Bacaan Hari Ini:
Yakobus 1:5-6 "Tetapi apabila di antara kamu ada
yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang
memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak
membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia
memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang
bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari
oleh angin."
__________________________________________
Bacaan
kita hari ini yang terambil dari Yakobus 1:5-6, bermakna : "Jika Anda
ingin tahu apa yang Tuhan benar-benar ingin Anda lakukan, tanyakan
padanya... tetapi jika Anda tidak meminta dalam iman, jangan berharap
Tuhan memberikan jawaban yang solid."
Tuhan ingin menuntun hidup
Anda, tapi dua hal yang perlu digarisbawahi: Anda harus bertanya pada
orang yang tepat, yaitu Tuhan, dan Anda harus bertanya dengan sikap yang
benar, yaitu dengan iman, dalam mengharapkan jawaban.
Apakah Anda pernah meminta sesuatu kepada Tuhan dan tidak mendapatkan apa yang Anda minta?
Itulah mengapa Anda tidak mendapatkannya.
Tuhan bekerja dalam hidup kita sesuai dengan iman.
Seringkali kita berkata, "Tuhan, tolong bimbing saya!" lalu seketika itu juga kita berjalan pergi, tanpa menunggu bimbingan-Nya.
Kita langsung melakukan kehendak kita.
Kita berkata, "Tuhan,berikanlah saya hikmat. Bantu saya membuat keputusan yang tepat."
Namun
ternyata kita tidak benar-benar mengharapkan Tuhan untuk menolong kita,
karena sesungguhnya semuanya tergantung pada keputusan kita sendiri.
Tuhan telah berjanji untuk memberi kita hikmat, jika kita mau bertanya.
Hikmat adalah memandang hidup dari sudut pandang Allah.
Hikmat adalah kemampuan untuk membuat keputusan dengan cara yang sama seperti Tuhan membuat keputusan.
Gbu all...
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Selasa, 10 Juli 2012
Senin, 09 Juli 2012
Allah Akan Membela Anda
Bacaan Hari Ini:
Amsal 30:5 "Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya."
__________________________________________
Sejarawan Stephen Ambrose berkata bahwa selama Perang Dunia II, "Para pengebom Sekutu dilengkapi dengan senjata mesin, di hidung, di bawah perut, di atas, di belakang."
Dia melaporkan bahwa yang bekerja keras dalam pertempuran di udara adalah pesawat-pesawat pembom B-17, yang dikenal sebagai "Benteng Terbang" karena membawa 13 senapan berkaliber 50.
Anehnya, pengujian ilmiah menyarankan B-17 akan lebih aman jika tanpa senjata.
Tanpa beban senjata dan para awak yang menembakkan bom, maka pesawat ini bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi, sehingga memberikan peluang yang lebih besar untuk bertahan hidup selama misi di siang hari.
Namun para pilot berkata tidak mungkin jika menjalankan misi tanpa senjata yang terpasang di pesawat.
Mereka ingin bisa menembak balik.
Kita membuat pilihan yang sama ketika menghadapi pertempuran kita sendiri.
Tuhan berkata kita tidak perlu senjata, kita dapat melambung lebih tinggi dan lebih cepat dengan Dia.
"Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi" (2 Korintus 10:3)
Tuhan berkata bahwa senjata yang akan Dia berikan adalah "senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng", sehingga kita tidak lagi perlu menggunakan "senjata duniawi". (2 Korintus 10:4)
Tapi kita berkata, "Tidak, terima kasih. Kita harus menembak balik!" dan mempertahankan diri dengan gudang senjata kemarahan, sikap menuntut, manuver manipulatif, alasan yang berlebihan, dan bom menyalahkan.
Dibutuhkan iman untuk berhenti menggunakan senjata-senjata kedagingan ini.
Dan sebaliknya kita harus "menggunakan perisai iman" dan mempersenjatai diri dengan senjata Allah, yang dimulai dengan bom kasih. (Efesus 6:16)
Inilah bentuk iman yang ditunjukkan Daud ketika ia mendekati Goliat.
