(Ulangan 5:16) Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
(Matius 15:4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
Ada seorang bapak tua kaya raya yang sudah lama ditinggal mati istrinya. Bapak tua itu mempunyai seorang putra yang telah menikah. Setelah mendapat izin darinya, putra dan menantunya tinggal bersama dengan dia di apartementnya yang mewah. Cinta yang besar membuat bapak tua tsb segera menghibahkan seluruh harta kekayaannya, termasuk apartement yang ditinggalnya kepada anak tunggalnya.
Suatu hari terjadi pertengkaran yang cukup hebat antara bapak tua itu dan putranya, sehingga diusir dari apartementnya sendiri. Pengusiran itu membuat sibapak tua terlunta lunta dan menjadi pengemis di Orchad Road , Singapure. Suatu hari seorang teman lama mengenalinya saat memberikan sedekah. Saat ditanya apakah dia teman yang sudah lama tidak ada kabar beritanya, bapak tua itu menyangkalinya. Tanpa sepengetahuan si bapak tua, temannya tersebut memberitahukan kecurigaannya kepada teman teman yang lain. Saat sahabat karib bapak tua itu datang dan mendesaknya untuk mengakui bahwa dia adalah teman lama yang mereka cari cari, bapak tua itupun tak kuasa lagi untuk menyangkal. Dengan derai airmata ia menceritakan peristiwa getir yang menerpa hidupnya. Mendengar itu teman-temanya panas hati. Singkat kata kejadian ini sampai kepada Perdana Menteri Singapure. PM Lee segera memanggil dan bertindak tegas terhadap anak dan menantunya bapak tua tersebut. PM Lee memanggil notaris dan membatalkan penghibaan harta warisan terhadap anak dan menantu yang telah tega mengusir orang tuanya ke jalanan. Sejak saat itu anak dan menantu yang tak tahu diri tersebut dilarang masuk ke apartemen si bapak tua.
Peristiwa ini membuat PM Lee mengambil keputusan bijaksana, yang melarang semua orangtua untuk menghibahkan seluruh harta bendanya kepada siapa pun sebelum mereka meninggal. Kemudian supaya para lansia tetap dihargai hingga akhir hayatnya, beliau membuat dekrit yang berisikan pemberian pekerjaan kepada para lansia agar mereka tidak lagi tergantung pada anak atau menantu. Para lansia itu juga bisa bangga karena masih bisa mampu memberi sesuatu dari hasil keringat mereka kepada cucu-cucu mereka. Di Singapure cleaning service toilet di bandara, mal, restoran adalah para lansia.
Anak yang bijak akan terus memelihara rasa hormat dan saying kepada orang tuanya, apapun kondisi orang tuanya. Meskipun orang tua kita sudah tidak sanggup duduk atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, kita harus tetap menghormatinta dengan cara merawatnya. Ingatlah bahwa waktu kita masih balita, mereka dengan sukacita membersihkan tubuh kita dari semua bentuk kotoran, memberi kita makan dengantangan mereka sendiri, dan menggendong kita sampai dini hari pada waktu kita sedang sakit. Dapatkah kita membalas semua kebajikan itu? Hormatilah orang tua atau mertua kita. Tuhan akan memberkati kita dengan umur panjang jika kita menghormati mereka.
DOA: Tuhan, berkatilah bapak dan ibuku dengan kekuatan dan kesehatan. Mampukan aku berbakti kepada mereka sampai akhir hayat mereka. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Kata-kata bijak: Kesejatian seorang anak nyata tatkala ia tetap mengasihi orang tuanya yang terbaring tak berdaya.
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Rabu, 05 Oktober 2016
Selasa, 04 Oktober 2016
Keselarasan Antara Kata-kata dengan Perbuatan
Segala sesuatu yang selaras akan selalu kelihatan lebih baik. Apapun bentuk keselarasan itu. Misalnya saja seorang wanita yang memakai gaun berwarna putih akan nampak serasi dengan sepatu dan hiasan kepala dengan warna putih juga. Dan pasti akan terlihat janggal kalau gaunnya berwarna putih sedangkan sepatunya warna kuning dan hiasan kepalanya berwarna merah.
