Hidupilah
kehidupan Anda hingga Anda mati. Mengapa saya mengungkapkan pernyataan
tersebut? Karena banyak orang yang sudah mati walaupun dalam keadaan
hidup. Dalam bukunya How to Live 365 Days a Year, Dr.Schindler
menyatakan bahwa tiga dari empat orang yang berbaring di rumah sakit di
isi oleh orang yang mengidap EII - Emotional Induced Illness (penyakit
yang disebabkan oleh emosi). Jadi bisa dibayangkan, 3 dari 4 orang di
rumah sakit akan sehat ketika bisa menangani emosinya.
David
J. Schwartz, penulis buku Berpikir dan Berjiwa Besar menceritakan
tentang temannya seorang pengacara yang mengidap TBC. Pengacara ini tahu
bahwa ia harus menjalani hidup yang terbatas dengan banyak aturan,
tetapi hal ini tidak pernah menghentikannya menjalankan praktek hukum,
menghidupi keluarga yang baik, dan benar-benar menikmati hidup.
Pria
itu telah berusia 78 tahun dan mengekspresikan filosofinya dengan
kata-kata ini: "Saya akan hidup hingga saya mati, dan saya tidak akan
mencampur aduk hidup dan mati. Sementara saya masih ada di muka bumi
ini, saya akan terus hidup. Mengapa harus hanya setengah hidup? Setiap
menit yang dihabiskan orang untuk khawatir soal kematian sama saja orang
itu sudah mati selama satu menit itu."
Anda
bisa menjalani kehidupan ini dengan dua cara. Pertama hidup dalam
kekuatiran, maka kematian akan semakin cepat menjemput Anda. Kedua hidup
dalam ucapan syukur dan optimisme, maka seburuk apapun keadaannya,
Tuhan sanggup membuatnya lebih baik dan lebih baik lagi.
Sumber: Berpikir dan Berjiwa Besar; David J. Schwartz; Binarupa Aksara
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Senin, 05 Oktober 2015
Minggu, 04 Oktober 2015
MEREDAKAN KEMARAHAN
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu (Efesus 4:26)
Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? "Sederhana!" kata mereka. "Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik.
Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan."
Kemarahan bisa mampir mendadak; ketika kita dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Mazmur 37 ditulis bagi orang muda yang panas hatinya ketika melihat orang-orang jahat sukses. Mereka berbuat curang (ayat 1), melakukan tipu daya, tetapi hidup lebih berhasil ketimbang dirinya yang hidup lurus (ayat 7).
Kemarahan pun muncul. Jika dipendam, kemarahan ini akan berbuahkan iri hati dan kepahitan. Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri! Maka, pemazmur menasihatinya untuk berhenti marah (ayat 8) dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan (ayat 5). Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan (ayat 10,11). Kemarahan tidak berguna. Jika disimpan, ia bagai sampah yang membusuki hati.
Apakah Anda sedang marah atau kerap marah? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi bisa diredakan. Ceritakan kekesalan Anda kepada Tuhan, nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah Anda sebelum mentari terbenam. Jangan biarkan kemarahan mengotori hati, mematahkan semangat, dan mengganggu waktu tidur Anda! --JTI
KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER IA HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT
Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? "Sederhana!" kata mereka. "Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik.
Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan."
Kemarahan bisa mampir mendadak; ketika kita dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Mazmur 37 ditulis bagi orang muda yang panas hatinya ketika melihat orang-orang jahat sukses. Mereka berbuat curang (ayat 1), melakukan tipu daya, tetapi hidup lebih berhasil ketimbang dirinya yang hidup lurus (ayat 7).
Kemarahan pun muncul. Jika dipendam, kemarahan ini akan berbuahkan iri hati dan kepahitan. Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri! Maka, pemazmur menasihatinya untuk berhenti marah (ayat 8) dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan (ayat 5). Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan (ayat 10,11). Kemarahan tidak berguna. Jika disimpan, ia bagai sampah yang membusuki hati.
