Rut 2:11
Boas
menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala
sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan
bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta
pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 65; Markus 9; Bilangan 13-14
Perempuan
penenun yang telah berusia lanjut itu dengan cekatan mengurai juntai
benang yang harus diatur sementara tangan yang lain dan kedua kakinya
menggerak-gerakkan pedal alat tenun. Apa yang dilakukannya bisa jadi
hanya merupakan sisa-sisa warisan masa lalu.
Kain
tenun yang dihasilkannya banyak diminati. "Mereka datang kemari, bahkan
kadang mereka memesan kain yang belum jadi," katanya. Mengapa kain
tenunnya begitu menarik? Mungkin unik dan eksotis bagi para pemakainya.
Di samping itu, jika dilihat dari caranya menenun, jelas bahwa perempuan
ini termasuk orang yang sangat tekun. Jika ada kesalahan, ia tak segan
menghentikan tenunannya agar dapat membetulkannya.
Apa
yang dilakukan perempuan tersebut merupakan gambaran bahwa segala
sesuatu yang dikerjakan dengan sepenuh hati akan melahirkan karya yang
mempesona. Jauh sebelumnya seorang komponis jenius, yakni Beethoven
telah membuktikannya. Missa Solemnis, "Sesuatu yang bersumber dari hati
akan mendapat tempat di hati pula."
Sebagai
umat-Nya, kita pun dipanggil untuk berkarya dengan sungguh-sungguh.
Karya yang lahir dari sebuah kerinduan dan tekad serta keprihatinan
kita. Sudahkah kita memenuhi panggilan untuk bekerja dengan niat hati
seperti itu?
Perjalanan seberapa pun jauhnya selalu diawali dengan langkah pertama.
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Kamis, 05 Maret 2020
Rabu, 04 Maret 2020
Dilindungi oleh Kasih
Matius 5:44-45
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 64; Markus 8; Bilangan 11-12
Kasihilah musuhmu... siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu... Bagi kebanyakan orang, hal ini dianggap sebagai suatu kelemahan. Tetapi, kebenarannya ialah, itulah cara terampuh untuk mengalahkan musuh terkuat. Itulah cara Yesus menanganinya, dan cara-Nya tidak pernah gagal.
Ketika Yesus mengatakan untuk memberikan pipi lainnya untuk ditampar, Dia bermaksud agar Anda berdiri dalam kasih dan dalam iman untuk mempercayai bahwa kuasa perlindungan Tuhan yang mengiringi kasih itu akan menjaga Anda.
Kisah dari Nicky Cruz seperti yang ditulis dalam buku David Wilkerson, The Cross and the Switchblade adalah contoh terbaik mengenai hal itu. Nicky terkenal sebagai pemimpin geng paling kejam pada masanya. Namun ketika David Wikerson berdiri di hadapannya dan memberitahukannya tentang Yesus, Nicky sama sekali tidak sanggup melukainya. Nicky mencoba menusukkan pisaunya kepada David beberapa kali. Tetapi setiap kali dia melakukannya, David hanya berkata, "Nicky, engkau dapat memotongku sampai seribu irisan dan setiap irisan tetap akan berkata, aku mengasihimu dan Tuhan mengasihimu." Karena kasih, Nicky tidak dapat menghujamkan pisaunya kepada David. Satu kuasa adikodrati selalu mencegahnya.
Mungkin Anda berkata, "Tetapi saya tidak memiliki kasih semacam itu!" Tahukah Anda bahwa Anda telah memiliki kasih itu? Roma 5:5 memberitahukan kita bahwa kasih Tuhan dicurahkan sepenuhnya di hati Anda oleh Roh Kudus.Yang harus Anda lakukan hanyalah mengambil keputusan untuk digerakkan oleh kasih itu dan bukannya oleh perasaan manusiawi Anda sendiri.
Kasih tidak pernah gagal! Anda tidak perlu lagi takut akan kegagalan. Bahkan sebenarnya, Anda tidak perlu takut apa pun. Jika Anda sedang berjalan dalam kasih Allah, maka Anda sedang menghayati jenis kehidupan yang paling berkuasa di dunia!
Hasrat kita untuk terlihat kuat sering kali menghalangi kasih itu dinyatakan melalui hidup Anda.
Gbu all...
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 64; Markus 8; Bilangan 11-12
Kasihilah musuhmu... siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu... Bagi kebanyakan orang, hal ini dianggap sebagai suatu kelemahan. Tetapi, kebenarannya ialah, itulah cara terampuh untuk mengalahkan musuh terkuat. Itulah cara Yesus menanganinya, dan cara-Nya tidak pernah gagal.
