Kamis, 10 Januari 2019

Tuhan Itu Begitu Dekat Dengan Anda

Lukas 2:11
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 26; Lukas 2; Ayub 29-31

Jika Anda pikir bahwa Tuhan tidak pernah bisa mengerti keadaan Anda, maka Anda salah besar. Tuhan sangat mengerti kehidupan Anda. Bagaimana saya bisa katakan dengan yakin tentang hal ini? Tuhan kita bukanlah Tuhan yang hanya duduk-duduk di sorga dan memperhatikan kehidupan umat-Nya. Pada dua ribu tahun lalu, Allah Sang Pencipta Alam Semesta itu menjelma menjadi seorang bayi, berada di rahim seorang wanita dan lahir sebagaimana seorang bayi lahir dari rahim ibunya.

Tidak berhenti disana, Yesus bertumbuh dari seorang bayi, anak-anak, remaja dan menjadi pemuda dewasa dalam asuhan keluarganya. Ia sangat mengerti permasalahan kehidupan ini, karena Ia pernah mengalaminya. Dia bukan Tuhan yang jauh dan tidak tersentuh. Dia adalah Tuhan yang sangat dekat dan mengerti permasalahan kehidupan ini. Bahkan hingga saat ini, Yesus yang telah naik ke sorga dapat kita temui kapan saja.

Jika Anda hari ini berpikir bahwa Natal adalah sebuah perayaan kelahiran-Nya saja, maka saat ini ada sebuah berita gembira untuk Anda. Natal adalah tentang sebuah berita bahwa Tuhan yang telah menjadi manusia itu datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, Ia tidak jauh, bahkan sangat dekat dengan kita. Yesus Sang Mesias itu ada di tengah-tengah kita. Ia hidup di dalam Anda dan saya. Bagikan pesan Natal ini kepada setiap orang yang Anda temui, karena pesan ini sangat penting.

Tuhan kita bukanlah Tuhan yang jauh dan tak tersentuh, Ia ada ditengah-tengah kita.


Gbu all...

Rabu, 09 Januari 2019

Hadirat-Nya Atau Hadiah-Nya

Mazmur 61:5
Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu! S e l a

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 7; Wahyu 13; Nehemia 4-5

Oswald Chambers pernah menulis: “Bukan janji Tuhan yang kita butuhkan, Tuhan sendirilah yang kita butuhkan.”

Pada hari Natal biasanya kita berkata, “Kehadiran Tuhan lebih penting daripada hadiah.” Tetapi sebagian besar waktu dan tenaga kita habiskan untuk berbelanja hadiah dan mempersiapkan perayaan natal. Bukankah hal ini menunjukkan sesuatu yang kontradiktif?

Dibeberapa tempat, mereka memiliki kebiasaan untuk bertukar hadiah di awal bulan Desember, sehingga mereka bisa memfokuskan sisa hari mereka di bulan itu untuk fokus kepada Yesus dan keajaiban kelahiran-Nya, hadiah sempurna dari Tuhan bagi kita.

Ketika kita katakan ingin hadirat Tuhan lebih dari apapun, mari kita nyatakan dengan sungguh-sungguh. Seringkali kita lebih menginginkan berkat jasmani dari-Nya daripada kehadiran-Nya. Kita lebih terfokus pada tangan-Nya daripada wajah-Nya.

Jadi, mari di sisa bulan Desember ini kita mengisi hari-hari kita untuk berada dalam hadirat Tuhan. Menikmati kehadiran-Nya dimanapun kita berada, sama seperti kerinduan Raja Daud, “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain;” (Mazmur 84:11a)

Mari arahkah hati kita pada Tuhan, karena kehadiran-Nya lebih penting daripada hadiah-Nya. 


Gbu all...

Selasa, 08 Januari 2019

Untuk Itulah Aku Lahir

Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 6; Wahyu 12; Nehemia 1-3

Menjelang kematiannya Yesus membuat sebuah pernyataan penting tentang kelahirannya. Selama menjalani pengadilan, Yesus ditanya oleh Pilatus tentang identitasnya. Inilah jawaban Yesus, “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yohanes 18:37b).

Yesus tidak mengatakan bahwa Ia lahir untuk berkotbah atau menyembuhkan, tetapi tujuannya yang utama adalah untuk menjadi saksi bagi kebenaran.

Pilatus kemudian bertanya, “Apakah kebenaran itu?” Sayangnya, Pilatus terlalu terburu-buru dan tidak mau menunggu Yesus menjawabnya. Berapa banyak dari kita yang seperti Pilatus hari ini? Alasan Yesus lahir adalah agar kita mengenal Allah! Itulah alasan bagi kita untuk merayakan Natal dengan sukacita yang besar, tahun demi tahun. Melalui Yesus – yang dipanggil “Imanuel” yang artinya Tuhan bersama kita – Tuhan bersama dengan kita, baik waktu susah maupun senang.

Namun selangkah lebih dalam dari pesan Yesus ini, kita juga diminta untuk menjadi saksi bagi apa yang telah Ia lakukan. Mari dalam bulan dimana kita merayakan hari kelahiran Yesus Sang Juru Selamat ini kita menyaksikan kepada sebanyak mungkin orang bahwa ada kabar baik untuk mereka. Yesus telah lahir, mati dan bangkit untuk menyelamatkan semua manusia yang berdosa.