Apakah Anda sedang marah atau kerap marah? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi bisa diredakan. Ceritakan kekesalan Anda kepada Tuhan, nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah Anda sebelum mentari terbenam. Jangan biarkan kemarahan mengotori hati, mematahkan semangat, dan mengganggu waktu tidur Anda! --JTI
KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER IA HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT
Gbu all...
Sabtu, 03 Oktober 2015
SELALU BERJAGA-JAGA
“Berjaga-jagalah
senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari
semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan
Anak Manusia.” Lukas 21:36
Ayat di atas adalah suatu nasihat dan sekaligus peringatan bagi setiap anak Tuhan yang hidup di masa akhir ini. Nasihat “berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa” disampaikan agar kita selalu waspada dan tidak jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata berjaga-jaga yang dimaksud di sini adalah memiliki sikap hidup, perilaku yang berbeda dan tidak serupa dengan orang dunia. melainkan seturut kehendak Tuhan, “...sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2), sedangkan berdoa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa bertekun dalam doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, karena sumber kekuatan itu datangnya hanya dari Tuhan.
Saat ini dunia menawarkan banyak hal: kesenangan, kemewahan dan segala kenikmatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah surat kabar memuat berita tentang maraknya iklan-iklan berbau atheis di Eropa. Salah satunya mengatakan, “Barangkali Tuhan tidak ada. Karena itu bersenang-senanglah dan nikmatilah hidup!” Ini bisa diartikan, selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal rohani seperti ibadah, pelayanan, hidup kudus dan sebagainya. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan akhirnya tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora dunia ini. Alkitab tegas mengingatkan, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora, dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Lukas 21:34). lngat kejatuhan seseorang itu terkadang bukan karena banyaknya masalah/penderitaan , tetapi justru saat sedang dalam kelimpahan, nyaman dalam segala hal, yang akhirnya membuat lengah. Tapi bila kita tekun berdoa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberi kekuatan dan melindungi kita dari segala tipu muslihat kuasa jahat.
“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” 1 Korintus 10:12
Gbu all...
Ayat di atas adalah suatu nasihat dan sekaligus peringatan bagi setiap anak Tuhan yang hidup di masa akhir ini. Nasihat “berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa” disampaikan agar kita selalu waspada dan tidak jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata berjaga-jaga yang dimaksud di sini adalah memiliki sikap hidup, perilaku yang berbeda dan tidak serupa dengan orang dunia. melainkan seturut kehendak Tuhan, “...sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2), sedangkan berdoa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa bertekun dalam doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, karena sumber kekuatan itu datangnya hanya dari Tuhan.
Saat ini dunia menawarkan banyak hal: kesenangan, kemewahan dan segala kenikmatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah surat kabar memuat berita tentang maraknya iklan-iklan berbau atheis di Eropa. Salah satunya mengatakan, “Barangkali Tuhan tidak ada. Karena itu bersenang-senanglah dan nikmatilah hidup!” Ini bisa diartikan, selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal rohani seperti ibadah, pelayanan, hidup kudus dan sebagainya. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan akhirnya tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora dunia ini. Alkitab tegas mengingatkan, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora, dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Lukas 21:34). lngat kejatuhan seseorang itu terkadang bukan karena banyaknya masalah/penderitaan , tetapi justru saat sedang dalam kelimpahan, nyaman dalam segala hal, yang akhirnya membuat lengah. Tapi bila kita tekun berdoa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberi kekuatan dan melindungi kita dari segala tipu muslihat kuasa jahat.
“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” 1 Korintus 10:12
Gbu all...
Jumat, 02 Oktober 2015
Mewaspadai Ucapan
Pada
masa kekuasaan Tsar Nicolas I di kekaisaran Rusia, pecah sebuah
pemberontakan yang dipimpin seorang bernama Kondraty Ryleyev. Namun,
pemberontakan itu berhasil ditumpas. Ryleyev, sang pemimpin ditangkap
dan dijatuhi hukuman gantung. Namun saat tali sudah diikatkan di
lehernya dan eksekusi dilaksanakan, tiba-tiba tali gantungan itu putus.
