Minggu, 05 Juni 2016

Tips Memulai Hari dengan Cerah

Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.
Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.


Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah.

1--Mulailah dari malam hari.

Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.

2--Bangun pagi lebih pagi.

Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.

3--Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa

Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.

4--Segarkan tubuh.

Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

5--Dapatkan sarapan secukupnya.

Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6--Sapalah orang-orang yang anda jumpai.

Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda. 

7--Jangan mengeluh

Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks.

Selamat bekerja serta selamat bercerah hari 


Gbu all...

Sabtu, 04 Juni 2016

Nothing last forever

Para ahli memperkirakan bila sebuah kaset diputar 100kali seth,maka kualitas suaranya akan berkurang setelah berumur sepuluh tahun.
Rata-rata sepatu lari bisa tahan dipakai pelari di medan standar sekitar 500-800 km.
Sebatang pensil bisa dipakai menulis sebuah garis sepanjang 48 km.
Kebanyakan pulpen bisa di pakai untuk menggaris garis sepanjang 1200 hingga 2300 m.
Sebuah lampu pijar 100 watt akan bertahan sekitar 750 jam,dan yang 25 watt bisa tahan sekitar 2500 jam.

Pria paling panjang umur yang tercatat di Alkitab adalah Metuslah hingga 969 tahun.
Sedangkan menurut penelitian modern,umur maksimal manusia hanya mencapai 113 hingga 214 tahun.
Manusia tertua yang pernah tercatat dalam rekor Guiness World Record berusia 122 tahun.
Rata-rata umur manusia seperti kita yang hidup di jaman sekarang ini berkisar antara 70-80 tahun.
Nah sekarang pertanyaan bagi kita: "Berapa usia kita sekarang dan kira2 berapa lama lagi sisa hidup kita di bumi ini?
Meski kita tidak pernah bisa menentukan umur hidup manusia,namun hendaknya fakta di atas memberi kita kesadaran akan betapa fananya kehidupan di bumi ini.

Umur tubuh kita ada batasnya.
Hidup di bumi ini bukanlah untuk selama-lamanya.
Akan tiba waktunya ketika kita harus meninggalkan hidup kita di bumi untuk masuk ke kehidupan yang jauh lebih indah di sorga.
Namun,selagi kita hidup di dunia ini,sudahkah kita memberi arti bagi Tuhan dan sesama?
Seperti sepatu pelari yang aus karena dipakai menempuh jarak semaksimal yang bisa ditempuhnya,sudahkah kita mengijinkan Tuhan memakai kita secara maksimal sebagai perpanjangan tangan-Nya?
Ibarat bola lampu yang akan terus menyala memberi terang sampai putus kawatnya,sudahkah kita memberi dampak positif bagi sesama dan membuat hidup orang lain lebih berarti?
Kalau kita masih di beri nafas hingga hari ini,itu berarti belum terlambat untuk menjadikan hidup ini lebih berarti,minimal untuk orang2 di sekitar kita.

Filipi 1:22
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini,itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih,aku tidak tahu.

Gbu all.....

Jumat, 03 Juni 2016

Hidup Yang Penuh Harapan

I Petrus 1: 3b

Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka. Seorang dokter dengan pakaian khusus keluar. "Istri Anda dalam keadaan baik. Namun sayang keadaan bayinya membahayakan jiwa istri Anda. Ada satu hal yang harus Anda putuskan, keselamatan istri Anda atau bayinya. Saya tahu hal ini sulit, namun kami telah berusaha sekuat mungkin. Akhirnya kami harus menemui Anda, sebab keputusan Anda amat menentukan. Jika Anda sudah siap, silahkan kami dihubungi dan menandatangani formulir ini", setelah berkata demikian dokter tersebut memeluk bahu pria yang diajak bicara.

Sorot matanya di balik kaca mata yang tebal memberi semangat pada pria yang tubuhnya gemetar.
Rata Penuh
Pria yang sedari tadi gelisah, sekarang bertambah gemetar setelah menerima berita yang meluncur dari mulut dokter yang memeluknya.

