Rabu, 05 Mei 2021

Urusan Kecil

Lukas 16:10

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 108; Lukas 20; Hakim-Hakim 3-4

Urusan uang adalah urusan besar, kata orang. Karena itu orang mau bersahabat atas nama segala macam hal, kecuali dalam hal uang. Begitu menyangkut soal keuntungan atau pembagian harta, orang tidak lagi mengenal teman atau saudara, sampai-sampai ada orang yang meminta Tuhan Yesus agar saudara-saudaranya membagi harta warisan. Sedemikian tingginya uang.

Namun, kita dapat melihat bagaimana bendahara yang tidak jujur memakai uang untuk menjamin masa depannya. Ternyata, bukan uang yang paling utama, melainkan persahabatan dan balas budi. Orang cerdik ini tahu bahwa uang tidak bisa menjamin masa depan, sedangkan ia sendiri tidak dapat setia dalam hal uang, sehingga ia memanipulasinya demi persahabatan.

Tentu saja, tidak ada kebenaran dalam korupsi. Jika dalam hal uang saja tidak setia, apalagi soal keselamatan hidup kekal di sorga. Tapi, kita pun diajari bahwa dalam bisnis ada persahabatan dan balas budi, yang lebih besar nilainya daripada uang.

Bisnis bukan semata-mata memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, melainkan juga harus membangun kepercayaan dan kerja sama dengan orang lain. Dalam jangka pendek hal ini kelihatannya tidak terlalu menguntungkan, namun memberikan peluang lebih baik dalam jangka panjang. Dan bagi kita pun lebih baik, karena kesetiaan kita dalam hal keuangan membuat kita dapat memberi hidup bagi masa depan orang-orang yang kita sayangi.

Bisnis bukan semata-mata tentang untung besar, tapi bagaimana membangun kepercayaan dan kerja sama.

Gbu all....

Selasa, 04 Mei 2021

What A Needle Can Do?

1 Korintus 12:24-25

Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 107; Lukas 19; Hakim-Hakim 1-2

Karena keterbatasan mata, mudah sekali bagi kita untuk melihat apa yang tampak wah di permukaan. Seorang nabi seperti Samuel pun masih melihat penampilan luar saat hendak mengurapi raja baru pengganti Saul. Maka TUHAN berfirman padanya untuk tidak melihat apa yang tampak mata, perawakan tinggi atau baik parasnya. Sementara manusia suka melihat apa yang terlihat wah di depan mata pada kesan pertama, tapi TUHAN tidak. Seseorang pernah menuliskan demikian :
Jangan memandang rendah orang kecil, saat Anda bertemu raksasa yang hebat
Saat Anda membutuhkan jarum, apa yang pedang dapat lakukan?

Di sini ia menekankan betapa salahnya jika memiliki anggapan bahwa hanya hal-hal yang tampak hebat saja yang punya kegunaan, padahal setiap ciptaan juga memiliki fungsi yag krusial di waktu dan kondisi tertentu.

Memandang yang besar membuat kita melewatkan yang jecil. Melihat yang kaya membuat kita melupakan yang kurang beruntung. Lihatlah ke sekeliling, apakah dalam hal tertentu kita lebih suka menghargai orang tertentu saja? Pimpinan tentu orang yang harus dihargai, tapi bagaimana dengan bawahan Anda? Office boy, satpam atau tukang jual makanan di kantor Anda? Jangan lewatkan mereka. Bagikan juga perhatian pada setiap mereka yang kelihatan biasa-biasa saja. Mari kita belajar berpikir seperti Allah. Semua ciptaan-Nya unik dan baik.

Tidak ada ciptaan Tuhan yang biasa-biasa saja, semuanya luar biasa.

Gbu all...

Senin, 03 Mei 2021

Korupsi

1 Samuel 2:17

Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 105; Lukas 17; Yosua 21-22

Korupsi sudah menjadi sebuah istilah yang akhir-akhir ini sangat sering didengar. Hapir setiap kali berita melalui koran, televisi maupun media massa lainnya disampaikan, maka laporan mengenai terjadinya tindakan korupsi selalu menjadi salah satu agenda utama yang dibahas. Terkadang saya berpikir betapa Indonesia harus merasa malu sebagai negara yang tercatat dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia.

Dalam bacaan di atas, kita kembali melihat sebuah kisah korupsi yang dilakukan kedua imam yang melayani di kemah pertemuan pada waktu itu, yaitu Hofni dan Pinehas. Apa yang dilakukan oleh kedua imam tersebut sangat menyakiti hati Tuhan sehingga pada akhirnya Tuhan harus memberhentikan mereka dari jabatan sebagai imam.

