Kamis, 05 Juni 2025

Pemeliharaan Tuhan

Habakuk 3:17-18

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon angur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, ...namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 23; Efesus 6; 2 Tawarikh 8-9

Sepanjang yang saya alami, Tuhan senantiasa campur tangan dalam memelihara kehidupan saya, bahkan untuk hal-hal yang sepele sekalipun. Suatu kali, saya membutuhkan sebuah jaket. Jaket lama saya sudah usang dan menunggu diganti. Sayang, uang di kantong belum mencukupi meskipun sudah ada sebuah jaket yang kuincar di factory outlet. Jadilah keinginan itu terpendam dalam hati dan terucap dalam bait-bait doa pribadi.

Selang beberapa bulan, saya melupakan kebutuhan itu karena berbagai kesibukan. Tetapi Tuhan mendengar doa saya. Suatu kali, saya berkesempatan memimpin ibadah. Selesai melayani, seseorang mendekati saya. Saya tidak mengenalnya karena memang dia tidak tergabung dalam gereja kami. Ia memberi sebuah bungkusan. "Ini untuk saya Pak?" tanya saya ingin memastikan. "Ya, ini untuk Anda. Maaf, saya buru-buru, sampai ketemu..." jawabnya sambil melangkah pergi.

Penuh penasaran saya buka bungkusan itu. Isinya sebuah jaket, persis seperti yang saya inginkan di factory outlet itu. Bahkan merek dan warnanya pun sama. Bertahun-tahun kemudian, saya bertemu lagi dengan orang yang memberi saya jaket itu. "Sepulang kantor, seperti ada yang menuntun saya untuk membeli jaket itu. Hari Minggunya saya juga tergerak untuk ikut ibadah dan kuat sekali pesan dalam hati saya untuk memberi jaket itu kepada Anda." Kisahnya mengenang. Ternyata Tuhan punya 1001 macam cara untuk memelihara anak-anakNya. Percayalah kepada Dia yang sanggup memelihara, meski di saat yang sulit sekalipun.

Tuhan punya 101 macam cara untuk memelihara anak-anakNya.

Gbu all...

Rabu, 04 Juni 2025

Tuhan Kita Berkuasa

Baca: Mazmur 103:1-22

"TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu." Mazmur 103:19

Kita patut berbangga karena kita memiliki Tuhan yang hidup dan berkuasa. Perihal kemahakuasaanNya dapat kita pelajari dalam Alkitab. Maka kita harus senantiasa menyukai firmanNya dan merenungkan itu siang dmalam sehingga kita makin mengerti bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi di luar pengetahuan dan kontrol Tuhan, bahkan "...tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang." (Lukas 21:18).
Tidak ada alasan bagi kita untuk takut, kuatir dan putus asa menghadapi hari esok. Alkitab juga menulis: "Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit." (Lukas 12:6-7). Seringkali kita berpikir bahwa hal buruk yang terjadi dalam hidup kita tidak dapat dikendalikan  dan dihentikan sehingga kekuatiran dan kecemasan selalu menguasai hati dan pikiran kita hari lepas hari.
Ada beberapa kebenaran tentang Tuhan kita yang berkuasa: 1. Tuhan itu Mahahadir. Daud berkata, "Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?" (Mazmur 139:7). Tidak ada tempat di mana Tuhan tidak dapat hadir. Di saat kita merasa sendirian dan orang lain tidak ada yang menghiraukan kita, Dia hadir dan sesungguhnya berada di dekat kita. 2. Tuhan mengetahui segala sesuatu, seperti tertulis "TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi." (Mazmur 33:13-14). Dia sangat mengetahui keadaan kita, seburuk apa pun itu: saat dalam kesusahan, sakit-penyakit atau beban yang berat. Itulah sebabnya jangan sekali-kali menganggap Tuhan tidak pernah peduli terhadap kita, apalagi sampai menyalahkan Tuhan. Bukankah ini sering kita lakukan? Mengapa kita harus kuatir? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi Dia yang memegang masa depan; Dia mengetahui apa yang akan terjadi; Dia tahu segala kebutuhan hidup kita. Adakah sesuatu yang mustahil bagiNya?

"Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Matius 19:26

Gbu all...

Selasa, 03 Juni 2025

Jangan Terburu-buru

Efesus 3:20

"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita."

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 28; Kolose 1; 2 Tawarikh 14-15

Seorang ibu tiba-tiba memarahi anaknya yang baru saja pulang dari kantor. Sambil berteriak-teriak setengah histeris, ibu itu menanyakan pekerjaan di rumah yang belum sempat diselesaikan oleh si anak. Setelah lelah karena seharian beraktivitas, karuan saja si anak kemudian membalas teriakan ibunya dengan nada tinggi pula. Selidik punya selidik, ternyata si anak telah menyelesaikan tugasnya, namun adiknya mengacaukan semuanya. Ibu yang tadinya histeris itu menyadari kesalahannya, namun ia sudah sulit untuk minta maaf, karena anaknya sudah terlanjur sakit hati dimarahi ibunya seperti itu.