Wajahnya jadi pucat seperti mayat. Butiran keringat dingin sebesar kacang kedelai bermunculan di dahinya. Mulutnya menganga, lidahnya kelu.

Matanya nanar. Setelah berusaha menelan ludahnya, ia berusaha mengeluarkan kata-kata.

"Dokkkkter, .....mmm. bbberi kesempatan saaaya untuk berdoa".
Kepala dokter tersebut menggangguk, tanda setuju.
Ruangan tunggu kelahiran bayi malam itu sepi menggigit, sinar lampunya nampak pudar.

Suasana saat itu bisu dingin menutupi tembok sekeliling ruangan itu. Pria itu kemudian tertunduk. Wajahnya ditenggelamkan atas kedua telapak tangannya yang menopangnya. Suara tangis tertahan bercampur kepedihan dan rasa takut menimbulkan suara yang keluar dari mulutnya seperti suara berguman, tidak jelas. Suasa kembali sunyi . Kemudian ia perlahan bangkit, berjalan menuju perawat yang berdiri menunggunya.

"Suster, katakan kepada dokter, istri saya perlu diselamatkan, sedapat-dapatnya selamatkan juga anak saya. Saya telah melihat harapan."

Suster itu hanya menggangguk, kemudian menyodorkan sehelai lembaran formulir. Setelah ditandatangani. Ia kembali menunggu.

Persalinan berlangsung sulit. Dokter berupaya mengeluarkan bayi dari dalam rahim wanita yang sudah mulai kehabisan tenaga. Dengan alat khusus, dokter tersebut mengupayakan kepala sang bayi dapat keluar terlebih dahulu. Namun tiba-tiba, crot.., darah segar muncrat disertai bola mata yang masih terikat ototnya keluar mengelantung, baru kemudian kepala bayi. Merasa berpacu dengan waktu, dokter makin berusaha keras untuk mengeluarkan seluruh tubuh bayi itu. Bunyi gemeretak tulang rawan bayi yang patah karena proses tersebut. Akhirnya, tubuh bayi yang mirip seonggok daging tersebut utuh keluar dari dalam rahim. Persalinanpun berjalan sampai tuntas.

Dokter segera memerintahkan seorang perawat agar membersihkan tubuh bayi tersebut dan segera dimasukkan kantong mayat. Namun Tuhan yang mendengar doa bertindak lain. Tubuh bayi yang masih berlumuran darah dibersihkan terlebih dahulu oleh perawat. Saat tangan sang perawat membersihkan tubuh bayi di bagian dada sebelah kiri, nampak denyut jantung yang lemah. Tanda kehidupan. Rupanya denyut yang lemah terlihat oleh sang perawat tersebut. Segera bayi tersebut di kirim ke ruang khusus.

Empat tahun kemudian, bayi itu tumbuh menjadi seorang anak mirip monster hidup. Ia di beri nama William Cutts. Jika bayi normal, diusia sebelas tahun telah belajar berjalan, tidak demikian dengan William Cutts. Ia baru belajar merangkak seperti anjing. Kepala bagian kanan agak besar, matanya yang kanan rusak berat, tidak mungkin bisa melihat.

Bahunya miring. Menjelang remaja, jalannya miring seperti tiang hampir roboh. Dan kata dokter, otaknya tak akan sanggup berkembang alias tidak mungkin bisa belajar seperti manusia normal.

Sudut pandang dokter rupanya beda dengan kedua orang tuanya, mereka melihat harapan. Orangtuanya terus membesarkannya dengan penuh kasih sayang. "Kelak anakku akan dipakai Tuhan secara luar biasa, sebab aku yakin harapan itu ada", demikian doa kedua orangtuanya, setiap kali melihat William Cutts yang selalu kesulitan dengan menyelaraskan jalannya dengan bahunya. Tuhanpun mewujudkan harapan anak-anakNya.

Tepat pada waktuNya, William Cutts bersimpuh di kaki- Nya, satu ayat yang dipegangnya yang menjadi dasar panggilannya, "Justru di dalam kelemahan kuasa-Ku menjadi sempurna", II Korintus 12: 9. Inilah sumber pengharapan baginya.

Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan orang yang berharap kepada-Nya.

Tuhan pun membuktikan janjiNya. Apa yang tidak dipandang oleh dunia, dipakai Allah secara luar biasa. Dengan segala keterbatasannya, William Cutts maju untuk taat. Harapan demi harapan terkuak setelah ia taat melangkah.

Setelah menyelesaikan sarjananya di sekolah theologia, ia menjadi utusan misi ke Irian Jaya, Indonesia. Tuhan meneguhkan janjiNya, dalam kelemahan kuasa-Nyata nyata. Tiap langkah pelayanan William Cutts, Tuhan meneguhkan dengan mujizat-Nya. Semua ini diawali dengan orang yang melihat harapan dan mempercayai harapan di dalam Yesus itu pasti ada dan tidak pernah sia-sia.

William Cutts telah menyaksikan apa makna hidup di dalam pengharapan yang berlimpah di dalam Kristus!

Sesungguhnya harapan di dalam Kristus itu, adalah;

Harapan selalu memperlihatkan pada orang percaya bahwa di ujung jalan yang gelap ada terang.

Harapan selalu dapat menopang kehidupan orang percaya yang telah patah semangat dan tak berdaya.

Harapan selalu memberikan peluang, kemungkinan dan kepastian ada pemulihan kembali saat kehidupan dirasa seperti buluh yang patah atau sumbu hanya tinggal asap.

Jadi harapan itu selalu memberikan kehidupan, semangat, gairah dan kesegaran baru. Dan ..

Orang yang berharap kepada Tuhan tak pernah dibiarkan malu tersipu-sipu!

Harapan yang Tuhan Yesus berikan bukan harapan seperti yang Anda dipikirkan atau dunia tawarkan. Harapan di dalam Kristus bukan harapan yang terbatas, tidak pasti dan bersifat temporer. Harapan di dalam Kristus adalah harapan yang melimpah, pasti, dan berlimpah bak sungai.

Harapan yang demikian selalu ada di dalam diri orang percaya.

Dan harapan itu amat nyata secara khusus bagi orang-orang percaya yang mengalami berbagai-bagai dukacita karena pencobaan (ay. 6).

Jika demikian mengapa Anda berkata , "tidak ada harapan bagiku?"
Ambillah selangkah lagi, lihat tangan-Nya terbuka siap memeluk Anda.

Source : from eliastories


Gbu all...

Kamis, 02 Juni 2016

Dare to Discipline

Salah satu dari Kumpulan Khotbah Ps. Levi Supit

Setiap prang tua pasti mengharapkan anak-anaknya untuk bertumbuh menjadi seorang yang pintar, berhasil, sukses, bahagia dan seterusnya. Tetapi yang tidak kalah penting adalah harapan orang tua agar anaknya memiliki karakter yang baik. Tanpanya, apalah artinya keberhasilan, kekayaan dan nama besar.


Untuk membentuk karakter yang baik orang tua memerlukan 2 nilai penting yaitu kasih dan disiplin. Keduanya harus diberikan secara seimbang. Selama ini berlangsung orang tua akan berinteraksi dengan anak-anak mereka dimana hal-hal kecil adalah hal-hal yang besar bagi anak-anak.

Semakin muda usia anak-anak kita, maka semakin penting hal-hal yang kecil tersebut kita ajarkan bagi mereka. Memang dibutuhkan banyak pengorbanan, namun jika kita berhasil membangun karakter yang baik dalam hidup mereka, maka mereka akan menghormati kita lalu dengan mudah mereka akan menghormati Tuhan dan sesama.

Parenting Styles
Tiga gaya orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Pertama, gaya yang berpusat pada orang tua. Gaya membesarkan anak-anak dimana orang tua menjadi fokus utamanya. Biasanya terjadi pada orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi 'sempurna'. Mereka menginginkan anaknya menjadi seperti keinginan mereka, bukan yang Tuhan inginkan. Keinginan orang tua mungkin tercapai, tetapi kemungkinan tidak dengan hati nurani sang anak.

