Rabu, 05 Maret 2014

Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan- dikecewakan, didengar- diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain:
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidak setiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan:
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

"Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita." - Anonim -

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??
Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satu pun yang dapat anda berikan ??
Merekalah sahabat-sahabat anda.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. 


Gbu all...

Selasa, 04 Maret 2014

Kedamaian Yang Sejati

Ada seorang raja yang akan memberikan hadiah pada seniman yang dapat membuat suatu lukisan terbaik tentang kedamaian. Banyak seniman yang mencoba. Raja melihat semua lukisan itu. Tetapi hanya ada dua yang ia suka, dan ia harus memilih salah satu di antaranya.

Salah satu lukisan menggambarkan danau yang tenang. Danau itu bagaikan cermin yang sempurna bagi gunung-gunung yang menjulang tinggi di sekelilingnya. Di atasnya langit biru dengan awan di sana-sini. Semua orang yang melihatnya akan berpendapat itulah lukisan yang sempurna tentang kedamaian. Lukisan yang satu lagi menggambarkan gunung-gunung juga, tetapi tampak tegak, angkuh dan kasar. Langit hitam berawan gelap, ada halilintar di situ. Di bawah ada air terjun yang airnya bergejolak. Tampak tak ada kedamaian sama sekali.

Tetapi raja melihat di belakang air terjun ada sarang burung. Di antara riak gejolak air, duduk seekor induk burung yang sedang memberi makan pada anaknya dengan penuh kedamaian. Lukisan yang mana yang Anda kira akan menang? Raja memilih lukisan yang kedua.

Karena,kata raja, damai bukan berarti tempat yang tidak ada kegaduhan, permasalahan dan kerja keras. Kedamaian berarti bila di tengah-tengah semuanya itu tetap ada ketenangan di hati Anda. Itulah makna sejati kedamaian.
 
Gbu all...

Senin, 03 Maret 2014

Tahukah Anda

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 1 korintus 10:13

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40. Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung. Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. 5 bulan kemudian, bulu-bulu yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
Saudara... Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN. Berani membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan mengenakkan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan! Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri dan kitalah sang penguasa atas diri kita sendiri!(do)

Doa: Ya Tuhan, biarlah kami tetap memandang kepada-Mu dalam menghadapi proses kehidupan ini. Agar kami tetap kuat dan menjadi pemenang. Amin.

Minggu, 02 Maret 2014

Penghambat Utama

Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Yesaya 59:2

Pernah saya terjebak kemacetan di jalan arteri yang menghubungkan Cakung dan Cilincing. Kendaraan saya berhenti di belakang truk container sehingga sukar melihat ke depan. Hampir 1 jam truk container di depan saya tidak kunjung bergerak. Saya berpikir, “Oh.. macet luar biasa ini!” Penasaran saya turun dari mobil dan berjalan ke depan truk container tersebut. Saya kaget bercampur marah sebab ternyata jalan di depan truk container tersebut telah lenggang dan sang supir truk tertidur dengan manisnya. Entah sudah berapa menit saya terhambat hanya karena supir yang tertidur. Sungguh menjengkelkan!

Kadang perasaan jengkel kepada Tuhan timbul dalam hati oleh sebab doa yang tak kunjung dijawab. Kita beranggapan Tuhan sudah tidak lagi mengasihi kita. Sebagian dari kita bahkan mungkin pernah berpikir untuk tinggalkan Tuhan. Atau bahkan menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada. Tuhan sudah kehilangan kuasa-Nya untuk menolong kita.
Benarkah demikian? Jangan cepat berprasangka buruk tentang Tuhan. Kasih-Nya kepada kita tetap, dan Ia senantiasa siap menjawab doa kita. Tuhan selalu bersedia tolong kita. Tetapi yang menjadi penyebab Ia terhenti sejenak adalah karena dosa kita. Sebab kita tahu ganjaran dosa itu hukuman bukan berkat. Jadi bagaimana mungkin Tuhan dapat melepaskan kita bila ternyata didapati kita berdosa. Seharusnya justru kita dihukum karena dosa kita.
Tetapi bila kita datang dengan kerendahan hati memohon pengampunan, Tuhan pasti menghapuskan dosa kita. Selebihnya Ia akan kembali menjadi Allah yang mengasihi kita dan menjawab semua pergumulan kita.
Hari ini adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk melihat ke dalam hati kita. Bila kita menjumpai dosa, bereskan itu di hadapan Tuhan. Jangan biarkan dosa menghambat segala yang baik yang hendak dikerjakan Tuhan bagi kita. Dosa adalah penghambat utama semua pertolongan Tuhan. Bila penghambat itu disingkirkan, maka berkat Allah tercurah deras menghujani kita. Sudahkah kita meminta ampun atas dosa kita?(tw)

Doa: Tuhan ampunilah dosaku dan lepaskanlah aku dari pencobaan yang menghadangku. Amin.

Sabtu, 01 Maret 2014

Penuhi Panggilanmu

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu.” 2 Tim 4: 5

Ayat di atas merupakan sebuah nasehat yang dari seorang bapak rohani kepada anak rohaninya, yaitu dari Rasul Paulus kepada Timotius yang masih muda. Tentu banyak sekali nasehat-nasehat yang diberikan oleh Paulus sebagaimana yang dapat kita temukan dalam perikop tersebut, yang sangat berguna bagi Timotius untuk memenuhi panggilan pelayanannya dalam memberitakan Injil Kristus.
Kita juga menemukan di sana, Paulus menjelaskan bahwa ia telah menjadi seorang mentor rohani dan seorang guru yang dapat diteladani oleh Timotius. Ia menyatakan bagaimana ia telah menerjunkan diri sebagai peserta dalam pertandingan iman, dan ia telah mencapai garis akhir dalam pertandingan itu. Bahkan ia sudah mencurahkan darahnya untuk menggenapi tugasnya. Hal itulah juga yang dia kehendaki untuk dilakukan oleh Timotius sebagai seorang muridnya.
Beberapa waktu lalu ada seorang bapak bernama Arifin Wardianto berusia 54 tahun, seorang pegiat Anti Korupsi Independen Yogyakarta yang rela melukai dahinya sendiri di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Aksinya tersebut merupakan sikap protesnya atas maraknya kasus korupsi di Indonesia. Ia berani melukai dirinya sendiri sebagai protes terhadap apa yang menjadi kekecewaannya dan dianggapnya sebagai ketidakbenaran.
Bagaimanakah sikap kita terhadap maraknya kasus dosa dan kejahatan lainnya yang merupakan ketidakbenaran dan kejahatan di hadapan Allah dan manusia. Akankah kita berdiam diri dan tidak berani mengambil resiko untuk menderita bagi keselamatan mereka. Mari kita ikuti teladan Tuhan Yesus (Flp 2: 5-8) dan juga rasul Paulus dalam pemberitaan Injil. Mereka rela mengorbankan dan meninggalkan segala sesuatu yang mereka miliki untuk memberitakan Injil Nya. Marilah kita penuhi panggilan kita masing-masing dan kiranya Roh Kudus memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk memikulnya.

Doa: Roh Kudus, kuatkanlah agar aku dapat bertahan dalam melayani Engkau dan memenuhinya sesuai dengan panggilanMu atas hidupku.Amin.

Gbu all...