Jangan sampai kita salah memaknai natal, karena Yesus telah dengan jelas mengatakan tujuan kedatangan-Nya ke dunia ini.


Gbu all...

Senin, 07 Januari 2019

Ganjaran Kerendahan Hati

Amsal 22:4
Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 5; Wahyu 11; Ezra 9-10

Saya adalah orang yang menyukai dunia sepakbola. Selain dapat melihat keterampilan pemain-pemain mengolah bola di lapangan hijau, dari situ saya dapat belajar banyak hal. Terkait dengan renungan yang saya tulis hari ini, saya belajar mengenai apa itu ‘ganjaran’ dari bidang olahraga terpopuler di Indonesia ini.

Di dunia sepakbola, setiap pemain tidak jarang melakukan pelanggaran-pelanggaran saat berada di lapangan hijau. Atas tindakannya tersebut, pasti mereka akan mendapatkan yang namanya ganjaran dari wasit baik itu kartu kuning ataupun kartu merah. Jika pelanggaran yang dilakukan pemain sangatlah berat, maka organisasi sepakbola dimana ia berada biasanya yang akan memberikan ganjaran.

Kata ‘ganjaran’ tidak harus selalu dikaitkan dengan hal-hal yang negatif, hal yang positif pun dapat memakai kata ini. Amsal 22:4 menggunakan kata ini untuk menyatakan upah di dunia bagi seseorang apabila berlaku rendah hati. Berdasarkan ayat firman Tuhan tersebut, ada 3 ganjaran jika manusia rendah hati: 1) ia memperoleh kekayaan; 2) ia memperoleh kehormatan; 3) ia memperoleh kehidupan.

Berlaku rendah hati bukanlah perkara yang mudah bagi manusia dan sikap pamrih-dari manusia-lah alasannya. Kita pasti sering mendengar orang-orang yang menurut kita hebat berkata, “Karena saya perusahaan ini menjadi besar seperti sekarang” atau “Karena saya pelayanan ini berkembang pesat”. Disukai atau tidak, inilah yang sering kali menjerat orang-orang besar dunia maupun hamba-hamba Tuhan luar biasa akhirnya hancur.

Hanya di dalam Allah lah kita dapat menjadi orang-orang yang rendah hati. Dengan terus membangun hubungan tiap-tiap hari dengan-Nya, ‘keakuan’ diri kita akan terkikis habis. Saat kita telah menjadi orang-orang yang rendah hati seperti yang diinginkan-Nya maka tak perlu tunggu lama Dia akan mengganjar hidup kita dengan berkat-berkat seperti yang telah ditulis oleh penulis kitab Amsal di Amsal 22:4.

Ada berkat-berkat besar yang disediakan Allah bagi orang-orang percaya yang rendah hati.


Gbu all....

Minggu, 06 Januari 2019

TUJUAN TUHAN MEMBERKATI KITA

“ Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya,” Mazmur 67:2

Perihal berkat selalu menjadi menu perbincangan yang menarik di antara anak-anak Tuhan. Siapa yang tidak mau berkat ? Mungkin ada yang berkata, “ Sudah lama aku mengikut Tuhan, kok hidupku belum juga diberkati ?” Nah, apakah kita sudah menyadari sepenuhnya untuk apakah Tuhan melimpahkan berkat-berkatNya kepada umatNya ? Tuhan memberikan berkat kepada kita dengan suatu maksud atau tujuan yang mulia.

1. Supaya kita memiliki rasa takut akan Tuhan. Di dalam 'takut akan Tuhan' tercakup rasa hormat kepadaNya. Juga dengan berkat yang kita terima kita dapat memuliakan nama Tuhan, menaikkan pujian syukur, serta mengasihi Dia lebih lagi. Bukankah hanya karena anugerah dan rahmatNya berkat turun atas kita ?

2. Supaya kita menjadi berkat bagi orang lain sebagaimana Tuhan memberkati Abraham. “ Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” ( Kejadian 12:2 ). Melalui penebusan Kristus di atas kayu salib setiap orang percaya “...adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” ( Galatia 3:29 ). Berkat yang kita terima bukan seharusnya 'dikonsumsi' diri sendiri, melainkan harus dibagikan kepada saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan kita; untuk itu hati kita perlu dijamah Roh Kudus supaya dari dalamnya memancar kasih Kristus. Tapi di sisi lain, janganlah ada orang yang menggantungkan harapannya kepada manusia, tetapi tetap bersandar dan berharap hanya kepada Tuhan.

3. Supaya Kerajaan Allah diperluas di muka bumi. Pemberitaan Injil ke seluruh dunia sangat membutuhkan banyak dana/biaya. Bahkan di zaman para rasul dulu jemaat Tuhan sudah ikut terlibat dalam pembiayaan perjalanan para hamba Tuhan dalam memberitakan Injil. Contohnya jemaat di Makedonia. Walaupun keadaannya pas-pasan, mereka kaya dalam kemurahan dan turut mengambil bagian dalam pelayanan orang-orang kudus.. Paulus berkata, “ Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan.” ( 2 Korintus 8:5a ).

Berkat dari Tuhan adalah untuk kebesaran dan kemuliaan namaNya saja !


Gbu all...