Sabtu, 14 November 2020

Menjaga Kekudusan

Mazmur 119:9

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Apakah mungkin hidup dengan memiliki pikiran tetap bersih di dunia di mana kita terus dicekoki media dalam masyarakat yang dipenuhi pikiran atau hal yang tidak kudus? Sulit, tapi bisa. Rick Warren mengilustrasikannya dengan baik sebagai berikut. Anda tahu ikan-ikan di laut itu telah hidup di air asin sepanjang hidupnya tapi ikan-ikan itu tidak pernah menjadi asin. Ia tumbuh dalam lingkungan di mana tiap saat dikelilingi air asin yang begitu asinnya, hingga Anda tidak dapat meminumnya atau Anda akan sakit.

Nah, seperti Allah yang dapat menangkap seekor ikan dan memeliharanya dalam sebuah lingkungan yang penuh garam sepanjang hidupnya, tapi tidak terpengaruh olehnya, Allah yang sama dapat memelihara Anda di dunia yang sudah kena polusi dan memelihara pikiran Anda tetap bersih. Seperti Ia dapat memisahkan ikan itu dan memeliharanya di lingkungan air asin, tapi tidak membuatnya asin, Allah dapat menjaga kita dalam dunia tercemar dan menjaga pikiran dan hati kita bersih. Tapi bagaimana hal itu dapat terjadi?

Allah tidak pernah menyuruh melakukan sesuatu tanpa mengatakan bagaimana melakukannya. Mazmur 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." Itulah caranya. Mengikuti standar Tuhan. Jadi buatlah komitmen mengikuti standar Allah.

Buatlah hidup Anda berjalan di dalam standarnya Tuhan, dan kekudusan akan menjadi sahabat Anda.

GBU ALL...

Jumat, 13 November 2020

Semak Duri Kekuatiran

Matius 6:27

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Jawabannya: tidak ada. Kekuatiran tidak akan membawa kita kemana-mana, justru menghambat kita. Kekuatiran tampaknya bukan sesuatu yang aneh bagi kebanyakan orang. Ada saja yang membuat orang kuatir dalam hidup, mulai dari pekerjaan, finansial, keluarga, pasangan hidup, cuaca, sampai masa depan. Tapi, apakah kekuatiran adalah hal yang normal bagi orang percaya yang mengenal Allah?

Sebenarnya itu tidak normal. Mari kita renungkan sejenak, kalau seseorang kuatir dengan hidupnya, di manakah iman percayanya kepada Allah yang sanggup mengatur seluruh alam semesta? Lagipula, dalam perikop hari ini kita tahu bahwa Yesus dengan jelas menyebut orang-orang yang ada di sana pada waktu itu sebagai orang yang kurang percaya (ayat 30). Ia memperingatkan mereka, tapi sekaligus memberikan juga kunci jawaban agar mereka tidak lagi kuatir dengan hidupnya.

Lantas, apakah kunci untuk lepas dari kekuatiran? Mengenal Allah dan hidup seturut yang difirmankan-Nya. Klise? Tidak, karena ini memang kuncinya. Ketika kita mau belajar mengenal-Nya lewat Firman dan doa, iman percaya kitapun akan semakin bertumbuh. Jika kita hidup bersama Allah, memiliki fokus yang benar di hadapan-Nya, dan berjalan seturut perintah-Nya, maka sama sekali tidak ada alasan untuk kita kuatir. Dia pasti bertanggungjawab atas seluruh hidup saya dan Anda.

Hidup dekat dengan-Nya dan berjalan dalam Firman-Nya, membawa Anda lepas dari kekuatiran.

GBU ALL...

Kamis, 12 November 2020

Cuci Otak

Daniel 1:8

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Seandainya Anda jadi tawanan bersama dengan Daniel pada waktu itu bukankah enak? Karena tawanan yang ini diperlakukan berbeda, disediakan makanan mewah dan minuman anggur yang biasa disantap oleh Raja. Mereka tidak perlu bekerja keras, hanya duduk makan enak. Tugas mereka hanyalah belajar, yang pastinya bukan pekerjaan sulit karena karena mereka adalah bangsawan, orang terpelajar. Selama tiga tahun mereka hidup enak seperti itu, gaya hidup mewah. Nebukadnezar bermaksud mencuci otak mereka dengan gaya hidup mewah ala Raja. Tujuannya supaya mereka mau mengabdi padanya dengan sukarela sebab sudah terbiasa dengan hidup enak. Hanya empat orang yang memutuskan untuk tetap hidup kudus, menolak semua gaya hidup mewah yang ditawarkan oleh Raja.

