Mazmur 86:12-13
Aku
hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku,
dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;sebab kasih setia-Mu besar
atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang
paling bawah.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 148; Wahyu 4; Ezra 5-6
Penelitian
menunjukkan bahwa bersyukur dapat meningkatkan kesehatan fisik dan
emosional. Memiliki gaya hidup penuh rasa syukur dapat meningkatkan
sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan suplai darah ke hati kita. Jika
kita melakukan dengan rutin hal ini, maka dapat meningkatkan kewaspadaan
kita, antusiasme, energi dan juga meningkatkan kualitas tidur kita.
Mereka yang menggambarkan dirinya sebagai orang yang penuh rasa syukur
cenderung jarang stres dan depresi.
Untuk
mendapatkan semua manfaat diatas, tidak terjadi dengan tiba-tiba.
Contohnya waktu Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang yang sakit kusta.
Saat itu Yesus sedang lewas, dan mereka berteriak, “Yesus, Guru,
kasihanilah kami!” Namun Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka,
tetapi memberi mereka perintah untuk menghadap imam-imam. Ketika sepuluh
orang yang berpenyakit kusta ini taat, mereka sembuh. Tetapi dari
kesepuluh orang kusta yang mengalami kesembuhan itu, hanya satu yang
kembali dan menyatakan terima kasihnya kepada Yesus. Hal ini membuat
Yesus tertegun, "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi
tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?”
Bagi
kita, sebagai pengikut Yesus, mengucap syukur bukanlah sebuah saran,
tetapi perintah. Anda akan menemukan banyak ayat di Alkitab yang
memerintahkan umat Tuhan untuk bersyukur. Daud adalah salah satu contoh
pribadi yang penuh syukur. Dia bahkan menyatakan syukurnya saat
menghadapi masa-masa paling kelam dalam hidupnya.
Pagi ini, mari tanyakan pada diri sendiri seberapa sering kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan dan sesama.
Ucapan
syukur bukan hanya sebuah ungkapan terima kasih, tapi hal itu adalah
sebuah penyembahan yang akan membawa mukjizat dalam hidup Anda.
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Pertahankan Medali Anda
1 Timotius 6:10
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 147; Wahyu 3; Zakharia 13-14
Tahun lalu, pemenang medali emas lari 1500 meter di Olimpiade dari Bahrain, Rashid Ramsi dicopot medalinya karena melakukan doping. Ramzi belajar dengan cara keras bahwa dia tidak bisa melakukan kecurangan dan tetap menang.
Saya pikir, konsep inilah yang Paulus tulis kepada jemaat di Korintus. Ketakutan terbesar Paulus adalah Tuhan akan mengeluarkan dia dari pertandingan sorgawi yang telah Tuhan tetapkan baginya ketika ia berkata seperti ini, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:10). Dan tahukah Anda, apa yang bisa membuat kita di diskualifikasi dari pertandingan tersebut? Dosa.
Dosa membuat kita tidak dapat efektif dalam pertandingan iman kita. Dosa adalah seperti beban berat yang membuat Anda sulit untuk berlari meraih janji-janji Allah. Untuk itu kita harus melakukan pertobatan yang terus menerus setiap harinya, seperti membuang sampah dalam kehidupan ini. Jangan biarkan dosa mengotori kehidupan Anda dan membuat Anda gagal dalam meraih janji Tuhan.
Pertandingan iman Anda masih panjang, jangan biarkan dosa membuat Anda tersandung dan kehilangan janji-janji Allah.
Gbu all...
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 147; Wahyu 3; Zakharia 13-14
Tahun lalu, pemenang medali emas lari 1500 meter di Olimpiade dari Bahrain, Rashid Ramsi dicopot medalinya karena melakukan doping. Ramzi belajar dengan cara keras bahwa dia tidak bisa melakukan kecurangan dan tetap menang.
Saya pikir, konsep inilah yang Paulus tulis kepada jemaat di Korintus. Ketakutan terbesar Paulus adalah Tuhan akan mengeluarkan dia dari pertandingan sorgawi yang telah Tuhan tetapkan baginya ketika ia berkata seperti ini, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:10). Dan tahukah Anda, apa yang bisa membuat kita di diskualifikasi dari pertandingan tersebut? Dosa.
