Senin, 10 Oktober 2016

Bersyukurlah..

Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca …anda adalah bagian dari kelompok terpilih.
Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat ..anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.
Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara,kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan ..anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.
Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa Merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati ..anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.
Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat ..anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.
Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran ..anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.
Jika orang tua anda masih hidup & menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka …maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikanlangka.
Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia …anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.
Jika anda dapat membaca pesan ini……anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali Semoga anda menikmati hari yang indah ini.
Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.
Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.
Gbu all...

Minggu, 09 Oktober 2016

Cinta ... kesempatan atau pilihan

Saat kita bertemu dengan seseorang yang sempurna, yang kita cintai di saat yang tepat, di tempat yang tepat dan di waktu yang tepat. Itu adalah kesempatan.

Saat kamu bertemu seseorang yang membuatmu tertarik. Itu bukan pilihan. Itu adalah kesempatan.

Selalu bersama/bertemu dalam suatu waktu (dan banyak pasangan yang jadian karena hal ini) bukanlah suatu pilihan. Itu adalah kesempatan .

Perbedaannya adalah setelah semuanya itu terjadi.
Kapan kau akan membawa rasa cinta, suka, ketertarikan tersebut naik ke tingkat selanjutnya?

Ketika kemudian akal sehat kita kembali bermain, kita akan duduk dan menimbang kembali apakah kau ingin melanjutkan hubungan tersebut atau melepaskannya. Jika kau memilih untuk mencintai seseorang tersebut, meskipun dengan segala kekurangannya, itu bukanlah kesempatan. Itu adalah pilihan.

Disaat kau memilih untuk bersama dengan seseorang, tidak peduli dengan hal lainnya.Itu adalah pilihan

Meskipun kau tahu banyak orang di luar sana yang lebih menarik, pintar, dan lebih kaya daripada pasanganmu, dan ya, kau memutuskan untuk tetap mencintai pasanganmu apa adanya. Itu adalah pilihan.

Cinta , suka, ketertarikan datang kepada kita dari kesempatan. Tetapi cinta sejati itu adalah sungguh-sungguh suatu pilihan. Sebuah pilihan yang kita buat.

Berkenaan dengan teman sejiwa atau pasangan hidup, ada sebuah kutipan indah dari seorang bijak :
"Nasib membawamu untuk bersama, tetapi untuk tetap bersama sampai akhir itu semua tergantung dari dirimu."
Saya percaya bahwa teman sejiwa itu benar-benar ada. Bahwa ada seseorang khusus diciptakan untukmu.
Tetapi itu masih tetap tergantung pada dirimu untuk membuat pilihan tersebut, apakah kau akan melakukannya atau tidak.

Kita mungkin akan menemukan teman sejati kita dengan kesempatan yang ada, tetapi untuk mencintai dan bersama dengan teman sejiwa kita, itu adalah tetap pilihan kita untuk mewujudkannya.

Kita datang ke dunia ini bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk mencintai...

Tetapi untuk belajar, bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan sempurna...


Gbu all...

Sabtu, 08 Oktober 2016

Menang Terhadap Sisi Tersembunyi Hidup Anda

Kejadian 3:9-10

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?; Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.

Bagaimana kita bisa sungguh-sungguh membiarkan seseorang mengenal diri kita ketika kita sendiri bahkan tidak mengenal siapa kita? Coba pikirkan apa yang seseorang pernah katakan berikut ini, "Ketika dua orang bertemu, sesungguhnya ada enam pribadi yang hadir: dua dari cara mereka melihat diri mereka sendiri, dua dari cara mereka melihat orang lain, dan dua dari kenyataan diri mereka sesungguhnya. "

Dalam setiap diri manusia pasti memiliki sisi yang dinamakan sisi yang tersembunyi. Sisi tersembunyi manusia ini biasanya adalah bagian yang diketahui oleh orang tersebut, tetapi dijaga agar orang lain tidak mengetahuinya.

