Sabtu, 05 September 2015

Lari! Jangan Diam

Bacaan hari ini: Kejadian 39:1-12
Ayat mas hari ini: Kejadian 39:12
Bacaan Alkitab Setahun: 1Tawarikh 17-19

Suatu kali ada seorang pemuda yang bertanya demikian, “Apa yang harus saya lakukan jika suatu hari saya jalan-jalan di pantai lalu melihat seorang wanita dengan pakaian ala kadarnya? Kan pada saat itu saya tidak
sengaja melihatnya.” Jawabannya bukan pura-pura tidak melihat, menutup mata, atau mengalihkan pandangan ke arah yang lain, tetapi “LARILAH”. Pergilah dari tempat itu jangan berdiam diri. Mengapa? Karena kita harus menyadari kelemahan kita untuk jatuh dalam dosa.

Apa yang dilakukan oleh Yusuf sangatlah tepat. Ketika godaan datang, ia tidak cuma “pura-pura tidak melihat”, tetapi benar-benar lari ke luar. Padahal saat itu sangatlah mudah bagi Yusuf untuk berbuat dosa sekaligus menutupinya. Pertama, dalam rumah Potifar pada saat itu sepi, tidak ada siapa-siapa. Kedua, Yusuf memiliki kuasa yang sangat besar untuk menutup mulut semua pegawainya agar tak memberitahukan perselingkuhannya kepada Potifar. Yusuf adalah seorang kepala rumah tangga yang mana semua pegawai di rumah itu harus tunduk kepada perintahnya, terlebih jikalau istri potifar terlibat disana. Jadi, secara posisi Yusuf berada di posisi yang aman untuk berbuat dosa. Akan tetapi, Yusuf tak melakukannya, dan ia tidak diam di tempat, tetapi ia lari meninggalkan godaan tersebut.

Dalam hidup ini, jangalah sekali-kali merasa kuat terhadap godaan. Seperti Tuhan Yesus juga pernah mengingatkan, “roh memang penurut tetapi daging lemah” (Matius 26:41). Intinya jangan “bermain-main” dengan godaan, sebab akan ada satu titik di mana kita malah akan terseret. Jangan! Larilah menjauh.
JIKALAU ADA SINGA DI DEPAN JALAN, KENAPA TIDAK MENCARI JALAN LAIN UNTUK MENGHINDARINYA


Gbu all...

Jumat, 04 September 2015

Hidup adalah Perjuangan

Oleh: Ev. Manati I Zega

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. (Yohanes 5:4).

Salah satu tema yang tidak pernah berhenti dibicarakan semasa manusia hidup adalah tentang hidup itu sendiri. Karena itu, setiap orang harus mengerti makna dari kehidupan tersebut agar pemahamannya tentang hidup tidaklah terlalu sekuler. Sebab, dalam dunia ini terlalu banyak filosfi hidup yang dibangun tidak berdasarkan firman Tuhan. Sebut saja, filosofi yang mengatakan masa kecil ditimang-timang, masa muda foya-foya, masa tua kaya raya dan mati masuk surga.

Dalam bacaan firman Tuhan ini, Alkitab memberi perspektif yang berbeda tentang makna dari sebuah kehidupan. Di Yerusalem, dekat pintu gerbang domba ada sebuah kolam yang namanya Betesda. Dan, Betesda itu memiliki lima serambi. Di serambi-serambi itu, berbaring sejumlah besar orang sakit, orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh. Di sana mereka menantikan goncangan air kolam tersebut. Alkitab berkata, Allah membuat aturan main yang luar biasa dan akal manusia yang terbatas sulit memahaminya. Aturan itu adalah barang siapa terdahulu masuk di dalamnya, itulah yang mendapatkan kesembuhan. Aturan ini membuat kita bertanya, kalau hal itu diberlakukan bagi orang sehat tidak masalah. Tapi, hal ini diberlakukan bagi orang-orang sakit suatu hal yang sukar dipahami. Namun itulah aturan mainnya.

Satu prinsip yang sangat menonjol kita lihat di sini bahwa hidup itu sebuah perjuangan. Manusia harus berjuang sedemikian rupa agar memperoleh berkat yang sudah disediakan-Nya, yakni kesembuhan. Jika hanya berdiam diri dan tidak pernah mencoba bertarung, maka seumur hidup tidak pernah menyaksikan dan mengalami pertolongan Tuhan. Sakit, bukanlah alasan untuk berdiam diri. Keterbatasan bukan pula alasan untuk berkata inilah nasib saya. Tuhan mau, kita berjuang dari keterbatasan yang ada, agar kuasa-Nya makin nyata bagi kita. Inilah prinsip firman Tuhan.

“Walau terbatas, tetaplah berjuang agar kuasa-Nya menjadi nyata”. 


