Iman bukan alat tukar untuk mengalami sesuatu tetapi iman adalah rasa percaya bahwa Yesus ada didalam kehidupan kita. »NN«
Matius
5:17 Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum
Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya."
Kebenaran dan hukum taurat
saling menggenapi, Hukum taurat seperti cermin yang bisa melihat
kekurangan kita, tetapi cermin tidak bisa menolong atau menyembuhkan
kita.
Jadi iman yang bertumbuh ialah orang yang senantiasa bercermin kepada hukum taurat dan hidup didalam kebenaran Firman Tuhan.
Yesus
adalah kebenaran !, pastikan kebenaran itu berada dalam diri kita, maka
kasih karuniaNya membuat kita yang terbatas menjadi tidak terbatas.
Mari kita bangkit dan maju ! Bersama Tuhan semua yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Rabu, 10 Juli 2013
Selasa, 09 Juli 2013
KEMALASAN
Oleh krn kemalasan runtuhlah atap & oleh krn kelambanan tangan bocorlah rumah" (Pengk 10:18).
Kemalasan adalah rasa segan utk bekerja / berjuang.
Para pemalas tdk mau bersusah payah mengeluarkan tenaga maupun pikiran.
Jika diperhadapkan dgn perkara sulit, ia suka menunda-nunda. “Besok saja! Nanti saja!” Seorang pemalas bisa saja bercita-cita tinggi, tetapi ia ingin mencapainya dgn cara yg mudah, nyaman & tanpa memeras otak & keringat. Tentu saja ini mustahil!
Kemalasan yg dibiarkan akan menggiring org masuk ke jalan kemiskinan & kekurangan. Caranya keluar dari belenggu kemalasan: kita hrs mendisiplin diri sendiri; berinisiatif utk menuntaskan setiap tugas & pekerjaan tanpa menunda-nunda.
Hari ini juga, lepaskanlah diri kita dari belenggu kemalasan! Kemalasan adalah kebiasaan utk beristirahat sebelum kita benar-2 merasa penat.
Gbu all...
Kemalasan adalah rasa segan utk bekerja / berjuang.
Para pemalas tdk mau bersusah payah mengeluarkan tenaga maupun pikiran.
Jika diperhadapkan dgn perkara sulit, ia suka menunda-nunda. “Besok saja! Nanti saja!” Seorang pemalas bisa saja bercita-cita tinggi, tetapi ia ingin mencapainya dgn cara yg mudah, nyaman & tanpa memeras otak & keringat. Tentu saja ini mustahil!
Kemalasan yg dibiarkan akan menggiring org masuk ke jalan kemiskinan & kekurangan. Caranya keluar dari belenggu kemalasan: kita hrs mendisiplin diri sendiri; berinisiatif utk menuntaskan setiap tugas & pekerjaan tanpa menunda-nunda.
Hari ini juga, lepaskanlah diri kita dari belenggu kemalasan! Kemalasan adalah kebiasaan utk beristirahat sebelum kita benar-2 merasa penat.
Gbu all...
Senin, 08 Juli 2013
PERCAYA LEBIH DULU
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20:29b
Banyak orang menuntut agar Tuhan menyatakan mujizat terlebih dahulu sebelum mereka percaya bahwa Ia ada.. Terkadang mereka juga ingin membuktikan apakah Yesus itu benar ada melalui penglihatan mata jasmaninya, baru mau mengikut Dia dan bertobat dengan sungguh. Tidaklah heran bila orang dunia menuntut demikian, karena Tomas yang sudah menjadi murid Tuhan Yesus, berkumpul bersamaNya setiap hari selama Dia berada di bumi ini pun masih meminta bukti nyata.
Ketika murid-murid yang lain bersaksi bahwa Yesus telah bangkit dan mereka melihatNya, Tomas tidak begitu saja percaya, katanya, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (ayat 25). Yesus menyadari ketidakpercayaan Tomas, karena bagi manusia 'bangkit dari kematian' adalah perkara mustahil, tidak masuk akal. Maka setelah delapan hari Yesus datang kembali ke rumah itu menemui Tomas dan berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (ayat 27). Setelah memperoleh bukti, akhirnya Tomas benar-benar percaya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ayat 28).
Di zaman serba canggih sekarang ini orang-orang lebih mengandalkan kekuatan dan kepintarannya. Meskipun sudah mendengar Injil tentang Yesus, mereka masih saja tidak mau percaya. Yang sakit dan berbeban berat lebih memilih datang kepada dukun (paranormal) daripada harus percaya kepada Tuhan. Mereka menuntut bukti dulu, diberkati dan disembuhkan lebih dulu, baru percaya dan mau menerima Yesus dalam hidupnya. Keadaan ini tidak jauh berbeda seperti dahulu: setelah Filipus memberitakan Injil dan banyak terjadi tanda-tanda heran, barulah orang-orang percaya: “Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.” (Kisah 8:6).
Percaya kepada Tuhan Yesus lebih dulu, barulah kita dapat menerima pertolongan dan mujizatNya!
