Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh
kasih karunia Kristus telah memanggil kamu dan mengikuti suatu Injil
lain
Galatia 1:6
Setelah melalui polemik yang berkepanjangan
dan menuai protes yang begitu keras, akhirnya managemen Lady Gaga
membatalkan konsernya di Jakarta
Barangkali banyak juga orang percaya yang kecewa dengan batalnya konser ini karena mereka begitu mengidolakan dia
Terlepas
dari pro dan kontra, mari kita lihat kekecewaan Paulus kepada jemaat di
Galatia, karena jemaat begitu mudah berbalik dari Tuhan, begitu mudah
diombang ambingkan, diseret oleh pelbagai macam pengajaran yang
aneh-aneh
Dalam era sekarang ini, bukan rahasia lagi kalau banyak
orang percaya yang mudah berbalik dari kebenaran firman Tuhan, mudah
dipengaruhi oleh berhala-berhala zaman ini seperti materialisme dengan
manifestasinya yaitu, hedonisme, konsumerisme dan pragmatisme
Termasuk begitu memuja idol-idol mereka
Acara-acara di gereja dianggap tidak menarik, beda dengan yang ada di luar sana: yang di luar itu lebih menarik
Mungkin
benar, acara-acara gereja sering kurang menarik dan tidak seheboh
konser artis Internasional, tetapi Paulus mengingatkan agar kita jangan
mudah terbawa sesuatu hanya karena itu menarik, karena itu kita sukai,
cocok dengan selera kita
Inilah kelemahan kita, mengenal ajaran
Kristus, kita kurang berminat, kurang suka, yang disukai justru yang
aneh-aneh yang ada di luar
Kalau nonton konser 1 jam sebelumnya kita sudah hadir, tetapi ke gereja sering terlambat
Ingatlah apa yang kelihatan menarik dan indah di mata kita, belum tentu membawa manfaat bagi kita, bagi pertumbuhan iman kita
Apalagi
kalau kita sampai mengidolakan seseorang, baik itu tokoh-tokoh,
artis-artis bahkan hamba Tuhan, melebihi Tuhan sendiri, dengan kata lain
kita memper"tuhan"kan yang bukan Tuhan
Paulus bahkan menegaskan; "Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?
Tuhan Yesus memberkati
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Kamis, 05 Juli 2012
Rabu, 04 Juli 2012
Hasilkan Kebaikan
Hasilkan Kebaikan
1 Petrus 2:11
Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
Ada seorang pengembara tiba di sebuah negeri di Timur Tengah. Orang ini mendengar ada seorang bijaksana di negeri itu, dan ingin menemuinya. Pria bijaksana itu di kenal saleh, dan baik hati sehingga sangat dikasihi banyak orang. Untuk itu tidak sulit menemukan pria bijaksana itu. Ketika pengembara itu bertanya dimana rumahnya, setiap orang yang di temuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot.
Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan ia masuk. Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja.
Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, “Dimana perabot rumah Anda?”
Orangtua tadi balik bertanya dengan lembut, “Mana milik Anda?”
“Tentu saja di rumah saya. Kan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan saya,” jawab pengembara itu.
“Saya juga,” jawab orangtua yang bijak itu. “Saya kan sedang merantau di dunia ini.”
Apakah Anda sadar bahwa kita sebenarnya perantau di dunia ini? Rumah kita adalah di sorga, dimana Yesus sedang menyiapkannya bagi kita. Namun banyak orang saat ini melupakan bahwa diri mereka adalah perantau sehingga yang mereka sibukkan adalah mengumpulkan harta di dunia ini. Pada hal pada akhirnya semua harta dunia itu tidak dapat mereka bawa ketika tiba saat untuk pulang ke rumah Bapa di Sorga.
Jangan lupakan bahwa Anda adalah perantau di dunia, gunakanlah harta duniawi ini untuk menghasilkan kekayaan sorgawi.
Gbu all..
1 Petrus 2:11
Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
Ada seorang pengembara tiba di sebuah negeri di Timur Tengah. Orang ini mendengar ada seorang bijaksana di negeri itu, dan ingin menemuinya. Pria bijaksana itu di kenal saleh, dan baik hati sehingga sangat dikasihi banyak orang. Untuk itu tidak sulit menemukan pria bijaksana itu. Ketika pengembara itu bertanya dimana rumahnya, setiap orang yang di temuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot.
Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan ia masuk. Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja.
Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, “Dimana perabot rumah Anda?”
Orangtua tadi balik bertanya dengan lembut, “Mana milik Anda?”