Di masa itu, kejadian luar biasa seperti itu biasanya dianggap sebagai
bukti bahwa terhukum tidak bersalah dan Tsar mengampuninya. Namun,
Ryleyev yang lega dan merasa di atas angin pun menggunakan kesempatan
itu untuk tetap mengkritik, "Lihat, di pemerintahan ini sama sekali
tidak ada yang betul. Bahkan, membuat talipun tidak becus!"
Seorang pembawa pesan yang melihat peristiwa putusnya tali ini kemudian melaporkan pada Tsar. Sang penguasa Rusia itu bertanya, "Lalu, apa yang Ryleyev katakan?" Ketika pembawa pesan itu menceritakan komentar Ryleyev di atas, Tsar pun menjawab, "Kalau begitu, mari kita buktikan bahwa ucapannya tidak benar." Ryleyev pun menjalani hukuman gantung kedua kalinya dan kali ini tali gantungannya tidak putus. Bukan hukuman yang membinasakannya, tapi ucapannya sendiri.
Lidah itu seperti kekang kuda, kemudi sebuah kapal, yang hanya benda kecil tapi bisa mengendalikan Benda raksasa. Lidah dapat menjadi seperti api kecil di tengah hutan, bahkan lebih buas dari segala hewan liar.
Apa yang kita ucapkan sangat sering menentukan arah hidup kita. Apa saja yang kita ucapkan pada orang lain dan pada diri sendiri sangat berpengaruh terhadap kejadian-kajdian yang akan kita alami kemudian.
Apa yang kita ucapkan seringkali menentukan apa yang kemudian kita terima.
" ... tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan."
( Yakobus 3 : 2 )
Seorang pembawa pesan yang melihat peristiwa putusnya tali ini kemudian melaporkan pada Tsar. Sang penguasa Rusia itu bertanya, "Lalu, apa yang Ryleyev katakan?" Ketika pembawa pesan itu menceritakan komentar Ryleyev di atas, Tsar pun menjawab, "Kalau begitu, mari kita buktikan bahwa ucapannya tidak benar." Ryleyev pun menjalani hukuman gantung kedua kalinya dan kali ini tali gantungannya tidak putus. Bukan hukuman yang membinasakannya, tapi ucapannya sendiri.
Lidah itu seperti kekang kuda, kemudi sebuah kapal, yang hanya benda kecil tapi bisa mengendalikan Benda raksasa. Lidah dapat menjadi seperti api kecil di tengah hutan, bahkan lebih buas dari segala hewan liar.
Apa yang kita ucapkan sangat sering menentukan arah hidup kita. Apa saja yang kita ucapkan pada orang lain dan pada diri sendiri sangat berpengaruh terhadap kejadian-kajdian yang akan kita alami kemudian.
Apa yang kita ucapkan seringkali menentukan apa yang kemudian kita terima.
" ... tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan."
( Yakobus 3 : 2 )
Gbu all...
Kamis, 01 Oktober 2015
Menang Terhadap Sisi Tersembunyi Hidup Anda
Kejadian 3:9-10
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?; Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.
Bagaimana kita bisa sungguh-sungguh membiarkan seseorang mengenal diri kita ketika kita sendiri bahkan tidak mengenal siapa kita? Coba pikirkan apa yang seseorang pernah katakan berikut ini, "Ketika dua orang bertemu, sesungguhnya ada enam pribadi yang hadir: dua dari cara mereka melihat diri mereka sendiri, dua dari cara mereka melihat orang lain, dan dua dari kenyataan diri mereka sesungguhnya. "
Dalam setiap diri manusia pasti memiliki sisi yang dinamakan sisi yang tersembunyi. Sisi tersembunyi manusia ini biasanya adalah bagian yang diketahui oleh orang tersebut, tetapi dijaga agar orang lain tidak mengetahuinya.
