Minggu, 10 Agustus 2025

GUNAKAN WAKTU DENGAN BAlK

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langjt ada waktunya.” Pengkotbah 3:1.

Di dunia ini tidak ada yang kekal. Seluruh kehidupan makhluk di alam semesta ini tidak akan berlangsung selamanya, melainkan dibatasi waktu. Maka hati-hatilah, jangan terjebak tipuan kekuatan jahat yang selalu menggoda kita untuk membuang-buang waktu, sehingga kita kehilangan waktu yang demikian berharga. Perhatikan! Setiap detik yang lewat tak dapat terulang kembali. “Karena, itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:15-17).

Bila kita menyadari hidup kita dibatasi waktu, kita akan menghargai dan memanfaatkan waktu itu dengan sebaik-baiknya. Banyak orang yang malas, suka menunda-nunda suatu tugas/pekerjaan, padahal itu tidak mengurangi suatu kesulitan. Mungkin untuk sementara memang sepertinya masalah itu terlewatkan, tetapi sesungguhnya kita justru membuat suatu kesulitan baru yang malah membawa kita kepada penderitaan. Kemalasan sepertinya telah menjadi hal yang membawa kenikmatan, hingga pada suatu kondisi yang menjepit, itu akan menjadi sangat terlambat. Salomo mengatakan, “Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” – “maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti - seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.” (Amsal 6:9-11). Akhirnya orang hanya akan menangisi penderitaannya sebagai akibat dari kesalahan yang dibuatnya sendiri karena telah membuang-buang waktu dengan percuma.

Alkitab tegas menyatakan barangsiapa tidak bekerja, ia tidak boleh makan (baca 2 Tesalonika 3:10). Bagi orang dunia ‘waktu adalab uang’. Tetapi firman-Nya menegaskan bahwa waktu itu tidak ada kaitannya dengan uang, sebaliknya waktu-waktu sekarang ini adalah jahat. Jadi, kita harus menggunakannya dengan sangat bijak.

Waktu adalah anugerah dari Tuhan, oleh sebab itu jangan disia-siakan!

Gbu all...

Sabtu, 09 Agustus 2025

BANGUNLAH JEMBATAN JANGAN TEMBOK

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.


Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu dengan ramah. ?Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.?
Oh ya !? jawab sang kakak.
Saya punya sebuah pekerjaan untukmu.?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.

Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.

Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai Kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.

Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya.

Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya.

Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.

Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu.
Maafkan aku? kata sang adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,? kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.?

TUHAN SELALU INGIN KITA BERSAMA DALAM DAMAI SEJAHTERA
TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA
TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI SESAMA KITA, SAUDARA KITA.
KARENA TUHAN ADALAH SAHABAT SETIA, PENOLONG KITA.
PERCAYALAH BAHWA TUHAN SELALU INGAT PADA KITA MANUSIA

Sadarkah kita bahwa ;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan?

Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.

Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.

Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.

Gbu all....

Jumat, 08 Agustus 2025

TUHAN Adalah Gembalamu

Mazmur 23: 1-6 - Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bagaimanakah aku dapat melalui hari-hari tersulit yang membentang didepanku? Dari manakah datang pertolonganku dan bagaimana aku dapat meluputkan diriku dari bahaya bahkan maut yang mengancam hidupku? Mungkin pertanyaan-pertanya an seperti ini sedang bermain di benak Anda saat ini, namun ingatlah janji-janji Allah, percayai itu dan imani bahwa Ia adalah Gembala yang akan memelihara kita. Ia menuntun dan memberi makan umatNya, bahkan kadang-kadang dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, seperti yang pernah dialami oleh John Craig.

Craig lahir di Skotlandia pada tahun 1512, belajar di Universitas St . Andrews dan kemudian melayani Tuhan. Karena usaha untuk semakin mengenal Kristus, ia akhirnya ditangkap dan dibawa sebagai tawanan ke Roma. Bukan hanya sebagai tawanan, ia bahkan dijatuhi hukuman mati. Malam itu tahun 1559, sementara menantikan eksekusi yang akan dijalaninya pada keesokan harinya, Craig mendengar berita bahwa Paus Paulus IV meninggal. Sudah menjadi kebiasaan bahwa jika Paus meninggal, maka penjara-penjara di Roma akan dibuka dan tahanan dibebaskan untuk sementara.

Craig melihat itu sebagai kesempatan untuk membebaskan diri, sehingga ia melarikan diri kesebuah penginapan dipinggir kota . Para prajurit tidak tinggal diam, mereka mengejar dan pemimpin pasukan berhasil menangkapnya. Pemimpin pasukan itu menatap lama wajah Craig, kemudian berkata: “Kamu ingat ketika menolong seorang serdadu yang terluka di Bologna dulu? Sayalah serdadu itu. Ini saatnya saya membalas budi baikmu, jadi sekarang kau bebas,” katanya. Pemimpin pasukan itu memberikan sejumlah uang kepada Craig dan menunjukkan kepadanya jalan untuk melarikan diri.

