Sabtu, 05 Maret 2022

From Good To Great

Matius 10:1

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 49; Kisah Para Rasul 21; Imamat 8-9

From good to great! Rasanya ungkapan tersebut sedang menjadi sasaran yang sedang trend di berbagai perusahaan akhir-akhir ini. Mereka tidak puas hanya dengan menjadi baik saja, tetapi mereka ingin menjadi besar dan luar biasa.

Bagi kita para praktisi dalam dunia kerja, hal tersebut juga dapat kita terapkan, dan kita akan merenungkan salah satu aspek yang sangat penting yang perlu dipahami sehingga kita dapat beralih dari sekedar baik menjadi luar biasa.

Tentunya tidak ada yang meragukan kemampuan dan performa Yesus Tuhan kita, saat Ia hidup di dunia sebagai manusia. Dia adalah seorang yang memiliki performa yang top dan belum ada bandingannya hingga saat ini. Belum ada yang dapat memberikan keteladanan hidup seperti Dia. Namun Firman-Nya mencatat bagaimana Ia menyadari bahwa tidak mungkin Ia melakukan semua pekerjaan-Nya sendirian. Untuk menggenapi seluruh rencana Bapa bagi umat manusia, kemudian Ia memanggil, memuridkan dan mengutus urid-murid.

Tidak ada yang dapat mencapai hasil luar biasa sendirian. Semua pekerjaan dan proyek besar adalah hasil kerjasama suatu tim. Hidup kita bukan hanya sekedar pertandingan sprint, tetapi bagaikan perlombaan estafet. Kita perlu orang lain untuk menjadi besar. Mari kita berkomitmen untuk menjadi seorang pemain tim dan bukan hanya seorang pemain solo.

Hidup kita bukan hanya sekedar pertandingan sprint, tetapi bagaikan perlombaan estafet.

Gbu all....

Jumat, 04 Maret 2022

Anda Dan Kesehatan Anda

3 Yohanes 1:2

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 48; Kisah Para Rasul 20; Imamat 6-7

Ada seorang peternak, berperawakan kuat dengan tinggi 180 cm. Ia seorang pekerja keras dan hidupnya pun keras. Ia selalu makan makanan apapun yang ia inginkan. Daging babi, susu dan telur untuk sarapan. Steak sapi, kentang dan sup daging untuk makan siang. Selain itu, ia juga merokok. Hidup itu menyenangkan sampai ia divonis penyakit mematikan: serangan jantung! Kemudian ia lumpuh selama 4 tahun, sebelum serangan terakhir telak yang mematikan: maut. Contoh klasik seorang yang tidak peduli kesehatan! Sebenarnya ceritanya bisa sama sekali berbeda bagi si peternak.

Alkitab mencatat doa rasul Yohanes bagi para sahabatnya adalah agar mereka selalu dalam keadaan yang baik itu adalah kesehatan jiwa atau jasmani. Karena itu adalah bagian yang Tuhan sediakan bagi orang percaya. Bukan hanya sekedar menikmati kesehatan dan keadaan yang baik, tapi kita perlu untuk memiliki jiwa dan tubuh yang sehat untuk dapat menjalani kehidupan yang efektif dan produktif.

Bagi mereka yang telah berkeluarga dan atau memiliki tanggungan, hasil pekerjaan mereka sangatlah penting untuk dapat menyokong segala kebutuhan hidup dirinya dan orang-orang yang dikasihinya.

Jadilah bijak dengan tidak mengabaikan kondisi kesehatan jiwa dan tubuh kita sehingga kita dapat senantiasa maksimal. Dalam tubuh dan jiwa yang sehat terdapat peluang dan potensi untuk menghasilkan yang terbaik bagi Allah dan sesama.

Miliki gaya hidup sehat sebagai bukti Anda mengasihi diri Anda.

Gbu all....

Kamis, 03 Maret 2022

Nilai Sebuah Lukisan

Kejadian 1:27

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 47; Kisah Para Rasul 19; Imamat 4-5

Akhir-akhir ini para investor mulai berpikir keras untuk memutarkan uang mereka. Tingkat suku bunga yang terus menunjukkan trend menurun membuat deposito menjadi instrumen investasi yang kurang menarik lagi. Sebagai akibatnya industri reksadana dan properti mulai bangkit untuk memanfaatkan peluang investasi ini.

Salah satu hal yang menarik adalah mulai berkembangnya sebuah trend investasi baru di luar negeri, yaitu dengan mengoleksi lukisan maupun barang-barang antik. Dalam pembicaraan dengan salah seorang direktur private banking besar di Amerika, beliau menjelaskan bahwa belakangan ini para investor mulai menyisihkan sebagian dari portofolio mereka untuk membeli lukisan dan barang antik dari Cina. Mereka melihat bahwa seiring dengan perjalanan rentang waktu, maka nilai dari lukisan maupun barang-barang antik cenderung mengalami peningkatan. Selain sisi prestige memiliki masterpiece karya seniman terbaik, investasi bentuk ini juga memiliki unsur estetika, tangible dan dapat diwariskan.

