Jumat, 05 Januari 2024

Melakukan Bagian Kita

II Raja-raja 20:5
"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 17; Matius 17; Kejadian 33-34

Suatu waktu ada sebuah perlombaan lari yang berlangsung dengan sangat meriahnya. Setiap peserta berusaha untuk mendahului lawan yang ada di samping kanan maupun kirinya. Namun, ada sebuah pemandangan yang tidak lazim dimana ada seorang pelari yang mulutnya sedang komat-kamit sesaat sebelum ia melewati garis akhir.

Ketika ia sedang beristirahat sejenak karena baru saja menyelesaikan pertandingan, datanglah salah seorang penonton pertandingan. Pria itu pun menanyakan mengenai apa yang dilihatnya. "saya berdoa," jawab pelari tersebut. Sambil menunjuk ke arah kakinya, ia pun berkata, "Saya katakan, ‘Angkatlah kaki ini Tuhan, dan aku akan menurunkannya." Rupanya pelari itu berdoa memohon bantuan Allah, tetapi ia juga melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menjawab doanya itu.

Apabila kita memohon pertolongan kepada Allah, janganlah hal itu menjadikan kita diam dan tidak berbuat apa-apa. Justru, adanya bantuan dari Yang Maha Tinggi, kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Ketika Hizkia mendengar bahwa ia akan mati, ia kemudian berdoa memohon mukjizat, dan Allah berjanji untuk memperpanjang hidupnya lima belas tahun lagi. Kemudian Yesaya memerintahkan untuk menaruh kue ara pada barah (II Raja-raja 20:5-7). Allah memberikan kesembuhan, tetapi menggunakan usaha manusia dan sarana-sarana alami.

Suatu pagi, ada dua rekan kerja pergi ke kantor. Tiba-tiba mereka sadar bahwa apabila mereka tidak bergegas, maka mereka akan terlambat. Salah satu dari mereka mengajak berhenti sejenak dan berdoa supaya mereka tidak terlambat masuk kantor. "Tidak," jawab yang satunya. "Mari kita berdoa sambil berjalan menuju halte".

Jadi, camkanlah hal ini, yakni apabila kita memohon kepada Allah agar Dia mengerjakan sesuatu yang besar bagi kita, maka kita pun harus siap untuk melakukan bagian kita.

Formula cara kerja mukjizat adalah campur tangan Allah ditambah sedikit usaha manusia. Mudah bukan?

Gbu all...

Kamis, 04 Januari 2024

Kepahitan...

Ibrani 12:15

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Setiap dari kita harus bersiap untuk menghadapi kekecewaan dalam hidup kita. Kita akan kecewa pada manusia. Kita akan kecewa pada keadaan. Bahkan kita, orang Kristen, juga akan kecewa pada pendeta dan gereja kita.

Tanpa mengetahui bagaimana kita menghadapi masalah ini, maka hidup kita akan penuh dengan kepahitan. Kepahitan akan datang saat kita gagal menghargai kasih karunia Allah yang mengampuni kita. Kita melupakan kasih karunia dan gagal mengampuni orang lain.

Bagaimana cara kita menghindari kepahitan? Jawabannya ada pada salib. Salib adalah lambang penyangkalan diri, pengampunan, dan meninggalkan apa yang di belakang kita.

Dengan menyangkal diri, kita membuang ‘hak' kita untuk membalas. Dengan mengampuni, kita melepaskan energi positif. Dan dengan menghapuskan masa lalu, kita memandang masa depan yang dipenuhi berkat Allah, dalam hidup yang manis dan bebas dari kepahitan.

Jadi tinggalkanlah kepahitan, dan biarkan kasih karunia-Nya yang berlimpah menggantikannya.

Ketika kepahitan meninggalkan Anda, maka sukacita akan menjadi milik Anda seutuhnya.

Gbu all...

Rabu, 03 Januari 2024

Kebaikan Yang Tak Terlihat

Amsal 11:27

Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Suatu sore seorang suami yang sedang duduk santai di rumahnya sambil membaca koran, dikejutkan oleh istrinya yang tiba-tiba masuk setelah pulang dari pusat kota. Segera sang istri berkata pada suaminya, "Sayang, bagaimana jika kita menukarkan mobil kita dengan sebuah minibus Mazda?" "Hmmmh," gumam suaminya itu. "Tapi mobil minibus sangat bagus dan sesuai dengan keperluan kita," timpal istrinya lagi. Si suami dengan tak sabar berkata, "Mazda tidak membuat minibus." Ia mengatakannya karena memang selama ini merasa ia tidak pernah melihat minibus dengan merk Mazda. "Tapi Mazda memang mengeluarkan minibus, dan saya sangat menyukainya."