Sisi tersembunyi yang dimiliki manusia, baik itu Anda maupun saya adalah sisi yang diberikan Allah dalam kehidupan kita. Sisi ini menunggu untuk diakui dan dibongkar keluar. Sisi ini merupakan harta terpendam yang ditanam oleh Tuhan sendiri, menunggu untuk diungkapkan dalam hidup kita. Begitu pun dengan apa yang dilakukan oleh Adam ketika jatuh dalam dosa.
Adam menyembunyikan diri dari Allah ketika dia melanggar aturan Taman Eden dan ikut memakan buah terlarang. Pada saat memakan buah tersebut, ia semakin menyadari hal yang memalukan dari dirinya dibandingkan dengan sebelum ia tidak taat. Rasa malu adalah satu kekuatan yang sangat kuat dan menyakitkan, yang mendorong kita untuk bersembunyi. Rasa malu ini perlu disembuhkan. Tetapi, di balik rasa malu sering kali ditemukan hal-hal terlarang yang telah kita perbuat.
Identitas kita begitu terikat dengan keakraban dengan Tuhan, ketika kita gagal untuk tetap berada dalam kebebasan yang telah Dia berikan bagi kita, kita tidak dapat menikmati berjalan bersama-Nya di dalam "hari yang sejuk" (yang dalam bahasa Ibrani berarti hari kemuliaan Tuhan). Kita menyembunyikan diri kita di balik pepohonan ketika Tuhan hadir mendekati kita, sama seperti yang diperbuat oleh Adam.
Kejatuhan Adam sebenarnya bukanlah dikarenakan oleh pihak luar yang membuat dirinya kehilangan kemuliaan Allah, melainkan karena pilihan-pilihan yang telah diambil sebelumnya. Adam memilih untuk mempercepat pengenalannya terhadap Allah dengan cara yang tidak benar, yakni melanggar larangan yang Allah berikan.
Akhir dari pelanggaran yang Adam lakukan adalah hubungannya dengan Allah menjadi semakin menjauh dan kebenaran yang dia miliki sebelumnya telah tercemari dengan dosa. Pada saat Allah mencari Adam,yang diinginkan oleh Allah ketika itu bukanlah posisi adam yang berada di balik pohon melainkan keberadaan dirinya. Namun, Adam tidak mengerti pertanyaan oleh Penciptanya sehingga jawaban yang keluar pun tidak seperti yang diharapkan oleh Allah. Adam mulai mencari alasan. Dia sudah tidak murni lagi dihadapan Tuhan.
Adam mulai mempersalahkan Tuhan dan istrinya yang kemudian pada gilirannya menyalahkan si ular. Ketidakmampuannya untuk mengakui pilihan, posisi, dan kenyataannya yang ada sekarang telah mendorongnya untuk menekan kebenaran dalam jiwanya. Dengan memakan buah terlarang itu jiwa Adam terbelah. Kematian dialami jiwanya dan ia sekarang tidak menikmati kebersamaanya dengan Tuhan.
Sisi tersembunyi ini merupakan tempat putusnya hubungan yang nyata, dan menghalangi keintiman serta pengungkapan diri yang murni. Sisi tersembunyi ini lebih berpotensi merusak daripada sisi tak terlihat karena sisi tersembunyi tersebut menekan hal-hal begitu dalam pada alam "bersentuhan" dengan alasan mengapa kita melakukan dan mengatakan hal-hal tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya pemulihan dan penyembuhan terhadap hal-hal tersembunyi ini.
Sebelum mengetahui bagaimana memulihkan dan menyembuhkan sisi tersembunyi dalam hidup kita, ada baiknya mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penghalang kita memasuki sisi tersembunyi tersebut.