Gbu all...

Kamis, 03 September 2015

Saat Bertemu

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, aruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya. Karena ialah yang mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh/kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati
 
Gbu all..

Rabu, 02 September 2015

15 Pertanyaan Yang Tidak Akan Ditanyakan Tuhan

1. Allah tidak akan bertanya jenis mobil apa yang kendarai Anda, tapi akan bertanya berapa banyak orang yang tidak memiliki kendaraan yang Anda bawa dengan kendaraan Anda.

2. Allah tidak akan bertanya seberapa lebar rumah Anda, tapi akan bertanya berapa banyak orang Anda sambut dirumah Anda.

3. Allah tidak akan bertanya tentang baju bagus di lemari Anda, tapi akan bertanya berapa banyak pakaian yang Anda bagi untuk membantu mereka yang memerlukan pakaian.

4. Allah tidak akan bertanya tentang status sosial, tapi akan menanyakan apakah kehidupan Anda menceritakan siapa Tuhan Anda.

5. Allah tidak akan bertanya berapa banyak harta yang Anda miliki, akan tetapi Tuhan bertanya apakah harta itu mengedalikan hidup Anda.

6. Allah tidak akan menanyakan apakah gaji Anda tinggi, tapi akan bertanya apakah anda kompromikan karakter Anda untuk mendapatkan gaji tinggi.

7. Allah tidak akan menanyakan berapa banyak Anda bekerja lembur, tapi Dia akan bertanya apakah Anda bekerja lembur untuk keluarga dan orang-orang terkasih atau karena workoholik.

8. Allah tidak akan menanyakan berapa banyak promosi yang Anda diterima, tapi akan bertanya apakah cara Anda mendapat promosi menjadi kesaksian bagi orang lain.

9. Allah tidak akan bertanya apa apa jabatan Anda dalam pekerjaan, tapi akan bertanya apakah anda mengerjakan pekerjaan Anda dengan kemampuan terbaik Anda.

10. Allah tidak akan menanyakan apa yang anda lakukan untuk membantu diri sendiri, tapi akan menanyakan apa yang anda lakukan untuk membantu orang lain.

11. Allah tidak akan menanyakan berapa banyak teman yang Anda miliki, tapi Dia akan bertanya Anda menjadi teman sejati bagi berapa banyak orang.

12. Allah tidak akan menanyakan apa yang anda lakukan untuk melindungi hak Anda, tapi akan menanyakan apa yang anda lakukan untuk melindungi hak-hak orang lain.

13. Allah tidak akan menanyakan dilingkungan seperti apa Anda tinggal, tapi Dia akan bertanya bagaimana Anda memperlakukan tetangga di lingkungan Anda tinggal.

14. Allah tidak akan menanyakan warna kulit Anda, tapi akan bertanya tentang karakter Anda.

15. Allah tidak akan bertanya berapa kali apa yang Anda kerjakan sesuai dengan apa yang Anda katakan, tapi akan bertanya berapa kali perbuatan Anda yang tidak sesuai dengan perkataan Anda.
Gbu all...

Selasa, 01 September 2015

Harapan Memberikan Kekekalan

Hidup di dalam Tuhan pasti penuh pengharapan dan hukum itu berlaku selama-lamanya.

Amsal 23:18
" Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang"

Salah satu pemberian terbesar yang dapat diberikan para pemimpin kepada orang-orang di sekitar mereka adalah harapan. Jangan pernah meremehkan kekuatannya. Winston Churchill pernah ditanya seorang reporter tentang senjata terbesar negaranya melawan rezim Nazi Hitler. Tanpa berhenti sejenak pun ia menjawab: "Senjata Inggris terbesar dari dahulu adalah harapan."

Orang akan terus bekerja, berjuang, dan berusaha jika mereka mempunyai harapan. Harapan mengangkat moral orang. Harapan memperbaiki citra diri mereka. Harapan memberikan kekuatan lagi pada mereka. Harapan membangkitkan keinginan mereka.

Tugas seorang pemimpin adalah menjaga harapan tetap tinggi, menanamkannya dalam diri orang-orang yang dipimpinnya. Para pengikut Anda akan mempunyai harapan hanya Anda memberikannya kepada mereka. Dan Anda akan mempunyai harapan untuk diberikan jika Anda menjaga sikap yang benar.

Menjaga harapan berasal dari melihat potensi dalam setiap keadaan dan tetap berpikir positif walaupun keadaan tidak demikian. Sebagai anak-anak Tuhan, bersyukurlah Anda karena Tuhan memberikan pengharapan dalam hidup Anda dan pengharapan itu membawa Anda kepada kekekalan.

Sumber: John C. Maxwell – Leadership: Janji Tuhan Untuk Setiap Hari 


Gbu all..