Untuk menghindari jalan umum, Craig mengambil jalan memutar dan dengan uang yang diberikan oleh pemimpin pasukan itu, ia membeli makanan. Ketika sendirian di hutan dengan kantong yang sudah kosong dan semangat yang patah, Craig merenung. Tiba-tiba ia mendengar bunyi langkah mendekatinya. Ia menjadi takut, tetapi saat melihat kebelakang ternyata ada seekor anjing membawa dompet dimulutnya dan mengibas-ngibaskan ekornya. Craig takut jebakan sehingga ia mengusir anjing tersebut, tetapi anjing itu bersikeras mengibaskan ekornya dan meninggalkan dompet itu dipangkuannya. Dengan uang tersebut ia bisa tiba di Austria , dan setelah Kaisar Maximilian mendengar khotbahnya, ia memberikan perlindungan kepadanya. Craig memberitakan Injil sampai saat ajalnya tiba di usia 88 tahun.

Pemeliharaan Tuhan kita selalu terbukti dan Ia akan memakai berbagai cara untuk menolong anak-anakNya. Gembala yang baik itu tidak akan membiarkan domba-dombaNya terlantar. Apakah yang membuat Anda kuatir saat ini? Kenaikan BBM? Ketika keadaan menjadi sulit, Ia ada untuk menolong kita. Jangan pernah ragukan kasihNya!

DOA: Bapa yang baik, ampunilah aku karena seringkali kekuatiran dan ketakutan lebih menguasaiku. Ajarku mempercayai kuasaMu. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Keajaiban terjadi ketika kuasa Allah bertemu dengan iman kita.

Gbu all....

Kamis, 07 Agustus 2025

Ketika Ditangkap Tuhan

Yohanes 21: 15-19 - Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku."* Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: /"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"* Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku."* Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: /"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /"Apakah engkau mengasihi Aku?"* Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba- Ku.* Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: /"Ikutlah Aku.


Seorang pemuda, sebut saja namanya Surtep, adalah pemuda yang saleh. Dia lahir, dibesarkan dan dididik di keluarga yagn belum menerima Yesus. Dalam hal sembahyang, tidak ada yang meragukan. Bahkan, sembahyang di tengah malam pun sudah menjadi bagian hidupnya. Tetapi, justru pada saat itulah Tuhan “menangkapnya” . Ditengah malam, saat sembahyang, tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya. Orang tersebut memakai jubah panjang. Cahaya terang yang memancar dari bagian muka membuat muka orang tersebut tidak kelihatan. Seakan tak percaya, Surtep sempat berdialog dengan orang tersebut. Dikemudian hari, Surtep baru sadar bahwa orang tersebut adalah Yesus. Ini terlihat dari kalimat terakhir yang diucapkanNya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Surtep pun memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Setelah beberapa bulan, ternyata Surtep tidak tahan menghadapi banyaknya masalah dan tantangan sebagai pengikut Kristus. Surtep berdoa, “Tuhan, saya tidak kuat menghadapinya. Saya memutuskan untuk meninggalkan Engkau.” Setelah memutuskan untuk kembali kehidupan lama, masalah tidak berkurang, justru semakin bertambah. Masalah yang baru ini adalah sakit-penyakit. Ada tiga penyakit yang diderita Surtep, yaitu gatal-gatal di seluruh tubuh, pilek yang parah sehingga mengganggu pernafasannya dan sakit kepala yang parah. Penyakit yang ketiga ini membuat Surtep tidak bisa bangun dari tempat tidurnya dan memaksanya untuk keluar dari tempat dia bekerja. Surtep sangat tersiksa, tetapi justru kondisi seperti ini yang membawa Surtep untuk kembali kepada Yesus. Suatu hari, dengan digendong, Surtep dibawa ke gereja dan di gereja itu Surtep mengalami mujizat kesembuhan ilahi. Setelah sembuh Surtep memutuskan untuk turut melayani, khususnya di Komisi Pemuda. Surtep juga mengikuti pendidikan teologia. Dalam mimpi, seorang hamba Tuhan yang tidak suka dengan Surtep mendengar Yesus berkata, “Jangan apa-apakan dia, sebab dia anakKu.” Disamping itu, hamba Tuhan ini melihat Surtep membawa tongkat gembala dan inilah yang terus menjadi pergumulan Surtep.