Yang menjadi penghalang kita dapat memasuki sisi tersembunyi kita adalah perasaan, penilaian, dan keyakinan yang kita miliki. Mereka setiap kali menampakkan diri, seperti katak di lumpur, ketika seseorang terlalu mendekati daerah terlarang dari hidup kita. Kita "bersuara parau" di dalam ketakutan dan rasa sakit ketika seseorang menginjak sisi tersembunyi kita. Kata-kata orang lain dan berbagai kejadian membuat reaksi bawah sadar kita bergolak dalam diri kita hampir secara "spontan". Seseorang bisa mengatakan sesuatu tanpa bermaksud apa-apa, tetapi reaksi kita terhadap perkataannya bisa mengagetkannya dan mengagetkan diri kita sendiri.
Kita mungkin berusaha memperbaiki keadaan dengan mengatakan sesuatu seperti, "Saya tidak bermaksud demikian". Namun, sebenarnya dengan berkata tersebut sebenarnya diri kita sedang berusaha untuk bersembunyi dari orang lain, Tuhan, dan terutam dari persoalan-persoalan yang belum terselesaikan serta dari diri kita sendiri.
Jika kita gagal menghadapi ketiga hal penghalang tersebut, kita tidak akan bisa menghapus dampak ketiganya terhadap realitas kita yang sekarang. Kita mendapati bahwa kita berkali-kali melakukan apa yang coba kita hindari. Akibatnya, sisi tersembunyi kita akan semakin besar dan besar.
Ada empat langkah yang dapat Anda lakukan agar lepas dari sisi terdalam Anda yang telah rusak yang sebenarnya telah dibawa oleh nenek moyang manusia, yakni Adam.
Langkah 1: Berdamai dengan sejarah hidup kita. Sejarah hidup kita yang kelam mungkin tidak akan pernah bisa ubah, tetapi Tuhan memberikan kuasa-Nya agar kita dapat terbebas dari semua masa lalu kita tersebut. Dengan kuasa-Nya, kita bisa mendapatkan pengertian dan kebebasan dari kepahitan penilaian-penilaian kita, berbagai penilaian kita yang lain, dan keyakinan kita yang tidak tepat tentang diri sendiri, orang lain, keadaan kita, dan Tuhan.
Langkah 2: Meminta Roh Kudus untuk meneliti dan menunjukkan kepada kita. Sebuah krisis adalah suatu momen penentuan dalam hidup kita. Dengan pertolongan Roh Kudus, krisis yang kita hadapi dapat mengantarkan kita memasuki suatu proses yang akan membebaskan kita dari keterbatasan yang telah membelenggu kita. Kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan, Seseorang yang Paling Penting, dan orang lain yang peduli menolong kita untuk melakukan pemilahan melalui sisi tersembunyi yang ada dalam hidup kita.
Langkah 3: Memahami sejarah hidup kita. Jika gagal memahami sejarah hidup kita, kita dengan mudah bisa menggagalkan tujuan kita. Adalah maksud Bapa untuk membawa kita dari krisis, melewati proses penyempurnaan, dan mencapai kemuliaan.
Langkah 4: Menyiapkan diri kita - prosesnya akan menyakitkan. Melibatkan Tuhan dan sejarah hidup kita serta menghadapi hal-hal yang ada di dalam lumpur sisi tersembunyi hidup membantu kita untuk melangkah menuju kemuliaan. Walaupun prosesnya sakit, tetapi nantinya kita akan bisa menikmati hasilnya dalam jangka panjang.
Keputusan adalah hal yang penting yang perlu Anda lakukan agar keluar menjadi orang yang jujur kepada Tuhan dan orang sekeliling Anda. Saat Anda mau untuk masuk ke dalam sisi tersembunyi hidup Anda dan menanganinya maka sebenarnya Anda sedang sedang melangkah ke dalam kemuliaan yang telah ia janjikan.
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?; Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.
Bagaimana kita bisa sungguh-sungguh membiarkan seseorang mengenal diri kita ketika kita sendiri bahkan tidak mengenal siapa kita? Coba pikirkan apa yang seseorang pernah katakan berikut ini, "Ketika dua orang bertemu, sesungguhnya ada enam pribadi yang hadir: dua dari cara mereka melihat diri mereka sendiri, dua dari cara mereka melihat orang lain, dan dua dari kenyataan diri mereka sesungguhnya. "
Dalam setiap diri manusia pasti memiliki sisi yang dinamakan sisi yang tersembunyi. Sisi tersembunyi manusia ini biasanya adalah bagian yang diketahui oleh orang tersebut, tetapi dijaga agar orang lain tidak mengetahuinya.
