Selasa, 05 November 2013

Jangan pernah berhenti bermain karena Tua

Jangan pernah berhenti bermain karena Tua, justru akan menjadi tua karena berhenti bermain. Rahasia agar tetap awet muda adalah tetap menemukan humor setiap hari dan mempunyai mimpi. jika kehilangan mimpi, kamu akan mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan disekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.

Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Seseorang berumur sembilan belas tahun dan berbaring ditempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, orang tersebut tetap akan akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila anda berusia delapan puluh lima tahun dan tinggal ditempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apa-apa, anda tetap akan menjadi delapan puluh enam tahun.
Setiap orang pasti menjadi tua, hal itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan dan jangan pernah menyesal, karena orang yang sudah tua usianya biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak diperbuatnya. Dan orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.

Sadarilah….
Tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kita lakukan.

Ingatlah ….
Menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Sediakanlah waktu untuk….
Berpikir, karena itulah sumber kekuatan
Bermain, itulah rahasia awet muda
Membaca, menjadi landasan kebijaksanaan
Berteman, jalan menuju kebahagiaan
Bermimpi, itulah yang akan membawa anda ke bintang
Mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan
Lihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Dan sediakan waktu untuk tertawa, karena itulah musik jiwa.

GBU ALL....

Senin, 04 November 2013

OH TUHAN, PEGANGLAH TANGANKU

“...Aku tetap di dekatMu; Engkau memegang tangan kananku..” Mazmur 73:23

Saat perpisahan antara manusia yang saling mengasihi adalah saat yang sangat mengharukan. Tapi bila kita tahu kekasih yang meninggalkan kita ini seorang yang beriman dalam Kristus, kita mempunyai pengharapan bahwa kita pasti bertemu kelak di Surga.
Penulis teringat seorang hamba Tuhan waktu isterinya sedang menunggu ' jam Tuhan '; dia berseru di telinga isterinya, “El, El, panggil nama Yesus, biar Dia membimbingmu pulang.” Benar isterinya masih bisa dengar, di saat yang termanis si isteri berseru sekuat-kuatnya: “ Yesus, Yesus, Yee...suus... Ye...” Sunyi senyap sudah tiada suara lagi, hening... Yesus telah memegang tangannya ke rumah Bapa. Damai terpancar di wajah si isteri.

Ketika kakak tertua penulis sakit parah, dalam beberapa hari dia sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya. Waktu kakak itu hampir putus nyawa, penulis peluk dia dan penulis juga berseru, “ Kak, kak, ingat Yesus, ingat Yesus, dia mencintaimu !” Kakak sudah tak dapat mengeluarkan suara, tapi dia mengangguk dan airmatanya keluar... sebentar lagi nafas lenyap, kehidupan sirna; dengan tenang sekali dia pergi seperti orang tidur.. Tak banyak yang dapat dibuatnya untuk Yesus, tapi beruntung sekali dia masih sempat menerima Yesus di akhir hidupnya. Hanya karena gengsi sajalah dia malu mengakui Yesus sebab semua saudara laki-lakinya belum menerima Yesus.

Suatu saat tiba giliran kita untuk menghadap pencipta kita. Di saat kehidupan kita hampir padam, sudah yakinkah kita akan persekutuan kita dengan Juruselamat kita ? Sehingga dengan pasti Dia akan memegang tangan kita membimbing ke Surga dan kita berseru, “ Oh, Tuhan peganglah tanganku, pimpinku pulang !”

Bukan langkah pertama yang penting, tapi langkah akhir yang menentukan ! 


GBU ALL...

Minggu, 03 November 2013

Lebih Kuat Dari Kebencian

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Lukas 23:34
       
Suatu malam nan sejuk di bulan April, tahun 1958, seorang Korea berusia 26 tahun dari pertukaran mahasiswa, bernama In Ho Oh, berjalan menuju ke bis surat di sudut jalan di Philadelphia untuk memposkan surat. Sementara berjalan kembali ke apartemen pamannya, ia secara brutal diserang oleh sebuah gang dari teenagers yang menginginkan sejumlah uang untuk berdansa. Ketika polisi tiba, In Ho tergeletak tak sadarkan diri di trotoar. Tidak lama kemudian ia meninggal di rumah sakit terdekat.
Berita tentang pembunuhan yang tak berperikemanusiaan ini membuat murka banyak orang di seluruh Amerika dan Kanada. Tetapi di belahan dunia yang lain, orang-tua In Ho menemukan kemenangan di dalam tragedi ini. Inilah yang mereka tulis kepada penguasa di Philadelphia: “kami berterimakasih kepada Tuhan bahwa Ia memberi kami suatu rencana dimana kesedihan kami diubahkan ke dalam maksud tujuan kristiani. Adalah pengharapan kami bahwa kami dapat dengan cara bagaimanapun menjadi penolong dalam keselamatan dari jiwa-jiwa … dari para pembunuh. Keluarga kami telah bertemu dan memutuskan untuk mengajukan petisi (surat permohonan), bahwa kemungkinan perlakuan kedermawanan (the most generous treatment) sesuai hukum pemerintahan anda diberikan kepada mereka yang telah melakukan aksi kriminal itu … Seluruh keluarga kami memutuskan untuk menabung uang untuk mendanai teenagers itu sesudah mereka dibebaskan, bagi keagamaan, pendidikan, dan bimbingan sosial mereka.”
Hanya mereka, yang telah mendengar di kedalaman hati sendiri, perkataan dari Juruselamat, “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, dapat merespon seperti itu!(NVDK)  
Doa: Ya Tuhan, saat lain waktu aku diperlakukan tidak adil, tolong aku untuk membuktikan kepada dunia, bahwa kasih-Mu lebih kuat dari kebencian. Amin.