Dosa membuat kita tidak dapat efektif dalam pertandingan iman kita. Dosa adalah seperti beban berat yang membuat Anda sulit untuk berlari meraih janji-janji Allah. Untuk itu kita harus melakukan pertobatan yang terus menerus setiap harinya, seperti membuang sampah dalam kehidupan ini. Jangan biarkan dosa mengotori kehidupan Anda dan membuat Anda gagal dalam meraih janji Tuhan.
Pertandingan iman Anda masih panjang, jangan biarkan dosa membuat Anda tersandung dan kehilangan janji-janji Allah.
Gbu all...
Minggu, 08 Desember 2019
Berkat Sebuah Ucapan Syukur
Kolose 2:7
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 146; Wahyu 2; Zakharia 11-12
Sebelum tidur, saat kami mengantarkan anak kami yang paling kecil ke tempat tidur, dia memanjatkan sebuah doa yang sangat indah, padahal biasanya dia paling sulit untuk di suruh berdoa.
“Terima kasih Yesus,” dia memulai. “Untuk kakak saya, ibu saya, ayah saya, rumah saya, teman-teman saya… dan terutama untuk tempat tidur ku.”
Dia menyampaiak doa syukurnya atas banyak hal yang ia miliki malam itu selama 10 menit. Setelah ia selesai berdoa, kami menciumnya dan juga kakak laki-lakinya, lalu mengucapkan selamat malam kepada mereka.
Sekitar tiga menit kemudia, kami seperti mendengar mereka memanggil, jadi suami saya melongok ke kamar anak-anak. Namun semuanya baik-baik saja, bahkan yang mengejutkan anak laki-laki saya yang paling kecil telah tertidur dengan lelapnya.
Ketika saya merenungkan peristiwa itu, saya diingatkan pada Mazmur 55:22, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau!” Anak saya memiliki iman yang begitu polos dan mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dengan ucapan syukurnya, bahkan untuk hal-hal kecil, dan kini ia bisa tertidur dengan pulas dalam lingkupan kasih Bapa Sorgawi. Saya mengingat bahwa seringkali kita sebagai orang dewasa gagal untuk melakukan hal ini.
Jangan ijinkan ketakutan, kekuatiran dan juga keegoisan mencuri berkat Tuhan. Curahkanlah isi hati Anda kepada Tuhan dengan ucapan syukur, dan nikmatilah istirahat dalam pengayoman Bapa Sorgawi. Percayalah bahwa Tuhan tahu yang Anda butuhkan dan Dia pasti memelihara kehidupan Anda.(Mariel Davenport)
Jangan ijinkan kekuatiran mencuri berkat Allah, sebaliknya sampaikan segala keinginan Anda dalam doa dengan ucapan syukur.
Gbu all...
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 146; Wahyu 2; Zakharia 11-12
Sebelum tidur, saat kami mengantarkan anak kami yang paling kecil ke tempat tidur, dia memanjatkan sebuah doa yang sangat indah, padahal biasanya dia paling sulit untuk di suruh berdoa.
“Terima kasih Yesus,” dia memulai. “Untuk kakak saya, ibu saya, ayah saya, rumah saya, teman-teman saya… dan terutama untuk tempat tidur ku.”
Dia menyampaiak doa syukurnya atas banyak hal yang ia miliki malam itu selama 10 menit. Setelah ia selesai berdoa, kami menciumnya dan juga kakak laki-lakinya, lalu mengucapkan selamat malam kepada mereka.
Sekitar tiga menit kemudia, kami seperti mendengar mereka memanggil, jadi suami saya melongok ke kamar anak-anak. Namun semuanya baik-baik saja, bahkan yang mengejutkan anak laki-laki saya yang paling kecil telah tertidur dengan lelapnya.
Ketika saya merenungkan peristiwa itu, saya diingatkan pada Mazmur 55:22, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau!” Anak saya memiliki iman yang begitu polos dan mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dengan ucapan syukurnya, bahkan untuk hal-hal kecil, dan kini ia bisa tertidur dengan pulas dalam lingkupan kasih Bapa Sorgawi. Saya mengingat bahwa seringkali kita sebagai orang dewasa gagal untuk melakukan hal ini.