“Tentu saja di rumah saya. Kan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan saya,” jawab pengembara itu.
“Saya juga,” jawab orangtua yang bijak itu. “Saya kan sedang merantau di dunia ini.”
Apakah Anda sadar bahwa kita sebenarnya perantau di dunia ini? Rumah kita adalah di sorga, dimana Yesus sedang menyiapkannya bagi kita. Namun banyak orang saat ini melupakan bahwa diri mereka adalah perantau sehingga yang mereka sibukkan adalah mengumpulkan harta di dunia ini. Pada hal pada akhirnya semua harta dunia itu tidak dapat mereka bawa ketika tiba saat untuk pulang ke rumah Bapa di Sorga.
Jangan lupakan bahwa Anda adalah perantau di dunia, gunakanlah harta duniawi ini untuk menghasilkan kekayaan sorgawi.
Gbu all..
Selasa, 03 Juli 2012
Tempat Berbahaya
Tempat Berbahaya
Bacaan Hari Ini:
Matius 12:24 "Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: 'Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.'"
Orang Farisi adalah orang yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari Kitab Suci.
Mereka membuat nazar dihadapan ketiga saksi untuk menghabiskan setiap momen hidupnya untuk mematuhi Sepuluh Perintah Tuhan.
Bukan berarti mereka sukses menjalankannya, karena dengan jelas mereka gagal.
Namun setidaknya, mereka berusaha untuk melaksanakannya.
Dan dengan beberapa orang pengecualian, seperti Nikodemus, orang-orang Farisi - para ahli Taurat ini - mempunyai hati yang keras.
Yang ironis adalah mereka menghabiskan waktu dengan mempelajari KItab Suci.
Orang-orang ini, walaupun larut dalam upaya kerohaniannya, ternyata memiliki hati yang begitu keras.
Mereka dikaitkan dengan Iblis yang memang diciptakan oleh Tuhan.
Hal ini mengingatkan kita jika gereja bisa menjadi tempat berbahaya untuk kita di masa ini.
Gereja adalah tempat dimana kita memuliakan Tuhan, tempat dimana Firman Tuhan berasal.
Kita mempunyai sebuah pilihan dalam menanggapi hal seperti ini.
Adalah hal yang bagus jika kita datang ke gereja karena hanya ingin memuji dan mengenal Tuhan lebih dalam.
Namun adalah hal yang berbahaya, jika kita datang ke gereja hanya karena kewajiban semata.
Kita akan berpikir bahwa kita boleh berbuat dosa sedikit lagi karena telah melaksanakan kewajiban kita.
Matahari sama yang melembutkan lilin, juga mengeraskan tanah liat.
Terkadang, orang yang paling keras hatinya dapat ditemukan di dalam gereja, karena mereka berpikir, saya tahu segalanya.
Saya pernah mendengarnya.
Saya sangat relijius.
Masalahnya adalah mereka mempunyai hati yang keras.
Mereka arogan dan memaksakan apa yang mereka ingin Roh Kudus lakukan dalam hidup mereka.
Gbu all..
Bacaan Hari Ini:
Matius 12:24 "Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: 'Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.'"
Orang Farisi adalah orang yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari Kitab Suci.
Mereka membuat nazar dihadapan ketiga saksi untuk menghabiskan setiap momen hidupnya untuk mematuhi Sepuluh Perintah Tuhan.
Bukan berarti mereka sukses menjalankannya, karena dengan jelas mereka gagal.
Namun setidaknya, mereka berusaha untuk melaksanakannya.
Dan dengan beberapa orang pengecualian, seperti Nikodemus, orang-orang Farisi - para ahli Taurat ini - mempunyai hati yang keras.
Yang ironis adalah mereka menghabiskan waktu dengan mempelajari KItab Suci.
Orang-orang ini, walaupun larut dalam upaya kerohaniannya, ternyata memiliki hati yang begitu keras.
Mereka dikaitkan dengan Iblis yang memang diciptakan oleh Tuhan.
Hal ini mengingatkan kita jika gereja bisa menjadi tempat berbahaya untuk kita di masa ini.
Gereja adalah tempat dimana kita memuliakan Tuhan, tempat dimana Firman Tuhan berasal.
Kita mempunyai sebuah pilihan dalam menanggapi hal seperti ini.
Adalah hal yang bagus jika kita datang ke gereja karena hanya ingin memuji dan mengenal Tuhan lebih dalam.
Namun adalah hal yang berbahaya, jika kita datang ke gereja hanya karena kewajiban semata.
Kita akan berpikir bahwa kita boleh berbuat dosa sedikit lagi karena telah melaksanakan kewajiban kita.