Sisi tersembunyi yang dimiliki manusia, baik itu Anda maupun saya adalah sisi yang diberikan Allah dalam kehidupan kita. Sisi ini menunggu untuk diakui dan dibongkar keluar. Sisi ini merupakan harta terpendam yang ditanam oleh Tuhan sendiri, menunggu untuk diungkapkan dalam hidup kita. Begitu pun dengan apa yang dilakukan oleh Adam ketika jatuh dalam dosa.

Adam menyembunyikan diri dari Allah ketika dia melanggar aturan Taman Eden dan ikut memakan buah terlarang. Pada saat memakan buah tersebut, ia semakin menyadari hal yang memalukan dari dirinya dibandingkan dengan sebelum ia tidak taat. Rasa malu adalah satu kekuatan yang sangat kuat dan menyakitkan, yang mendorong kita untuk bersembunyi. Rasa malu ini perlu disembuhkan. Tetapi, di balik rasa malu sering kali ditemukan hal-hal terlarang yang telah kita perbuat.

Identitas kita begitu terikat dengan keakraban dengan Tuhan, ketika kita gagal untuk tetap berada dalam kebebasan yang telah Dia berikan bagi kita, kita tidak dapat menikmati berjalan bersama-Nya di dalam "hari yang sejuk" (yang dalam bahasa Ibrani berarti hari kemuliaan Tuhan). Kita menyembunyikan diri kita di balik pepohonan ketika Tuhan hadir mendekati kita, sama seperti yang diperbuat oleh Adam.

Kejatuhan Adam sebenarnya bukanlah dikarenakan oleh pihak luar yang membuat dirinya kehilangan kemuliaan Allah, melainkan karena pilihan-pilihan yang telah diambil sebelumnya. Adam memilih untuk mempercepat pengenalannya terhadap Allah dengan cara yang tidak benar, yakni melanggar larangan yang Allah berikan.

Akhir dari pelanggaran yang Adam lakukan adalah hubungannya dengan Allah menjadi semakin menjauh dan kebenaran yang dia miliki sebelumnya telah tercemari dengan dosa. Pada saat Allah mencari Adam,yang diinginkan oleh Allah ketika itu bukanlah posisi adam yang berada di balik pohon melainkan keberadaan dirinya. Namun, Adam tidak mengerti pertanyaan oleh Penciptanya sehingga jawaban yang keluar pun tidak seperti yang diharapkan oleh Allah. Adam mulai mencari alasan. Dia sudah tidak murni lagi dihadapan Tuhan.

Adam mulai mempersalahkan Tuhan dan istrinya yang kemudian pada gilirannya menyalahkan si ular. Ketidakmampuannya untuk mengakui pilihan, posisi, dan kenyataannya yang ada sekarang telah mendorongnya untuk menekan kebenaran dalam jiwanya. Dengan memakan buah terlarang itu jiwa Adam terbelah. Kematian dialami jiwanya dan ia sekarang tidak menikmati kebersamaanya dengan Tuhan.

Sisi tersembunyi ini merupakan tempat putusnya hubungan yang nyata, dan menghalangi keintiman serta pengungkapan diri yang murni. Sisi tersembunyi ini lebih berpotensi merusak daripada sisi tak terlihat karena sisi tersembunyi tersebut menekan hal-hal begitu dalam pada alam "bersentuhan" dengan alasan mengapa kita melakukan dan mengatakan hal-hal tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya pemulihan dan penyembuhan terhadap hal-hal tersembunyi ini.

Sebelum mengetahui bagaimana memulihkan dan menyembuhkan sisi tersembunyi dalam hidup kita, ada baiknya mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penghalang kita memasuki sisi tersembunyi tersebut.

Yang menjadi penghalang kita dapat memasuki sisi tersembunyi kita adalah perasaan, penilaian, dan keyakinan yang kita miliki. Mereka setiap kali menampakkan diri, seperti katak di lumpur, ketika seseorang terlalu mendekati daerah terlarang dari hidup kita. Kita "bersuara parau" di dalam ketakutan dan rasa sakit ketika seseorang menginjak sisi tersembunyi kita. Kata-kata orang lain dan berbagai kejadian membuat reaksi bawah sadar kita bergolak dalam diri kita hampir secara "spontan". Seseorang bisa mengatakan sesuatu tanpa bermaksud apa-apa, tetapi reaksi kita terhadap perkataannya bisa mengagetkannya dan mengagetkan diri kita sendiri.