Ketika Yesus mengatakan untuk memberikan pipi lainnya untuk ditampar, Dia bermaksud agar Anda berdiri dalam kasih dan dalam iman untuk mempercayai bahwa kuasa perlindungan Tuhan yang mengiringi kasih itu akan menjaga Anda.
Kisah dari Nicky Cruz seperti yang ditulis dalam buku David Wilkerson, The Cross and the Switchblade adalah contoh terbaik mengenai hal itu. Nicky terkenal sebagai pemimpin geng paling kejam pada masanya. Namun ketika David Wikerson berdiri di hadapannya dan memberitahukannya tentang Yesus, Nicky sama sekali tidak sanggup melukainya. Nicky mencoba menusukkan pisaunya kepada David beberapa kali. Tetapi setiap kali dia melakukannya, David hanya berkata, "Nicky, engkau dapat memotongku sampai seribu irisan dan setiap irisan tetap akan berkata, aku mengasihimu dan Tuhan mengasihimu." Karena kasih, Nicky tidak dapat menghujamkan pisaunya kepada David. Satu kuasa adikodrati selalu mencegahnya.
Mungkin Anda berkata, "Tetapi saya tidak memiliki kasih semacam itu!" Tahukah Anda bahwa Anda telah memiliki kasih itu? Roma 5:5 memberitahukan kita bahwa kasih Tuhan dicurahkan sepenuhnya di hati Anda oleh Roh Kudus.Yang harus Anda lakukan hanyalah mengambil keputusan untuk digerakkan oleh kasih itu dan bukannya oleh perasaan manusiawi Anda sendiri.
Kasih tidak pernah gagal! Anda tidak perlu lagi takut akan kegagalan. Bahkan sebenarnya, Anda tidak perlu takut apa pun. Jika Anda sedang berjalan dalam kasih Allah, maka Anda sedang menghayati jenis kehidupan yang paling berkuasa di dunia!
Hasrat kita untuk terlihat kuat sering kali menghalangi kasih itu dinyatakan melalui hidup Anda.
Gbu all...
Selasa, 03 Maret 2020
Ketika Kita Gagal
Roma 2:4b
Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 63; Markus 7; Bilangan 9-10

Dua adegan ini berlangsung pararel. Yang satu di atas gunung, yang lain di dalam lembah. Di atas gunung, Musa menerima hukum Taurat. Tuhan memberikan berbagai petunjuk kepadanya, termasuk penetapan Harun sebagai imam besar. Di dalam lembah, Harun memimpin bangsa Israel selama Musa naik ke gunung. Apa yang dia lakukan? Membuat patung lembu emas.
Peristiwa ini menggarisbawahi satu hal: Betapa lapangnya hati Allah! Ia Allah yang Mahatahu. Ia melihat apa yang dilakukan Harun di bawah sana. Namun, Ia tetap memberikan petunjuk kepada Musa mengenai peran Harun sebagai imam. Dan nantinya, Ia tidak membatalkan karunia dan panggilan-Nya atas Harun.
Pernahkan Anda membuat "patung lembu emas"? Dalam taraf yang berbeda-beda, kita semua pernah membangkang terhadap Tuhan - melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan. Hal ini tak jarang membuat kita merasa tidak layak "dipakai" oleh Tuhan. Berkubang dalam lumpur rasa bersalah, Anda merasa menghadapi jalan buntu. Bila keadaan semacam ini membelit Anda, renungkanlah sikap Allah terhadap Harun. Apa pun kesalahan atau kegagalan Anda, selalu ada kesempatan baru bagi Anda. Kemurahan Allah jauh lebih besar daripada pelanggaran kita. Kuncinya, kita perlu menyadari bahwa kemurahan Allah bukanlah pintu belakang untuk menyelinap dan berkompromi dengan dosa, melainkan sebuah jalan menuju pertobatan. Maukan Anda menempuhnya?
Jika Anda mau belajar dari kegagalan, Anda belum benar-benar gagal.
Gbu all...
Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 63; Markus 7; Bilangan 9-10

Dua adegan ini berlangsung pararel. Yang satu di atas gunung, yang lain di dalam lembah. Di atas gunung, Musa menerima hukum Taurat. Tuhan memberikan berbagai petunjuk kepadanya, termasuk penetapan Harun sebagai imam besar. Di dalam lembah, Harun memimpin bangsa Israel selama Musa naik ke gunung. Apa yang dia lakukan? Membuat patung lembu emas.
Peristiwa ini menggarisbawahi satu hal: Betapa lapangnya hati Allah! Ia Allah yang Mahatahu. Ia melihat apa yang dilakukan Harun di bawah sana. Namun, Ia tetap memberikan petunjuk kepada Musa mengenai peran Harun sebagai imam. Dan nantinya, Ia tidak membatalkan karunia dan panggilan-Nya atas Harun.