Akhirnya mereka memutuskan pergi ke pusat kota untuk melihat mobil yang dimaksud, selama di perjalanan mereka tidak kurang dari enam buah mobil minibus Mazda berpapasan dengan mobil mereka, dan setiap kali juga dengan senyum kemenangan si istri selalu menunjukkan bahwa Mazda memang membuat minibus.

Sama dengan kita, sebenarnya dalam rekan kerja kita banyak sekali hal baik yang bisa memberikan pandangan positif mengenai lingkungan kerja kita di dalam segala aspeknya. Jika kita sungguh-sungguh mencarinya dengan seksama barulah kita sadari kebaikan bertaburan di segala tempat. Sebagai contoh misalnya kebaikan rekan-rekan kita ada di mana-mana, tapi karena sikap acuh dan karena tidak mencarinya yang kadang menyebabkan kita tidak melihatnya bahkan cenderung tidak puas terhadap rekan-rekan kerja.

Jadi, mulailah mencari mutiara-mutiara kebaikan dari rekan-rekan kita, hal ini akan menambahkan keindahan pada hari-hari kerja yang kita lalui.

Tuhan mengirimkan kebaikan setiap hari, temukanlah kebaikan tersebut di sekitar Anda.

Gbu all...

Selasa, 02 Januari 2024

So don't quit !

Yesaya 40:31

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Di dalam kehidupan ini, Tuhan telah menyediakan begitu banyak kesempatan yang dapat kita pergunakan. Ada beberapa orang yang menganggap remeh tindakan yang harus diambil dan juga usaha yang harus dibayar, namun pada akhirnya menyesal karena tidak melakukannya. Hanya sedikit orang yang mempunyai keyakinan dan iman sambil terus bekerja sampai ia mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. Kehidupan yang selama ini ia impikan.

Winston Churchill, perdana menteri Inggris yang sangat dikenal, pernah tinggal kelas pada saat kelas enam sekolah dasar. Steven Spielberg dikeluarkan dari sekolah menengah atas dan tidak pernah kembali ke bangku sekolah. Bahkan sempat ditawarkan masuk sekolah luar biasa. Albert Einstein mendapatkan angka-angka yang jelek pada waktu bersekolah sampai-sampai gurunya meminta dia untuk berhenti sekolah karena dinilai tidak akan berhasil. Tokoh-tokoh besar tersebut mempunyai catatan yang mungkin lebih buruk daripada kita, namun kegagalan itu membuat mereka bangkit dan berhasil, karena karakter mereka yang pantang berhenti.

Seringkali komitmen terhadap sukses yang ingin diraih diuji oleh tantangan kehidupan. Sikap pantang menyerah adalah salah satu yang jelas membedakan antara sang juara dan sang pecundang. Kegagalan sering kali menghantui, sehingga kita tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Tapi percayalah, apa pun hasilnya pasti lebih baik dibandingkan jika kita menyerah. So, don't quit!

Seorang juara adalah ketika ia mau bangkit dari setiap kegagalannya.

Gbu all...

Senin, 01 Januari 2024

Gengsimu Pembunuhmu

Amsal 11:2

Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

Amsal 11:2 adalah gambaran yang tepat bagaimana ganjaran untuk orang angkuh. Golongan orang ini biasanya sulit menerima pendapat orang lain, merasa diri selalu benar. Sangat menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan, meski jika kita perhatikan itu adalah kebodohan dan kesombongan yang akhirnya merugikan diri mereka sendiri. Biasanya bukan penghargaan atau kehormatan yang mereka dapatkan, tapi justru cemooh yang memalukan.

Untuk menjadi orang-orang sukses, sesungguhnya mereka hanya perlu bekerja keras dan dengan rendah hati menerima pembentukan Allah. Yang menyebabkan mereka terpuruk adalah sikap hidup mereka, dan seringkali bukan karena mereka tidak mampu melakukan sesuatu. Sebab keberhasilan 85% ditentukan oleh sikap dan bukan kemampuan (skill). Gambaran ini diperankan secara apik oleh Rut wanita Moab, menantu Naomi. Sikapnya yang rendah hati dan tidak angkuh yang membuatnya menjadi nyonya besar dan bukan kemampuannya. Apakah Anda termasuk orang yang mati-matian mempertahankan gengsi? Hari ini ubahlah paradigma Anda, sebab hikmat ada pada orang yang rendah hati. Hikmat itulah yang akan menuntun Anda menjadi pribadi yang berhasil.

Hikmat hanya tinggal pada orang yang rendah hati.

Happy New Year

Gbu all...