Sisi tersembunyi yang dimiliki manusia, baik itu Anda maupun saya adalah sisi yang diberikan Allah dalam kehidupan kita. Sisi ini menunggu untuk diakui dan dibongkar keluar. Sisi ini merupakan harta terpendam yang ditanam oleh Tuhan sendiri, menunggu untuk diungkapkan dalam hidup kita. Begitu pun dengan apa yang dilakukan oleh Adam ketika jatuh dalam dosa.
Adam menyembunyikan diri dari Allah ketika dia melanggar aturan Taman Eden dan ikut memakan buah terlarang. Pada saat memakan buah tersebut, ia semakin menyadari hal yang memalukan dari dirinya dibandingkan dengan sebelum ia tidak taat. Rasa malu adalah satu kekuatan yang sangat kuat dan menyakitkan, yang mendorong kita untuk bersembunyi. Rasa malu ini perlu disembuhkan. Tetapi, di balik rasa malu sering kali ditemukan hal-hal terlarang yang telah kita perbuat.
Identitas kita begitu terikat dengan keakraban dengan Tuhan, ketika kita gagal untuk tetap berada dalam kebebasan yang telah Dia berikan bagi kita, kita tidak dapat menikmati berjalan bersama-Nya di dalam "hari yang sejuk" (yang dalam bahasa Ibrani berarti hari kemuliaan Tuhan). Kita menyembunyikan diri kita di balik pepohonan ketika Tuhan hadir mendekati kita, sama seperti yang diperbuat oleh Adam.
Kejatuhan Adam sebenarnya bukanlah dikarenakan oleh pihak luar yang membuat dirinya kehilangan kemuliaan Allah, melainkan karena pilihan-pilihan yang telah diambil sebelumnya. Adam memilih untuk mempercepat pengenalannya terhadap Allah dengan cara yang tidak benar, yakni melanggar larangan yang Allah berikan.
Akhir dari pelanggaran yang Adam lakukan adalah hubungannya dengan Allah menjadi semakin menjauh dan kebenaran yang dia miliki sebelumnya telah tercemari dengan dosa. Pada saat Allah mencari Adam,yang diinginkan oleh Allah ketika itu bukanlah posisi adam yang berada di balik pohon melainkan keberadaan dirinya. Namun, Adam tidak mengerti pertanyaan oleh Penciptanya sehingga jawaban yang keluar pun tidak seperti yang diharapkan oleh Allah. Adam mulai mencari alasan. Dia sudah tidak murni lagi dihadapan Tuhan.
Adam mulai mempersalahkan Tuhan dan istrinya yang kemudian pada gilirannya menyalahkan si ular. Ketidakmampuannya untuk mengakui pilihan, posisi, dan kenyataannya yang ada sekarang telah mendorongnya untuk menekan kebenaran dalam jiwanya. Dengan memakan buah terlarang itu jiwa Adam terbelah. Kematian dialami jiwanya dan ia sekarang tidak menikmati kebersamaanya dengan Tuhan.
Sisi tersembunyi ini merupakan tempat putusnya hubungan yang nyata, dan menghalangi keintiman serta pengungkapan diri yang murni. Sisi tersembunyi ini lebih berpotensi merusak daripada sisi tak terlihat karena sisi tersembunyi tersebut menekan hal-hal begitu dalam pada alam "bersentuhan" dengan alasan mengapa kita melakukan dan mengatakan hal-hal tertentu. Oleh karena itu diperlukan adanya pemulihan dan penyembuhan terhadap hal-hal tersembunyi ini.