Jangan ijinkan ketakutan, kekuatiran dan juga keegoisan mencuri berkat Tuhan. Curahkanlah isi hati Anda kepada Tuhan dengan ucapan syukur, dan nikmatilah istirahat dalam pengayoman Bapa Sorgawi. Percayalah bahwa Tuhan tahu yang Anda butuhkan dan Dia pasti memelihara kehidupan Anda.(Mariel Davenport)
Jangan ijinkan kekuatiran mencuri berkat Allah, sebaliknya sampaikan segala keinginan Anda dalam doa dengan ucapan syukur.
Gbu all...
Sabtu, 07 Desember 2019
Bukan Hanya Jago Teori
I Yohanes 3:18
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 141; Yohanes 18; Hagai 1-2
Menjadi seorang lulusan sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia adalah sebuah kebanggaan tersendiri, tetapi di satu sisi hal ini juga memberikan beban yang besar bagi saya. Sindiran yang sering dialamatkan kepada sarjana-sarjana di Indonesia sebagai orang yang tahu teori saja jujur sempat membuat kepercayaan diri saya jatuh ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Namun Puji Tuhan, oleh karena anugerah-Nya hal itu tidak berlangsung lama.
Lewat proses doa dan terus memperkatakan kata-kata berkat kepada diri saya sendiri, rasa minder saya mulai berangsur-angsur hilang. Saya yang tadinya takut untuk menggunakan keilmuan yang saya dapatkan bertahun-tahun di Universitas akhirnya saya gunakan untuk membantu lingkungan sekitar saya. Sungguh ajaib karya Tuhan, cap “hanya jago teori” dari lingkungan sekitar yang semestinya akan diberikan kepada saya tidak jadi dilakukan karena saya dapat membawa perubahan untuk lingkungan dimana saya berada saat ini.
Allah rindu setiap anak-anak-Nya di muka bumi ini menjadi anak-anak-Nya yang tidak hanya pandai dalam menghafal atau mengucapkan firman-Nya, tetapi juga tahu bagaimana mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dia tahu bahwa orang-orang dunia tidak akan bisa datang kepada-Nya jika umat-Nya yang ada di bumi tidak menjadi kesaksian hidup yang benar kepada mereka.
Bagaimana penilaian orang-orang sekitar tentang Anda selama ini? Apakah mereka melihat Kristus di dalam hidup Anda? Melakukan firman Tuhan bukanlah sebuah paksaan, tetapi jika Anda mengaku sebagai anak-anak-Nya maka Anda pasti melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
Orang yang benar-benar mengasihi Tuhan selalu dapat dilihat dari perkataan dan perbuatannya.
Gbu all...
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 141; Yohanes 18; Hagai 1-2
Menjadi seorang lulusan sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia adalah sebuah kebanggaan tersendiri, tetapi di satu sisi hal ini juga memberikan beban yang besar bagi saya. Sindiran yang sering dialamatkan kepada sarjana-sarjana di Indonesia sebagai orang yang tahu teori saja jujur sempat membuat kepercayaan diri saya jatuh ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Namun Puji Tuhan, oleh karena anugerah-Nya hal itu tidak berlangsung lama.
Lewat proses doa dan terus memperkatakan kata-kata berkat kepada diri saya sendiri, rasa minder saya mulai berangsur-angsur hilang. Saya yang tadinya takut untuk menggunakan keilmuan yang saya dapatkan bertahun-tahun di Universitas akhirnya saya gunakan untuk membantu lingkungan sekitar saya. Sungguh ajaib karya Tuhan, cap “hanya jago teori” dari lingkungan sekitar yang semestinya akan diberikan kepada saya tidak jadi dilakukan karena saya dapat membawa perubahan untuk lingkungan dimana saya berada saat ini.
Allah rindu setiap anak-anak-Nya di muka bumi ini menjadi anak-anak-Nya yang tidak hanya pandai dalam menghafal atau mengucapkan firman-Nya, tetapi juga tahu bagaimana mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dia tahu bahwa orang-orang dunia tidak akan bisa datang kepada-Nya jika umat-Nya yang ada di bumi tidak menjadi kesaksian hidup yang benar kepada mereka.