Pernahkan Anda membuat "patung lembu emas"? Dalam taraf yang berbeda-beda, kita semua pernah membangkang terhadap Tuhan - melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan. Hal ini tak jarang membuat kita merasa tidak layak "dipakai" oleh Tuhan. Berkubang dalam lumpur rasa bersalah, Anda merasa menghadapi jalan buntu. Bila keadaan semacam ini membelit Anda, renungkanlah sikap Allah terhadap Harun. Apa pun kesalahan atau kegagalan Anda, selalu ada kesempatan baru bagi Anda. Kemurahan Allah jauh lebih besar daripada pelanggaran kita. Kuncinya, kita perlu menyadari bahwa kemurahan Allah bukanlah pintu belakang untuk menyelinap dan berkompromi dengan dosa, melainkan sebuah jalan menuju pertobatan. Maukan Anda menempuhnya?
Jika Anda mau belajar dari kegagalan, Anda belum benar-benar gagal.
Gbu all...
Senin, 02 Maret 2020
Kini dan Selamanya
Yakobus 1:21
"Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu"
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 62; Markus 6; Bilangan 7-8
Kisah ini terjadi pada saat masa perang dunia kedua sedang bergulir dimana ada seorang tentara Amerika Serikat yang selamat meskipun telah ditembak oleh peluru musuh. Pria ini bukanlah seorang yang kebal peluru seperti layaknya pendekar Pitung di Indonesia. Ia tetap berdarah dan merasa kesakitan ketika sebutir peluru menembus dadanya. Namun, mengapa si prajurit tetap hidup adalah karena Alkitab Perjanjian Baru yang dibawa di saku bajunya jadi kecepatan peluru itu bisa diperlambat sehingga tidak langsung mengenai tubuhnya. Bertahun-tahun kemudian, orang ini masih menyimpan kitab yang terkena noda darah dengan lubang kasar di tengahnya. Ia percaya kitab itu telah menyelamatkan hidupnya.
Mungkin begitu kita mendengar atau membaca kisah ini, hati kita tertarik dengan apa yang diperbuat oleh sebuah buku kecil bernama Alkitab itu. Namun, sungguh menyedihkan bila kita hanya tertarik dengan pertolongan tubuh saja karena sebenarnya kitab berisi Firman Tuhan tersebut bisa memberikan pertolongan rohani.
Dalam kitab Yehezkiel 33, kita dapat membaca bagaimana bangsa Israel kuno merasa begitu terhibur dengan nubuatan pada nabi, tetapi mereka tidak menggunakannya untuk mengubah hidup. Mereka menyalahgunakan janji-janji Allah kepada Abraham untuk mendukung klaim mereka sendiri atas tanah (ayat 24). Mereka senang dengan nubuat nabi (ayat 30), namun Tuhan berfirman kepada Yehezkiel, "Mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya" (ayat 31). Hasilnya? Mereka menerima hukuman Allah.
Demikian pula sekarang, firman Allah tidak untuk dipuja-puja sebagai pembawa keberuntungan atau untuk meringankan beban pikiran dengan membawa kelegaan sementara dari kecemasan. Firman diberikan untuk dilaksanakan sehingga bantuan-Nya tidak hanya berlaku untuk kehidupan sekarang ini, tetapi juga untuk selamanya.
Kita belum benar-benar memahami Firman sebelum kita melakukannya.
Gbu all...
"Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu"
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 62; Markus 6; Bilangan 7-8
Kisah ini terjadi pada saat masa perang dunia kedua sedang bergulir dimana ada seorang tentara Amerika Serikat yang selamat meskipun telah ditembak oleh peluru musuh. Pria ini bukanlah seorang yang kebal peluru seperti layaknya pendekar Pitung di Indonesia. Ia tetap berdarah dan merasa kesakitan ketika sebutir peluru menembus dadanya. Namun, mengapa si prajurit tetap hidup adalah karena Alkitab Perjanjian Baru yang dibawa di saku bajunya jadi kecepatan peluru itu bisa diperlambat sehingga tidak langsung mengenai tubuhnya. Bertahun-tahun kemudian, orang ini masih menyimpan kitab yang terkena noda darah dengan lubang kasar di tengahnya. Ia percaya kitab itu telah menyelamatkan hidupnya.
Mungkin begitu kita mendengar atau membaca kisah ini, hati kita tertarik dengan apa yang diperbuat oleh sebuah buku kecil bernama Alkitab itu. Namun, sungguh menyedihkan bila kita hanya tertarik dengan pertolongan tubuh saja karena sebenarnya kitab berisi Firman Tuhan tersebut bisa memberikan pertolongan rohani.