Matahari sama yang melembutkan lilin, juga mengeraskan tanah liat.
Terkadang, orang yang paling keras hatinya dapat ditemukan di dalam gereja, karena mereka berpikir, saya tahu segalanya.
Saya pernah mendengarnya.
Saya sangat relijius.
Masalahnya adalah mereka mempunyai hati yang keras.
Mereka arogan dan memaksakan apa yang mereka ingin Roh Kudus lakukan dalam hidup mereka.
Gbu all..
Senin, 02 Juli 2012
Allah Tidak untuk Dipermainkan
Allah Tidak untuk Dipermainkan
Bacaan Hari Ini:
Galatia 6:7 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."
Alkitab mengajarkan kita bahwa salah satu tanda-tanda akhir zaman yaitu orang-orang akan keluar dari jalan mereka untuk menghujat Allah.
Inilah karakteristik khas dari antikristus, yaitu yang dikatakan dalam Kitab Suci sebagai orang-orang yang akan menghujat Allah.
Bahkan saat penghakiman Allah dijatuhkan kepada kepada orang-orang yang tidak percaya selama masa tribulum (kesengsaraan), Wahyu 16:9 mengatakan, "Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia."
Penghujatan mewakili penyangkalan dan penolakan terhadap Allah yang dilakukan secara sadar.
Ini adalah bentuk ketidaksopanan dalam menentang sesuatu, yaitu dosa yang disengaja, seolah-olah seperti iblis yang secara terbuka menyatakan melawan Allah.
Untuk melakukan dosa ini bukanlah bentuk ketidakpercayaan semata, namun ketidakpercayaan yang disengaja.
Sebuah contoh utama adalah Raja Belsyazar di Babel.
Suatu hari, ia mengadakan pesta besar dan mengundang para pemuka, istri, dan gundik.
Kemudian ia membawa benda yang telah disita dari kuil di Yerusalem, dan digunakan dalam menyembah Allah.
Belsyazar menuangkan anggur kedalamnya, bersulang untuk para ilah palsu yang mereka sembah di Babel.
Belsyazar mengejek Allah.
Namun Alkitab mengatakan, "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6:7).
Benar saja, ketika Belsyazar sedang berpesta, ia melihat tulisan tangan di dinding, "Mene, Mene, Tekel UFARSIN" yang ditafsirkan oleh nabi Daniel, "Masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia" (Daniel 5:25-28)
Belsyazar telah ditimbang menurut skala Allah dan ditemukan bahwa bobot rohaninya sangat ringan.
Belsyazar tidak memenuhi standar ukuran Allah, dan malam itu ia mati.
Dengan cara yang sulit, dia mengetahui bahwa Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Gbu all..
Bacaan Hari Ini:
Galatia 6:7 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."
Alkitab mengajarkan kita bahwa salah satu tanda-tanda akhir zaman yaitu orang-orang akan keluar dari jalan mereka untuk menghujat Allah.
Inilah karakteristik khas dari antikristus, yaitu yang dikatakan dalam Kitab Suci sebagai orang-orang yang akan menghujat Allah.
Bahkan saat penghakiman Allah dijatuhkan kepada kepada orang-orang yang tidak percaya selama masa tribulum (kesengsaraan), Wahyu 16:9 mengatakan, "Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia."
Penghujatan mewakili penyangkalan dan penolakan terhadap Allah yang dilakukan secara sadar.
Ini adalah bentuk ketidaksopanan dalam menentang sesuatu, yaitu dosa yang disengaja, seolah-olah seperti iblis yang secara terbuka menyatakan melawan Allah.
Untuk melakukan dosa ini bukanlah bentuk ketidakpercayaan semata, namun ketidakpercayaan yang disengaja.
Sebuah contoh utama adalah Raja Belsyazar di Babel.
Suatu hari, ia mengadakan pesta besar dan mengundang para pemuka, istri, dan gundik.
Kemudian ia membawa benda yang telah disita dari kuil di Yerusalem, dan digunakan dalam menyembah Allah.
Belsyazar menuangkan anggur kedalamnya, bersulang untuk para ilah palsu yang mereka sembah di Babel.
Belsyazar mengejek Allah.
Namun Alkitab mengatakan, "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6:7).
Benar saja, ketika Belsyazar sedang berpesta, ia melihat tulisan tangan di dinding, "Mene, Mene, Tekel UFARSIN" yang ditafsirkan oleh nabi Daniel, "Masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia" (Daniel 5:25-28)
Belsyazar telah ditimbang menurut skala Allah dan ditemukan bahwa bobot rohaninya sangat ringan.