Banyak orang menuntut agar Tuhan menyatakan mujizat terlebih dahulu sebelum mereka percaya bahwa Ia ada.. Terkadang mereka juga ingin membuktikan apakah Yesus itu benar ada melalui penglihatan mata jasmaninya, baru mau mengikut Dia dan bertobat dengan sungguh. Tidaklah heran bila orang dunia menuntut demikian, karena Tomas yang sudah menjadi murid Tuhan Yesus, berkumpul bersamaNya setiap hari selama Dia berada di bumi ini pun masih meminta bukti nyata.
Ketika murid-murid yang lain bersaksi bahwa Yesus telah bangkit dan mereka melihatNya, Tomas tidak begitu saja percaya, katanya, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (ayat 25). Yesus menyadari ketidakpercayaan Tomas, karena bagi manusia 'bangkit dari kematian' adalah perkara mustahil, tidak masuk akal. Maka setelah delapan hari Yesus datang kembali ke rumah itu menemui Tomas dan berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (ayat 27). Setelah memperoleh bukti, akhirnya Tomas benar-benar percaya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ayat 28).
Di zaman serba canggih sekarang ini orang-orang lebih mengandalkan kekuatan dan kepintarannya. Meskipun sudah mendengar Injil tentang Yesus, mereka masih saja tidak mau percaya. Yang sakit dan berbeban berat lebih memilih datang kepada dukun (paranormal) daripada harus percaya kepada Tuhan. Mereka menuntut bukti dulu, diberkati dan disembuhkan lebih dulu, baru percaya dan mau menerima Yesus dalam hidupnya. Keadaan ini tidak jauh berbeda seperti dahulu: setelah Filipus memberitakan Injil dan banyak terjadi tanda-tanda heran, barulah orang-orang percaya: “Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.” (Kisah 8:6).
Percaya kepada Tuhan Yesus lebih dulu, barulah kita dapat menerima pertolongan dan mujizatNya!
Gbu all...
Minggu, 07 Juli 2013
Doa Itu Kebutuhan
Suatu
waktu di gereja, seorang pendeta bertanya kepada satu keluarga, “Apakah
kalian melakukan doa bersama?” “Maaf, Pak pendeta,” jawab kepala
keluarga itu, “ kami tidak punya waktu untuk itu.” Pendeta itu berkata,
”Seandainya kamu tahu salah seorang anakmu akan sakit, apakah kalian
tidak berdoa bersama memohon kesembuhannya?” “Oh, tentu kami akan
berdoa,” jawab sang ayah. “Seandainya kamu tahu bahwa ketika kamu tidak
berdoa bersama, salah satu anakmu akan terluka dalam kecelakaan, apakah
kamu tidak akan berdoa bersama?” “Kami pasti akan melakukannya.” “
Seandainya untuk tiap hari kamu lupa berdoa, kamu akan dihukum lima
ratus ribu, apakah kamu akan berdoa?” “Tentu Pak, kami akan berdoa
bersama. Tapi maaf, apa maksud pertanyaan-pertanya an tadi?” “Begini
pak, saya pikir masalah keluarga anda bukan soal waktu. Buktinya anda
ternyata selalu punya waktu untuk berdoa. Masalahnya adalah, Anda tidak
menganggap doa keluarga itu penting, sepenting membayar denda atau
menjaga agar anak-anak tetap sehat.”
Doa seharunsya menjadi kunci pembuka di pagi hari dan gembok pelindung di malam hari. Doa memberi kekuatan kepada orang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya, dan memberi keberanian kepada orang yang takut. Jika kita berdoa saat kesulitan, doa itu akan meringankan kesulitan kita. Jika kita berdoa pada saat gembira, doa itu akan melipatgandakan kegembiraan kita.
Bila akhir-akhir ini kita tidak atau jarang berdoa, sekaranglah waktunya untuk memulai kembali. Komunikasi langsung dengan Tuhan melalui doa dapat menciptakan keajaiban bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain.
Satu hari yang dilipat dalam doa tidak akan mudah dikoyakkan.
Gbu all...
Doa seharunsya menjadi kunci pembuka di pagi hari dan gembok pelindung di malam hari. Doa memberi kekuatan kepada orang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya, dan memberi keberanian kepada orang yang takut. Jika kita berdoa saat kesulitan, doa itu akan meringankan kesulitan kita. Jika kita berdoa pada saat gembira, doa itu akan melipatgandakan kegembiraan kita.
Bila akhir-akhir ini kita tidak atau jarang berdoa, sekaranglah waktunya untuk memulai kembali. Komunikasi langsung dengan Tuhan melalui doa dapat menciptakan keajaiban bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain.
Satu hari yang dilipat dalam doa tidak akan mudah dikoyakkan.
Gbu all...
Sabtu, 06 Juli 2013
PANDANGLAH KEPADA YESUS
Ibrani
12:2, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus,
yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada
kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti
sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan
takhta Allah."
Apakah maksudnya memandang kepada Yesus? Cobalah kita berpikirkan hal-hal demikian: jika Anda sedang tenggelam dan seseorang lewat begitu saja, janganlah pandang dia. Lihatlah kepada Yesus. Ketika Anda memandang orang itu, Anda akan mengharapkan dia untuk menyelamatkan Anda.
