Selasa, 05 Februari 2019

Tuhan dari Kesulitan Kita

Mazmur 32:7
"Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 26; Matius 26; Keluaran 1-2

Pada hari dan waktu ini, kesukaran agaknya mengelilingi kita di segala bidang. Jika bukan karena kemerosotan ekonomi, kegagalan usaha, pernikahan berantakan atau buruknya kesehatan. Namun di tengah semua masalah yang tampaknya membuat kita kewalahan, Tuhan telah berjanji untuk membebaskan kita.

Jika Anda ingin agar Tuhan menjadi menjadi Tuhan dari kesulitan Anda, maka Anda harus mengizinkan Dia menjadi Tuhan dari hati Anda. Tuhan menghormati orang yang menghormati-Nya. Jika Anda menghadapi masalah, jangan tergesa-gesa berteriak lalu memohon kepada Allah agar bisa menyelamatkan Anda dari masalah itu. Hormatilah Dia dengan merenungkan firman-Nya dan melakukan hal yang diperintahkan-Nya.

Raja Daud telah membuktikannya dimana ketika itu ia hendak dibunuh oleh Abimelekh, tetapi karena pertolongan Tuhan ia pun dibebaskan (mazmur 34). Dalam mazmur tersebut dituliskan bagaimana ia melakukannya. Hal pertama yang dilakukan Daud adalah mencari Tuhan. Pada saat Anda mencari Dia, Dia akan membebaskan Anda dari hal-hal yang mengancam Anda.

Kedua, mazmur itu menyuruh Anda berseru kepada Tuhan. Dia akan menyelamatkan Anda dari semua kesesakan Anda (ayat 7). Selanjutnya, Anda harus takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan janganlah dianggap seperti ketakutan-ketakutan dalam dunia ini, melainkan lebih tepat kepada sikap menghormati dan menghargai Tuhan yang begitu baik dan pekerjaan-Nya luar biasa bagi dunia ini.

Jika menginginkan Tuhan menjadi Tuhan dari kesulitan Anda maka izinkanlah Dia menjadi Tuhan dari hati Anda. Bila Anda melakukan hal itu, maka bersiaplah melihat dan mengalami sendiri pertolongan yang ajaib ketika masalah datang. Satu hal yang perlu diingat juga, kemenangan Anda pun sudah terjamin.

Yesus Kristus adalah satu-satunya kunci yang 100 % membebaskan kita dari setiap permasalahan dan pergumulan yang sedang kita hadapi. 


Gbu all...

Senin, 04 Februari 2019

Kesempatan yang Mulia

Mazmur 104:31
"Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 23; Matius 23; Kejadian 45-46

C.T Studd, seorang pemain kriket terkenal dari Cambridge dan perintis penginjilan, menulis dua baris kalimat di bawah ini saat ia masih menjadi mahasiswa di Cambridge:
Hanya satu kehidupan, yang segera akan menjadi masalah lalu;
Hanya apa yang diperbuat bagi Kristus yang bisa bertahan.

Kehidupan adalah sebuah kesempatan yang mulia jika digunakan untuk menyiapkan kita bagi kekekalan. Jika di sini kita gagal, walaupun kita sukses dalam hal-hal lainnya, maka hidup kita menjadi sebuah kegagalan. Tidak ada jalan keluar bagi manusia yang menyia-nyiakan kesempatannya untuk bersiap-siap bertemu dengan Allah.

Anda tidak akan pernah mengulangi kehidupan hari ini; sekali itu berlalu, akan berlalu selamanya. Bagaimana Anda menjalaninya? untuk diri sendiri atau untuk Kristus? Biarlah tulisan C.T Studd di baris kalimat keduanya tertanam kuat dalam hati kita: "Hanya apa yang diperbuat bagi Kristus yang bisa bertahan."

Melayani Tuhan di dunia ini adalah sebuah anugerah besar karena kita melayani Raja di atas segala raja.


Gbu all...

Minggu, 03 Februari 2019

Yang Dapat Dilakukan Tuhan

II Korintus1:10
"Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 24; Matius 24; Kejadian 47-48

Sekitar enam atau tujuh bulan yang lalu, mata dunia internasional tertuju ke Sudan. Perang saudara yang terjadi disana sungguh mengerikan sehingga tidak sedikit penduduk yang tidak ikut bertikai harus mengungsi sampai ke luar negeri. Mereka dijuluki "anak-anak terhilang" dari Sudan. Jumlah mereka yang keluar pun tidak sedikit, yaitu mencapai ribuan orang.

Di negara tempat para pengungsi ini tinggal sementara, mereka dituntut bisa beradaptasi dan melakukan kegiatan menghasilkan uang demi menghidupi dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Bagi orang Sudan yang beragama Kristen, inilah saatnya mereka melihat secara langsung kehidupan orang-orang Kristen dimana mereka berada.