Keselarasan yang seperti itu pula berlaku dalam relasi antara kata-kata dan perbuatan. Apa yang diucapkan harus dilakukan. Kata-kata yang keluar dari mulut harus sesuai dengan tindakan. Apabila kita berkata “mengasihi” maka yang harus kita lakukan adalah mengasihi. Apabila kita berkata “tolonglah sesamamu yang sedang kesusahan” maka yang harus kita perbuat adalah menolong saudara kita yang sedang kesusahan. Bukan melakukan sebaliknya.
Dalam hidup kekristenan sehari-hari kita sering menjumpai ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan. Tidak usah jauh-jauh melihat kesalahan orang lain. Mari kita lihat kedalam diri sendiri. Apakah kata-kata yang kita ucapkan sudah kita lakukan? Jangan hanya bisanya berkata-kata rohani namun perbuatannya selalu menyinggung perasaan orang lain. Jauh kata-kata dari perbuatan.
Ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan ini menjadi salah satu masalah yang cukup jamak terjadi di lingkungan gereja—gereja disini bukan bicara mengenai organisasi saja, tapi juga tubuh Kristus yakni,setiap umat Kristen. Sangat sering kita jumpai orang-orang yang berkelakukan berbeda dengan kata-katanya, tidak terkecuali dengan kita sendiri. Padahal ketidakselarasan ini merupakan batu sandungan yang cukup besar dalam perjalanan rohani kekristenan. Ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan adalah arti lain dari kata munafik. Dan Allah benci dengan kemunafikan. Dengan munafik, berarti kita juga menciptakan plafon untuk doa-doa dan pujian kita sendiri.
Memang tidak mudah untuk melakukan apa yang kita katakan. Tapi biar sesulit apapun kita harus melakukannya. Kalau merasa berat untuk melakukan apa yang sudah kita katakan, adalah lebih baik untuk berdiam diri, tidak berkata-kata. Atau dengan kata lain jangan omong besar.
Alkitab sendiri berkata, bahwa “yang membuat najis adalah apa yang keluar dari mulut manusia bukan apa yang masuk kedalamnya”. Dan kata-kata yang tidak selaras dengan perbuatan merupakan sesuatu yang menajiskan. Maka dari itu mulai sekarang jangan lagi kita sembarangan berkata-kata. Kalau tidak bisa melakukan apa yang kita katakan, lebih baik berdiam diri. Tapi alangkah baiknya kalau kita bisa melakukannya juga.
Ada beberapa tips yang dapat membantu kita untuk mengurangi ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan. Yakni:
1. Sedikit bicara banyak baca Firman
2. Sedikit bicara banyak berdoa
3. Sedikit bicara perbanyak pujian
4. Sedikit bicara banyak menolong orang
Gbu all...
Keselarasan yang seperti itu pula berlaku dalam relasi antara kata-kata dan perbuatan. Apa yang diucapkan harus dilakukan. Kata-kata yang keluar dari mulut harus sesuai dengan tindakan. Apabila kita berkata “mengasihi” maka yang harus kita lakukan adalah mengasihi. Apabila kita berkata “tolonglah sesamamu yang sedang kesusahan” maka yang harus kita perbuat adalah menolong saudara kita yang sedang kesusahan. Bukan melakukan sebaliknya.
Dalam hidup kekristenan sehari-hari kita sering menjumpai ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan. Tidak usah jauh-jauh melihat kesalahan orang lain. Mari kita lihat kedalam diri sendiri. Apakah kata-kata yang kita ucapkan sudah kita lakukan? Jangan hanya bisanya berkata-kata rohani namun perbuatannya selalu menyinggung perasaan orang lain. Jauh kata-kata dari perbuatan.
Ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan ini menjadi salah satu masalah yang cukup jamak terjadi di lingkungan gereja—gereja disini bukan bicara mengenai organisasi saja, tapi juga tubuh Kristus yakni,setiap umat Kristen. Sangat sering kita jumpai orang-orang yang berkelakukan berbeda dengan kata-katanya, tidak terkecuali dengan kita sendiri. Padahal ketidakselarasan ini merupakan batu sandungan yang cukup besar dalam perjalanan rohani kekristenan. Ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan adalah arti lain dari kata munafik. Dan Allah benci dengan kemunafikan. Dengan munafik, berarti kita juga menciptakan plafon untuk doa-doa dan pujian kita sendiri.