"Ia berkata kepada orang Filistin itu: 'Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu'." (1 Samuel 17:45)
Bisakah gudang rohani Allah membela Anda juga?
"Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya" (Amsal 30:5)
Gbu all...
Amsal 30:5 "Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya."
__________________________________________
Sejarawan Stephen Ambrose berkata bahwa selama Perang Dunia II, "Para pengebom Sekutu dilengkapi dengan senjata mesin, di hidung, di bawah perut, di atas, di belakang."
Dia melaporkan bahwa yang bekerja keras dalam pertempuran di udara adalah pesawat-pesawat pembom B-17, yang dikenal sebagai "Benteng Terbang" karena membawa 13 senapan berkaliber 50.
Anehnya, pengujian ilmiah menyarankan B-17 akan lebih aman jika tanpa senjata.
Tanpa beban senjata dan para awak yang menembakkan bom, maka pesawat ini bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi, sehingga memberikan peluang yang lebih besar untuk bertahan hidup selama misi di siang hari.
Namun para pilot berkata tidak mungkin jika menjalankan misi tanpa senjata yang terpasang di pesawat.
Mereka ingin bisa menembak balik.
Kita membuat pilihan yang sama ketika menghadapi pertempuran kita sendiri.
Tuhan berkata kita tidak perlu senjata, kita dapat melambung lebih tinggi dan lebih cepat dengan Dia.
"Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi" (2 Korintus 10:3)
Tuhan berkata bahwa senjata yang akan Dia berikan adalah "senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng", sehingga kita tidak lagi perlu menggunakan "senjata duniawi". (2 Korintus 10:4)
Tapi kita berkata, "Tidak, terima kasih. Kita harus menembak balik!" dan mempertahankan diri dengan gudang senjata kemarahan, sikap menuntut, manuver manipulatif, alasan yang berlebihan, dan bom menyalahkan.
Dibutuhkan iman untuk berhenti menggunakan senjata-senjata kedagingan ini.
Dan sebaliknya kita harus "menggunakan perisai iman" dan mempersenjatai diri dengan senjata Allah, yang dimulai dengan bom kasih. (Efesus 6:16)
Inilah bentuk iman yang ditunjukkan Daud ketika ia mendekati Goliat.
"Ia berkata kepada orang Filistin itu: 'Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu'." (1 Samuel 17:45)
Bisakah gudang rohani Allah membela Anda juga?
"Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya" (Amsal 30:5)
Gbu all...
Minggu, 08 Juli 2012
Panduan Dalam Membuat Keputusan
Bacaan Hari Ini:
Mazmur 25:9 "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati."
__________________________________________
Alkitab mengatakan ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk menerima bimbingan dari Tuhan, namun hal pertama yang muncul adalah: saya akui, saya butuh panduan!
Pada dasarnya, domba cenderung berkeliaran di jalan.
Nabi Yesaya mengatakan, "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." (Yesaya 53:6)
Seringkali kita tidak mau mengikuti Tuhan atau orang lain.
Kita ingin melakukan segalanya dengan cara kita sendiri.
Kita tidak mau mengakui jika kita membutuhkan sebua arahan atau panduan.
Hal lain tentang domba adalah bahwa mereka memiliki penglihatan yang kabur.
Mereka tidak bisa melihat sesuatu yang jauh di depan.
Itu sebabnya mereka membutuhkan gembala.
Tuhan menciptakan Anda agar Anda tidak dapat melihat masa depan.
Tidak peduli berapa kali Anda mencoba, Anda tidak akan berhasil melihatnya.
Mengapa Allah melakukan ini?
Dia melakukannya agar Anda bergantung pada-Nya.
Amsal 14:12 berkata, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
Kita semua pernah membuat keputusan yang pada saat itu terlihat tepat, tetapi kemudian ternyata salah.
Beberapa jalan menuntun Anda pada jalan buntu dan pada akhirnya kita keluar dari jalur.
Itu sebabnya kita harus mengakui, "Tuhan, aku butuh bantuan."
Gbu all..