Sebuah artikel di National Geographic mengisahkan salah satu dari "anak-anak terhilang" yang kini menetap di Amerika Serikat. Ia mengatakan kepada jemaat gereja bahwa ia sangat bersyukur atas bantuan dari Amerika, dan juga atas iman yang ia pelajari melalui kesulitan. "Orang Amerika memercayai Alllah," katanya, "tetapi mereka tidak tahu apa yang dapat Allah lakukan."

Dalam ujian berat, kita bergerak dari teori menuju realitas saat mengalami kuasa Allah. Ketika tampaknya tak ada harapan, kita dapat membagikan perasaan Paulus yang berkata, "Beban yang ditanggungkan ke atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga atas hidup kami" (II Korintus 1:8). Tetapi, kita pun dapat belajar, seperti Paulus bahwa di masa kegelapan "kami jangan menaruh kepercayaan diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati"(ayat 9).

Jika hari ini Allah mengizinkan Anda berada dalam keadaan yang tanpa harapan, pertimbangkan kembali semua yang telah dilakukan dan masih tetap dapat dilakukan Allah yang Perkasa. Dengan mempercayai Allah ketika dalam kesulitan, kita tahu apa yang dapat dilakukan-Nya dalam hidup kita.

Allah adalah satu-satunya sekutu yang dapat selalu kita andalkan.


Gbu all...

Sabtu, 02 Februari 2019

Jangan Merasa Tidak Mampu

Mazmur 68:36
"Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah!"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 25; Matius 25; Kejadian 49-50

Seberapa banyak dari antara Anda yang saat ini diberikan tanggung jawab yang besar, tanpa pikir yang panjang langsung menolaknya? Kalaupun dipikir-pikir, jawabannya pun tetap sama. Diantara banyak alasan mengapa seseorang tidak mau untuk menerima tanggung jawab yang lebih alasan inilah yang sering mengemuka yakni ‘saya tidak mampu.'

Apa yang terjadi di dunia sekarang sebenarnya di zaman dulu juga sudah pernah ada. Gideon ketika ditemui oleh Malaikat Tuhan dan ditunjuk menjadi hakim atas bangsa Israel awalnya pun menolak untuk menerima tugas yang dibebankan Allah kepadanya. Oleh karena berasal dari kaum terkecil dari Suku Manasye dan menganggap kemampuannya tidak sehebat saudara-saudaranya yang lain, Gideon merasa ia tidak pantas menerima tanggung jawab itu. Namun, ketika Allah memperkatakan janji-Nya dan menunjukkan tanda-tanda barulah ia menerima tugas menjadi hakim atas bangsa Israel.

Sebagai pengikut Kristus hendaklah kita menyadari bahwa Dia masih menyertai umat-Nya sampai detik ini dan bahkan sampai selama-lamanya. Roh Kudus yang dicurahkan kepada setiap kita memberikan kekuatan sehingga kita dapat menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Bukan hanya memberikan kekuatan saja, penghiburan dan sukacita diberikan oleh Roh Kudus ketika kita sedang menjalani pekerjaan kita. Oleh karenanya, janganlah pernah merasa tidak mampu.

Allah yang kita sembah lebih besar dari segala apa pun yang ada di dunia ini sehingga tak ada satu pun di alam semesta ini yang tidak dapat tidak dilakukan-Nya.

Orang yang hidup bergaul dengan Allah tidak akan pernah menolak bila diberi tanggung jawab yang besar. 


Gbu all...

Jumat, 01 Februari 2019

Totalitas

Kolose 3:23
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 22; Matius 22; Kejadian 43-44

Sebagai seorang karyawan, pengusaha ataupun guru, masing-masing dari setiap kita pasti dituntut untuk melakukan pekerjaan dengan usaha yang terbaik yang kita miliki. Bagi sebagian orang Kristen, hal ini menjadi masalah karena menurut mereka pekerjaan sehari-hari bukanlah ibadah. Mereka menganggap bahwa aktivitas di gereja yang harus diutamakan sehingga disanalah mereka baru mengerahkan segala kemampuan dan keahlian mereka.

Apa yang dilakukan orang-orang ini sepertinya baik, tetapi justru mendukakan hati Allah. Alkitab tidak pernah menulis bahwa para pengikut Kristus bisa seenaknya dalam bekerja atau setengah-setengah ketika menjalankan suatu tugas entah itu dari manusia atau Allah sendiri yang memerintahkan. Justru, firman Tuhan secara gamblang mecatat bahwa apa yang menjadi pekerjaan kita baik yang dipertanggungjawabkan kepada pemimpin kita di dunia ini maupun kepada Raja di atas segala raja haruslah dilakukan dengan penuh totalitas.

Ketotalan yang Anda tunjukkan saat di kantor, gereja, maupun di rumah sekali pun sebenarnya adalah sebuah bentuk ungkapan kasih Anda kepada Allah. Jika Anda sungguh-sungguh mencintai-Nya maka tidak ada alasan untuk tidak memberi yang terbaik yang Anda miliki kepada dunia ini.

Keseriusan dalam menyelesaikan setiap tugas yang menjadi tanggungjawab Anda merupakan bukti seberapa dalam Anda mengasihi Tuhan.


Gbu all...