Memang tidak mudah untuk melakukan apa yang kita katakan. Tapi biar sesulit apapun kita harus melakukannya. Kalau merasa berat untuk melakukan apa yang sudah kita katakan, adalah lebih baik untuk berdiam diri, tidak berkata-kata. Atau dengan kata lain jangan omong besar.
Alkitab sendiri berkata, bahwa “yang membuat najis adalah apa yang keluar dari mulut manusia bukan apa yang masuk kedalamnya”. Dan kata-kata yang tidak selaras dengan perbuatan merupakan sesuatu yang menajiskan. Maka dari itu mulai sekarang jangan lagi kita sembarangan berkata-kata. Kalau tidak bisa melakukan apa yang kita katakan, lebih baik berdiam diri. Tapi alangkah baiknya kalau kita bisa melakukannya juga.
Ada beberapa tips yang dapat membantu kita untuk mengurangi ketidakselarasan antara kata-kata dengan perbuatan. Yakni:
1. Sedikit bicara banyak baca Firman
2. Sedikit bicara banyak berdoa
3. Sedikit bicara perbanyak pujian
4. Sedikit bicara banyak menolong orang
Gbu all...
Senin, 03 Oktober 2016
CARA MENGATASI KRITIK ?
Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak (Amsal 15:5)
Robert A. Cook, mantan rektor King's College di New York menceritakan pengalamannya pada tahun-tahun awal pelayanannya. Ia menerima banyak kritik, dan karenanya ia meminta nasihat dari seorang temannya, pendeta Harry A. Ironside.
Dr. Cook menumpahkan seluruh isi hatinya dan bertanya apa yang harus ia perbuat menghadapi berbagai kritik tajam yang menyerang dirinya. Ironside memberi tanggapan demikian, "Bob, kalau kritik terhadap dirimu itu benar, terimalah dengan lapang dada! Tetapi kalau tidak benar, lupakanlah!"
Kita mungkin tidak dapat menghindar dari ejekan-ejekan menyakitkan yang meluncur dengan cepat dari orang-orang yang tak senang pada kita. Namu, ketika serangan melalui kata-kata itu dilontarkan kepada kita, adalah baik untuk menganalisanya. Jika tidak benar, biarkan saja. Seperti lingkaran air di belakang bebek yang sedang berenang, lambat laun akan hilang. Jika benar, ambillah langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki situasi. Saya suka ucapan Petrus, "Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau" (1 Petrus 4:14-15).
Apakah Anda sedang menghadapi kritik? Atau tuduhan? Jika semua itu benar, perbaikilah diri Anda! Tetapi jika semua itu tidak benar, lupakanlah. Itulah cara mengatasi kritik.
Some will hate you, some will love you;
Some will flatter, some will slight;
Cease from man and look above you,
Trust in God and do the right. --Marcleod
JANGAN TAKUT PADA KRITIK JIKA ANDA BENAR, JANGAN SEPELEKAN KRITIK JIKA ANDA SALAH
Gbu all...
Robert A. Cook, mantan rektor King's College di New York menceritakan pengalamannya pada tahun-tahun awal pelayanannya. Ia menerima banyak kritik, dan karenanya ia meminta nasihat dari seorang temannya, pendeta Harry A. Ironside.
Dr. Cook menumpahkan seluruh isi hatinya dan bertanya apa yang harus ia perbuat menghadapi berbagai kritik tajam yang menyerang dirinya. Ironside memberi tanggapan demikian, "Bob, kalau kritik terhadap dirimu itu benar, terimalah dengan lapang dada! Tetapi kalau tidak benar, lupakanlah!"
Kita mungkin tidak dapat menghindar dari ejekan-ejekan menyakitkan yang meluncur dengan cepat dari orang-orang yang tak senang pada kita. Namu, ketika serangan melalui kata-kata itu dilontarkan kepada kita, adalah baik untuk menganalisanya. Jika tidak benar, biarkan saja. Seperti lingkaran air di belakang bebek yang sedang berenang, lambat laun akan hilang. Jika benar, ambillah langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki situasi. Saya suka ucapan Petrus, "Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau" (1 Petrus 4:14-15).