Hofni dan Pinehas berdosa bukan saja karena mereka tidur dengan para perempuan yang melayani di depan pintu kemah pertemuan, mereka berdosa karena mereka memandang rendah korban untuk Tuhan, jauh di balik tindakan mereka yang mencuri bagian korban bagi keuntungan mereka sendiri. Tidak ada lagi rasa takut akan Tuhan dalam diri mereka yang mengaku sebagai para pelayan Tuhan.

Mari kita memulai hari ini dengan takut akan Tuhan. Mari belajar untuk tidak mencuri waktu kerja maupun aset perusahaan untuk kepentingan pribadi. Jadilah terang dan garam dalam hal-hal kecil di kantor sehingga orang dapat melihat perbedaan di dalam diri Anda.

Korupsi selalu dimulai dari hati. Jagalah hati Anda dengan segala kewaspadaan.

GBU ALL...

Minggu, 02 Mei 2021

Terpikat Umpan

Yakobus 1:14

Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 103; Lukas 15; Yosua 17-18

"Ayo ikut lomba mancing!" ajak teman saya suatu ketika. Sebenarnya saya tidak hobi memancing, tetapi karena ajakan teman saya itu bertepatan dengan hari libur, akhirnya saya berangkat menemaninya. Peristiwanya sudah lebih dari sepuluh tahun lalu. Saat itu, lomba diadakan untuk memperingati 50 tahun Indonesia merdeka. Seekor ikan gurame sebesar bantal bayi diperebutkan puluhan peserta. Siapa yang berhasil mendapatkannya akan dinobatkan sebagai juara.

Pemenangnya adalah seorang bapak yang menggunakan umpan yang lain daripada yang lain. Jika orang lain menggunakan cacing atau pelet, ia menggunakan donat sebagai pemikat ikan yang akan dipancingnya. Dan ia berhasil. Waktu bertanya di dalam hati mengapa akhirnya ia memenangi lomba itu, imajinasi saya mulai berjalan.

Saya membayangkan gurame itu sedang berenang kian kemari di bawah permukaan kolam. Tiba-tiba perhatiannya tertuju kepada benda-benda yang masuk ke dalam kolam. Ia mulai mendekati salah satunya. "Ehm... cacing. Ah, kemarin teman yang lain mendadak hilang ketika mencaploknya," katanya dalam hati. Ia memutuskan untuk meninggalkannya. Hal yang sama ia lakukan ketika menghampiri pelet, tetapi ia mulai terseret dan terpikat ketika yang dijumpainya adalah donat. Ia lalu mencoba mencaploknya dan cerita akhirnya bisa ditebak: ia terperangkap.

Iblis juga ahli dalam hal jebak-menjebak begini. Ia tahu persis di mana letak kelemahan kita, lalu mengolahnya menjadi bahan yang setiap saat dilontarkan untuk menyeret dan memikat kita. Yang perlu kita lakukan adalah sadar dan berjaga senantiasa menghadapi segala kemungkinan jebakan. Waspadalah!

Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.

Gbu all...

Sabtu, 01 Mei 2021

Siapa Yang Terpilih?

Lukas 23:35

Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 102; Lukas 14; Yosua 15-16

Di tengah kumpulan orang banyak yang berdiri di tempat yang disebut Golgota, para pemimpin agama mengejek Yesus yang akan disalibkan. Kata mereka, "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." Ejekan itu diikuti olokan para prajurit Roma, "Jika Engkau raja Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!". Para pemuka agama itu benar, Yesus memang tidak menyelamatkan diri-Nya, tapi alasannya yang tidak mereka pahami. Untuk apa Ia tidak menyelamatkan diri-Nya?

Setiap pilihan memang berdiri di atas perbandingan. Dia atau saya, maju atau mundur dan sebagainya. Mana yang lebih penting? Karena mengasihi kita, sehingga waktu Yesus disodori pilihan menyelamatkan diri atau menyelamatkan kita, Ia menolak menyelamatkan diri. Setelah bergumul di taman Getsemani, Ia memilih naik ke atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.

Mungkin itulah mengapa orang-orang belakangan menyebut hari Jumat Agung (Paskah), "Good Friday" dalam bahasa Inggris. Karena sesuatu yang baik telah terjadi. Jika ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut, maka jawaban Yesus jelas sekali: Siapa yang Yesus lebih kasihi? Diri-Nya atau orang lain? Dan jawaban para pemimpin agama itulah yang benar: "orang lain" yaitu kita, sangat dikasihi-Nya.

Bagaimana dengan kita? Siapakah yang kita kasihi di atas segalanya? Apa Yesus ada di peringkat pertama?

Bagi dunia mungkin Anda hanyalah seseorang, tapi bagi seseorang Anda adalah dunianya.

Gbu all...