamamu itu? Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang Samaria yang murah hati (Matius 10:30-37). Orang Samaria yang dianggap rendah oleh orang-orang Yahudi, justru yang mau memberikan perhatian kepada orang yang sekarat walaupun tidak dikenalnya. Dengan segenap hati orang Samaria tersebut menolong, bukan untuk mendapat pujian orang.
Yesus berkata: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." Ketika saya menemani istri saya berobat di Malaysia, selama tiga minggu kami tidak tahu dimana kami akan beribadah. Pada hari Minggu keempat, saya pergi ke gereja Presbiterian yang tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Saya berjalan kaki ke gereja tersebut. Ketika sampai di gereja itu dengan baju yang basah keringat, saya kemudian mendapati bahwa kebaktian di gereja tersebut menggunakan bahasa Mandarin. Tiba-tiba saja dari dalam gereja, keluar seorang bapak bernama Dr. Tan. Ketika dia tahu saya berasal dari Jakarta, dia langsung mengajak saya ke tempat parkir dan mempersilahkan saya naik mobilnya, kemudian mengantar saya ke gereja yang saya ingini. Bahkan setelah kami pulang beribadah di gereja yang keduapun, dia mengantar saya membeli makanan untuk istri saya. Puji Tuhan.
Betapa indahnya kehidupan orang Kristen yang memiliki belas kasihan untuk menolong orang lain. 1 Petrus 1:22 “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”(AI)
Doa: Tuhan, berikan kami ketaatan untuk berbuat baik, dan mampukan kami untuk dapat menolong orang lain. Amin.
Telah dinubuatkan bahwa di hari-hari terakhir, kasih banyak orang akan menjadi dingin. Tetapi justru kita sebagai orang percaya, diingatkan supaya semakin bersungguh-sungguh dalam mengasihi, berbuat baik terhadap sesama, karena kasih menutupi segala pelanggaran. Siapakah sesamamu itu? Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang Samaria yang murah hati (Matius 10:30-37). Orang Samaria yang dianggap rendah oleh orang-orang Yahudi, justru yang mau memberikan perhatian kepada orang yang sekarat walaupun tidak dikenalnya. Dengan segenap hati orang Samaria tersebut menolong, bukan untuk mendapat pujian orang.
Yesus berkata: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." Ketika saya menemani istri saya berobat di Malaysia, selama tiga minggu kami tidak tahu dimana kami akan beribadah. Pada hari Minggu keempat, saya pergi ke gereja Presbiterian yang tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Saya berjalan kaki ke gereja tersebut. Ketika sampai di gereja itu dengan baju yang basah keringat, saya kemudian mendapati bahwa kebaktian di gereja tersebut menggunakan bahasa Mandarin. Tiba-tiba saja dari dalam gereja, keluar seorang bapak bernama Dr. Tan. Ketika dia tahu saya berasal dari Jakarta, dia langsung mengajak saya ke tempat parkir dan mempersilahkan saya naik mobilnya, kemudian mengantar saya ke gereja yang saya ingini. Bahkan setelah kami pulang beribadah di gereja yang keduapun, dia mengantar saya membeli makanan untuk istri saya. Puji Tuhan.
Betapa indahnya kehidupan orang Kristen yang memiliki belas kasihan untuk menolong orang lain. 1 Petrus 1:22 “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”(AI)
Doa: Tuhan, berikan kami ketaatan untuk berbuat baik, dan mampukan kami untuk dapat menolong orang lain. Amin.
Rabu, 27 April 2011
Banyak Diampuni, Banyak Berbuat Kasih
“… Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih” (Luk 7:47
)
Alkitab berkata bahwa semua manusia sudah berbuat dosa, dan akibatnya harus menerima penghukuman dari Tuhan. Saya dan saudara juga sudah banyak berbuat dosa. Sadar ataupun tidak, setiap hari kita berbuat dosa. Menurut Yakobus 4:17, “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Tuhan melarang kita mengingini apa yang orang lain miliki, tetapi setiap saat kita ingin apa yang orang lain miliki. Kita justru termotivasi untuk memperoleh sesuatu karena keinginan melihat apa yang dimiliki orang lian. Tiap hari kita pasti punya keinginan, maka tiap hari juga kita berdosa. Namun syukur Tuhan mengampuni segala dosa kita. (Maz 103:3 dan I Yoh 1:9 ).Karena kita sudah banyak diampuni, maka seharusnya kita banyak berbuat kasih. Perempuan dalam Lukas 7:36-50 telah menerima pengampunan dari dosanya yang banyak. Ia tidak merasa rugi dengan menuangkan parfum ke kaki yesus. Orang menilai perbuatan itu sebagai pemborosan (Yoh 12:4-5). Bila kita menyadari betapa besar kasih dan pengampunan yang Tuhan telah berikan maka kita pasti tidak akan memperhitungkan apa saja yang dapat kita berikan sebagai bukti kasih kita kepadaNya. Yesus menilai apa yang dilakukan perempuan itu berhubungan erat dengan kematianNya (Mark 7:8
).
Saat Paskah kita memperingati hari kematian Yesus. Ia mati sebagai bukti kasihNya pada kita. Sungguh besar kasih dan pengampunan yang ia berikan pada kita. Apakah yang kita perbuat untuk Tuhan sebagai tanda kasih kita bagi Dia ? . (MJRT)
Doa: Tuhan Yesus terima kasih untuk kasih dan pengampunan yang Engkau telah berikan untuk saya. Mampukan saya untuk memberi yang terbaik untukMu. Amin.
Alkitab berkata bahwa semua manusia sudah berbuat dosa, dan akibatnya harus menerima penghukuman dari Tuhan. Saya dan saudara juga sudah banyak berbuat dosa. Sadar ataupun tidak, setiap hari kita berbuat dosa. Menurut Yakobus 4:17, “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Tuhan melarang kita mengingini apa yang orang lain miliki, tetapi setiap saat kita ingin apa yang orang lain miliki. Kita justru termotivasi untuk memperoleh sesuatu karena keinginan melihat apa yang dimiliki orang lian. Tiap hari kita pasti punya keinginan, maka tiap hari juga kita berdosa. Namun syukur Tuhan mengampuni segala dosa kita. (Maz 103:3 dan I Yoh 1:9 ).Karena kita sudah banyak diampuni, maka seharusnya kita banyak berbuat kasih. Perempuan dalam Lukas 7:36-50 telah menerima pengampunan dari dosanya yang banyak. Ia tidak merasa rugi dengan menuangkan parfum ke kaki yesus. Orang menilai perbuatan itu sebagai pemborosan (Yoh 12:4-5). Bila kita menyadari betapa besar kasih dan pengampunan yang Tuhan telah berikan maka kita pasti tidak akan memperhitungkan apa saja yang dapat kita berikan sebagai bukti kasih kita kepadaNya. Yesus menilai apa yang dilakukan perempuan itu berhubungan erat dengan kematianNya (Mark 7:8
Saat Paskah kita memperingati hari kematian Yesus. Ia mati sebagai bukti kasihNya pada kita. Sungguh besar kasih dan pengampunan yang ia berikan pada kita. Apakah yang kita perbuat untuk Tuhan sebagai tanda kasih kita bagi Dia ? . (MJRT)
Doa: Tuhan Yesus terima kasih untuk kasih dan pengampunan yang Engkau telah berikan untuk saya. Mampukan saya untuk memberi yang terbaik untukMu. Amin.
Selasa, 26 April 2011
Langganan:
Postingan (Atom)