Kita mungkin berusaha memperbaiki keadaan dengan mengatakan sesuatu seperti, "Saya tidak bermaksud demikian". Namun, sebenarnya dengan berkata tersebut sebenarnya diri kita sedang berusaha untuk bersembunyi dari orang lain, Tuhan, dan terutam dari persoalan-persoalan yang belum terselesaikan serta dari diri kita sendiri.

Jika kita gagal menghadapi ketiga hal penghalang tersebut, kita tidak akan bisa menghapus dampak ketiganya terhadap realitas kita yang sekarang. Kita mendapati bahwa kita berkali-kali melakukan apa yang coba kita hindari. Akibatnya, sisi tersembunyi kita akan semakin besar dan besar.

Ada empat langkah yang dapat Anda lakukan agar lepas dari sisi terdalam Anda yang telah rusak yang sebenarnya telah dibawa oleh nenek moyang manusia, yakni Adam.

Langkah 1: Berdamai dengan sejarah hidup kita. Sejarah hidup kita yang kelam mungkin tidak akan pernah bisa ubah, tetapi Tuhan memberikan kuasa-Nya agar kita dapat terbebas dari semua masa lalu kita tersebut. Dengan kuasa-Nya, kita bisa mendapatkan pengertian dan kebebasan dari kepahitan penilaian-penilaian kita, berbagai penilaian kita yang lain, dan keyakinan kita yang tidak tepat tentang diri sendiri, orang lain, keadaan kita, dan Tuhan.

Langkah 2: Meminta Roh Kudus untuk meneliti dan menunjukkan kepada kita. Sebuah krisis adalah suatu momen penentuan dalam hidup kita. Dengan pertolongan Roh Kudus, krisis yang kita hadapi dapat mengantarkan kita memasuki suatu proses yang akan membebaskan kita dari keterbatasan yang telah membelenggu kita. Kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan, Seseorang yang Paling Penting, dan orang lain yang peduli menolong kita untuk melakukan pemilahan melalui sisi tersembunyi yang ada dalam hidup kita.

Langkah 3: Memahami sejarah hidup kita. Jika gagal memahami sejarah hidup kita, kita dengan mudah bisa menggagalkan tujuan kita. Adalah maksud Bapa untuk membawa kita dari krisis, melewati proses penyempurnaan, dan mencapai kemuliaan.

Langkah 4: Menyiapkan diri kita - prosesnya akan menyakitkan. Melibatkan Tuhan dan sejarah hidup kita serta menghadapi hal-hal yang ada di dalam lumpur sisi tersembunyi hidup membantu kita untuk melangkah menuju kemuliaan. Walaupun prosesnya sakit, tetapi nantinya kita akan bisa menikmati hasilnya dalam jangka panjang.

Keputusan adalah hal yang penting yang perlu Anda lakukan agar keluar menjadi orang yang jujur kepada Tuhan dan orang sekeliling Anda. Saat Anda mau untuk masuk ke dalam sisi tersembunyi hidup Anda dan menanganinya maka sebenarnya Anda sedang sedang melangkah ke dalam kemuliaan yang telah ia janjikan.


Gbu all....

Jumat, 07 Oktober 2016

TENTANG HAMBA TUHAN

“Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.” 1 Korintus 4:1.

Istilah hamba Tuhan kian marak dalarn pelayanan kekristenan masa kini di mana banyak orang bangga bila gelar hamba Tuhan tersebut melekat kepadanya, tanpa memahami makna sesungguhnya kata hamba tersebut.
Seiring berjalannya waktu, pengertian kata hamba Tuhan secara perlahan mengalami pergeseran. Sering ada anggapan bahwa menjadi hamba Tuhan berarti harus mendapatkan perlakuan khusus atau service plus, beroleh pengormatan di mana pun melayani dengan segala fasilitas yang memadai. Hal ini tidak seratus persen keliru! Itu adalah bonus atau berkat yang mengikuti pelayanan hamba Tuhan. Namun jangan sampai hal ini mengalihkan motivasi kita sehingga tidak murni lagi untuk mencerminkan jiwa pengabdian, melainkan hanya tuntutan profesi yang menyebabkan kita ke luar dari jalur Tuhan.