Apakah Anda sedang menghadapi kritik? Atau tuduhan? Jika semua itu benar, perbaikilah diri Anda! Tetapi jika semua itu tidak benar, lupakanlah. Itulah cara mengatasi kritik.
Some will hate you, some will love you;
Some will flatter, some will slight;
Cease from man and look above you,
Trust in God and do the right. --Marcleod
JANGAN TAKUT PADA KRITIK JIKA ANDA BENAR, JANGAN SEPELEKAN KRITIK JIKA ANDA SALAH
Gbu all...
Minggu, 02 Oktober 2016
TUHAN MENOLONG KAMU, KARENA DIA MENCINTAI KAMU
1 YOHANES 4:19
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Pernahkah kamu menemukan dirimu menerima sesuatu kemurahan hati yang melebihi apa yang kamu bayangkan. Mengapa? Sahabatku, itu karena TUHAN sedang menghamburkan kemurahan hatiNYA ( GRACE = suatu kemurahan yang semestinya kita tidak layak menerimanya) padamu. Dan DIA melakukan itu karena DIA mencintai kamu.
Saya suka membaca kitab ruth dari perjanjian lama, seorang janda dari moab, karena itu berbicara tentang kasih kemurahan TUHAN yang begitu luar biasa. Saat dimana ruth menggantungkan dirinya pada kasih kemurahan TUHAN, dia mendapatkan akses penuh kepada berkat TUHAN. Dari pada begitu banyaknya lading yang ada di Bethlehem, Kemurahan TUHAN memimpin die ke sebuah lading yang dimiliki oleh Boaz, seorang yang tidak hanya sangat kaya tetapi juga merupakan saudara dari ayah mertuanya. (Ruth 2:3) Boaz oleh karena itu merupakan seorang penebus yang berasal dari sanak saudaranya – seseorang yang mampu menebus dia dari keadaannya yang sangat buruk yaitu miskin dan janda tanpa anak.
Boaz bermurah hati kepada Ruth saat sejak pertama kali melihatnya. Ruth bahkan bukan seorang yahudi, tetapi dia memperhatikan keselamatannya dengan berkata kepada ruth untuk tidak gleaning (gleaning adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang sangat miskin dimana TUHAN memberikan ketetapan pada jaman itu bahwa para penuai hanya boleh sekali menuai dan meninggalkan sisa yang terjatuh atau tertinggal kepada orang orang miskin yaitu para gleaner) di ladang yang lain dan tetap berada dekat dengan para pekerja wanitanya. Boaz bahkan memerintahkan para anak buahnya untuk tidak menyentuh wanita ini dan memperbolehkan dia untuk meminum air yang mereka kumpulkan.
Saat makan, Ruth duduk bersama para penuai walaupun dia hanya seorang pemungut (gleaner) rendahan yang mengambil apa yang para penuai jatuhkan atau terlewat saat menuai. Diatas dari itu semua, dia memberikan kepada wanita ini bijian padi yang telah dipanggang, memastikan bahwa wanita ini makan dan puas, dan dia diperbolehkan untuk membawa pulang apa yang tersisa kepada ibu mertuanya. (Ruth 2:1-18)
Ruth hanya percaya bahwa dia akan menemukan kemurahan di lading dan TUHAN menempatkan dia pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat, jadi DIA dapat membukakan pintu berkat yang besar kepadanya.
Apakah kamu tau bahwa Boaz adalah gambaran indah tentang TUHAN kita YESUS? Alkitab berkata bahwa “DIA lebih dahulu mengasihi kita”. YESUS melihat kamu dan mencintai kamu lebih dahulu, jauh sebelum kamu mengenal atau mencintai DIA. Dan DIA menolong/bermurah hati kepada siapapun yang DIA cintai.
Saudara terkasih, kita tidak perlu untuk berjuang atau berusaha keras untuk menjadi layak untuk menerima kemurahan/pertolongan atau berkat TUHAN. KemurahanNYA diberikan kepadamu DIA mencintai kamu terlebih dahulu. Percaya pada cintaNYA kepadamu dan kamu akan melihat kemurahan,kebaikan dan pertolongan TUHAN membawa berkat yang melimpah di kehidupanmu!!
Gbu all...
