Minggu, 05 Juni 2022

The Lord Is Our Helper

Ester 4:14

Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.

Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 10; Yohanes 20; Kidung Agung 4-6

Anda ingat saat-saat di mana Anda ‘benar-benar' butuh ditolong? Mungkin karena perubahan drastis dalam pekerjaan jauh dari rencana semula, dalam keuangan atau harus mengambil keputusan seketika, padahal berdampak dalam jangka panjang dan lain-lain. Seberapa seringkah Anda langsung mencari ‘sosok manusia' dengan harapan bahwa Dia mampu menolong? Tidak sedikit yang panik atau kecewa ketika mendapati orang itu tidak merespon atau bereaksi sesuai harapan.

Saya pernah mengalami hal seperti itu, sampai Tuhan mengingatkan saya akan perkataan Mordekhai kepada Ester dengan dia berdiam diri, bagi orang Yahudi tetap akan datang pertolongan dan kelepasan dari pihak-pihak lain. Ingatlah Allah yang memegang kendali di sana. Ia tidak habis akal saat Ester berdiam diri. Ia mampu menolong bangsa Yahudi dengan mudah tanpa bantuan Ester.

Tidak mudah menepis harapan kita pribadi untuk ditolong oleh seseorang dengan cara-cara kita seperti ini atau itu. Tapi di situlah saya diuji, apakah saya memang membiarkan Tuhan untuk menolong saya dengan cara dan waktu-Nya atau sebenarnya saya malah justru berusaha ‘menolong' Allah dengan cara dan waktu saya.

Bagaimana dengan Anda? Maukah Anda melepaskan kendali pada-Nya? Maukah Anda benar-benar menunggu Dia bertindak menolong Anda dengan cara dan waktu-Nya?

Saat kita angkat tangan, Dia akan turun tangan.

Gbui all...

Sabtu, 04 Juni 2022

Planning & Praying

Amsal 19:21

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.

Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 5; Yohanes 15; 1 Tawarikh 23-24

Perencanaan adalah menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam mencapai suatu tujuan. Tujuan keseluruhan suatu proyek, kegiatan apa yang harus dilakukan, urutan pelaksanaan serta sumber daya yang diperlukan, semuanya merupakan rangkaian yang saling terkait dalam suatu perencanaan. Dibutuhkan pemikiran seksama dan wawasan yang luas untuk menyusun suatu perencanaan yang matang. Syukurlah Allah mengaruniakan akal budi untuk itu semua.

Bagi orang percaya, titik tolak dari segala macam perencanaan adalah rencana dan tujuan Allah atas pribadi kita, keluarga, perusahaan, komunitas dll. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,... yaitu rancangan damai sejahtera untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11). Maka langkah pertama dalam perencanaan adalah mengakui dan mencari petunjuk Allah. Ini yang dinamakan beriman.

Ada dua sikap ekstrim. Pertama, tidak membuat rencana sama sekali dengan alasan "bukankah Allah yang mengatur segalanya? Maka saya tinggal menanti-nantikan Dia saja". Kedua, sebaliknya! Seorang pemimpin berusaha membuat perencanaan sampai hal yang sekecil-kecilnya. Bahkan hasil akhirnya pun sudah masuk dalam perencanaan.

Perencanaan dan doa adalah kesatuan. Gunakanlah akal budi semaksimal mungkin dalam perencanaan, dilandasi iman dan penyerahan sepenuhnya kepada Allah dalam doa.

Allah mengaruniakan akal budi supaya kita memiliki iman yang teruji. Allah mengaruniakan iman supaya kita dapat memuliakan-Nya dengan akal budi.

Gbu all...

Jumat, 03 Juni 2022

Karunia Memilih

Ulangan 30:19-20a

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 4; Yohanes 14; 1 Tawarikh 20-22

Menjadi dewasa. Seringkali merupakan dambaan seseorang merasa selalu dianggap anak kecil, atau mereka yang merasa kurang dewasa. Tapi menuju kedewasaan bukan proses instan, tapi dalam prosesnya seseorang perlu banyak melangkah. Langkah pertama dalam kedewasaan adalah menerima tanggung jawab sebagai siapa kita. Kepribadian kita tidak dibentuk sepenuhnya oleh apa yang terjadi pada kita, tetapi pada bagaimana kita meresponinya.

Kalau ada kebencian ditujukan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Kalau ada kata-kata yang tajam dan menyakitkan ditusukkan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Kalau ada perlakuan tidak adil diberikan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Banyak bentuk-bentuk emosi diperlihatkan sebagai pilihan reaksi. Beberapa di antaranya tampak benar dan wajar-wajar saja. Marah, kecewa dan sakit hati adalah reaksi alami dan paling umum dari seorang manusia.

Akan tetapi kita selalu punya pilihan lain. Allah memberikan sebuah karunia yang sangat besar kepada makhluk bernama manusia ini, yaitu kuasa untuk memilih. Ini karunia besar yang patut selalu kita sadari.