Belsyazar tidak memenuhi standar ukuran Allah, dan malam itu ia mati.
Dengan cara yang sulit, dia mengetahui bahwa Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Gbu all..
Minggu, 01 Juli 2012
Sindrom Esau
Sindrom Esau
Bacaan Hari Ini:
Lukas 6:45 "Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
Telah dikatakan bahwa pada hari biasa, dari pagi sampai malam, kita mengucapkan kata-kata yang cukup untuk mengisi buku setebal 50 atau 60 halaman.
Rata-rata pertahun, kata-kata yang kita ucapkan bisa mengisi 100 buku yang terdiri dari 200 halaman.
Tapi saya rasa bukanlah selalu hal yang baik untuk berbicara begitu banyak, karena Alkitab mengatakan kita akan bertanggung jawab untuk semua yang kita ucapkan.
Yesus berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman." (Matius 12:36)
Kata-kata yang kita ucapkan menentukan di mana hati kita berada.
Yesus juga berkata, "Karena yang diucapkan mulutmu, meluap dari hatimu" (Lukas 6:45)
Jika hati Anda keras, maka itu akan terlihat dari apa yang Anda ucapkan.
Jika hati Anda pahit, maka Anda akan terus membicarakan kepahitan, karena orang yang pahit suka menularkannya ke semua orang.
Berhati-hatilah dengan sindrom Esau.
Ibrani 12:15-16 memperingatkan, "... Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan."
Esau menjual berkat seumur hidup yang diberikan Tuhan untuk memuaskan nafsu makan sesaat.
Tanaman liar yang tumbuh dari ketidakpuasan dapat merusak seluruh taman dalam waktu singkat.
Jika hati Anda dipenuhi dengan kepahitan, maka hal itu akan keluar dari kata-kata yang Anda ucapkan.
Dan jika hati Anda dipenuhi dengan nafsu, maka itu pula yang akan keluar.
Bagi sebagian orang, segala hal bermakna sebagai suatu sindiran seksual atau bermakna ganda.
Semua yang mereka katakan tampaknya memiliki konotasi seksual.
Tapi jika Anda memiliki hati yang penuh dengan rahmat, kasih, dan hikmat dari Firman Tuhan, itu pula yang akan keluar dari ucapan Anda.
Dan inilah yang harus menjadi tujuan dari setiap orang percaya.
Gbu all..
Bacaan Hari Ini:
Lukas 6:45 "Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
Telah dikatakan bahwa pada hari biasa, dari pagi sampai malam, kita mengucapkan kata-kata yang cukup untuk mengisi buku setebal 50 atau 60 halaman.
Rata-rata pertahun, kata-kata yang kita ucapkan bisa mengisi 100 buku yang terdiri dari 200 halaman.
Tapi saya rasa bukanlah selalu hal yang baik untuk berbicara begitu banyak, karena Alkitab mengatakan kita akan bertanggung jawab untuk semua yang kita ucapkan.
Yesus berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman." (Matius 12:36)
Kata-kata yang kita ucapkan menentukan di mana hati kita berada.
Yesus juga berkata, "Karena yang diucapkan mulutmu, meluap dari hatimu" (Lukas 6:45)
Jika hati Anda keras, maka itu akan terlihat dari apa yang Anda ucapkan.
Jika hati Anda pahit, maka Anda akan terus membicarakan kepahitan, karena orang yang pahit suka menularkannya ke semua orang.
Berhati-hatilah dengan sindrom Esau.
Ibrani 12:15-16 memperingatkan, "... Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan."
Esau menjual berkat seumur hidup yang diberikan Tuhan untuk memuaskan nafsu makan sesaat.
Tanaman liar yang tumbuh dari ketidakpuasan dapat merusak seluruh taman dalam waktu singkat.
Jika hati Anda dipenuhi dengan kepahitan, maka hal itu akan keluar dari kata-kata yang Anda ucapkan.
Dan jika hati Anda dipenuhi dengan nafsu, maka itu pula yang akan keluar.
Bagi sebagian orang, segala hal bermakna sebagai suatu sindiran seksual atau bermakna ganda.
Semua yang mereka katakan tampaknya memiliki konotasi seksual.
Tapi jika Anda memiliki hati yang penuh dengan rahmat, kasih, dan hikmat dari Firman Tuhan, itu pula yang akan keluar dari ucapan Anda.
Dan inilah yang harus menjadi tujuan dari setiap orang percaya.
Gbu all..
Langganan:
Postingan (Atom)