Mazmur 25:9 "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati."
__________________________________________
Alkitab mengatakan ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk menerima bimbingan dari Tuhan, namun hal pertama yang muncul adalah: saya akui, saya butuh panduan!
Pada dasarnya, domba cenderung berkeliaran di jalan.
Nabi Yesaya mengatakan, "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." (Yesaya 53:6)
Seringkali kita tidak mau mengikuti Tuhan atau orang lain.
Kita ingin melakukan segalanya dengan cara kita sendiri.
Kita tidak mau mengakui jika kita membutuhkan sebua arahan atau panduan.
Hal lain tentang domba adalah bahwa mereka memiliki penglihatan yang kabur.
Mereka tidak bisa melihat sesuatu yang jauh di depan.
Itu sebabnya mereka membutuhkan gembala.
Tuhan menciptakan Anda agar Anda tidak dapat melihat masa depan.
Tidak peduli berapa kali Anda mencoba, Anda tidak akan berhasil melihatnya.
Mengapa Allah melakukan ini?
Dia melakukannya agar Anda bergantung pada-Nya.
Amsal 14:12 berkata, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
Kita semua pernah membuat keputusan yang pada saat itu terlihat tepat, tetapi kemudian ternyata salah.
Beberapa jalan menuntun Anda pada jalan buntu dan pada akhirnya kita keluar dari jalur.
Itu sebabnya kita harus mengakui, "Tuhan, aku butuh bantuan."
Gbu all..
Sabtu, 07 Juli 2012
Menjaga Cara Hidup
Bacaan Hari Ini:
Mazmur 39:2 "Pikirku: 'Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.'"
__________________________________________
Dalam Mazmur 39:2, kita diberi sebuah peringatan penting: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."
Dalam bahasa Ibrani, ayat ini ditulis: "Aku hendak menjaga caraku..."
Kata "cara" pada ayat ini, jika diterjemahkan secara harfiah berarti jalan setapak yang bagus.
Ayat ini melukiskan gambar dari sebuah jalan setapak yang sering dilalui orang sehingga membentuk suatu jalur.
Pemazmur sedang membawa kita pada sesuatu yang telah diulang lagi dan lagi, yaitu suatu respon yang telah sering kali kita tunjukkan, sehingga telah berakar dalam perilaku kita disebut "kebiasaan".
Anda mungkin pernah mendengar pepatah, "Dia melakukan caranya sendiri."
Anda dapat mengubah cara seseorang bertindak dalam menghadapi situasi tertentu, namun "cara" yang dimaksud dalam pepatah ini adalah kebiasaan, sikap, dan respon seseorang yang tidak mungkin dapat berubah tanpa motivasi yang sangat kuat atau tanpa perjumpaan dengan Tuhan.
Menurut saya, hampir setiap kebiasaan yang kita punya berawal dari sebuah pemikiran.
Menabur pemikiran menuai tindakan. Menabur tindakan menuai kebiasaan. Menabur kebiasaan menuai karakter.
Menabur karakter menuai hasil.
Semuanya akan kembali pada pemikiran awal yang seharusnya dapat kita cegah, namun sayangnya kita tidak lakukan.
Luangkan sebagian waktu Anda hari ini, untuk mempertimbangkan cara berpikir Anda.
Apakah Anda sedang memberikan jalan pada pemikiran yang akan mengarahkan Anda pada kebiasaan fasik?
Jika demikian, serahkan pemikiran itu pada Tuhan dan minta Dia untuk membantu Anda memiliki cara berpikir yang akan mengarahkan Anda pada kebiasaan yang saleh.
Gbu all..
Mazmur 39:2 "Pikirku: 'Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.'"
__________________________________________
Dalam Mazmur 39:2, kita diberi sebuah peringatan penting: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."
Dalam bahasa Ibrani, ayat ini ditulis: "Aku hendak menjaga caraku..."
Kata "cara" pada ayat ini, jika diterjemahkan secara harfiah berarti jalan setapak yang bagus.