Dalam kitab Yehezkiel 33, kita dapat membaca bagaimana bangsa Israel kuno merasa begitu terhibur dengan nubuatan pada nabi, tetapi mereka tidak menggunakannya untuk mengubah hidup. Mereka menyalahgunakan janji-janji Allah kepada Abraham untuk mendukung klaim mereka sendiri atas tanah (ayat 24). Mereka senang dengan nubuat nabi (ayat 30), namun Tuhan berfirman kepada Yehezkiel, "Mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya" (ayat 31). Hasilnya? Mereka menerima hukuman Allah.
Demikian pula sekarang, firman Allah tidak untuk dipuja-puja sebagai pembawa keberuntungan atau untuk meringankan beban pikiran dengan membawa kelegaan sementara dari kecemasan. Firman diberikan untuk dilaksanakan sehingga bantuan-Nya tidak hanya berlaku untuk kehidupan sekarang ini, tetapi juga untuk selamanya.
Kita belum benar-benar memahami Firman sebelum kita melakukannya.
Gbu all...
Minggu, 01 Maret 2020
Anda Dan Kesehatan Anda
3 Yohanes 1:2
Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 48; Kisah Para Rasul 20; Imamat 6-7
Ada seorang peternak, berperawakan kuat dengan tinggi 180 cm. Ia seorang pekerja keras dan hidupnya pun keras. Ia selalu makan makanan apapun yang ia inginkan. Daging babi, susu dan telur untuk sarapan. Steak sapi, kentang dan sup daging untuk makan siang. Selain itu, ia juga merokok. Hidup itu menyenangkan sampai ia divonis penyakit mematikan: serangan jantung! Kemudian ia lumpuh selama 4 tahun, sebelum serangan terakhir telak yang mematikan: maut. Contoh klasik seorang yang tidak peduli kesehatan! Sebenarnya ceritanya bisa sama sekali berbeda bagi si peternak.
Alkitab mencatat doa rasul Yohanes bagi para sahabatnya adalah agar mereka selalu dalam keadaan yang baik itu adalah kesehatan jiwa atau jasmani. Karena itu adalah bagian yang Tuhan sediakan bagi orang percaya. Bukan hanya sekedar menikmati kesehatan dan keadaan yang baik, tapi kita perlu untuk memiliki jiwa dan tubuh yang sehat untuk dapat menjalani kehidupan yang efektif dan produktif.
Bagi mereka yang telah berkeluarga dan atau memiliki tanggungan, hasil pekerjaan mereka sangatlah penting untuk dapat menyokong segala kebutuhan hidup dirinya dan orang-orang yang dikasihinya.
Jadilah bijak dengan tidak mengabaikan kondisi kesehatan jiwa dan tubuh kita sehingga kita dapat senantiasa maksimal. Dalam tubuh dan jiwa yang sehat terdapat peluang dan potensi untuk menghasilkan yang terbaik bagi Allah dan sesama.
Miliki gaya hidup sehat sebagai bukti Anda mengasihi diri Anda.
Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 48; Kisah Para Rasul 20; Imamat 6-7
Ada seorang peternak, berperawakan kuat dengan tinggi 180 cm. Ia seorang pekerja keras dan hidupnya pun keras. Ia selalu makan makanan apapun yang ia inginkan. Daging babi, susu dan telur untuk sarapan. Steak sapi, kentang dan sup daging untuk makan siang. Selain itu, ia juga merokok. Hidup itu menyenangkan sampai ia divonis penyakit mematikan: serangan jantung! Kemudian ia lumpuh selama 4 tahun, sebelum serangan terakhir telak yang mematikan: maut. Contoh klasik seorang yang tidak peduli kesehatan! Sebenarnya ceritanya bisa sama sekali berbeda bagi si peternak.
Alkitab mencatat doa rasul Yohanes bagi para sahabatnya adalah agar mereka selalu dalam keadaan yang baik itu adalah kesehatan jiwa atau jasmani. Karena itu adalah bagian yang Tuhan sediakan bagi orang percaya. Bukan hanya sekedar menikmati kesehatan dan keadaan yang baik, tapi kita perlu untuk memiliki jiwa dan tubuh yang sehat untuk dapat menjalani kehidupan yang efektif dan produktif.
Bagi mereka yang telah berkeluarga dan atau memiliki tanggungan, hasil pekerjaan mereka sangatlah penting untuk dapat menyokong segala kebutuhan hidup dirinya dan orang-orang yang dikasihinya.
Jadilah bijak dengan tidak mengabaikan kondisi kesehatan jiwa dan tubuh kita sehingga kita dapat senantiasa maksimal. Dalam tubuh dan jiwa yang sehat terdapat peluang dan potensi untuk menghasilkan yang terbaik bagi Allah dan sesama.
Miliki gaya hidup sehat sebagai bukti Anda mengasihi diri Anda.
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)