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Pernahkah kamu menemukan dirimu menerima sesuatu kemurahan hati yang melebihi apa yang kamu bayangkan. Mengapa? Sahabatku, itu karena TUHAN sedang menghamburkan kemurahan hatiNYA ( GRACE = suatu kemurahan yang semestinya kita tidak layak menerimanya) padamu. Dan DIA melakukan itu karena DIA mencintai kamu.
Saya suka membaca kitab ruth dari perjanjian lama, seorang janda dari moab, karena itu berbicara tentang kasih kemurahan TUHAN yang begitu luar biasa. Saat dimana ruth menggantungkan dirinya pada kasih kemurahan TUHAN, dia mendapatkan akses penuh kepada berkat TUHAN. Dari pada begitu banyaknya lading yang ada di Bethlehem, Kemurahan TUHAN memimpin die ke sebuah lading yang dimiliki oleh Boaz, seorang yang tidak hanya sangat kaya tetapi juga merupakan saudara dari ayah mertuanya. (Ruth 2:3) Boaz oleh karena itu merupakan seorang penebus yang berasal dari sanak saudaranya – seseorang yang mampu menebus dia dari keadaannya yang sangat buruk yaitu miskin dan janda tanpa anak.
Boaz bermurah hati kepada Ruth saat sejak pertama kali melihatnya. Ruth bahkan bukan seorang yahudi, tetapi dia memperhatikan keselamatannya dengan berkata kepada ruth untuk tidak gleaning (gleaning adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang sangat miskin dimana TUHAN memberikan ketetapan pada jaman itu bahwa para penuai hanya boleh sekali menuai dan meninggalkan sisa yang terjatuh atau tertinggal kepada orang orang miskin yaitu para gleaner) di ladang yang lain dan tetap berada dekat dengan para pekerja wanitanya. Boaz bahkan memerintahkan para anak buahnya untuk tidak menyentuh wanita ini dan memperbolehkan dia untuk meminum air yang mereka kumpulkan.
Saat makan, Ruth duduk bersama para penuai walaupun dia hanya seorang pemungut (gleaner) rendahan yang mengambil apa yang para penuai jatuhkan atau terlewat saat menuai. Diatas dari itu semua, dia memberikan kepada wanita ini bijian padi yang telah dipanggang, memastikan bahwa wanita ini makan dan puas, dan dia diperbolehkan untuk membawa pulang apa yang tersisa kepada ibu mertuanya. (Ruth 2:1-18)
Ruth hanya percaya bahwa dia akan menemukan kemurahan di lading dan TUHAN menempatkan dia pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat, jadi DIA dapat membukakan pintu berkat yang besar kepadanya.
Apakah kamu tau bahwa Boaz adalah gambaran indah tentang TUHAN kita YESUS? Alkitab berkata bahwa “DIA lebih dahulu mengasihi kita”. YESUS melihat kamu dan mencintai kamu lebih dahulu, jauh sebelum kamu mengenal atau mencintai DIA. Dan DIA menolong/bermurah hati kepada siapapun yang DIA cintai.
Saudara terkasih, kita tidak perlu untuk berjuang atau berusaha keras untuk menjadi layak untuk menerima kemurahan/pertolongan atau berkat TUHAN. KemurahanNYA diberikan kepadamu DIA mencintai kamu terlebih dahulu. Percaya pada cintaNYA kepadamu dan kamu akan melihat kemurahan,kebaikan dan pertolongan TUHAN membawa berkat yang melimpah di kehidupanmu!!
Gbu all...
Sabtu, 01 Oktober 2016
Jadilah isteri atau suami, sahabat, kekasih dan belahan jiwa
Anda bukan hanya ditakdirkan menjadi suami atau isteri tetapi lebih dari itu, anda juga harus menjadi sahabat, kekasih dan belahan jiwa jadi dengan bukan hanya sebagai isteri tapi juga sebagai sahabat, kekasih dan belahan jiwa maka kebersamaan akan terasa indah, baik sesudah dan seperti sebelum menikah.
Mengapa tidak hanya menjadi suami atau isteri tetapi harus menjadi sahabat, kekasih dan belahan jiwa????
Hal ini karena dalam pernikahan akan banyak sekali masalah yang timbul karena kebersamaan ini.
Dengan menjadi SAHABAT, dalam kebersamaan diharapkan orang bisa saling terbuka membicarakan masalah yang dialami secara "blak-blakan" tanpa rasa jangun, prasangka dan saling mempercayai.