GBU ALL...

Sabtu, 02 November 2013

Kemerdekaan Sejati

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.” (Gal 5 : 1a)

Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu jalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Demikianlah bunyi alinea pertama dari Piagam Jakarta 22 Juni 1945.

Semua manusia menghendaki adanya kemerdekaan, dalam arti memiliki kebebasan untuk hidup, berusaha, bekerja, melakukan semua aktivitas dan kegiatan sehari-hari, sehingga tidak merasa tertekan, teraniaya, terikat dan bebas dari ketakutan.
Kemerdekaan adalah suatu keadaan yang baik bila dijalankan dengan benar dan tidak memiliki akibat atau ekses yang merugikan orang lain. Jika tidak, kemerdekaan itu merupakan kemerdekaan yang semu, tidak mendasar, dan dapat menimbulkan kekacauan.
Kemerdekaan secara jasmani tidak ada faedahnya jika tidak disertai dengan kemerdekaan secara rohani, yang diwarnai dengan adanya kedamaian, kesejahteraan, ketentraman, ketenangan, sukacita, dan kebahagiaan. Tidak semua kemerdekaan secara jasmani yang selalu disertai dengan kemerdekaan secara rohani.
Kristus telah memerdekakan agar kita memiliki kemerdekaan yang sempurna, jasmani maupun rohani. Kita dimerdekakan dari dari kutuk dosa, pehukuman Allah dan kematian kekal karena Dia telah mati menebus dosa kita dan bangkit untuk membenarkan kita di hadapan Allah. Yesus Kristus memberikan kemerdekaan yang sejati dan yang sempurna bagi mereka yang percaya kepada-Nya.
Oleh karena itu, sepatutnya kita bersyukur kepada Tuhan untuk kemerdekaan yang telah diberikan-Nya kepada kita. Mari kita nikmati dengan melakukan pekerjaan dan perbuatan yang baik. Jangan kita pakai kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa dan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan. (Gal 5 : 13)
Sangat menyedihkan bila kita mendengar adanya orang-orang Kristen yang saat ini dihukum dalam penjara karena melakukan tindakan kriminal. Mereka tidak dapat menikmati kemerdekaan secara jasmani dan rohani karena dosa dan kejahatan yang mereka lakukan. Jadilah orang Kristen yang sungguh-sungguh merdeka. (PHM)

Doa: Terima kasih Tuhan buat kemerdekaan sejati yang Engkau berikan. Tolongku untuk menjalaninya dengan baik dan benar. Amin. 

GBU ALL...

Jumat, 01 November 2013

Kasih Karunia Anak manusia

Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Yohanes 1:17

Peristiwa masa lampau mengisahkan perihal seorang perempuan miskin, yang berada dalam masalah keuangan yang besar. Seorang tuan yang baik hati yang mendengar tentang masalahnya, datang mengunjunginya, dengan maksud menolongnya. Sesudah sejurus lamanya mengetuk pintu rumah perempuan itu, tanpa memperoleh jawaban; maka ia menarik kesimpulan bahwa perempuan itu tidak ada di rumah, lalu ia pergi. Tidak lama kemudian tuan itu bertemu dengan perempuan itu dan menceritakan kepadanya tentang kunjungan sebelumnya dan niatnya untuk menolong. “Oh!” ia menjawab, “jadi itu adalah tuan? Saya sangat menyesal, saya mengira itu adalah pemilik rumah, yang menagih uang sewa, dan saya takut membuka pintu, karena saya tidak memiliki uang untuk membayar sewa rumah.”
Seperti perempuan miskin ini menangani orang yang bermaksud berbuat baik, begitulah ribuan orang hari-hari ini menangani Allah. Mereka berpikir, bahwa apabila IA mengetuk pintu hati mereka, maka IA datang untuk menuntut sesuatu; betapa suatu kekeliruan! DIA datang untuk memberi, bukan untuk menuntut atas kesalahan yang kita perbuat. DIA  datang untuk melepaskan anda dari kesengsaraan anda, dan mengaruniakan warisan yang kekal.
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45)(NVDK)

GBU ALL..