Ayat ini melukiskan gambar dari sebuah jalan setapak yang sering dilalui orang sehingga membentuk suatu jalur.
Pemazmur sedang membawa kita pada sesuatu yang telah diulang lagi dan lagi, yaitu suatu respon yang telah sering kali kita tunjukkan, sehingga telah berakar dalam perilaku kita disebut "kebiasaan".
Anda mungkin pernah mendengar pepatah, "Dia melakukan caranya sendiri."
Anda dapat mengubah cara seseorang bertindak dalam menghadapi situasi tertentu, namun "cara" yang dimaksud dalam pepatah ini adalah kebiasaan, sikap, dan respon seseorang yang tidak mungkin dapat berubah tanpa motivasi yang sangat kuat atau tanpa perjumpaan dengan Tuhan.
Menurut saya, hampir setiap kebiasaan yang kita punya berawal dari sebuah pemikiran.
Menabur pemikiran menuai tindakan. Menabur tindakan menuai kebiasaan. Menabur kebiasaan menuai karakter.
Menabur karakter menuai hasil.
Semuanya akan kembali pada pemikiran awal yang seharusnya dapat kita cegah, namun sayangnya kita tidak lakukan.
Luangkan sebagian waktu Anda hari ini, untuk mempertimbangkan cara berpikir Anda.
Apakah Anda sedang memberikan jalan pada pemikiran yang akan mengarahkan Anda pada kebiasaan fasik?
Jika demikian, serahkan pemikiran itu pada Tuhan dan minta Dia untuk membantu Anda memiliki cara berpikir yang akan mengarahkan Anda pada kebiasaan yang saleh.
Gbu all..
Jumat, 06 Juli 2012
"Jangan Gelisah Hatimu"
"Jangan Gelisah Hatimu"
Yohanes 14:27 "Damai sejahtera kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu kuberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu"
Kamu mungkin sudah membaca banyak artikel kesehatan bahwa penyakit timbul akibat stress. Stress dapat menimbulkan berbagai penyakit ditubuh. Mungkin pengurangan umur, penyakit, tekanan darah dll. Dengan kata lain, stress itu membunuh!
Stress bukan dari Tuhan. Yesus berkata "damai sejahtera kutinggalkan bagimu...." Perhatikan kalimat kedua "jangan gelisah dan gentar hatimu" sekarang, kamu melakukan ini dengan cara untuk tidak merenungkan laporan laporan yang buruk yang mempengaruhi hatimu.
Jangan terlalu banyak memikirkan, karena kenyataannya bahwa oleh bilur Yesys kamu sembuh. Jika televisi atau radio membuatmu kuatir, jangan menontonnya. renungkan kenyataannya bahwa Allah sudah menyediakan semua yang kamu butuhkan sesuai dengan kekayaan dan kemuliaanNya.
Jangan gentar dan kuatir hatimu. Biarlah Allah menjadi kekuatanmu!
Gbu all..
Yohanes 14:27 "Damai sejahtera kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu kuberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu"
Kamu mungkin sudah membaca banyak artikel kesehatan bahwa penyakit timbul akibat stress. Stress dapat menimbulkan berbagai penyakit ditubuh. Mungkin pengurangan umur, penyakit, tekanan darah dll. Dengan kata lain, stress itu membunuh!
Stress bukan dari Tuhan. Yesus berkata "damai sejahtera kutinggalkan bagimu...." Perhatikan kalimat kedua "jangan gelisah dan gentar hatimu" sekarang, kamu melakukan ini dengan cara untuk tidak merenungkan laporan laporan yang buruk yang mempengaruhi hatimu.
Jangan terlalu banyak memikirkan, karena kenyataannya bahwa oleh bilur Yesys kamu sembuh. Jika televisi atau radio membuatmu kuatir, jangan menontonnya. renungkan kenyataannya bahwa Allah sudah menyediakan semua yang kamu butuhkan sesuai dengan kekayaan dan kemuliaanNya.
Jangan gentar dan kuatir hatimu. Biarlah Allah menjadi kekuatanmu!
Gbu all..
Langganan:
Postingan (Atom)