Anak diam-diam kecewa dan kepahitan karena tidak ada kesempatan untuk terbuka menyampaikan keinginannya. Dengan kata lain, tidak ada tawar-menawar di dalam orang tua membesarkan anak menurut keinginan hati orang tua-nya.

Kedua, gaya yang berpusat pada anak. Sebuah gaya membesarkan anak dimana anak adalah segala-galanya.

Sering kali karena kesibukan orang tua diluar rumah, maka orang tua menggantikan kasih sayang yang hilang atau menutupi kesalahannya dengan memberi materi atau kemudahan dalam memberikan ijin bagi anak-anaknya. Anak menjadi terbiasa memimpin dan mengambil keputusan yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua. AKhirnya sang anak menjadi sangat manja, sulit untuk mandiri dan sulit untuk mengerti perubahan.

Dengan sikap suka memanjakan, anak tumbuh dengan sikap tidak menghargai barang, bahkan lama-kelamaan sang anak kehilangan rasa hormat terhadap orang tua. Dengan kata lain, anak suka mengatur atau menguasai orang tuanya.

Ketiga, gaya yang berpusat pada pembentukan karakter. Sebuah gaya membesarkan anak, dimana membangun karakter menjadi hal yang sangat penting.

Orang tua berfokus pada hasil akhir dari si anak. Orang tua menyadari pentingnya peran kasih dalam mebesarkan anak karena mereka bersandar kepada kasih Allah dan firmanNya.

Tetapi orang tua juga sadar bahwa dalam kasih ada kedisiplinan. Kasih dan disiplin tidak dapat dipisahkan. Orang tua berani untuk mendisiplinkan anak bukan untuk menghukum atau menakuti tetapi untuk membangun karakter yang baik dalam hidup anak-anaknya.

Discipline
Disiplin menjadi hal penting yang tidak terlepas dari kasih karena ketika anak-anak taat mendengarkan perkataan dan peraturan sejak kecil, maka ia akan mudah taat dan disiplin kepada perintah-perintah Allah. Apakah disiplin itu?

Pertama, disiplin adalah pencegahan dini akan problem di masa mendatang, bukan sekedar saat ini. Anak yang diajar hidup mandiri sejak kecil, akan lebih siap menghadapi permasalahan diwaktu ia besar. Kedua, disiplin berarti mengajar, memberi petunjuk dan melatih. Disiplin berbeda dengan menghukum. Melatih berarti menunjukan kesalahan, memberi pengertian dan mengajar anak untuk memperbaiki kesalahan. Ketiga, displin berarti mengubah kelakukan yang tidak diinginkan kepada kelakukan yang baik. Keempat, disiplin adalah mengajarkan anak untuk melakukan yang baik bukan yang nyaman.

Lewat pendisiplinan, maka anak diajarkan untuk berpikir dahulu sebelum bertindak sehingga akan menolong mereka bertumbuh menjadi orang yang luar biasa.

Pada akhirnya, banyak cara, pendapat dan pengetahuan dalam mendisiplinkan anak. Namun tidak ada satu pun yang melebihi kehebatan dari hikmat surgawi. Orang tua sendirilah yang dapat mengenal anak-anaknya dan menentukan cara terbaik untuk mendidik mereka. Ada anak yang membutuhkan belaian untuk maju, tetapi ada juga yang butuh cambukan untuk berhasil.

Yang terpenting bagi orang tua adalah menyadari bahwa setiap anak adalah titipan Tuhan yang harus dipelihara dengan penuh tanggung jawab, bukan malah di telantarkan atau di eksploitasi berlebihan.

Selalu libatkan Tuhan dalam mendisiplinkan anak Anda. Satu hal lain yang tidak kalah penting adalah orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi sang anak, dimulai dari menghormati dan menghargai terlebih dahulu pasangan hidup kita sehingga anak juga menghjormati dan mengasihi kita.

Diambil dari warta jemaat Mawar sharon dari materi seminar orang tua yang dibawahkan oleh Ps. Levi Supit


Gbu all...

Rabu, 01 Juni 2016

Mengajarkan Firman Tuhan Pada Anak

Ayat bacaan: Ulangan 6:6-7
"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun."