Sampai disini ternyata Surtep belum tahan uji. Dia kalah oleh desakan orang tuanya untuk menikah dengan orang yang belum percaya. Tetapi, Roh Kudus selalu membisikkan kata-kata supaya Surtep kembali kepada Yesus. Surtep masih mengeraskan hati. Hingga suatu saat Yesus datang kepada istrinya melalui mimpi. “Jangan tahan dia, dia anakKu,” kata Yesus. Mula-mula istrinya menolak, tetapi lama-lama dia mengerti.

Satu pelajaran penting disini adalah ketika Tuhan sudah “menangkap” atau memanggil kita, tak seorangpun dapat lari dari tanganNya.

DOA: Bapa, aku bersyukur karena Engkau tidak membiarkanku lari dari hadapanMu. Saat ini aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepadaMu. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menangkap kembali roang yang meninggalkanNya.
Sumber : Manna surgawi

Gbu all....

Rabu, 06 Agustus 2025

Pengorbanan Seorang Ibu

1 Timotius 5:4 - Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.


Amsal 23:22 - Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.

Seseorang berkisah tentang pengorbanan ibunya. Aku lahir didalam keluarga miskin yang eringkali kekurangan makanan Ibu mengetahui bahwa aku belum kenyang, sehinga ia memindahkan nasinya kepiringku sembari berkata, “Ini untukmu Nak, Ibu tidak lapar.” Padahal aku tahu persis bahwa ibu belum makan, ibu pasti lapar.

Agar aku mendapatkan makanan bergizi, ibu sering pergi memancing. Sepulangnya dari memancing, ia memasak sup ikan yang lezat dan memberikannya kepadaku. Aku memakannya dengan lahap, tetapi aku memperhatikan bahwa ibu mengambil tulang ikan bekas aku makan dan mulai memakan daging ikan yang masih tersisa ditulang tersebut. Aku sedih melihat Ibu. Kemudian dengan sumpitku aku memberikan daging ikan kepadanya, tetapi ia berkata, “Buat kamu saja Nak, Ibu tidak suka ikan.” Ibu berkata begitu meskipun aku tahu bahwa ibu suka ikan.

Ketika aku masuk SMP, biaya yang kuperlukan semakin banyak. Untuk mendapatkan uang tambahan, ibu bekerja menempel kotak korek api. Walau sudah larut malam, aku masih melihat ibu menempel kotak korek api dengan penerangan lilin yang kecil, “Ibu tidak mengantuk?” tanyaku. “Tidurlah Nak, Ibu belum mengantuk,” jawabnya. Padahal aku melihat matanya sudah hampir terpejam karena mengantuk.

Ketika aku menjalani ujian, Ibu cuti dari pekerjaan untuk menemaniku pergi ujian. Walau terik matahari terasa menyengat, Ibu tetap menungguku diluar. Selesai ujian, Ibu memberiku teh manis. Karena aku melihat Ibu kepanasan dan pasti haus, maka aku memberikan gelas berisi teh kepada Ibu, tetapi ia berkata, “Minumlah Nak, Ibu tidak haus.”

Singkat cerita, setelah lulus S1, aku melanjutkan ke S2 dan bekerja di sebuah perusahaan di Amerika. Gajiku cukup besar, sehingga aku bermaksud mengajak Ibu tinggal bersamaku dan menikmati hidup di Amerika. Tetapi Ibu berkata, “Aku tidak terbiasa hidup disana.” Aku tahu Ibu mengatakan itu karena tidak mau merepotkan.

Diusianya yang sudah tua, ibu terkena kanker lambung dan penyakit itu membuatnya tersiksa. Aku pulang dan melihat Ibu terbaring lemah menahan sakit. Ia memandangku dengan tatapan rindu. Aku menangis melihat penderitaan Ibu, tapi ia berkata, “Jangan menangis Nak, Ibu tidak merasa sakit.” Itu adalah ucapan terakhir Ibu sebelum ia menutup matanya dan kembali ke pangkuan Tuhan.

Kisah diatas adalah gambaran kasih dan pengorbanan seorang ibu. Sebagai anak, kasihi, hormati dan balaslah budi baik Ibu kita, karena ia adalah kehendak Tuhan. Renungkanlah sejenak apa yang sudah Anda lakukan bagi Ibu yagn sudah melahirkan dan membesarkan Anda. Jika saat ini Anda sedang mengalami keretakan hubungan dengan Ibu Anda, adakan pemberesan sehingga berkat-berkat Tuhan tidak terhambat.

DOA: Bapa, berkatilah Ibuku yang sudah banyak berkorban bagiku. Berilah dia kesehatan dan sukacita senantiasa. Dalam Nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Kasih Ibu bagaikan matahari yang terus bersinar tanpa mengharapkan balasan.

Gbu all....