Biarlah kita belajar menerima tanggung jawab, bahwa kita punya kuasa untuk memilih, dan apa yang kita pilih akan menentukan menjadi apakah kita di masa mendatang.

Karunia Allah terbesar bagi kita adalah karunia untuk memilih.

Gbu all...

Kamis, 02 Juni 2022

Pertanyaan Masa Depan

2 Petrus 3:18

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 2; Yohanes 12; 1 Tawarikh 16-17

Suatu program televisi dikemas dalam bentuk blog TV mengajak para penonton turut aktif menanyakan pertanyaan sehubungan masa depan. "Apa yang Anda lakukan di masa pensiun Anda?" tanya mereka. Tentu saja penonton bebas menjawabnya karena akan ditayangkan di TV. Kebanyakan dari mereka memikirkan jawabannya baik-baik. Banyak di antara mereka yang menjawab menggeluti hobi sebagai pilihan jawaban, misalnya memancing, menulis dsb. Menanyakan hal yang berkaitan dengan masa depan itu menantang, karena waktu itu sifatnya tidak pasti. Tapi toh waktu itu tetap akan datang, dan kita semua sebetulnya benar-benar harus memikirkannya - dari sekarang.

Tidak ada kepastian di masa depan. Jarang, jika pernah, seseorang dapat mengetahui secara tepat apa yang akan terjadi. Mengajukan pertanyaan sehubungan masa depan dapat menolong kita menyambut masa itu. Untuk seorang mahasiswa misalnya, dengan aktif mengajukan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan, membantu menemukan apa yang harus dilakukan setelah lulus nanti. Bagaimana Anda akan memilih pekerjaan? Di mana Anda akan bekerja? Apa yang akan Anda lakukan berkaitan dengan perkembangan karir dan peningkatan kompetensi pribadi? Bagaimana mengantisipasi langkah seiring dengan dunia yang terus-menerus berubah demikian cepat? Jenis pertanyaan yang cenderung menanyakan hal-hal seperti "Apa yang perlu saya lakukan" ketimbang "Apa yang ingin saya lakukan".

Kita tahu Alkitab juga mengajarkan tentang berfokus ke masa depan, disebut Kekekalan. Dengan menggunakan kata-kata seperti orang asing, pendatang, perantau, ini semua mengingatkan bahwa kita tidak dimaksudkan tinggal di sini. Kekekalan adalah tujuan kita, jadi konsep berpikr kita seharusnya mengarah ke sana. Kita perlu belajar mengembangkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai masa itu. Bagaimanapun suatu hari nanti kita akan menghadapinya, jadi sambutlah dengan sebaik-baiknya.

Tujuan dari hidup adalah hidup yang memiliki tujuan.

Gbu all...

Rabu, 01 Juni 2022

Seperti Rajawali

Yesaya 40:30-31

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 148; Yohanes 8; 2 Samuel 23-24

Pernahkah Anda mendengar kisah ini? Ketika Allah menciptakan tiram, Allah memberikan suatu jaminan sehubungan dengan ekonomi dan tunjangan sosial. Bahkan Allah membuat sebuah rumah bagi tiram untuk melindunginya dari serangan musuhnya. Apabila tiram lapar, maka ia hanya membuka rumahnya dan segera mendapatkan makanannya.

Tetapi lain halnya dengan burung rajawali. Ketika Allah menciptakan burung rajawali, Allah berkata kepada burung ini, "Bangunlah rumah bagimu, tetapi ingat bahwa langit yang biru adalah batas jangkauanmu." Akhirnya burung rajawali memilih untuk membuat sarangnya di bukit-bukit dan gunung batu yang tinggi dimana badai selalu mengancam setiap saat. Untuk mendapatkan makanan, burung ini harus terbang jauh dimana hujan, angin, badai dan salju tidak dapat dihindari.

Rajawali yang sering kita lihat dalam bentuk lukisan, gambar atau patung, kali ini dijadikan sebagai ilustrasi di kitab Yesaya 40:30-31, yang menunjuk kepada suatu karakter ilahi, karakter yang kuat dalam setiap tantangan - apapun itu. Burung rajawali tidak menghindari bahaya, mereka malah menyambut badai. Dengan sayap jauh lebih besar daripada tubuhnya, ia memiliki aerodinamika yang paling sempurna. Oleh karenanya rajawali memiliki stabilitas ketika sedang melayang-layang di udara dan tidak takut akan pergolakan arus udara yang tidak teratur.

Stres akibat pekerjaan sampai tingkat tertentu wajar saja. Tetapi tekanan yang berlebih seringkali memicu seseorang menjadi stres berat. Dalam pekerjaan, kita tidak lepas dari stres. Tapi syukurlah, bagi mereka yang menantikan Allah ada janji kelepasan dan kekuatan baru. Kita akan naik dan tidak menjadi lelah.

Jadilah rajawali yang selalu siap menghadapi badai dan tetap kuat.

Gbu all..