Ada seorang teman online saya orang Amerika yang sudah lanjut usia. Baru-baru ini ia menggali kembali foto-foto lama keluarganya, dan mengenalkan ayahnya yang sudah lama meninggal dunia. Dia mengatakan betapa bersyukurnya dirinya memiliki sosok ayah seperti beliau, yang selalu memberi kasih sayang, perhatian dan mengajarkan budi pekerti selama ia bertumbuh. "Apa yang ia wariskan pada saya bukan uang atau harta kekayaan, namun segala bentuk perhatian dan kasih sayangnya mengasuh saya hingga dewasa,hal itu sungguh warisan yang sangat berharga. Saya tidak akan bisa seperti sekarang tanpa sosok seperti ayah." itu katanya. Apa yang kita tinggalkan bagi orang lain disebut sebagai warisan. Biasanya orang akan mengacu pada harta kekayaan, baik uang maupun benda, ada pula yang mewariskan kekuasaan, perusahaan, dan hal-hal lain yang dianggap bernilai tinggi. Sebaliknya, warisan juga bisa mengacu pada hal-hal negatif, seperti warisan hutang, reputasi/nama buruk dan sebagainya.

Warisan apa yang baik untuk kita berikan pada keturunan kita? Sudah pasti tidak akan ada yang mau meninggalkan warisan dalam bentuk hutang dan reputasi buruk. Banyak orang tua akan selalu berusaha untuk meninggalkan warisan harta sebanyak-banyaknya. Tapi Alkitab mencatat ada sebuah warisan yang jauh lebih berharga dibandingkan harta benda dan bentuk-bentuk kekayaan lainnya, yaitu warisan iman akan Kristus. Mari kita baca dalam kitab Ulangan 6. "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." (Ulangan 6:6-7). Kita diwajibkan untuk memahami firman Tuhan, mengenal pribadi Allah lewat Kristus, dan harus pula mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anak kita. Ketika kekayaan berupa harta benda dan uang pada suatu saat akan habis lenyap, tidak demikian halnya dengan iman akan Kristus. Ini adalah bekal yang sungguh bermanfaat sepanjang kehidupan di dunia, dan menjadi bekal untuk kehidupan kekal kelak.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus mengenalkan firman Tuhan sejak dini pada anak-anak kita. Ketika kita duduk di rumah, dalam perjalanan, ketika berbaring dan ketika kita bangun. Ini menunjukkan bahwa kita haruslah mengenalkan dan mengajarkan firman Tuhan secara berulang-ulang dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Tidak cukup berhenti hanya sampai tidak menghalang-halangi seperti renungan yang kita baca kemarin, namun kita juga dituntut untuk mengajarkan secara berulang-ulang pada setiap kesempatan, pada setiap aspek kehidupan mereka, sepanjang perjalanan hidup mereka sejak awal hingga dewasa, kapan saja kita masih punya kesempatan untuk berada bersama-sama mereka. Lebih jauh lagi, kita juga harus mampu menjadi teladan bagi mereka, bagaimana kita menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari kita, dan bagaimana aplikasinya secara nyata.

Daud menyadari hal ini. "Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!" (Mazmur 34:13). Apa yang hendak diajarkan Daud mengenai takut akan Tuhan pada mereka? Kita lihat ayat selanjutnya. "Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya." (ay 13-18). Dan seterusnya hingga perikop ini selesai.

Sudahkah anda dengan tekun mengajarkan anak-anak anda untuk mengenal Kristus, dan demikian mengenal pribadi Allah? Dan yang lebih penting lagi, sudahkah anda menjadi contoh teladan yang baik bagi mereka? Semua ini akan menjadi bekal yang sungguh berharga bagi perjalanan kehidupan mereka di masa mendatang. Firman Tuhan berkata: "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."(Amsal 22:6). Ini investasi yang sangat penting, sekaligus akan menjadi warisan yang paling berharga bagi mereka.

Mewariskan iman tidak hanya berguna di dunia, tapi juga di Surga


Gbu all....