Lihatlah kehidupan dalam persahabatan, mereka hidup berjauhan tetapi bisa saling bertemu untuk meneguhkan dalam pembicaran, sharing dan bahkan adu pendapat tetapi tetap saling membangun karena ada kepercayaan bahwa apa yang "perdebatkan" demi kebaikan dan hasil dari "perdebatan" tidak mempengaruhi persahabatan.
Sahabat adalah relasi yang saling membangun, meneguhkan dan bankan menegur agar kebaikan dicapai.
Jika suami isteri bisa hidup sebagai SAHABAT maka pertengkaran pasti akan bsia diselesaikan dengan baik karena dalam persahabatan tidak mencari keuntungan sendiri.
Disamping sebagai sahabat dalam hubungan suami isteri juga harus sebagai KEKASIH.
Kekasih adalah masa sebelum ada ikatan dalam perkawinan atau masa pacaran.
Jika suami isteri hidup sebagai kekasih, maka keinduan selalu ada dan keinginan untuk bertemu selalu "menghantui" bahkan akan teras sepi jika tidak ada relasi diantara berdua.
Kekasih selalu akan nampak baik dan indah karena disana selalu dipenuhi oleh cinta yang membara.
Jika dalam perkawianan "sifat" pacaran sebagai kekasih ada maka kebaikan pasti selalu ada karena setiap dari mereka tetap menjaga untuk selalu rukun dan saling belajar untuk melengkapi satu dengan yang lainya bahkan dalam banyak masalah selalu dibicarakan dalam suasan yang mesra karena takut saling menyakiti.
Maka selalulah memandang isteri atau suami adalah sebagai kekasih hati dan selalu menjadikan mereka sebagai yang paling berharga.
Setelah sebagai sahabat dan kekasih, jadikan suami atau isteri anda sebagai BELAHAN JIWA.
Jika orang memperlakukan isterinya sebagai belahan jiwa maka "ketergantungan" akan selalu ada dalam diri mereka bahwa tanpa suami atau isteri maka akan ada hal yang kurang bahkan hidup menjadi tidak sempurna.
Jadi tanpa keberadaan isteri atau suami hidup seperti burung yang kehilangan sayap hingga tidak bisa bergerak dengan bebas bahkan lama-kelamaan mati.
Belahan jiwa adalah inti peran paling sentral dalam setiap perkawainaan.
Dengan berani menjadikan isteri atau suami sebagai belahan jiwa maka dapat dipastikan kehidupan bersama akan menajadi lebih baik karena mereka tidak akan saling menyakiti tetapi saling menjaga dan menyempurnakan.
Maka selalulah memandang isteri atau suami sebagai belahan jiwa atau dalam bahasa jawa adalah "garwo" atau "sigaraning nyowo".
Suami atau isteri adalah separo dari nyawa/kehidupan mareka yang telah menikah.
Maka jika ada masalah dalam keluarga, ingatlan sakramen pernikahan Anda dimana hati Anda telah dibelah dan separo dari hati Anda dikorbankan kepada Allah dan diganti dengan separo hati pasangan Anda.
Jika peran suami atau siteri telah dilengkapi dengan peran sebagai SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA, maka perkawianan akan terasa indah dan menyenangkan karena diantara satu pribadi dengan pribadi lainya yang telah disatukan dalam sakramen akan selalu bisa menjadi tumpuan dalam kehidupan mereka.
Selamat membangun keluarga berdasarkan peran sebagai suami atau isteri, sahabat, kekasih dan belahan jiwa.
Saya berdoa untk kebaikan keluarga Anda,
Jika ada masalah selalulah ingat kalau Anda sedang bersama dengan sahabat Anda, kekasih Anda dan bahkan Jiwa Anda sendiri.
Tanpa isteri atau suami hidup akan menjadi sangat berbeda bahkan menjadi sangat menderita.
Salam dalam cinta membangun keluarga sebagai ISTERI atau SUAMI, SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA.
Gbu all...
Mengapa tidak hanya menjadi suami atau isteri tetapi harus menjadi sahabat, kekasih dan belahan jiwa????
Hal ini karena dalam pernikahan akan banyak sekali masalah yang timbul karena kebersamaan ini.