Di awal suratnya yang ia tulis kepada jemaat di Roma rasul Paulus menyebut dirinya hamba Yesus Kristus: “Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” (Roma 1:1), begitu juga di hadapan jemaat Korintus. Paulus menyadari benar makna kata hamba yang melekat pada dirinya, yaitu tidak lebih dari seorang budak. Sebagai budak ia harus mengabdikan diri dengan segenap jiwa dan raga untuk Tuannya. Jadi hamba Tuhan juga bisa diartikan orang-orang yang membaktikan setiap nafas hidupnya untuk Tuhan, melepaskan segala kenyamanan duniawi, tunduk kepada pemerintahan sorgawi dan tidak punya hak untuk menuntut, serta bukan seorang bos. Paulus mengakui dirinya adalah hamba Yesus Kristus. Ada pun jabatan sebagai rasul diberikan oleh Kristus kepadanya, bukan ia sendiri yang mengangkat dirinya sebagai rasul. Tetapi Paulus tetap mengedepankan status dirinya yang tidak lebih dari seorang hamba. Dalam perjalanannya sebagai seorang hamba Tuhan Paulus melayani dengan tulus, tidak bersikap menuntut, tidak mencari keuntungan diri sendiri di balik pelayanan, melainkan mengabdi dengan sungguh-sungguh demi kemajuan Injil di muka bumi ini.

Mari kita melayani Tuhan dengan penuh pengabdian, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,..” (Matius 20:28). 

Gbu all...

Kamis, 06 Oktober 2016

Lakukan Lebih Banyak

“Jika anda hanya punya satu anak panah untuk dilempar ke sebuah dartboard, berapa kesempatan anda untuk mencapai sasaran utama? Sangat kecil, bukan? Jika anda mendapatkan 100 anak panah untuk dilemparkan ke dartboard tersebut, meski anda seorang yang bodoh sekalipun, maka dapat dipastikan paling tidak, lebih dari satu anak panah yang mengenai sasaran tersebut.

Sukses memang sesederhana itu. Lakukan lebih banyak maka anda akan sukses! Itu sebabnya ciri-ciri orang sukses adalah mengalami kegagalan lebih banyak dibandingkan dengan orang biasa. Masuk akal, karena orang sukses juga mencoba dan melakukan jauh lebih banyak dari orang biasa. Jika anda melakukan semakin banyak, maka semakin besar juga peluang anda untuk meraih kesuksesan.

Sebagai contoh, orang asuransi sangat akrab dengan istilah 10:3:1 yang artinya jika agen asuransi tersebut bertemu dengan 10 orang, maka 3 orang akan tertarik mendengar presentasinya dan 1 orang bakal beli asuransi. Apa yang harus dilakukan supaya bisa mendapatkan 5 nasbah? Tawarkan saja kepada 50 orang, maka menurut hokum rata-rata kita pasti mendapat 5 nasabah.

Masalahnya, banyak orang tidak mau melakukan lebih banyak. Tidak mau mencoba lebih sering. Atau, jika anda seorang sales, tidak mau menawarkan ke lebih banyak orang. Semakin sedikit tindakan yang dilakukan, tentu semakin kecil juga kemungkinan untuk berhasil. Inilah yang membedakan orang biasa dan orang sukses. Amatilah bagaimana orang-orang sukses bekerja, anda akan tahu bahwa mereka selalu lebih rajin dari orang biasa. Mereka tidak bermalas-malasan , tapi do it, do it, and do it again.

Lemparkan anak panah lebih banyak maka semakin besar juga peluang anda mengenai sasaran.

Semakin sering anda mencoba, maka semakin besar juga kemungkinan anda untuk berhasil.

Tuhan Yesus Memberkati..

" Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah " ( Galatia 6 : 9 )


Gbu all...