Bagaimana penilaian orang-orang sekitar tentang Anda selama ini? Apakah mereka melihat Kristus di dalam hidup Anda? Melakukan firman Tuhan bukanlah sebuah paksaan, tetapi jika Anda mengaku sebagai anak-anak-Nya maka Anda pasti melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
Orang yang benar-benar mengasihi Tuhan selalu dapat dilihat dari perkataan dan perbuatannya.
Gbu all...
Jumat, 06 Desember 2019
Berlaku Ramah
Kisah Para Rasul 28:7
“Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 140; Yohanes 17; Ezra 3-4
Pekan lalu, Indonesia kedatangan seorang tamu istimewa dari Amerika Serikat. Presiden ke-44 negara adidaya tersebut, Barack Obama yang sebelumnya telah dua kali meng-cancel kedatangannya sebanyak dua kali akhirnya menapakkan kakinya juga ke Republik ini. Meski hanya berada di Indonesia kurang dari 24 jam, tetapi banyak masyarakat yang memuji pria berkarisma ini.
Salah satu yang membuat rakyat di negeri ini terkesima dengan Obama adalah keramahannya seperti ditunjukkannya saat seusai memberikan kuliah umum di depan civitas akademika Universitas Indonesia. Ketika suami dari Michelle Obama turun dari podium, ia tidak berjalan lalu saja ke tempat duduk yang disediakan panitia, tetapi dengan sambil tersenyum ia menyalami orang-orang yang dilewatinya satu per satu.
Keramahan adalah hal yang penting di dunia ini. Dengan berlaku ramah, orang lain akan senang dekat Anda. Bukan itu saja, lewat keramahan yang Anda tunjukkan, mereka akan memperlakukan Anda secara baik layaknya sahabat atau saudara mereka.
Begitu banyak hal positif yang didapat karena Anda memperlihatkan sikap ini. Bahkan perlu Anda ketahui bahwa saat Anda ramah kepada orang lain, Allah Bapa di Surga tersenyum bahagia melihat perbuatan Anda tersebut. Maukah Anda membuat-Nya tersenyum setiap hari? Jadilah orang yang ramah !
Berlaku ramah kepada orang lain adalah ciri-ciri nyata pengikut Kristus sejati.
Gbu all....
“Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 140; Yohanes 17; Ezra 3-4
Pekan lalu, Indonesia kedatangan seorang tamu istimewa dari Amerika Serikat. Presiden ke-44 negara adidaya tersebut, Barack Obama yang sebelumnya telah dua kali meng-cancel kedatangannya sebanyak dua kali akhirnya menapakkan kakinya juga ke Republik ini. Meski hanya berada di Indonesia kurang dari 24 jam, tetapi banyak masyarakat yang memuji pria berkarisma ini.
Salah satu yang membuat rakyat di negeri ini terkesima dengan Obama adalah keramahannya seperti ditunjukkannya saat seusai memberikan kuliah umum di depan civitas akademika Universitas Indonesia. Ketika suami dari Michelle Obama turun dari podium, ia tidak berjalan lalu saja ke tempat duduk yang disediakan panitia, tetapi dengan sambil tersenyum ia menyalami orang-orang yang dilewatinya satu per satu.
Keramahan adalah hal yang penting di dunia ini. Dengan berlaku ramah, orang lain akan senang dekat Anda. Bukan itu saja, lewat keramahan yang Anda tunjukkan, mereka akan memperlakukan Anda secara baik layaknya sahabat atau saudara mereka.
Begitu banyak hal positif yang didapat karena Anda memperlihatkan sikap ini. Bahkan perlu Anda ketahui bahwa saat Anda ramah kepada orang lain, Allah Bapa di Surga tersenyum bahagia melihat perbuatan Anda tersebut. Maukah Anda membuat-Nya tersenyum setiap hari? Jadilah orang yang ramah !
Berlaku ramah kepada orang lain adalah ciri-ciri nyata pengikut Kristus sejati.
Gbu all....
Langganan:
Postingan (Atom)