Dengan menjadi SAHABAT, dalam kebersamaan diharapkan orang bisa saling terbuka membicarakan masalah yang dialami secara "blak-blakan" tanpa rasa jangun, prasangka dan saling mempercayai.
Lihatlah kehidupan dalam persahabatan, mereka hidup berjauhan tetapi bisa saling bertemu untuk meneguhkan dalam pembicaran, sharing dan bahkan adu pendapat tetapi tetap saling membangun karena ada kepercayaan bahwa apa yang "perdebatkan" demi kebaikan dan hasil dari "perdebatan" tidak mempengaruhi persahabatan.
Sahabat adalah relasi yang saling membangun, meneguhkan dan bankan menegur agar kebaikan dicapai.
Jika suami isteri bisa hidup sebagai SAHABAT maka pertengkaran pasti akan bsia diselesaikan dengan baik karena dalam persahabatan tidak mencari keuntungan sendiri.
Disamping sebagai sahabat dalam hubungan suami isteri juga harus sebagai KEKASIH.
Kekasih adalah masa sebelum ada ikatan dalam perkawinan atau masa pacaran.
Jika suami isteri hidup sebagai kekasih, maka keinduan selalu ada dan keinginan untuk bertemu selalu "menghantui" bahkan akan teras sepi jika tidak ada relasi diantara berdua.
Kekasih selalu akan nampak baik dan indah karena disana selalu dipenuhi oleh cinta yang membara.
Jika dalam perkawianan "sifat" pacaran sebagai kekasih ada maka kebaikan pasti selalu ada karena setiap dari mereka tetap menjaga untuk selalu rukun dan saling belajar untuk melengkapi satu dengan yang lainya bahkan dalam banyak masalah selalu dibicarakan dalam suasan yang mesra karena takut saling menyakiti.
Maka selalulah memandang isteri atau suami adalah sebagai kekasih hati dan selalu menjadikan mereka sebagai yang paling berharga.
Setelah sebagai sahabat dan kekasih, jadikan suami atau isteri anda sebagai BELAHAN JIWA.
Jika orang memperlakukan isterinya sebagai belahan jiwa maka "ketergantungan" akan selalu ada dalam diri mereka bahwa tanpa suami atau isteri maka akan ada hal yang kurang bahkan hidup menjadi tidak sempurna.
Jadi tanpa keberadaan isteri atau suami hidup seperti burung yang kehilangan sayap hingga tidak bisa bergerak dengan bebas bahkan lama-kelamaan mati.
Belahan jiwa adalah inti peran paling sentral dalam setiap perkawainaan.
Dengan berani menjadikan isteri atau suami sebagai belahan jiwa maka dapat dipastikan kehidupan bersama akan menajadi lebih baik karena mereka tidak akan saling menyakiti tetapi saling menjaga dan menyempurnakan.
Maka selalulah memandang isteri atau suami sebagai belahan jiwa atau dalam bahasa jawa adalah "garwo" atau "sigaraning nyowo".
Suami atau isteri adalah separo dari nyawa/kehidupan mareka yang telah menikah.
Maka jika ada masalah dalam keluarga, ingatlan sakramen pernikahan Anda dimana hati Anda telah dibelah dan separo dari hati Anda dikorbankan kepada Allah dan diganti dengan separo hati pasangan Anda.
Jika peran suami atau siteri telah dilengkapi dengan peran sebagai SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA, maka perkawianan akan terasa indah dan menyenangkan karena diantara satu pribadi dengan pribadi lainya yang telah disatukan dalam sakramen akan selalu bisa menjadi tumpuan dalam kehidupan mereka.
Selamat membangun keluarga berdasarkan peran sebagai suami atau isteri, sahabat, kekasih dan belahan jiwa.
Saya berdoa untk kebaikan keluarga Anda,
Jika ada masalah selalulah ingat kalau Anda sedang bersama dengan sahabat Anda, kekasih Anda dan bahkan Jiwa Anda sendiri.
Tanpa isteri atau suami hidup akan menjadi sangat berbeda bahkan menjadi sangat menderita.
Salam dalam cinta membangun keluarga sebagai ISTERI atau SUAMI, SAHABAT, KEKASIH dan BELAHAN JIWA.
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)