Sebelum mengetahui bagaimana memulihkan dan menyembuhkan sisi tersembunyi dalam hidup kita, ada baiknya mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penghalang kita memasuki sisi tersembunyi tersebut.
Yang menjadi penghalang kita dapat memasuki sisi tersembunyi kita adalah perasaan, penilaian, dan keyakinan yang kita miliki. Mereka setiap kali menampakkan diri, seperti katak di lumpur, ketika seseorang terlalu mendekati daerah terlarang dari hidup kita. Kita "bersuara parau" di dalam ketakutan dan rasa sakit ketika seseorang menginjak sisi tersembunyi kita. Kata-kata orang lain dan berbagai kejadian membuat reaksi bawah sadar kita bergolak dalam diri kita hampir secara "spontan". Seseorang bisa mengatakan sesuatu tanpa bermaksud apa-apa, tetapi reaksi kita terhadap perkataannya bisa mengagetkannya dan mengagetkan diri kita sendiri.
Kita mungkin berusaha memperbaiki keadaan dengan mengatakan sesuatu seperti, "Saya tidak bermaksud demikian". Namun, sebenarnya dengan berkata tersebut sebenarnya diri kita sedang berusaha untuk bersembunyi dari orang lain, Tuhan, dan terutam dari persoalan-persoalan yang belum terselesaikan serta dari diri kita sendiri.
Jika kita gagal menghadapi ketiga hal penghalang tersebut, kita tidak akan bisa menghapus dampak ketiganya terhadap realitas kita yang sekarang. Kita mendapati bahwa kita berkali-kali melakukan apa yang coba kita hindari. Akibatnya, sisi tersembunyi kita akan semakin besar dan besar.
Ada empat langkah yang dapat Anda lakukan agar lepas dari sisi terdalam Anda yang telah rusak yang sebenarnya telah dibawa oleh nenek moyang manusia, yakni Adam.
Langkah 1: Berdamai dengan sejarah hidup kita. Sejarah hidup kita yang kelam mungkin tidak akan pernah bisa ubah, tetapi Tuhan memberikan kuasa-Nya agar kita dapat terbebas dari semua masa lalu kita tersebut. Dengan kuasa-Nya, kita bisa mendapatkan pengertian dan kebebasan dari kepahitan penilaian-penilaian kita, berbagai penilaian kita yang lain, dan keyakinan kita yang tidak tepat tentang diri sendiri, orang lain, keadaan kita, dan Tuhan.
Langkah 2: Meminta Roh Kudus untuk meneliti dan menunjukkan kepada kita. Sebuah krisis adalah suatu momen penentuan dalam hidup kita. Dengan pertolongan Roh Kudus, krisis yang kita hadapi dapat mengantarkan kita memasuki suatu proses yang akan membebaskan kita dari keterbatasan yang telah membelenggu kita. Kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan, Seseorang yang Paling Penting, dan orang lain yang peduli menolong kita untuk melakukan pemilahan melalui sisi tersembunyi yang ada dalam hidup kita.
Langkah 3: Memahami sejarah hidup kita. Jika gagal memahami sejarah hidup kita, kita dengan mudah bisa menggagalkan tujuan kita. Adalah maksud Bapa untuk membawa kita dari krisis, melewati proses penyempurnaan, dan mencapai kemuliaan.
Langkah 4: Menyiapkan diri kita - prosesnya akan menyakitkan. Melibatkan Tuhan dan sejarah hidup kita serta menghadapi hal-hal yang ada di dalam lumpur sisi tersembunyi hidup membantu kita untuk melangkah menuju kemuliaan. Walaupun prosesnya sakit, tetapi nantinya kita akan bisa menikmati hasilnya dalam jangka panjang.
Keputusan adalah hal yang penting yang perlu Anda lakukan agar keluar menjadi orang yang jujur kepada Tuhan dan orang sekeliling Anda. Saat Anda mau untuk masuk ke dalam sisi tersembunyi hidup Anda dan menanganinya maka sebenarnya Anda sedang sedang melangkah ke dalam kemuliaan yang telah ia janjikan.
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)