Kalau kita renungkan, bukankah sekarang dunia juga sedang berusaha untuk mencuci otak kita dengan gaya hidup mewah dan gampang? Kartu kredit, internet, teknologi komunikasi, makanan dan minuman instant, jadi sarjana dalam waktu satu tahun, semuanya memudahkan kita. Kalau kita tidak waspada, jangan-jangan kita juga terseret dengan gaya hidup dunia.

Tetaplah jaga hati dan karakter kita. Jadikan Roma 12:2 ‘Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna' sebagai pegangan hidup Anda.

Jagalah hati dan karakter Anda, agar segala yang baik yang dari Tuhan dapat menjadi pegangan hidup Anda.

GBU ALL....

Rabu, 11 November 2020

Prioritas

Kejadian 26:25

Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.

Ishak merupakan salah satu contoh pengusaha yang sukses dan diberkati oleh Tuhan. Kehidupannya yang berhasil telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Apakah yang menjadi kunci keberhasilannya? Ia tahu bagaimana menetapkan prioritas yang tepat.

Alkitab memberikan sebuah pola dari kehidupan Ishak yang berhasil. Berikut ini adalah prioritas yang dilakukan oleh Ishak:

1. Hubungan pribadi dengan TUHAN.

Ia mendirikan mezbah dan memanggil nama TUHAN. Hal pertama yang menjadi prioritas Ishak adalah hubungan pribadi dengan TUHAN. Inilah kunci utama keberhasilan Ishak.

2. Membangun rumah tangga dan keluarga.

Prioritas Ishak yang kedua adalah memasang kemah. Hal ini berbicara mengenai membangun rumah tangga dan memprioritaskan keluarga. Hubungan yang harmonis dengan orang tua, suami, istri maupun anak-anak menjadi hal yang didahulukan di atas karir.

3. Pekerjaan atau pelayanan.

Hal terakhir yang menjadi prioritas Ishak barulah menggali sumur. Pekerjaan atau pelayanan menjadi prioritas terkhir yang dilakukan Ishak.

Ishak membangun kehidupannya di atas dasar janji kebenaran firman Tuhan. Ishak sudah memberikan contoh sebuah pola kehidupan yang berhasil karena tahu menempatkan prioritas yang tepat. Apa prioritas Anda hari ini?

Menentukan prioritas hidup yang tepat akan membawa Anda kepada keberhasilan yang sesungguhnya.

GBU ALL...

Selasa, 10 November 2020

Be The Light

Yesaya 60:1

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

Ketika aliran listrik tiba-tiba padam ketika malam hari, apa yang kita lakukan? Pasti kita akan segera mencari lilin untuk penerangan darurat. Ketika lilin dinyalakan, kita akan segera melihat cahaya terang yang keluar dari lilin tersebut, dan kegelapan pun terusir. Keadaan dunia saat ini boleh dibilang semakin gelap, seperti gelapnya malam ketika aliran listrik padam. Dan yang dibutuhkan dunia adalah seberkas cahaya terang dari orang-orang yang mau menjadi seperti lilin tersebut.

Sebuah lilin dapat menerangi sekelilingnya dengan melelehkan dirinya, membakar dirinya sehingga ada nyala api yang memberikan terang. Demikian juga dengan hidup kita, saat kita berkomitmen menjadi terang bagi sekeliling kita, mungkin kita akan merasa sakit ‘terbakar' , merasa dikucilkan saat kita harus menjadi terang bagi orang lain, bagi rekan kerja kita, atau bagi siapapun.

Tetapi saat kita mau setia, kemuliaan Tuhan akan dinyatakan melalui kehidupan kita, dan kehidupan kita akan menjadi berkat bagi orang lain. Mari, bangkit dan menjadi terang!

Bangkitlah dan menjadi terang, maka kemuliaan Tuhan akan diyatakan!

GBU ALL...