Ketika saya mulai merenungkan hal ini, saya teringat bagaimana Tuhan menciptakan manusia segambar dan serupa dengan diri-Nya sendiri sebagai masterpiece terbaik buatan-Nya. Hari ini sadarilah bahwa dalam diri Anda terdapat sebuah nilai investasi terbaik. Ijinkan keindahan hidup Anda juga dapat dinikmati dan diwariskan pada orang lain.

Anda merupakan gambar Allah, sadarilah bahwa Anda begitu berharga.

Gbu all...

Rabu, 02 Maret 2022

A Lamp Unto My Feet

Mazmur 119:105

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 42; Kisah Para Rasul 14; Keluaran 33-34

Apakah kita seringkali merasa bingung atau tidak mantap saat kita harus membuat keputusan atau pilihan? Ini adalah pertanyaan yang akan kita renungkan pada hari ini. Beberapa orang mengalami kesulitan bahkan untuk membuat keputusan yang sederhana sekalipun. Belum lagi jika kita berbicara mengenai keputusan-keputusan yang sulit dan kontroversial.

Cobalah bandingkan dengan mengamati kehidupan para pemimpin besar. Sepertinya mereka selalu tahu apa yang harus dilakukan. Keputusan yang mereka ambil sepertinya sangat mantap dan mereka tidak menjadi bingung saat menghadapi situasi yang sulit. Rasanya mereka seperti memiliki suatu pedoman yang tidak kita ketahui untuk melakukan semuanya itu dengan mantap.

Memang benar! Dalam kebanyakan kasus seseorang yang sering sulit dalam mengambil keputusan dan pilihan disebabkan karena mereka tidak memiliki landasan yang kokoh dalam kehidupan mereka. Landasan ini dinamakan "prinsip". Jadi orang yang berhasil bangkit menjadi pemimpin besar selalu memiliki kualitas ini. Mereka hidup dalam prinsip-prinsip karena situasi dan kasus mungkin akan berbeda, namun prinsip adalah kompas yang tidak akan berubah.

Hari ini kita mau membangun kualitas ini dalam kehidupan kita. Firman Tuhan berisi prinsip-prinsip kebenaran yang kekal, yang akan membuat jalan kita lurus dan mantap. Bahkan dikatakan dapat menjadikan kita lebih bijaksana daripada guru-guru kita. Luangkanlah waktu untuk merenungkan Firman senantiasa dan jalan kita akan diterangi oleh-Nya.

Firman-Nya akan menjadikan Anda seorang yang berhikmat.

Gbu all...

Selasa, 01 Maret 2022

Untuk Mereka Yang Terlupakan

1 Yohanes 3:16-18

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 41; Kisah Para Rasul 13; Keluaran 31-32

Bicara soal "mereka yang terlupakan" pikiran kita langsung terbayang sekelompok masyarakat yang miskin, tidak terpelajar, pengemis, pengamen, dan semua orang berlabel "sampah masyarakat". Sikap terhadap mereka pun beragam. Ada yang acuh tak acuh, ada yang perduli dan ada yang benci. Tapi 1 Yohanes 3:16-18 mengajarkan agar kita menunjukkan kasih dengan tindakan praktis. Berikut ilustrasi tentang tindakan praktis.

Pada suatu malam seorang ibu sedang sibuk membereskan kamar tamu untuk seseorang. Melihat pemandangan yang tidak biasa itu, sang anak bertanya, "Untuk siapa ibu membereskan kamar itu?" Jawaban yang mengejutkan keluar dari mulut ibu itu. "Baru saja ayahmu memberitahu ada seorang pengemis di luar sana sedang kedinginan dan tidak punya tempat tidur".

Jelas bagi sebagian orang itu bukan sikap yang bijaksana. Mengundang pengemis yang kotor dan bau, masuk dan tidur di kamar tamu. Lukas 14:13-14 adalah alasan yang mendorong ibu itu untuk bertindak demikian, yang berbunyi, "...apabila mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta...".

Tidak jarang dalam hidup ini kita diberi kesempatan untuk menikmati kenyamanan dan kemakmuran. Setiap hari mungkin kita "berpesta" dengan segala fasilitas yang ada. Saat seperti itu, bersediakah kita mengundang mereka yang kurang beruntung?

Berikanlah kasih yang Anda miliki kepada mereka yang dilupakan.

Gbu all....