Dalam hal yang sama, jika Anda memandang kepada Yesus mengharapkan Dia menyelamatkan, menyembuhkan dan melindungi Anda karena Anda mengetahui kuasa dan pengorbanan kasih-Nya bagi Anda. Firman Tuhan berkata "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, " Inilah hidup yang dikehendaki Tuhan.
Apabila Anda mengalami migrain, pandanglah kepada Yesus. Lihatlah Dia sedang mengambil migrain Anda dan menanggungnya di atas tubuh-Nya di kayu salib dan berkata, "Tuhan, Bersyukur oleh bilur-bilur- Mu aku sudah disembuhkan. " (Yesaya 53:5), jika Anda terus memandang Yesus, Sang Penyembuh Anda, dengan cara demikian maka migrain itu akan bertekuk lutut kepada karya-Nya yang telah selesai di kayu salib!
Jika Anda mengalami masalah dalam keuangan dalam hidup Anda, cukup pandanglah Yesus dengan penuh keyakinan, berharaplah agar Dia memenuhi kebutuhan Anda menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dan akan membebaskan Anda dari masalah keuangan.
"Tetapi Pak Pendeta, Apakah sesederhana itu? Saya cukup memandang kepada Yesus dan Dia akan memberkati keuangan saya?
Ya memang sangat sederhana. Masalahnya dengan kita adalah bahwa kita cenderung melihat kepada diri kita sendiri. Tetapi kenyataannya kita tidak dapat menyelamatkan dan membebaskan diri kita sendiri. Bahkan Rasul Paulus pun bergumul ketika ia bergantung dengan kekuatan usahanya sendiri. Itulah sebabnya ia berkata,"Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (Roma 7:19) namun ketika Rasul Paulus mengabaikan dirinya sendiri dan memandang kepada Yesus Dia menerima kelepasan. Rasul Paulus berkata: "AkU, manusia celaka! Siapakah yanga akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita" (Roma 7:24-25)
Inilah waktunya untuk mengarahkan fokus perhatian kita kepada Yesus Kristus, Dialah yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. Inilah waktunya untuk mengalihkan fokus perhatian dari diri kita sendiri kepada Yesus. Jika menaruh perhatian kepada apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib maka kita akan melihat dan mengalami kesembuhan dan kelimpahan dalam kasih dan anugerah-Nya.
Apakah maksudnya memandang kepada Yesus? Cobalah kita berpikirkan hal-hal demikian: jika Anda sedang tenggelam dan seseorang lewat begitu saja, janganlah pandang dia. Lihatlah kepada Yesus. Ketika Anda memandang orang itu, Anda akan mengharapkan dia untuk menyelamatkan Anda.
Dalam hal yang sama, jika Anda memandang kepada Yesus mengharapkan Dia menyelamatkan, menyembuhkan dan melindungi Anda karena Anda mengetahui kuasa dan pengorbanan kasih-Nya bagi Anda. Firman Tuhan berkata "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, " Inilah hidup yang dikehendaki Tuhan.
Apabila Anda mengalami migrain, pandanglah kepada Yesus. Lihatlah Dia sedang mengambil migrain Anda dan menanggungnya di atas tubuh-Nya di kayu salib dan berkata, "Tuhan, Bersyukur oleh bilur-bilur- Mu aku sudah disembuhkan. " (Yesaya 53:5), jika Anda terus memandang Yesus, Sang Penyembuh Anda, dengan cara demikian maka migrain itu akan bertekuk lutut kepada karya-Nya yang telah selesai di kayu salib!
Jika Anda mengalami masalah dalam keuangan dalam hidup Anda, cukup pandanglah Yesus dengan penuh keyakinan, berharaplah agar Dia memenuhi kebutuhan Anda menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dan akan membebaskan Anda dari masalah keuangan.
"Tetapi Pak Pendeta, Apakah sesederhana itu? Saya cukup memandang kepada Yesus dan Dia akan memberkati keuangan saya?
Ya memang sangat sederhana. Masalahnya dengan kita adalah bahwa kita cenderung melihat kepada diri kita sendiri. Tetapi kenyataannya kita tidak dapat menyelamatkan dan membebaskan diri kita sendiri. Bahkan Rasul Paulus pun bergumul ketika ia bergantung dengan kekuatan usahanya sendiri. Itulah sebabnya ia berkata,"Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (Roma 7:19) namun ketika Rasul Paulus mengabaikan dirinya sendiri dan memandang kepada Yesus Dia menerima kelepasan. Rasul Paulus berkata: "AkU, manusia celaka! Siapakah yanga akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita" (Roma 7:24-25)
Inilah waktunya untuk mengarahkan fokus perhatian kita kepada Yesus Kristus, Dialah yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. Inilah waktunya untuk mengalihkan fokus perhatian dari diri kita sendiri kepada Yesus. Jika menaruh perhatian kepada apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib maka kita akan melihat dan mengalami kesembuhan dan kelimpahan dalam kasih dan anugerah-Nya.
Gbu all...
Langganan:
Postingan (Atom)