Ketika kita terburu-buru melakukan sesuatu, seringkali yang kita hasilkan adalah sebuah persoalan baru. Memilih pekerjaan terburu-buru karena tergiur dengan iming-iming fasilitas, memilih teman hidup terburu-buru karena status dan harga diri, justru seringkali malah menjerumuskan kita ke dalam sebuah lubang persoalan baru. Hasil yang didapat, justru melenceng jauh dari yang diharapkan. Parahnya, kita sangat sulit keluar dari lubang itu, karena terlanjur terperosok semakin dalam.

Jangan pernah terburu-buru membuat keputusan yang penting, jika tidak ingin terperosok ke dalam kesulitan lain. Ketahuilah bahwa Allah kita adalah Allah pemegang kedaulatan atas waktu. Ketika kita sabar menantikan Allah menjawab pergumulan kita, hasilnya pasti di luar perkiraan kita, dan pastinya kita malah bisa menyelesaikan persoalan yang ada, bukannya menambah masalah baru.

Terburu-buru membuat kita tidak dapat berpikir dengan jernih. Bersikap tenang dapat membuat anda mempertimbangkan segala sesuatunya dengan lebih hati-hati.

Gbu all....

Senin, 02 Juni 2025

Mangkir

Yunus 1:2-3

"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 139; 2 Korintus 12; 2 Samuel 5-6

Kita yang berkecimpung dalam dunia kerja, mengerti betul apa itu inspeksi mendadak. Biasanya pimpinan melakukan ‘sidak' pada hari pertama kerja setiap habis libur panjang. Mereka ingin memastikan apakah para karyawan yang dipimpinnya mangkir atau masuk kerja pada hari tersebut. Pertanyaannya biasanya kita akan masuk kelompok yang rajin atau yang mangkir di saat-saat itu?

Pengalaman mangkir pernah dilakukan Yunus, ribuan tahun lampau. Ia ditugasi untuk membawa berita pertobatan kepada bangsa Niniwe yang kejahatannya telah sampai ke telinga Tuhan. Alih-alih mentaati perintah Tuhan, Yunus malah memilih ngacir ke Tarsis dan melarikan diri dari tanggung jawab. Dia merasa anugerah Tuhan adalah barang mahal untuk diberikan kepada Niniwe sebagai bangsa kafir di hadapan Allah. Tetapi itu adalah pikirannya, sementara Allah memiliki pikiran lain. Dan karena tindakannya itu, ia menerima sebuah konsekuensi. Ia dibuang dari kapal dan ditelan seekor ikan besar.

Para profesional, bagaimana dengan kita? Apakah di tempat di mana Tuhan mempercayakan kita pekerjaan, apakah kita sudah menunjukkan sikap-sikap terbaik? Jangan sampai kebiasaan mangkir dari tanggung jawab melekat dalam diri kita, supaya konsekuensi yang berat tidak kita alami.

Pilihan saya, tanggung jawab saya akan membentuk masa depan saya.

Gbu all...

Minggu, 01 Juni 2025

Ujian Pasca Promosi

Ayub 23:10

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 141; Yohanes 1; 2 Samuel 9-10

Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel termasuk kalangan orang bijaksana di Babel. Ketika Nebukadnezar hendak memusnahkan semua orang bijaksana, dicatat bahwa mereka berempat berdoa meminta kasih sayang Allah untuk membatalkannya. Akhirnya, melalui Daniel, Allah menyatakan pertolongan-Nya yang kemudian membuat Sadrakh, Mesakh dan Abednego turut mengalami promosi dari raja.

Namun setelah promosi terjadi, kisah berlanjut dengan keluarnya perintah raja supaya semua suku bangsa sujud menyembah pada patung emas buatannya. Memang tidak dituliskan berapa lama waktu antara penyerahan kekuasaan atas Babel kepada mereka bertiga dengan keluarnya perintah yang bertentangan dengan iman mereka. Akan tetapi, berapa lama pun tenggang waktunya, apa yang mereka bertiga alami itu sebenarnya merupakan ujian.

Biasanya sebelum mendapatkan promosi tertentu dalam hidup (dalam hal apapun), kita akan terlebih dahulu diizinkan untuk melewati ujian. Kalau ‘lulus', kita pun ‘naik kelas'. Tapi rupanya, setelah promosi pun kita perlu bersiap untuk ujian lainnya seperti yang dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ketika mereka diperhadapkan pada titah raja, mereka memiliki pilihan: sujud menyembah dan posisi mereka tetap aman, atau tetap mempertahankan iman mereka dengan resiko bukan hanya kehilangan posisi mereka bahkan juga nyawa.

Puji Tuhan, mereka melewati ujian itu dengan baik sekali sehingga mereka tetap berkenan di hadapan Allah. Mereka malah menikmat promosi lainnya (Daniel 3:30).

Bagaimana dengan kita? Tidak perduli ujian itu mendahului atau datang setelah promosi, mari kuatkan dan teguhkan iman kita untuk melewatinya bersama Tuhan agar perkenanan-Nya senantiasa atas kita!

Tantangan hidup bukan untuk melumpuhkan Anda, tapi untuk menaikkan level Anda.

Gbu all...